Anda di halaman 1dari 10

MODUL 11

TRANSFORMASI Z
Transformasi Z untuk sinyal dan sistem waknu diskrit adalah ekivalen
dengan transformasi Laplace pada kawasan waktu kontinyu , dengan
keuntungan mempermudah perhitungan. Karena sampai dengan modul ini kita
belum pernah membahas sinyal dan sistem waktu diskrit, maka terlebih dahulu
dibawah ini kita akan membahas hal tersebut.
Sinyal dan Sistem Waktu Diskrit
Sinyal Waktu Diskrit
Sinyal waktu dapat dibagi menjadi 2 yaitu sinyal waktu kontinyu dan
sinyal waktu diskrit. Sinyal waktu kontinyu (analog) didefinisikan untuk setiap nilai
waktu dan diambil pada nilai-nilai dalam selang kontinyu (a,b) dengan a dapat
menjadi dan b dapat menjadi . Secara metematis sinyal-sinyal ini dapt
didesripsikan dengan fungsi dari suatu variabel kontinyu . Sinyal waktu diskrit
didefinisikan hanya pada nilai-nilai waktu tertentu/khusus. Dibawah ini gambar 1
dalai contoh sinyal kontinyu x1 = A cos (t + ) dan gambar 2 dalai contoh sinyal
diskrit x(n) = 0,8 n

Gambar 1

Sinyal kontinyu x ( t) = A cos (t + )


x(n)

0
Gambar 2

x(n)

Sinyal waktu diskrit x (n) = 0,8 n

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

Maka dapat dikatakan sinyal waktu diskrit x(n) merupakan fungsi dari
variabel bebas, dengan variabel bebas merupakan bilangan integer, maka
penting untuk diperhatikan bahwa sinyal waktu diskrit tidak didefinisikan pada
antara dua bilangan integer, atau dengan kata lain x(n) tidak didefinisikan untuk
nilai n bukan integer
Tampilan Sinyal Waktu Diskrit
Ada beberapa cara menampilkan sinyal waktu diskrit, yaitu :
Tampilan dalam bentuk fungsional, seperti :
1
x(n) = 4
0

untuk n = 1,3
untuk n = 2
dimanapun (selain n diatas)

Tampilan dalam bentuk tabel seperti :


n
x(n)

..

..

-2
0

-1
0

0
0

1
1

2
4

3
1

4
0

Tampilan dalam bentuk barisan


Suatu sinyal atau barisan durasi tak berhingga dengan waktu awal (n=0)
ditunjukkan denga simbol disajikan sebagai :
x(n) = { 0,0,1,4,1,0,0, }

Suatu barisan x(n), yang bernilai 0 untuk n < 0 dapat disajikan sebagai :
x(n) = { 0,1,4,1,0,0, }

Suatu barisan durasi berhingga dapat ditampilkan sebagai :


x(n) = { 3,-1,-2,5,0,4,-1}
Sedangkan suatu barisandurasi berhingga yang memenuhi kondisi x(n)=0
untuk n < 0 dapat ditampilkan sebagai :
x(n) = { 0,1,4,1}

Sstem Waktu Diskrit


Sistem waktu diskrit dalai divais atau algoritma yang beroperasi pada
sinyal waktu diskrit yang dinamakan masukan (input), menurut beberapa aturan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

yang didefinisikan dengan baik, untuk menghasilkan sinyal waktu diskrit lain
dinamakan keluaran atau respons sistem. Umumnya, kita mamandang sebuah
sebuah sistem sebagai suatu operasi atau sekelompok operasi yang dilakukan
pada sinyal keluaran y(n). Kita katakan bahwa sinyal masukan x(n) untuk
menghasilkan sinyal masukan x(n) yang ditransformasikan dengan sistem
tersebut menjadi sinyal y(n), dan menyatakan hubungan umum antara x(n) dan
y(n) sebagai :
y(n) = [x(n)]
dengan simbol menunjukkan transformasi (juga dinamakan operator), atau
pemrosesan dilakukan dengan sistem pada x(n) untuk menghasilkan y(n).
Dibawah ini digambarkan diagram blok diagram tampilan sistem waktu diskrit.
x(n)

