Anda di halaman 1dari 31

Mekanisme Kerja yang Berkaitan dengan Gangguan Pada

Jantung
Citra anggar kasih masang
10-2010-139
Email : citramasang@yahoo.co.id
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat 11510
Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731

PENDAHULUAN
Dalam makalah ini akan membahas skenario tentang seorangperempuan usia 52 tahun
dibawa ke IGD RSkarena mengeluh nyeri dada seperti tertekan benda berat, berkeringat
dingin dan nyeri yang menjalar ke lengan. Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa ia
menderita serangan jantung. Jantung merupakan sebuah organ dalam tubuh manusia yang
termasuk dalam sistem sirkulasi. jantung bertindak sebagai pompa sentral yang memompa
darah untuk menghantarkan bahan-bahan metabolisme yang diperlukan ke seluruh jaringan
tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh.
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa.
Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di
dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan
sedikit ke arah kiri.
Jantung adalah bagian lambung yang langsung menempel pada dan mengelilingi ostium
cardiacum antara esofagus dan bagian lambung yang menempel langsung pada

dan

mengelilingi ostium.Jantung memiliki banyak mekanisme diantaranya: mekanisme pompa


jantung yang memompakan darah ke seluruh tubuh, aktifitas listrik jantung, mekanisme
system penghantar khusus.

Gangguan pada jantung sangat beragam dan gangguan kerja jantung dapat berakibat sangat
fatal. Dalam hal ini banyak hal yang dapat mengakibatkan jantung mengalami gangguan
mekanismenya.
STRUKTUR :
Makroskopis
Jantung terletak di cavum thoracica, tepatnya di mediastinum media, posterior terhadap
korpus sterni dan cartilago costa II-VI. Didalamnya, jantung dilapisi oleh pericardium yang
merupakan kantung fibroserosa. Fungsinya adalah untuk membatasi pergerakan jantung dan
menyediakan pelumas sehingga bagian-bagian jantung yang berbeda dapat berkontraksi.
Morfologi jantung pada manusia dewasa mepunyai ukuran panjang 12 cm, lebar 8-9 cm,
diameter antero-posterior 6 cm. Pada pria, jantung memiliki massa 340-380 gr dan pada
wanita 230-280 gr. Jantung memiliki bagian atas yang lebar (basis jantung) yang mengarah
ke bahu kanan dan bagian bawah mengerucut (apex jantung) yang mengarah ke panggul kiri.
Jantung dibagi oleh septa vertical menjadi empat ruang: atrium dextra, atrium sinistra,
ventrikel dextra, dan ventrikel sinistra.1
Atrium merupakan bagian jantung yang berdinding tipis dan antara atrium kanan dan atrium
kiri dipisahkan oleh septum atrium.Ventrikel adalah bagian jantung yang berdinding tebal dan
antara ventrikel kanan dan kiri dipisahkan oleh septum ventrikel.Permukaan dalam jantung
pada bagian atrium merupakan suatu permukaan yang rata sedangkan pada bagian ventrikel
terdapat tonjolan-tonjolan yang disebut trabekula.Trabekula yang tonjolannya benar-benar
nyata merupakan muskulus papilaris yang berlanjut sebagai serat-serat chorda tendinae yang
menempel pada daun katup yang berfungsi untuk menahan katup agar tidak terbuka ke arah
atrium.
Antara atrium dan ventrikel terdapat katup atrioventrikel, katup antara atrium dan ventrikel
kanan disebut katup tricuspid sedangkan antara atrium kiri dan ventrikel kiri disebut katup
mitral atau bicuspid.Dari ventrikel pun terdapat katup yang memisahkan ventrikel dengan
arteri yang keluar dari ventrikel.
Antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonal adalah katup semilunar pulmonal sedangkan
antara ventrikel kiri dengan aorta adalah katup semilunar aorta.Keempat katup tersebut

berdekatan dan menempel pada annulus fibrous. Untuk proses pembukaan danpenutupan
katup ini merupakan proses yang pasif.1

Mediastinum
mediatinum adalah ruangan yang terletak di antara pleura mediatinalis sinistr dan
dextra.
Batas-batas mediatinum:
-

Ventral : sternum

Dorsal : columna vertebralis

Lateral : pleura mediastinalis kanan dan kiri

Cranial : apertura thoracis superior

Inferior : diaphragma

Mediastinum dibagi oleh bidang khayal yang terbentang dari angulus sternalis ke tepi
bawah corpus vertebra thoracalis IV melewati tepi atas pericardiuam menjadi 2 bagian,
yakni:
-

Mediastinum superior

bagian retrosternal
o Thymus, jaringan lymphoid yang terdiri dari atas 2 lobus yang dihubungkan
oleh jaringan ikat
o Vena-vena besar
v. anonyma

sinistra, merupakan persatuan V. Jugularis interna dextra dan V. Subclavia


sinistra yang menerima darah dari vena-vena bagian sinistra kepala, leher,
dan ekstermitas superior.

Dextra, dibentuk oleh pertemuan V. Jugularis interna dan V. Subclavia


dextra di posterior ujung clavicula dextra.

v. cava superior

V. Cava superior extra pericardial


Terletak dalam mediatinum superior. Pada sisi dextra berjalan N.
Phrenicus.

V. Cava superior intra pericardial


Terletak di anterior radix pulmonum dextra di dalam mediastinum inferior.

bagian tengah

o Arcus aortae,letak : setinggi angulus sternalis


berjalan ke posterior tepi bawah vertebra
thoracalis IV
truncus brachiocephalica
a. carotis communis sinistra
a. subclavia sinistra
o N. vagus
Sebagian terletak di mediatinum superior dan sebagian di mediatinum posterior.
o N. phrenicus
Nervus ini berjalan di anatar A.V.subclavia di sebelah lateral dari N. Vagus dan
berjalan di seblah lateral truncus thyreocervicalis untuk berjalan bersama
dengan A. Peripericardiacophrenica ke arah caudal, di sebelah ventral radix
pulmoinum.

bagian prevertebralis

Mediastinum inferior

mediastinum anterior : jaringan lemak dan lymphonodi

mediastinum media:
o pericardium yang meliputi cor
o pangkal pembuluh darah besar dari dan ke jantung

mediastinum posterior
o aorta thoracica
o ductus thoracicus
o v. azygos dan hemiazygos
o esophagus

Jantung
Jantung merupakan organ muskularis yang mempunyai rongga di dalamnya dan
berbentuk kerucut (conus) sebesar kepal/tinju pemiliknya. Jantung bersandar pada
diaphragama di antara bagian inferior kedua paru dan dibungkus oleh membran khusus
yang disebut pericardium.
Letak : mediastinum media. 2/3 bagian jantung terletak disebalah sinistra bidang media.
5

Berat jantung manusia dewasa : 230-350 gram


Lapisan jantung :
-

Pericardium

Merupakan kantung serofibrosa, berbentuk conus, berisi jantung dan pangkal


pembuluh darah besar.

