Anda di halaman 1dari 2

1.

Tulangan Stek dari Tiang ke Poer


Pelaksanaan :
Besi ulir diameter 22 yang digunakan sebagai tulangan stek dari tiang ke
poer dapat di olah sesuai bentuk spesifikasi dan gambar kerja dan
dipasangkan kedalam lubang tiang pancang, kemudian dapat diikat
dengan menggunakan kawat beton dan dilakukan tindakan pengelasan
untuk penguatan agar tulangan terpasang dengan kuat sebelum dilakukan
pengecoran.
Fungsi :
Site Manager memeriksa material yang akan digunakan, menetapkan
langkah-langkah dalam pelaksanaan pembuatan dan pemasangan
tulangan stek dari tiang ke poer agar dapat sesuai dengan spesifikasi
teknis pekerjaan.
Site Engineer menginstruksikan metode kerja yang dipakai sesuai
dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan, memantau kualitas pekerjaan
yang dilakukan, dan memantau kesesuaian pekerjaan yang dilakukan
dengan gambar rencana kerja.
Tenaga Ahli K3 menyediakan alat-alat keselamatan dalam pekerjaan
berupa APD dan P3K, serta selalu mengingatkan pada para pekerja untuk
menggunakan alat keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
Pelaksana Konstruksi
mengatur dan mengawasi tenaga kerja,
mengecek dan memastikan mutu bahan yang dipakai dalam pembuatan
tulangan stek dari poer ke lantai menggunakan material yang berkualitas
baik.
2. Poer beton ukuran 100 x 100 x 80
Pelaksanaan :
Setiap bekisting cetakan poer terlebih dahulu dilapisi dengan lembaran
triplek atau lapisan plastic pengecoran, kemudian bekisting dipasang
membentuk empat persegi dengan cara dipaku dan di beri palang
pengancing tiga susun mengelilingi empat persegi bekisting pengecoran,
selanjutnya dapat dilakukan pemasangan besi tulangan poer dan dapat
dilaksanakan proses pengecoran beton poer.
Fungsi :
Site Manager memberikan instruksi dan petunjuk teknis pelaksanaan
pekerjaan poer beton ukuran 100 x 100 x 80 cm, mengawasi pelaksanaan
pekerjaan dan melaporkan hasil pekerjaan kepada project manager.

Site Engineer menginstruksikan metode kerja yang dipakai sesuai


dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan, memantau kualitas pekerjaan
yang dilakukan, dan memantau kesesuaian pekerjaan yang dilakukan
dengan gambar rencana kerja.
Tenaga Ahli K3 menyediakan alat-alat keselamatan dalam pekerjaan
berupa APD dan P3K, serta selalu mengingatkan pada para pekerja untuk
menggunakan alat keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
Pelaksana Konstruksi melaksanakan instruksi dan petunjuk Site
manager dalam pelaksanaan pekerjaan poer beton ukuran 100 x 100 x 80,
sehingga proses pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan benar.
3. Balok Melintang 40 / 70 cm
Pelaksanaan :
Material kayu yang digunakan pada pekerjaan balok melintang adalah
kayu klas II yang bermutu baik sehingga tidak mudah patah atau bengkok
pada saat digunakan, papan bekisting balok dipasang sejajar dengan
menggunakan alat ukur waterpass, kemudian dapat dipasang tiang-tiang
penopang dan balok skor diagonal dengan cara dipaku pada bantalan
bawah perancah kerja dan bagian dasar bekisting balok melintang,
selanjutnya dapat dipasang besi-besi tulangan dan besi-besi beugel balok
melintang pada semua bekisting cetakan balok dan setelah itu dapat
dilaksaksanakan pengecoran balok beton melintang.
Fungsi :
Site Manager memberikan instruksi dan petunjuk teknis pelaksanaan
pekerjaan beton balok melintang, mengawasi pelaksanaan pekerjaan dan
melaporkan hasil pekerjaan kepada Project Manager.
Site Engineer menginstruksikan metode kerja yang dipakai sesuai
dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan, memantau kualitas pekerjaan
yang dilakukan, dan memantau kesesuaian pekerjaan yang dilakukan
dengan gambar rencana kerja.
Tenaga Ahli K3 menyediakan alat-alat keselamatan dalam pekerjaan
berupa APD dan P3K, serta selalu mengingatkan pada para pekerja untuk
menggunakan alat keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
Pelaksana Konstruksi melaksanakan instruksi dan petunjuk Site
Manager dalam pelaksanaan pekerjaan beton balok melintang, sehingga
proses pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan benar.