Sistem
Waktu
Diskrit

y(n)

Klasifikasi Sistem Waktu Diskrit


Sistem dapat diklasifikasikan pada beberapa macam , yaitu :
Sistem Linier dan Nonlinier
Sistem linier adalah sistem yang memenuhi hukum superposisi. Prinsip
superposisi adalah respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan
sama dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran) sistem terhadap
masing-masing sinyal masukan individual. Karena itu linieritas dapat didefinisikan
sebagai berikut.
Teorema : Sistem adalah linier jika dan hanya jika
[a1x1(n) + a2x2(n)] = a1 [x1(n)] + a2 [x2(n)]

(9.3)

untuk setiap deret masukan x1(n) dan x2(n) yang berubah-ubah dan setiap
konstanta a1 dan a2 yang berubah-ubah.
Gambar 1.2 dibawah ini memberikan ilustrasi dari superposisi

x1(n)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

a1
y(n)

x2(n)

a2
x1(n)

a1

y(n)

x2(n)

a2

Gambar 1.2 Tampilan Grafis Prinsip Superposisi, linier jika dan hanya jika y(n)
= y(n)
Sistem yang tidak memenuhi prinsip superposisi seperti diberikan pada definisi
diatas, dinamakan sistem nol-linier.
Contoh : Jika sistem sistem didiskripsikan dengan persamaan masukankeluaran sebagai berikut, tentukan apakah sistem linier atau non-linier.
(a) y(n) = t x(n)
(b) y(n) = x2(n)
(c) y(n) = Ax(n) + B
Jawab :
(a) Untuk dua deret masukan x1(n) dan x2(n) keluaran yang sesuai adalah :
y1(n) = t x1(n)
(9.4)
y2(n) = t x2(n)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

Kombinasi linier dari kedua deret masukan menghasilkan keluaran :


y3(n) = [a1x1(n) + a2x2(n)] = t[a1x1(n) + a2x2(n)]
= a1 tx1(n) + a2 tx2(n)
(9.5)
Sebaliknya, kombinasi linier dari kedua keluaran dalam (9.4) menghasilkan
keluaran :
ay1(n) + ay2(n) =

a1 tx1(n) + a2 tx2(n)

(9.6)
Karena ruas kanan dari persamaan (9.5) dan (9.6) identik , maka sistem tersebut
linier
(b) seperti pada bagian (a) kita dapatkan respons sistem terhadap dua sinyal
masukan secara terpisah x1(n) dan x2(n), hasilnya adalah :
y1(n) = x12(n)
(9.7)
y2(n) = x22(n)
keluaran sistem terhadap kombinasi linier x1(n) dan x2(n) adalah :
y3(n) = [a1x1(n) + a2x2(n)] = [a1x1(n) + a2x2(n)]2
= a12x12(n) + 2a1a2x1(n)x2(n) + a22x22(n)
(9.8)
Sebaliknya, kombinasi linier dari kedua keluaran dalam (9.7) menghasilkan
keluaran :
ay1(n) + ay2(n) =

a1 x12(n) + a2 x22(n)

(9.9)
Karena ruas kanan dari persamaan (9.8) dan (9.9) tidak sama , maka sistem
tersebut non-linier

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

Sistem Invarian waktu dan varian waktu


Sistem dinamakan invarian waktu, jika karakteristik masukan-keluaran
tidak berubah menurut waktu. Secara terperinci, anggaplah keluaran y(n) adalah
transformasi dari x(n), sehingga dapat kita tulis :
y(n) = [x(n)]

(9.10)

Sekarang anggap sinyal masukan yang sama ditunda k sekon untuk


menghasilkan x(n-k), dan juga dipakai sistem yang sama. Jika karakteristik
sistem tidak berubah dengan waktu, maka keluaran sistem akan menjadi y(t-k),
yakni keluaran akan sama seperti respons terhadap x(n), kecuali bahwa ia akan
ditunda k sekon, yang sama dengan penundaan masukannya. Karen itu dapat
kita definisikan sistem invarian waktu sebagai berikut.
Teorema : Suatu sistem adalah invarian waktu jika dan hanya jika

x(n)

y(n)

akan mamberikan

x(n-k)

y(t-k)

untuk setiap sinyal masukan x(n) dan setiap pergeseran k sekon.