Terdiri dari :
o Pericardium fibrosum merupakan kantong berbentuk conus, ke superior
menyempit dan melanjutkan sebagai lapisan luar pembuluh darah besar dan facies
pretrachealis, ke arah inferior melekat pada centrum tendineum dan pars
muscularis diaphragma sinistra. Terdiri dari jaringan ikat fibrosa.
o Pericardium serosum merupakan membran halus yang berbatasan dengan saccus
fibrosa dan meliputi jantung. Bagian pericardium serosum yang menutupi
pembuluh darah seolah-olah tersusun dalam bentuk 2 tabung, yaitu:
aorta, truncus pulmonalis sinus transversus pericardii
v. cava superior et inferior, vv. pulmonales sinus obliquus pericardii

Dinding jantung

Epicardium merupakan lamina visceralis pericardium serosum, lapisan terluar


dinding jantung

Myocardium merupakan lapisan tengah dinding jantung, terdiri dari kumpulan


sel otot jantung yang tersusun dalam pola sirkular dan spiral

Endocardium merupakan lapisan terdalam dinding jantung, berupa lapisan


endothelium yang melekat pada selapis jaringan ikat

Bagian-bagian jantung

Atrium dextrum
o Terletak ventrosuperior
o Terdiri dari :
-

Atrium propria (sinus venarum cavarum). Merupakan ruang di antara dua vena
cava dan ostium atrioventricularis, dindingnya menyatu dengan dinding
v.cava.

Auricula dextra, berbentuk sperti dsaun telingan anjing, merupakan kantong di


antara v.cava superior dan ventriculus dexter.
6

Atrium sinistrum
o Letak dorsosuperior, ukuran sedikit lebih kecil daripada yang dextra.
o Terdiri dari :
-

Atrium proprium
Terdapat 4 muara , pada masing-masing sisi bermuara 2 vena Vv.
pulmonale
Ostium atrioventricularis sinistra dilekati oleh valvula mitralis

Auricula, berbentuk panjang, sempit, dan lebih melengkung dibanding yang


dextra. Permukaan dalam auricula terdapat rigi muscular yang disebutMm.
pectinati.

Ventrikel dextrum
o Tebal dindingnya 1/3 tebal dinding ventriculus sinister.
o Di dalam ventrikel dextrum dapat dijumpai beberapa lubang, yakni:
-

ostium atrioventriculare dextrum merupakan apertura berbentuk oval dan


dikelilingi oleh cincin fibrosa dan melekat pada valva tricuspidalis / valva
atrioventricularis dextra

ostium trunci pulmonalis merupakan lubang yang bulat terdapat pada puncak
conus arteriosus, terletak di sebelah superior dan sinistra dari ostium
atrioventricularis dextrum. Pada ostium ini terdapat valvula pulmonalis.

o trabeculae carneae, merupakan kumpualn otot yang ireguler yang membentuk


permukaan dalam ventrikel, kecuali pada conus arteriosus.
o trabecula septomarginalis (moderator band), berisi cabang-cabang dari serabut
conductorium artrioventricularis.
o mm. papillares, merupakan otot berbentuk bulat (conus) yang puncaknya melekat
pada corda tendinae.

Ventrikel sinistrum
o Ikut membentuk sebagian kecil facies sternocostalis dan separuh facies
diaphragmatica. Puncaknya membetuk apex cordis
o Bagian-bagian:
-

Ostium atrioventricularis sinistra. Odtium ini dikelilingi oleh cincin fibrosa dan
melekat valvula mitralis.

Chorda tendineae

Trabecula carnae, jumlah lebih banyak dan tebal terutama di daerah apex dan
dinding dorsal.

Mm. papillares (anterior dan posterior)

Ostium aortiucum (valvula semilunaris), merupakan lubang bulat di sebelah


ventral dan dextra dari ostium atrioventricularis sinistra, mempunyai valvula
semiulnaris.

Skleton jantung, merupakan jaringan ikat fibrosa berbentuk cincin melingkari ostium
atrioventricularis dan ostium aorta dan pulmonalis dan masuk ke dalam septum pars
membranosa.
Di antara margo dextra anulus atrioventricularis sinistra, anulus aorticus, dan anulus
atrioventricularis dextra, jaringan tebal ini membentuk massa segitiga yang disebut
trigonum fibrosum dextra.

Mikroskopis
Sistem sirkulasi merupakan tempat pertukaran zat dari dan ke jaringan. Sistem ini
terdiri atas sistem vaskular darah dan limfatik. Sistem vaskular darah terdiri atas struktur
berikut ini:
Pembuluh darah
Susunan umum pembuluh darah:

Tunika Intima
- Endotel (epitel selapis gepeng)
- Subendotel (jaringan ikat areolar)

Tunika Media
- Jumlah jaringan ikat padat bervariasi
- Otot polos

Tunika Adventitia
- Jaringan ikat
- Serat saraf, pembuluh limf
- Vasa vasorum

Pembuluh darah dapat dibagi menjadi tiga, yakni:


Arteri

Arteri besar (tipe elastis)

Fungsi:

menyalurkan

tekanan

yg

darah,

disebabkan

meredam

sistol

jantung,

menjaga agar aliran darah berjalan mulus


disebut conducting arteries.

Contoh: A.inominata, subklavia, A. karotis


komunis, A. iliaka

Diameter: kurang dari 1 cm, rata-rata 2,5 cm

Rata-rata tebal dinding : 2 mm

Tunica Intima : - Endotel dgn lamina basalis

Subendotel: jaringan ikat kolagen, elastin, otot polos

Lamina elastika interna

Tight junction dan gap junction

Tunica Media : - Lapisan lebih tebal


-

Serat elastin, kolagen & sel-sel otot polos

Beberapa fibroblas

Tunica adventisia : - Terdiri dari jar ikat dan fibroblas


-

Lebih tipis daripada tunica media

Beberapa serat elastin

Terdapat vasa vasorum dan serat saraf

Arteri sedang (tipe muskular)

Fungsi: membagi darah ke organ yg membutuhkannya


distributing arteries.

