Anda di halaman 1dari 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta

Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id


http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Memahami Bumi Dan Alam Semesta


MEMAHAMI BUMI DAN ALAM SEMESTA

I. PEMBENTUKAN ALAM

Teori-teori tentang terbentuknya alam semesta ialah teori keadaan (Steady State
Theory) dan teori ledakan besar (Big-Bang Theory). Teori Keadaan Tetap,
menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk tumbuh menjadi tua dan
akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga
besarnya dan juga tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir).

Sedangkan Teori Ledakan Besar ialah meledaknya massa yang sangat besar
dengan dahsyat, karena adanya reaksi inti. Berdasarkan Hipotesis Fowler, galaksi
berawal dari suatu kabut gas pijar dengan massa yang sangat besar. Kabut ini
kemudian mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus berputar pada
sumbunya. Ada massa yang tertinggal, yakni pada bagian luar dari kabut pijar tadi.
Massa itu juga mengadakan kontraksi dan kondensasi maka terbentuklah gumpalan
gas pijar yaitu bintang-bintang. Bagi yang bermassa besar masih berupa kabut
bintang. Dengan cara yang sama, bagian luar bintang yang tertinggal juga
mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian juga bagian
planet membentuk satelit bulan.

Bima Sakti atau Milky Way, berbentuk seperti kue cucur. Matahari kita terletak
kira-kira pada jarak 2/3, dihitung dari pusat galaksi itu sampai ke tepiannya.
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat, benda-benda lain seperti planet,
satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antarplanet beredar
mengelilinginya.
Teori-teori yang mendukung terbentuknya tata surya, antara lain Hipotesis
Nebular, Hipotesis Planettesimal, Teori Tidal, Teori Bintang Kembar, Teori Creatio
Continua dan Teori G.P. Kuiper.

II. TATA SURYA

page 1 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Sebuah tata surya terdiri dari satu Matahari dan semua benda angkasa yang
beredar mengelilinginya. Matahari adalah bintang yang menghasilkan cahayanya
sendiri. Benda yang mengedari bintang dinamakan planet. Sebagian besar planet
memiliki satelit (bulan) yang berjalan mengelilinginya. Dalam tata surya kita
semuanya terdapat sembilan planet yang mengedari matahari.

Sebuah planet dapat dibagi menjadi dua kelompok: planet besar serta planet kecil.
Merkurius, Venus, Bumi dan mars membentuk kelompok empat planet yang kecil
dan sejenis bumi. Keempat planet ini terdiri dari materi yang kerapatan
rata-ratanya empat atau lima kali kerapatan air.

Yupiter, Saturnus dan Neptunus jauh lebih besar daripada planet-planet sejenis
Bumi. Jari-jari Yupiter lebih dari sebelas kali jari-jari Bumi, dan volumenya kira-kira
1320 kali lebih besar. Saturnus mempunyai jari-jari 60400 km; ini hampir 10 kali
jari-jari Bumi.Yupiter serta Saturnus mempunyai banyak satelit. Uranus mempunyai
jari-jari yang panjangnya 23700 km, sedangkan Neptunus mempunyai jati-jari
22300 km. Pluto mempunyai jari-jari 3200 km; ini berarti bahwa Pluto lebih kecil
dari Mars.

Tata surya terletak di tepi galaksi bima sakti dengan jarak sekitar 2,6x1017km dari
pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Tata surya mengelilingi pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/detik,
dan dibutuhkan waktu 225-250 juta tahun untuk sesekali mengelilingi pusat galaksi.
Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah
mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20-25 kali sejak terbentuk.

III. BUMI SEBAGAI PLANET

page 2 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Bumi mengorbit matahari dalam lintasan elips dengan jarak rata rata dari matahari
sebesar 149.500.000 km. Karena lintasan elips ini, maka jarak matahari dan bumi
selalu berubah. Perbedaan jarak bumi di titik perihelion (titik terdekat) dengan di
titik aphelion (titik terjauh) adalah 5 juta km (3,3%).

Ekuator bumi tidak sebidang dengan bidang orbit bumi, tetapi miring sebesar
23o27'. Kemiringan ini, yang menyebabkan terjadinya 4 musim di tempat tempat
yang jauh letaknya dari ekuator, diduga berasal dari tumbukan tumbukan meteorit
yang jatuh waktu bumi baru terbentuk.