Untuk keperluan uji coba respons sistem dari x(n-k) atau
dinotasikan dengan y(n,k) , sehingga dapat ditulis :

[x(n)]

y(t,k ) = [x(n)]
Sekarang dapat kita katakan suatu sistem invarian waktu, jika dan hanya jika :
y(t,k ) = y(t-k)
Contoh soal :
Selidikilah apakah sistem-sistem dibawah ini invarian waktu atau varian waktu ?

(a) y(n) = [x(n)] = x(n) x(n-1)


(b) y(n) = [x(n)] = t x(n)
(c) y(n) = [x(n)] = x(-t)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

(d) y(n) = [x(n)] = x(n) cos ot


Jawab :
(a)

y(t,k) = x(n-k) x(n-k-1)


(9.11)
y(t-k) = x(n-k) x(n-k-1)
(9.12)

Ruas kanan persamaan (9.11) dan (9.12) identik, maka sistem tersebut invarian
waktu
(b)

y(t,k) = t x(n-k)

(9.13)

y(t,k) = (t-k) x(n-k)


(9.14)
Karena ruas kanan persamaan (9.13) dan (9.14) berbeda, maka sistem tersebut
varian waktu
(c)

y(t,k) = x(-t-k)

(9.15)

y(t-k) = x (-(t-k)) = x(-t+k)


(9.16)
Karena ruas kanan persamaan (9.15) dan (9.16) berbeda, maka sistem tersebut
varian waktu
(d) y(t,k) = x(n-k) cos ot
(9.17)
y(t-k) = x(n-k) cos o(t-k)
Karena ruas kanan persamaan (9.15) dan (9.16) berbeda, maka sistem tersebut
varian waktu
Sistem yang dibentuk oleh rangkaian listrik akan selalu merupakan sistem
invarian waktu, dengan syarat resistor, induktor dan kapasitor bukan merupakan
besaran yang berubah terhadap waktu.
Sistem linier dan dan sekaligus invarian waktu disebut sistem LTI (linier,
time invarian)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

Sistem Statis dan Dinamis


Suatu sistem dinamakan statis atau tanpa memori jika dan hanya jika
keluaran untuk setiap waktu t hanya bergantung pada masukan untuk waktu
yang sama, bukan pada masukan sebelum atau sesudahnya, sebaliknya suatu
sistem dinamakan dinamis atau akan mempunyai memori, jika dan hanya jika
keluaran sistem untuk setiap waktu t secara mutlak bergantung pada masukan
sebelumnya.
Contoh :
(1)

Sistem statis (tanpa memori) :


y(n) = a x(n)
y(n) = a x(n) + b x2(n)

(2)

Sistem dinamis (dengan memori)


y(n) = x(n) + 3 x(n 1)
y(n) = x(n 2) + 5 x(n-4)
y(n) = x(n-k)
y(n) = x(n-k)

1.2.4

Sistem Sebab Akibat (Causal) dan Bukan Ssbab Akibat (Non-Causal)