T elastika interna & eksterna tampak jelas, terutama


interna.

Diameter: 0,5 mm 1 cm, rata-rata 0,4 mm

Rata-rata tebal dinding: 1 mm

Contoh: A. brachialis, A. ulnaris, A. Femoralis

Tunica Intima : - Lapisan endotel dengan lamina basalis


-

Subendotel: sedikit jaringan ikat


9

Terdapat lamina elastika interna

Tunica Media : - Otot polos sirkular, kolagen, bbrp serat elastin


-

Tidak ada fibroblas

Terdapat lamina elastika eksterna

Tunica Adventisia : - Tebal lapisan jaringan ikat kira-kira


sama dengan tebal Tunica medianya

Kandungan kolagen yg tinggi dengan fibroblas

Serat elastik terkonsentrasi di lamina elastika eksterna

Arteri kecil dan arteriol

Fungsi: mendistribusikan darah ke jaringan organ2 dalam & mengontrol aliran


darah kedlm kapiler.

Tunica elastika interna ada pada arteriol besar, tidak ada pada arteriol kecil.

Tidak ada tunica elastika eksterna

Diameter: 50-300 um

Rata-rata tebal dinding: 20 um

Arteri kecil/arteriol mempunyai 1-2 lapis otot polos pada Tunica media

Arteri kecil mempunyai sampai 8 lapis otot polos pd Tunica media

Arteri kecil mempunyai lamina elastika interna

Tunica Adventitia tipis dan kurang berkembang

Arteriol merupakan kunci yang mengontrol jumlah aliran darah

Kapiler

Fungsi: tempat pertukaran zat

Dinding selapis endotel/ hanya T. intima

Diameter: 8-12 um, lebih besar sedikit drpd eritrosit

Lumen kapiler hanya dapat dilalui oleh 1 eritrosit saja.

Sel endotel menonjol kedalam lumen

Sel perisit menonjol keluar lumen

Ada 3 jenis :
1. Kapiler tipe viseral yg berpori/bertingkap/berjendela (fenestrated capillary)
-

Beberapa sel endotel mempunyai pori-pori, banyak pori ditutupi membran

Sangat permeabel
10

Terdapat di: pankreas, usus, kelenjar endokrin, ginjal

2. Kapiler tipe muskular atau kapiler sempurna/ utuh (continuous capillary)


-

Sel endotel yang kontinu

Khusus di jaringan saraf pusat, ujung2 endotelnya dilekatkan satu sama lain
dengan taut kedap yg membentuk sawar darah otak

Terdapat di: otot, jar saraf, jar ikat

3. Sinusoid (discontinous capillary)


-

Sinusoid: bangunan yang berbentuk rongga

Bentuk sinusoid mengikuti bentuk celah/ruang yg terdapat diantara lempeng


epitel organ.

Terdapat di: hati, lien, korteks adrenal, adenohipofisis

Vena

Fungsi :membawa darah dengan tekanan rendah kembali ke jantung

Dinding vena lebih tipis daripada dinding arteri

Beberapa vena mempunyai katup untuk mencegah aliran darah kembali/balik

Dinding vena lebih tipis, lebih lunak dan kurang elastis daripada arteri pada
potongan melintang vena mirip ban kempis

Batas antara Tunica intima, media & adventisia tidak sejelas pada arteri

Unsur jaringan ikatnya lebih mencolok, unsur otot polos & elastinnya tidak ada

Katup vena merupakan lipatan intima dan ditengahnya diperkuat oleh jaringan ikat.

Tipe vena :
1. Venula
-

Fungsi: pertukaran zat antara jaringan

Diameter: 15-20 um (lebih lebar drpd kapiler)

Dinding: tdr dr 1 lapis sel endotel (mirip dgn


kapiler darah)

Permeabilitas dinding sangat tinggi

2. Vena kecil
-

Diameter venula makin lama makin besar


vena kecil

Sel otot polos mula-mula selapis, kemudian


bertambah banyak mengelilingi endotel
11

3. Vena sedang
-

Diameter: 1-2 mm

Tunica intima: selapis sel endotel, kadang-kadang ada jaringan ikat


dibawahnya

Tunica media: jauh lebih tipis daripada arteri sedang, serat kolagen lebih
menonjol daripada serat otot polos

Tunica adventisia: lebih tebal drpd Tunica media, jaringan ikat & beberapa
otot polos

4. Vena besar
-

Contoh : vena kava

Tunica intima: sama seperti vena sedang

Tunica media: kurang sempurna perkembangannya, kadang tidak ada. Bila


ada, struktur histologis mirip dengan vena sedang

T. adventisia:

Lebih tebal daripada Tunica medianya

terdiri atas jaringan ikat dengan serat kolagen tersusun longitudinal

terdapat berkas otot polos yg sangat mencolok dan tersusun longitudinal

Jantung

Dinding jantung

Terdiri dari 3 Lapisan :


-

Endokardium

Miokardium

Epikardium

Rangka jantung

Merupakan bangunan penyokong, tempat sebagian besar otot jantung dan katup
jantung melekat.

Sebagian besar terdiri atas jaringan ikat padat

Bagian utamanya:
1. Septum membranaseum
2. Trigonum fibrosum
3. Anulus fibrosus
12

Katup jantung

Katup jantung: lempengan jaringan ikat yang berpangkal pada anulus fibrosus

Katup atrioventrikular
-

Katup mitral (menguhubungkan atrium kiri dan ventrikel kiri)

Katup trikuspid (menguhubungkan atrium kanan dengan ventrikel kanan)

Sistem hantar rangsang

Serat purkinye: lebih besar daripada otot jantung biasa, banyak sarkoplasma, jumlah
miofibril sedikit dan terletak di tepi serat.

Pembuluh darah jantung

Dua arteri koronaria mensuplai darah ke jantung & vena jantung mengalirkannya
kembali.