Waktu berotasi kedudukan sumbu bumi tidak tetap, keadaannya seperti gasing
yang sedang berputar tetapi hampir jatuh. Gerakan gasing yang seperti ini
dinamakan presesi yang dilakukan gasing untuk mengimbangi gaya gravitasi yang
cenderung menjatuhkannya. Sumbu bumi yang mengalami presesi bergerak
membentuk lintasan kerucut yang memiliki sudut puncak 23o27' dengan perioda
rotasi sebesar 25800 tahun. Presesi ini diakibatkan oleh keadaan bumi yang bukan
bola sempurna, memiliki sumbu rotasi yang miring terhadap bidang orbitnya, dan
menerima gaya tarik gravitasi bulan dan matahari. Akibatnya jumlah gaya gaya ini
menimbulkan suatu momen gaya yang cenderung menjatuhkan bumi ke bidang
ekliptika (bidang orbit bumi), dan bumi melawan gaya ini dengan melakukan
presesi.
Dalam melakukan presesi sumbu bumi tidak bergerak dalam lintasan lurus, tetapi
bergelombang. Di sini sumbu bumi tampak seperti mengangguk angguk, dan
gerakan ini dinamakan nutasi. Nutasi adalah akibat lain dari gaya tarik gravitasi
bulan dan matahari terhadap bumi. Bumi kita tidak berupa bola sempurna,
melainkan agak pepat di kutub kutubnya. Jari jari di kutub bumi adalah 6356,8 km,
sedang jari jarinya di ekuator adalah 6378,2 km. Pepatnya bola bumi ini disebabkan
pada saat bumi baru terbentuk bumi belum terlalu padat, dan rotasinya
membuatnya menggembung pada bagian yang tegak lurus sumbu rotasinya
(bagian ekuatornya).
Bagian-bagian Bumi
Bumi merupakan planet terrestrial (planet kebumian) yang paling besar ukurannya.
Seperti planet Merkurius dan Venus, komposisi bumi sebagian besar terdiri dari
batuan silikat dan magnesium dengan kerapatan rata rata sekitar 5,52 gr/cm3,
sedang kerapatan di permukaannya adalah 3,9 gr/cm3.

Pengamatan seismologi (hantaran pada gelombang gempa bumi) memberikan


gambaran kepada para ahli geologi bagaimana susunan bagian dalam bumi. Hal ini
karena arah, kecepatan dan bentuk gelombang gempa ditentukan oleh komposisi
dan kerapatan bagian dalam bumi.

page 3 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Seperti pada planet-planet kebumian lainnya, bumi terbagi-bagi menjadi beberapa


lapisan. Lapisan terluar adalah kerak silikat yang padat, di bawahnya mantel yang
kenyal dan nyaris cair, inti luar yang lebih cair lagi, dan bagian inti yang padat.
Kebanyakan batuan yang menyusun kerak bumi ini terbentuk dalam kurun kurang
dari seratus juta tahun yang lalu, sedangkan mineral tertua memiliki umur sekitar
4,4 milyar tahun.

IV. STRUKTUR BUMI

Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-kutubnya.


jari-jari Khatulistiwa = 6.378 km, jari-jari kutub=6.356 km. Lebih dari 70 %
permukaan bumi diliputi oleh lautan. Secara keseluruhan, bumi terbagi menjadi
empat aspek yaitu :

1. Atmosphere (udara)

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari
permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat
dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari
atas permukaan bumi. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen
(20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar
0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan
menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di
antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan
planet.
Berdasarkan profil temperature secara vertical, lapisan lapisan atmosfer di bagi
menjadi :

1. TROPOSFER ( 0 10 Km)

page 4 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Merupakan atmosfer terbawah dan dekat dengan Bumi. Pada lapisan ini, terjadi
adanya awan, angin, hujan ,petir, dan lain lain.
2. STRATOSFER ( 10 50 Km)

Pada lapisan ini, terjadi peningkatan temperature karena bertambahnya ketinggian.


Ozon (O3) terdapat pada lapisan ini dengan ketinggian 25 Km dari permukaan
Bumi.

3. MESOSFER (50 85 Km)

Lapisan ini mempunyai ion atau udara yang bermuatan listrik (Lapisan D) yang
berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Karena adanya muatan listrik
tersebut, Kita dapt berkomunikasi dengan orang lain di luar negri.

4. TERMOSFER (80 500 Km)

Lapisan ini berfungsi untuk melindungi bumi dari meteor dengan cara
membakarnya. Hal ini disebabkan karena lapisan atmosfer mempunyai atom yang
bermuatan listrik atau terionisasi radiasi matahari

2. biosphere (kehidupan organik

Biosfer merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan
ekosistem yang ada di planet bumi. Sistem ini mencakup semua mahluk hidup yang
berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh.
Secara entimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan
sphere yang berarti lapisan. Dengan demikian dapat diartikan biosfer adalah
lapisan tempat tinggal mahluk hidup. Termsuk semua bisofer adalah semua bagian
permukaan bumi yang dapat dihuni oleh mahluk hidup.

page 5 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

3. hydrosphere (air)

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal
dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di
permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah
dan uap air yang terdapat di lapisan udara.
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari
atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi,
evaporasi dan transpirasi.

Siklus hidrologi merupakan suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang
berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh
pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena
sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air
akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai
hujan. Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang
dan siklus panjang. Siklus pendek Dalam siklus pendek, air laut mengalami
pemanasan dan menguap menjadi uap air.Pada ketinggian tertentu uap air
mengalami kondensasi menjadi awan. Bila butir-butir embun air itu cukup jenuh
dengan uap air, hujan akan turun di atas permukaan laut. Siklus sedang
Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin menuju ke
daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di
atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan dan
sebagainya hingga kembali lagi ke laut.
Siklus panjang Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh
angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada
ketinggian tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es.
Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi
es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke
lautan.
4. Lithosphere (batuan solid)

Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yan Bumi telah
terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan
urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan
matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius 6.370 km. Bumi
merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk
hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan.

page 6 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri
dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh
mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak
bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.

2. Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah


lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan
batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
3. Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam
besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 5200
km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan
inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai
2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar
2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni
bagian padat (lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan; bagian cair (hidrosfer)
yang terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan
sungai; bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta
bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer).
Keempat komponen tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain, misalnya
dalam siklus biogeokimia dari berbagai unsure kimia yang ada di bumi, proses
transfer panas dan perpindahan materi padat.

V. PEMENTUKAN BENUA DAN SAMUDERA

Benua adalah daratan yang sangat luas; (kontinen). Pada awalnya bumi terbentuk
seluruh benua merupakan satu daratan yang amat luas, belum terbagi-bagi oleh
pergeseran kerak bumi; daratan tersebut disebut Pangan supercontinent, pada
masa mesozoic terbagi atas dua bagian besar yaitu gondwana dibelahan bumi
selatan dan laurasia dibelahan bumi utara.

Pada masa kini bumi terbagi atas beberapa benua:

page 7 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Afrika
Amerika (Amerika Selatan,
Antartika
Asia
Eropa
Australia

Amerika Utara)

Samudera atau Lautan (dari bahasa Sansekerta) adalah laut yang luas dan
merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi
yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.

Ada lima samudra di bumi yaitu:

Samudra
Samudra
Samudra
Samudra
Samudra

Arktik
Atlantik
Hindia
Pasifik / Lautan
Teduh
Antarktika / Lautan
Selatan

Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer
persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km, dengan kedalaman rata-rata 3.790
meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan
samudra, seperti Laut Kaspia). Bagian yang lebih kecil dari samudra adalah laut,
selat, teluk.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka
berada. Pada saat bumi ini mendingin yang terlebih dahulu mendingin adalah
bagian luarnya, maka terbentuklah kerak yang keras yang kita sebut kulit bumi
atau lithosfer. Pada mulanya lithosfer ini sangat labil, maksudnya dalam proses
kendensasi yang terus berlangsung itu bumi juga bergerak mengadakan rotasi
sehingga kulit yang baru terbentuk retak-retak dan bergeser saling menjauhi.
Karena kulit yang sudah keras itu mengapung pada bagian bumi sebelah dalamnya
yang diperkirakan masih dalam keadaan lumer. Pergeseran itu dapat secara
vertikal atau secara horizontal.

page 8 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan
Jerman bernama Alfred Wegener, ahli astronomi yang senang geofisika,
mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada
masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda
sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. . Para ahli geologi
awalnya tidak percaya dengan pernyataan yang diungkapkan Alfred Wegener,
mereka memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni
50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener
dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 625 juta tahun lalu seluruh
tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang
dinamakan Pangaea. Teori ini didukung oleh kenyataan sebagai berikut:

1. Sepanjang timur dari Amerika Selatan ternyata mempunyai bentuk dan


besar yang kira-kira sama dengan lekukan pada benua Afrika sebelah timur.

2. Lekukan bagian selatan dari benua Australia cocok bentuk dan besarnya
dengan tonjolan benua Antartika.

3. daerah Greenland sekarang bergerak menjauhi daratan Eropa dengan


kecepatan 3,6 cm per tahun

4. Samudra Atlantik semakin luas karena benua Amerika terus bergerak ke


barat.

5. Adanya kegiatan seismik (gempa bumi) yang luar biasa disepanjang patahan
San Andreas dekat pantai barat Amerika Serikat.

6. batas Samudra Hindia makin mendesak ke utara; anak benua India semula
diduga agak panjang karena gerakan keutara maka India makin makin
menyempit dan mendekat ke benuat Asia.(menimbulkan lipatan pegunungan
Himalaya)

page 9 / 10

aRdJa dLZ | Memahami Bumi Dan Alam Semesta


Copyright ditaardja tharzq@webmail.umm.ac.id
http://ditaardja.student.umm.ac.id/2011/03/01/proses-manufaktur/

7. Demikian pula semenanjung India dan pulau Madagaskar cocok dengan teluk
yang terbentuk antara Afrika dengan Antartika. Sebenarnya tidak hanya cocok
dipandang dari segi geografik, tetapi ternyata cocok pula ditinjau dari segi
geologik, yaitu jenis maupun umur batuan kira-kira juga sama.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada


permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun.
Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah
daratan dan lautan di Bumi.65 juta tahun yang lalu Australia mulai pisah dengan
Antartika sampai Sekarangpun pergeseran itupun ternyata masih berlangsung terus

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi
atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat tujuh lempengan terbesar
yaitu Pacific, North America, South America, African, Eurasian (lempeng dimana
Indonesia berada), Australian, dan Antartica. Menurut teori yang disebut lempeng
tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa
benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan
berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut
terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara
perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar.
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and
Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

page 10 / 10

Anda mungkin juga menyukai