Teorema : Suatu sistem dikatakankausal jika dan hanya jika keluaran

sistem untuk setiap waktu hanya bergantung pada masukan sekarang dan
sebelumnya [yaitu x(n), x(n-1), x(n-2), ] dan tidak bergantung pada masukan
yang akan datang [dengan kata lain, x(n+1), x(n+2), ]. Dalam bahasa
matematis, keluaran sistem kausal memenuhi persamaan dalam bentuk :
y(n) = f[x(n), x(n-1), x(n 2), x(n 3), ]
(9.18)
Jika sistem tidak memenuhi definisi diatas, disebut non- kausal . Sistem
seperti itu mempunyai keluaran tidak hanya bergantung pada masukan sekarang
dan sebelumnya saja, tapi juga bergantung pada masukan yang akan datang
juga. Jelas sistem non-kausal tidak dapat direalisasikan sistem waktu-real, tapi
hanya dapat direalisasikan untuk untuk sistem off-line (waktu non-real).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

Contoh soal :
Tentukan apakah sistem dideskripsikan dibawah ini merupakan sistem kausal
atau non-kausal :
(b) y(n) = x2(n)

(a) y(n) = x(n) x(n-1)


c) y(n) = Ax(n) + B

(d) y(n) = x(n 2) + 5 x(n-4)

(e) y(n) = x(n2)

(f) y(n) = x(2t)

(g) y(n) = x(-n)

Jawab:
Sistem yang dideskripsikan pada bagian (a), (b) dan (c) jelas kausal dan
sistem yang dideskripsikan pada bagian (d), (e) ,(f) dan (g) jelas nonkausal
Sistem Stabil dan Tidak Stabil
Stabilitas merupakan sifat penting yang harus dipertimbangkan dalam
setiap aplikasi praktis dari sistem. Sistem yang tidak stabil biasanya
memunculkan sifat tak menentu dan sifat perbedaan yang mencolok dan
menyebabkan aliran berlebih (overflow) dalam setiap implementasi praktis.
Dibawah ini kita akan mendefinisikan secara matematis apa yang kita maksud
dengan sistem stabil.
Teorema :

Suatu sistem berelaksasi (bertransformasi) yang berubah-

ubah dikatakan menjasi stabil masukan terbatas keluaran terbatas (bounded


input-bounded output = BIBO) jika dan hanya jika setiap masukan terbatas
menghasilkan keluaran terbatas.
Kondisi masukan x(n) dan keluaran y(n) terbatas diterjemahkan secara
matematis dengan arti bahwa terdapat beberapa angka terbatas , sebut saja M x
dan My, sehingga
x(n) Mx <

y(n) My <

(9.19)

Contoh :
Perhatikan sistem yang dideskripsikan dengan persamaan masukan keluaran :
y(n) = y2(n) + x(n)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

sebagai deret nasukan kita memilih sinyal terbatas


x(n) = C (n)
dengan C adalah konstanta . Kita juga mangasumsikan y(-1) = 0, maka deret
keluarannya adalah :
y(0) = C, y(1) = C2, y(2) = C4, .., y(n) = C2t
Jelasnya, keluarannya tak terbatas, bila 1 < C < . Oleh karena itu, sistem
ini tidak stabil BIBO, karena deret masukan terbatas menghasilkan keluaran tak
terbatas.
Definisi Transformasi Z

Transformasi Z X(z) dari deretan sinyal diskrit x(n) : X(z) =

x( n) z

Operator dari transformasi Z adalah Z(.), didefinisikan sebagai :

Z(x(n)) =X(z) =

x( n) z

Pernyataan definisi diatas biasa dinamakan transformasi z dua sisi, karena


variabel n berlaku untuk negatif dan positif. Definisi lain, dalai transformasi z satu
sisi, karena harga n hanya berlaku untuk positif saja. Definisi transformasi z satu
sisi dapat dituliskan sebagai berikut :

X(z) =

x ( n) z

n0

Pernyataan transformasi Z diatas adalah transformasi Z satu sisi, karena hanya


untuk n positif saja, sedangkan pada pasal Definisi Transformasi Z adalah
transformasi Z dua sisi karena pernyataan sigma berlaku untuk n negatif dan
positif. Untuk selanjutnya kita akan menggunakan definisi transformasi Z satu
sisi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT.

SINYAL DAN SISTEM

10

Anda mungkin juga menyukai