Fungsi utama: menyediakan O2 secukupnya sesuai kebutuhan miokardium

Sistem Limfatik

Dimulai dari kapilernya yg berujung buntu, mengangkut cairan limf dari ruang
ekstraselular ke pemb limf yang lebih besar bermuara ke duktus torasikus dekster
& duktus limfatikus dekster.

Aliran sistem limf hanya satu arah, dari perifer ke jantung

Kapiler limf:

lumen tidak rata

Endotel lebih tipis dan tdk ada perisit

Dengan M.E tdk ada lamina basal

Pembuluh Limfe besar / Ductus torasikus:

T. intima dibatasi endotel & beberapa lapis serat kolagen, elastin

T. Media otot polos tersusun dalam berkas

T. Adventitia otot polos tersusun dalam berkas, ada vasa vasorum dan banyak jar
lemak.

Batas antara lapisan-lapisannya tidak jelas

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG


13

Jantung mempunyai kemampuan autorhythmicity( membangkitkan sendiri impuls


listrik yang ritmis ). Sifat ini dimiliki sistem penghantar khusus. Sel picu jantung memiliki
potensial membrane istirahat tidak mantap .4

Proses aktivitas listrik jantung:

Gambar . Proses aktivitas listrik jantung


Keterangan gambar:
Pada keadaan istirahat, ion Na diluar dan ion K di dalam, terjadi potensial negatif sebesar
-60 mV
1: Ion Na masuk ke dalam secara terus-mereus yang menyebabkan kenegatifan sel
berkurang. Proses ini dikenal dengan proses depolarisasi lambat.

2 : Pada keadaan ini terjadi pengaktifan chanel Ca. Dengan pembukaan chanel Ca,
terjadi pemasukan cepat Ca hingga mencapai ambang letup (fase naik). Fese ini
membangkitkan proses kontraksi otot.

14

3 : Channel K diaktifkan, terjadi pengeluaran cepat ion K dan penutupan channel Ca.
Proses ini dikenal dengan fase turun.
Kecepatan membentuk impuls berbagai bagian sistem penghantar khusus berbeda
sehingga kecuraman depolarisasi lambat berbeda Urutan kemampuan membentuk potensial
aksi berbagai bagian Sistem Penghantar Khusus:

Simpul SA : 80-100/menit

Simpul AV : 40-60 /menit

Simpul Purkinje : 20-40/menit

Penyebaran impuls:
Simpul SA internodal pathways simpul AV mengalami hambatan =AV delay
(berlangsung 0,08-0,12 detik) kemudian impuls dengan cepat menyebar ke berkas his dan
serat purkinje pengaktifan miokardium ventrikel stimultan kontraksi serentak
pompa yang efisien .4
Irama jantung berasal dari simpul SA dan penyebaran impuls yang menyebabkan
jantung berdenyut dengan IRAMA SINUS.Bila simpul SA gagal membentuk impuls spontan
maka fungsi simpul SA diambil alih oleh sistem penghantar khusus lain yang tercepat
membentuk impuls yaitu simpul AV. Pada keadaan normal simpul SA berfungsi sebagai
penentu irama dasar kerja jantung , sehingga disebut sebagai PACEMAKER (picu jantung).4
Jantung mempunyai kemampan AUTORHYTHMICITY (membangkitkan sendiri
impuls listrik yang ritmus). Sifat autorhythmicity dimiliki sistem penghantar khusus. Sel saraf
dan sel otot rangka memiliki potensial membrane istirahat yang mamtap. Sel picu jantung
adalah potensial membrane istirahat yang tidak mantap.4

MEKANISME POMPA JANTUNG

15

Pertukaran O2& C O2 dalam sistem kapiler dapat diterangkan dengan teori


difusi yaitu molekul-molekul gas akan bergerak dari konsentrasi yang lebih besar ke
konsentrasi yang lebih kecil sehingga konsentrasinya akan merata.Molekul bertumbukan
kira-kira 1012 kali per detik.Molekul yang bergerak dari titik awal sesudah N tumbukan
adalah
dimana :

D = jarak lintasan bebas rata-rata (m)


N = jumlah molekul
= jarak rata-rata tumbukan antar molekul (m)

Hukum Starling menguraikan bahwa aliran fluida masuk dan keluar dari pembuluh
darah kapiler Gerakan zat cair melalui dinding kapiler merupakan hasil dari 2 jenis tekanan,
yaitu:
Tekanan Hidrostatik : memaksa zatcair ke luar dari kapiler
Tekanan Osmotik : membawa zat cair masuk ke dalam kapiler
Usaha yang dilakukan oleh jantung:

Volume darah yang dipompakan jantung sebesar 80 cc

Tekanan pada pulmonalis : 25 mmHg

Tekanan pada sistemik

Tekanan darah normal saat maksimum (sistole) : 120 mmHg

Tekanan darah normal saat minimum (diastole) : 80 mmHg

Tekanan darah rata-rata: 100 mmHg

Untuk menghitung usaha yang dilakukan jantung, maka kita menggunakan rumus:

: 125 mmHg

W = p. V dimana : W = Usaha
p = tekanan
V = volume
Tegangan yang dialami pembuluh darah diakibat adanya tekanan.Besar tegangan (T)
tergantung pada tekanan (p) dan diameter (d)pembuluh darah Yang dapat dirumuskan
menjadi:

T = p .d/2= p . R

Penerapan prinsip Bernoulli pada sistem kardiovaskuler


Prinsip Bernoulli didasarkan pada hukum kekekalan energi.Tekanan fluida merupakan bentuk
dari energi potensial (Epot). Sedangkan gerakan fluida merupakan bentuk dari energi kinetis
(Ekin).Jika fluida mengalir dalam pipa tanpa gesekan, maka berlaku rumus:
16

Pada latihan fisik, kecepatan aliran darah akan meningkat yang mengakibatkan energi
potensial jantung berkurang.5

Kecepatan aliran darah dalam pembuluh darah tergantung pada


tekanan (p), viskositas (n), temperatur, panjang(l) dan diameter pembuluh darah(d/2 =
r).Temperatur makin tinggi maka viskositas darah akan semakin kecil, dan sebaliknya.
Kecepatan aliran darah dihitung dengan menggunakan hukum Poisseuille:5

Aliran laminer terdapat pada hampir semua pembuluh darah.Aliran


turbulen terjadi ketika darah mengalir cepat melewati katup-katup jantung atau terjadinya
sumbatan/penyempitan pada pembuluh darah.Bila kecepatan aliran ditambah dengan
mengurangi diameter pembuluh darah, maka akan dicapai kecepatan kritis (v k) dimana aliran
laminer berubah menjadi aliran turbulen.Berdasarkan penelitian Osborne Reynolds diperoleh
rumus,
dimana, v : kecepatan kritis (m/det)
K : bilangan Reynolds (1000)
: viskositas (Pas, poise, centipoise)
r : jari-jari (m)
1 Pas = 1 Pascal-second = 1 Nm-2 s satuan internasional
1 Pas = 10 poise
1 poise = 100 cp (centipoise)
viskositas darah sebesar 3 4 cp.5

PENGATURAN KERJA JANTUNG

Intrinsik

17

Panjang serabut jantung memengaruhi tegangan yang dapat dihasilkan karena


susunan anatomik protein kontraktil otot.Pada keadaan istirahat, serabut otot meregang ke
derajat yang lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk menghasilkan tegangan
maksimal.Apabila serabut otot jantung diregangkan, lebih banyak jembatan silang miosin
yang dapat mencapai sisi pengikatan aktin, menyebabkan pengayunan jembatan silang
meningkat,

sehingga

meningkatkan

tegangan

jantung

dan

kontraktilitas

jantung.Akibatnya, volume sekuncup dan curah jantung meningkat. Peningkatan


peregangan pada miofibril terjadi jika pengisian jantung meningkat; oleh karena itu,
tegangan yang dihasilkan jantung proporsional dengan volume darah dalam jantung
sesaat sebelum kontraksi ventrikel: volume akhir diastolik. Karena respons ini, jantung
memiliki kapasitas residu untuk memompa lebih kuat ketika volume darah yang mengalir
meningkat sebagai contoh, saat olahraga dan kelebihan volume.7
Karena peningkatan aliran balik vena akan meningkatkan volume akhir diastolik,
hubungan panjang tegangan dengan jantung memastikan bahwa dalam kebanyakan
kondisi, peningkatan aliran darah ke jantung akan disesuaikan dengan peningkatan pompa
darah yang keluar. Dengan demikian, volume akhir diastolik akan kembali normal dan
biasanya respons ini terjadi dalam durasi yang singkat. Respons intrinsik jantung pada
peregangan serabut ototnya sendiri disebut hukum Starling pada jantung, setelah Frank
Starling, ahli fisiologi menjabarkan hukum ini pertama kali. Hubungan panjang tegangan
pada jantung normal dalam kondisi tanpa stimulasi kendali dapat dilihat pada kurva
bawah seperti yang diperlihatkan pada gambar 11.7
Perhatikan bahwa, tidak seperti pada kurva panjang tegangan otot rangka, jantung
normal tidak menurunkan kurva pada panjang serabut yang lebih tinggi.7
Istilah "pada kebanyakan kondisi" di paragraf sebelumnya bermakna bahwa pada
kerusakan jantung, peregangan ventrikel yang berlebihan tidak akan memperbaiki
kontraksi, dan jantung tidak akan mampu untuk memompa keluar kelebihan darah. Oleh
karena itu, kerusakan jantung akan berlanjut dengan pengisian yang berlebihan dan
akhirnya semakin meregang. Situasi ini merupakan karakteristik gagal jantung yang akan
dibahas lebih lanjut.7
Alasan kedua mengapa peregangan serabut otot jantung menentukan curah
jantung adalah bahwa dengan meningkatnya aliran balik vena, dinding atrium kanan akan
18

meregang. Peregangan ini menyebabkan kecepatan pelepasan potensial aksi nodus SA


meningkat dan terjadi peningkatan denyut jantung sampai 20%.Peningkatan kecepatan
denyut jantung ini, yang disertai peningkatan volume sekuncup dapat secara drastis
meningkatkan curah jantung. Akan tetapi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, karena
terjadi peningkatan volume diastolik akhir meningkatkan volume sekuncup, respon
intrinsic terhadap kelebihan volume biasanya bersifat temporer atau sementara.7

Jantung mendapat persarafan dari susunan saraf otonom, namun ini hanya
bertindak untuk mengubah kerja jantung, jantung akan tetap berdenyut bila suplai
sarafnya kuat karena jantung mempunyai irama intrinsiknya sendiri.8

Ekstrinsik
Denyut jantung dan volume sekuncup dipengaruhi oleh sistem saraf simpatis dan
parasimpatis serta hormon-hormon dalam sirkulasi.8
Saraf simpatis menjalar di dalam traktus saraf spinalis toraks ke nodus SA dan
melepaskan neurotransmiter norepinefrin.Norepinefrin berikatan dengan reseptor spesifik
yang disebut reseptor adrenergik B, yang terdapat di sel nodus SA.Setelah berikatan,
terjadi pengaktifan sistem perantara kedua yang menyebabkan peningkatan kecepatan
pelepasan muatan nodus dan peningkatan denyut jantung. Kecepatan denyut jantung akan
menurun apabila pengaktifan saraf simpatis dan pelepasan norepinefrin bcrkurang.
Peningkatan atau penurunan kecepatan denyut jantung disebut efek kronotropik positif
atau negatif.8
Saraf simpatis juga mempersarafi sel di seluruh miokardium, menyebabkan
peningkatan gaya dari setiap kontraksi (kontraktilitas) pada setiap panjang serabut otot
tertentu. Hal ini menyebabkan peningkatan pada volume sekuncup dan disebut
efekinotropik positif.
Saraf parasimpatis menjalar ke nodus SA dan ke seluruh jantung melaiui saraf
vagus.Saraf parasimpatis melepaskan neurotransmitter asetilkolin, yang memperlambat
19

kecepatan depolarisasi nodus SA sehingga terjadi penurunan kecepatan denyut jantung


suatu efek kronotropik negatif. Perangsangan parasimpatis ke bagian miokardium lain
tampaknya menurunkan kontraktilitas dan volume sekuncup, yang menghasilkan efek
inotropik negatif.8
Hormon yang mengatur curah jantung terutama di medula adrenal, merupakan
perluasan sistem saraf simpatis.Pada perangsangan simpatis, medula melepaskan
norepinefrin dan epinefrin ke dalam sirkulasi. Hormon ini mencapai jantung dan
menimbulkan respons kronotropik dan inotropik positif.7

SIRKULASI JANTUNG

Lingkaran sirkulasi jantung dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitusirkulasi sistemik dan
sirkulasi pulmonal. Namun demikian terdapat jugasirkulasi koroner yang juga berperan
sangat penting bagi sirkulasi jantung.6

Sirkulasi Sistemik
1.
2.
3.
4.
5.

Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.


Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.
Memerlukan tekanan permulaan yang besar.
Banyak mengalami tahanan.
Kolom hidrostatik panjang.6

Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru.
20

2.
3.
4.
5.

Hanya berfungsi untuk paru-paru.


Mempunyai tekanan permulaan yang rendah.
Hanya sedikit mengalami tahanan.
Kolom hidrostatiknya pendek.6

Sirkulasi Koroner
Efisiensi jantung sebagi pompa tergantung dari nutrisi dan oksigenasi yangcukup pada otot
jantung itu sendiri. Sirkulasi koroner meliputi seluruhpermukaan jantung dan membawa
oksigen untk miokardium melaluicabang-cabang intramiokardial yang kecil-kecil.
Aliran darah koroner meningkat pada:

Peningkatan aktifitas

Jantung berdenyut

Rangsang sistem saraf simpatis.6

DARAH
A. Karakteristik
1. Darah adalah

sejenis

jaringan

ikat

yang

sel-selnya

(elemen

pembentuk)tertahan dan dibawa dalam matriks cairan (plasma).


2. Darah lebih berat dibandingkan air dan lebih kental.Cairan ini memiliki rasa
dan bau yang khas,serta pH 7,4 (7,35-7,45).
3. Warna darah bervariasi dari merah

terang

sampai

merah

tua

kebiruan,bergantung pada kadar oksigen yang dibawa sel darah merah.


4. Volume darah total sekitar 5 liter pada laki-laki dewasa berukuran rata-rata,dan
kurang sedikit pada perempuan dewasa.Volume ini bervariasi sesuai ukuran
tubuh dan berbanding terbalik dengan jumlah jaringan adipose dalam
tubuh.Volume ini juga bervariasi sesuai perubahan cairan darah dan
konsentrasi elektrolitnya.1
B. Komponen
1. Plasma darah adalah cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan
sitoplasma.Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat
organic dan anorganik.
a. Protein plasma mencapai 77% plasma dan merupakan satu-satunya unsur
pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapilar untuk mencapai
sel.Ada tiga jenis protein plasma yang utama ;albumin,globulin,dan
fibrinogen.

21

1. Albumin adalah protein plasma yang terbanyak,sekitar 55% sampai


60%,tetapi ukurannya paling kecil.Albumin disintesis dalam hati
dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotic koloid darah.
a. Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100
nm,sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang
dari 1 nm.Plasma mengandung koloid dan kristaloid.
b. Tekanan osmotic koloid (atau tekanan onkotik) ditentukan
berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan.Tekanan ini
merupakan suatu ukuran daya tarik plasma terhadap difusi air
dari cairan ekstraselular yang melewati membrane kapilar.
2. Globulin membentuk sekitar 30% protein plasma.
a. Alfa dan beta globulin disintesis di hati,dengan fungsi utama
sebagai molekul pembawa lipid,beberapa hormone,sebagai
substrat,dan zat penting tubuh lainnya.
b. Gamma globulin (immunoglobulin) adalah antibody.Ada lima
jenis imunoglobylin yang diproduksi jaringan limfoid dan
berfungsi sebagi imunitas.
3. Fibrinogen membentuk 4% protein plasma,disintesis di hati dan
merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan
darah.
b.Plasma juga mengandung nutrient , gas darah , elektrolit , mineral ,
hormone,vitamin,dan zat-zat sisa.
1. Nutrien meliputi asam amino,gula,dan lipid yang diabsorbsi dari
saluran pencernaan.
2. Gas darah meliputi oksigen,karbondioksida,dan nitrogen.
3. Elektrolit plasma meliputi ion natrium , kalium , magnesium ,
klorida , kalsium,bikarbonat,fosfat,dan ion sulfat.1
C. Eritrosit atau sel darah merah
1. Karakteristik
a. Eritrosit merupakan diskus bikonkaf,bentuknya bulat dengan lekukan pada
sentralnya dan berdiameter 7,65 m.
22

b. Eritrosit terbungkus dalam membrane sel dengan permebealitas


tinggi.Membran ini elastic dan fleksibel,sehingga memungkinkan eritrosit
menembus kapilar pembuluh darah terkecil).
c. Setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta molekul hemoglobin,sejenis
pigmen pernapasan yang mengikat oksigen.Volume hemoglobin mencapai
sepetiga volume sel.
1. Struktur kimia hemoglobin
a.

Hemoglobin

adalah

molekul

yang

tersusun

dari

suatu

protein,globin.Globin terdiri dari empat rantai polipeptida yang


melekat pada empat gugus hem yang mengandung zat besi.Hem
berperan dalam pewarnaan darah.
b. Pada hemoglobin orang dewasa (HgA),rantai polipeptidanya terdiri
dari dua rantai alfa dan dua rantai beta yang identik,masing-masing
membawa gugus hemnya.
c. Hemoglobin janin (HgF) terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai
gamma..HgF memiliki afinitas yang sangat besar terhadap oksigen
dibandingkan HgA.

2. Fungsi hemoglobin
a. Jika hemoglobin terpajan oksigen,maka molekul oksigen akan
bergabung

dengan

rantai

alfa

dan

beta,untuk

membentuk

oksihemoglobin.
b. Hemoglobin berikatan dengan karbondioksida di bagian asam amino
pada globin.Karbaminohemoglobin yang terbentuk hanya memakai
20% karbondioksida yang terkandung dalam darah.80% sisanya
dibawa dalam bentuk ion bikarbonat.
2. Jumlah

23

a. Jumlah sel darah merah pada laki-laki sehat berukuran rata-rata adalah 4,2
sampai 5,5 juta sel per millimeter kubik (mm 3).Pada perempuan sehat
berukuran rata-rata,jumlah sel darah merahnya antara 3,2 sampai 5,5 juta sel
per mm3.
b. Hematokrit adalah persentase volume darah total yang mengandung
eritrosit.Persentase ini ditentukan dengan melakukan sentrifugasi sebuah
sampel darah dalam tabung khusus dan mengukur kerapatan sel pada bagian
dasar tabung.
1. Hematokrit pada laki-laki berkisar antara 42% sampai 54% dan
pada perempuan 38% sampai 48%.
2. Hematokrit dapat bertambah atau berkurang,bergantung pada jumlah
eritrosit atau factor-faktor yang mempengaruhi volume darah,seperti
asupan cairan atau air yang hilang.
3. Kecepatan sedimentasi adalah kecepatan sel darah merah untuk
sampai ke dasar tabung tanpa melalui sentrifugasi.1
D. Keping darah (trombosit) berjumlah 250.000 sampai 400.000 per mm 3.Bagian ini
merupakan fragmen sel tanpa nucleus yang berasal dari megakariosit raksasa
multinukleus dalam sumsum tulang.
1.Struktur.Ukuran

trombosit

mencapai

setengah

ukuran

sel

darah

merah.Sitoplasmanya terbungkus suatu membrane plasma dan mengandung


berbagai jenis granula yang berhubungan dengan proses koagulasi darah.
2.Fungsi.Trombosit berfungsi dalam hemostatis (penghentian perdarahan dan
perbaikan pembuluh darah yang robek).1

Sistem vascular darah terdiri dari jantung, arteri utama, ateriol, kapiler, venula, dan vena.
A. Darah
1. Arteri

24

Tiga kategori utama arteri adalah elastis, arteri muscular, dan arteriol
kecil. Diameter arteri secara berangsur mengecil setiap kali becabang sampai
pembuluh terkecil, yaitu kapiler.
Arteri elastis adalah pembuluh paling besar di dalam tubuh,
diantaranya adalah trunkus pulmonal dan aorta serta cabang-cabang utamanya.
Dinding pembuluh ini terutama terdiri dari atas serat elastis yang memberikan
kelunturan dan daya pegas selama aliran darah. Arteri elastis nanti akan
bercabang menjadi arteri muscular yang merupakan pembuluh darah
terbanyak di tubuh. Arteri muscular banyak mengandung serat polos pada
dindingnya. Arteriol adalah cabang terkecil sistem arteri, dindingnya terdiri
dari satu sampai lima lapisan serat polos. 2
2. Vena
Kapiler berangsur-angsur membentuk venula yang lebih besar; venula
umumnya menyertai arteriol. Darah balik mula-mula mengalir ke dalam
venula pascakapiler, kemudian ke dalam vena yang makin membesar. Untuk
mudahnya, vena digolongkan sebagai kecil, sedang, dan besar. Dibandingkan
lebih tipis, berdiameter lebih besar, dan struktur bervariasi lebih besar.
Venula kecil dan sedang, terutama diekstremitas memiliki katup. Serat
darah mengalir ke arah jantung, katup terbuka. Saat akan mengalir balik, katup
menutup lumen dan mencegah aliran balik darah. Darah vena diantara katup
pada ekstremitas mengalir ke arah jantung akibat kontraksi otot. Katup tidak
terdapat pada vena SSP, vena cava inferior atau superior, dan vena visera.
Dinding vena juga terdiri atas tiga lapisan, namun lapisan ototnya jauh
lebih tipis. Tunika intima, pada vena besar terdiri atas endotel dan jaringan ikat
subendotel. Tunika media tipis dan Tunika adventisia adalah lapisan paling
tebal pada dindingnya.2

3. Vasa Vasorum
Dinding arteri dan vena yang lebih besar terlalu tebal untuk menerima
nutrient langsung melalui difusi dari lumennya. Itulah sebabnya dinding
25

pembuluh darah besar dipasok oleh pembuluh darahnya sendiri yang kecil,
disebut vasa vasorum.2
4. Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dengan diameter rata-rata 8
mikromerter, hamper sama dengan diameter eritrosit. Terdapat tiga jenis
kapiler: kapiler kontinu, kapiler bertingkap, dan sinusoid. Kapiler kontinu
pada umumnya ditemukan pada kebanyakan organ dan jaringan. Pada kapiler
ini, sel-sel endotel saling menyambung membentuk lapisan. Kapiler
bertingkap memiliki lubang-lubang bulat atau fenestra pada sitoplasma sel
endotel. Ditemukan dalam organ endokrin, usus halus, dan gromeruli ginjal.
Sinusoid adalah pembuluh darah yang berjalan berkelok-kelok, tidak
teratur dengan diameter yang jauh lebih besar dari kapiler lain. Sinusoid
ditemukan dalam hati, limpa, dan sumsum tulang belakang.2
5. Sistem vascular limf
Sistem limfatik terdiri atas kapiler limf dan pembuluh limf. Sistem ini
berawal buntu, berupa tubul atau kapiler limf di dalam jaringan ikat.
Pembuluh ini menampung kelebihan cairan interstisial (limf), menyalurkannya
melalui limfonodus untuk disaring, dan mengembalikan ke dalam sistem
vascular darah melalui pembuluh limf yang lebih besar. 2
B. Pembuluh Darah
1. Arteri Kecil
Sebuah arteri kecil dengan struktur dinding dasar tampak di tengah.
Berbeda dengan vena, arteri memiliki dinding relative tebal dan lumen
kecil. Pada potongan melintang, dinding sebuah arteri memiliki lapisan
sebagai berikut:
a. Tunika intima, terdiri ats sel endotel di lapisan dalam, subendotel
yang merupakan lapisan jaringan ikat, dan lamina (membrane)
elastika interna yang menandakan batas antara yunika intima dan
tunika media.

26

b. Tunika media, terutama terdiri dari atas serat otot sirkular.


Anyaman serabut elastis halus yang longgar terdapat di antara sel
endotel.
c. Tunika adventisia, terdiri atas jaringan ikat yang mengandung saraf
kecil dan pembuluh darah kecil. Pembuluh darah di dalam
adventisia disebut vasa vasorum.2
2. Arteri Besar
Arteri besar ini dindingnya mirip dengan aorta, namun serat-serat
elastin coklat tua, merupakan bagian terbesar tunika media dengan selsel otot polos, tidak sebanyak pada arteri muscular. Jaringan lain di
dalam dinding aorta tetap tidak terpulas atau hanya terpulas lemah. Di
dalam arteri besar terdapat:
a. Tunika Intima, dapat ditetapkan namun tetap tidak terpulas.
Membrane elstika pertama adalah lamina (membrane) elastika
interna. Kadang-kadang lamina ini lebih kecil dari tampak pada
jaringan ikat subendotel, dan berangsur beralih menjadi lamina
yang lebih besar pada tunika media.
b. Tunika adventisia, juga tidak terpulas adalah zona sempit serat
kolagen. Di dalam aorta dan arteri pulmoner, tunika media
mencangkup sebagian besar dinding pembuluh, sedangkan
tunika adventisia menipis.2

PERANAN ENZIM
Enzim dalam sistem kardiovaskuler dibagi menjadi 2 yaitu:

Enzim fungsional
Umumnya dibuat dalam hati
Terdapat dalam sirkulasi darah (berfungsi di dalam plasma, bekerja di dalam darah)
Substratnya juga dalam sirkulasi.
sifatnya kontinu atau intermiten (dalam keadaan tertentu baru aktif)
kadarnya besar dalam jaringan
27

contoh : lipoprotein lipase, pseudocolinesterase, proenzim pembekuan darah, dan


peecahan pembeuan darah2

Enzim non fungsional


Enzim ini tidak berfungsi dalam darah
Substrat tidak ada dalam darah
Apabila dalam plasma kadarnya lebih besar daripada normal, ada indikasi kenaikan
kecepatan kerusakan jaringan karena pada saat kerusakan atau kematia sel, enzim ini
berdifusi pasif ke dalam plasma
Contyh enzim nonfungsional : ailase pankreas, lipase, alkaline fosfatase (terdapat di
hati dan tulang yang berfungsi untuk tes fungsi liver), fosfatase asam prostat (PAP)2
Transamiase
GOT = glutamic oxaloacetic transminase
o Terlokasi dalam mitokondria dan sitoplasma
o Katalisis pemindahan gugus asam aspartat ke asam alfa keto glutarat
GPT = glutamic pyruvic transamiase
o Terlokalisir dalam sitoplasma
o Memindahkan gugus amino alanin ke asam alfa keto glutarat
o Bila ada kerusakan jaringan luas (nekrosis) maka enzim dibebaskan ke serum
o Pada penyakit hati akut, GOT dan GPT tinggi
o Pada nakrosis jantung, GPT naik, GOT tiggi
o Spesifik untuk kerusakan hati
LDH = lactic dehidrogenase
Kadar LDH tinggi pada lekemia akut, lekemia kronis yang kambuh, karsinoma
generalisata, dan hepatitis akut selam puncak klinis.2
LDH serum normal ditemukan pada penyakit infeksi akut dengan demam, infeksi
kronis : anemia, infrak paru, neoplasma terlokalisir.2
Proses penyakit kronis :
LDH
Piruvat + NADH2

laktat + NAD

CPK=CK (Creatine phospho kinase = creatine kinase)


Banyak terdapat dalam otot lurik
28

Bentuk isozim Dimer dalam jaringan manusia:


1. CPK 1 (BB) terdapat dalam otak
2. CPK 2(MB) terdapat dalam otot
3. CPK 3 (MM)
4. Pada jaringan nukan otot selain otak kadar CPK lebih rendah.2

Iskemia Ventrikel
Nyeri Dada
Mayoritas pasien AMI (90%) datang dengan keluhan nyeri dada. Perbedaan dengan
nyeri pada angina adalah nyer pada AMI lebih panjang yaitu minimal 30 menit, sedangkan
pada angina kurang dari itu. Disamping itu pada angina biasanya nyeri akan hilang dengan
istirahat akan tetapi pada infark tidak.Nyeri dan rasa tertekan pada dada itu bisa disertai
dengan keluharnya keringat dingin atau perasaan takut. Meskipun AMI memiliki ciri nyeri
yang khas yaitu menjalar ke lengan kiri, bahu, leher sampai ke epigastrium, akan tetapi pada
orang tertentu nyeri yang terasa hanya sedikit. Hal tersebut biasanya terjadi pada manula,
atau penderita DM berkaitan dengan neuropathy.8

Kesimpulan
Hipotesis bahwa perempuan usia 52 tahun menderita nyeri dada yang
disebabkan gangguan mekanisme kerja jantung. Di nyatakan benar / tepat.
Nyeri dan rasa tertekan pada dada itu bisa disertai dengan keluharnya
keringat dingin atau perasaan takut, memiliki ciri nyeri yang khas yaitu

29

menjalar ke lengan kiri, bahu, leher sampai ke epigastrium, akan tetapi pada
orang tertentu nyeri yang terasa hanya sedikit.
Jantung merupakan organ pemompa darah yang mempunyai 4 ruang
yang mendukung fungsi pemompaan darah.Dalam menjalankan fungsinya,
jantung memiliki system listrik sendiri yang berguna untuk membuat ritme
jantung yang dapat mengsirkulasikan darah baik ke dan dari jantung.Selain
itu, jantung juga mendapat persarafan sesuai dengan kebutuhan tubuh
sehingga jantung dapat dihambat dan digiatkan.

Daftar Pustaka
1. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi Dasar Teks dan Atlas. In: Dany F, editor. System
Sirkulasi. 10th ed. Jakarta :EGC; 2010.p.336-52.

30

2. Wati WW, Kindangen K. Buku Ajar Anatomi Kardiovaskuler 1. Mediastinum. 3th ed.
Jakarta: Universitas Kristen Krida Wacana; 2009.p.13. Wati WW, Kindangen K. Buku Ajar Anatomi Kardiovaskuler 1. Jantung. 3th ed. Jakarta:
Universitas Kristen Krida Wacana; 2009.p.
4. Ethel Sloane. Anatomi dan Fisiologi.In : Widyastuti P, editor. Sistem Sirkulasi. Jakarta :
EGC; 2011.p.266-75.
5. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In : Rachman LY, Hartanto H,
Novrianti A, Wulandari N, editors.Asal Denyut Jantung dan Aktifitas Denyut Jantung.
11st ed. Jakarta : EGC ; 2009.p.525-38.
6. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In : Rachman LY, Hartanto H,
Novrianti A, Wulandari N, editors.Jantung Sebagai Pompa. 11st ed. Jakarta : EGC ;
2009.p.542-7.
7. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In:. . Elektrokardiogram Normal. 20th ed.
Jakarta: EGC; 2010.p.128-35.
8. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In:. Aritmia Jantung dan Penafsiran
Elektrokardiogram. 20th ed. Jakarta: EGC; 2010.p.152-63.

31