Anda di halaman 1dari 5

1.

Latar Belakang
Ikan merupakan salah satu komoditi bahan pangan yang mempunyai kandungan protein yang
tinggi dan sangat baik gizi masyarakat. Ikan sebagai salah satu sumber alam yang tersebar luas
hampir di setiap daerah di indonesia dapat kita jumpai. Salah satunya berada di desa adat
Kedonganan. Desa Kedonganan merupakan desa yang mempunyai potensi perikanan yang
sangat tinggi, maka itu sering disebut desa nelayan.
2. Ide dan Tujuan Bisnis
Sistem pengelolaan ikan hanya di pusatkan di pantai barat yang merupakan destinasi
pariwisata kuliner yang menyajikan seafood sebagai menu utama. Di sisi lain konsumsi ikan saat
ini masih kurang atau belum mencakupi kebutuhan masyarakat, untuk itu kami ingin membuka
usaha pembuatan bakso dan rempeyek yang berbahan dasar ikan lemuru. Ikan lemuru atau sering
disebut be kucing merupakan ikan khas desa Kedonganan. Karena keberadaanya yang
melimpah dan jika sedang musim harganya akan turun.
Selain rasanya yang enak, bakso dan rempeyek ini tentunya juga banyak mengandung
protein dan lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh kita. Menurut sebuah penelitian
mengungkapkan ikan lemuru ternyata memiliki potensi sekelas ikan salmon dan kaya akan
kandungan Omega-3. Ikan lemuru yang sering yang dipandang sebelah mata itu ternyata dari
studi literatur memiliki kandungan EPA (eicosa pentaenoic acid) dan DHA (dokosa heksaenoat
acid) cukup tinggi. Kandungannya tidak kalah dengan ikan salmon dan ikan cod (Ali Taqwim,
2012). Bakso dan rempeyek ikan merupakan beberapa jenis produk yang belum pernah ada di
daerah kedonganan sebelumnya, maka dari itu kami ingin menghasilkan produk olahan baru
yang berbeda dengan produk lain.
Kami mempunyai sebuah brand yaitu dimana dari brand tersebut menghasilkan dua
macam produk yaitu, bakso ikan lamuru dan rempeyek tulang ikan lamuru. Pengembangan
produk makanan ini mempunyai tujuan diantaranya untuk meningkatkan nilai jual hasil
perikanan, membuka lapangan pekerjaan, membantu program pemrintah yaitu gemar makan
ikan, membuat bakso dan rempeyek yang sehat bergizi berbasis home industry, mengurangi

limbah perikanan, menambah jumlah wirausaha dalam pengelolaan hasil perikanan dan
mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanaan khususnya di Kedonganan.
Ditahun pertama pengembangan produk Good Fish Ball dan Good bone fish ini kami ingin
menghasilkan keuntungan 10juta/bulan. Setelah target di tahun pertama tercapai kami akan
mengembangkan fariasi produk. Seperti bakwan ikan, fish stick. Dll. Diharapkan dengan inovasi
produk ini akan meningkatkan keuntungan dan di tahun ketiga kami memiliki 500 pelanggan
tetap.
3. Kebutuhan Pasar
Secara umum kebutuhan pasar akan produk perikanan cendrung stabil bahkan kian hari kian
meningkat. Hal itu yang mendasari kami untuk membuat bakso ikan dan rempeyek tulang ikan.
Karena bakso merupakan makanan yang sudah umum di lidah masyarakat Indonesia dan ikan
merupakan sumber protein yang lebih baik dibanding daging ayam dan daging sapi. Serta
rempeyek merupakan makanan camilan yang digemari masyarakat. Sehingga dapat dikonsumsi
semua usia dan berbagai kalangan. Bakso ikan ini akan selalu di butuhkan , tidak akan mengenal
trend karena merupakan salah satu kebutuhan pangan yg sering di cari masyarakat. Untuk di Bali
sendiri produk pesaing lain belum ada.
4. Model bisnis
4.1 Value Proposition
Produk bakso ikan yang kami tawarkan berbahan dasar daging ikan lemuru atau yang
sering disebut be kucing. Kondisi ikan yang digunakan masih dalam keadaan segar. Kami
menggunakan bahan-bahan dan bumbu yang bermutu baik. Selain itu kami akan menambahkan
sayuran ke dalam adonan agar nilai gizi semakin tinggi. Dalam pembuatanya kami tidak terlepas
dengan penggunaan pengawet. Namun pengawet yang kami gunakan adalah asam benzoate.
Asam benzoate adalah zat alami yang terkandung dalam cengkeh serta diperbolehkan oleh
BPOM dalam batasan tertentu. Produk ini akan kami jual dalam bentuk frozen food dan dikemas
sebaik mungkin agar terjamin kualitasnya. Nama yang kami berikan untuk bakso ikan ini adalah

Begitu pula untuk rempeyeknya, bahan dasar yang kami gunakan adalah bagian tulang
dan kepala ikan lemuru. Yang merupakan bagian yang tidak digunakan pada pembuatan bakso
ikan. Jadi tidak ada bahan yang terbuang dan meminimalisir limbah. Bahan yang digunakan
bermutu baik. Karena merupakan camilan kami akan menambahkan rasa pedas kedalam
rempeyek ini. Dimana mempunyai tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Kami tidak
menambahkan pengawet ke dalam rempeyek ini. Produk rempeyek tulang ikan lamuru ini kami
beri nama Rempeyek Tulang Cabe-Cabean.
4.2 Analisis SWOT
Strenght (Kelebihan) :

Weaknesses (Kekurangan) :

- Rasanya enak

Sedikitnya modal

- Mempunyai nilai gizi yang tinggi

Harga ikan yang tidak menentu

- Menggunakan bahan yang bermutu baik


- Tidak menggunakan bahan yang berbahaya
untuk kesehatan manusia
- Menambahkan sayuran pada bakso ikan
- Bakso dijual dalam bentuk frozen food
- Meminimalisir limbah sehingga ramah
lingkungan
- Variasi rasa
- Kemasan unik dan baik
- Harga terjangkau
Opportunities (Peluang) :

Threats (Ancaman) :

Keinginan terus menerus

Pemalsuan produk

Mengoptimalkan proses pengolahan ikan

Kalah saing dengan bakso daging ayam atu


daging sapi.

5. Aspek Produksi
5.1 Produk
5.2 Proses Produksi

5.3 Kapasitas Produksi


Tahun

Rencana Produksi (dalam unit )

5.4 Mesin dan Peralatan


Nama Mesin/Peralatan

Merk

Jumlah Unit

Harga

Jumlah Harga

Jumlah Unit

Harga

Jumlah Harga

5.5 Bahan baku dan bahan pembantu


Nama Bahan Baku

Merk

5.6 Tenaga Produksi


Jenis Kegiatan

Tarif/Unit

Jumlah Produksi/Tahun

Jumlah Harga Beli

5.7 Biaya Umum Usaha


Jenis Biaya Umun Usaha
1. Pemeliharaan mesin dan peralatan
2. Suku cadang, bahan bakar, oli, dsb
3. Rekening listrik, air, telepon
4. Pemeliharaan bangunan
Total Biaya Umum Usaha/Tahun
6. Aspek Keuangan
6.1 Sumber Pendanaan

Jumlah Biaya/Tahun

Uraian
1. Modal Sendiri
2. Pinjaman
Jumlah (1+2)

Persentase (a)

Persentase (b)

Jumlah (c=a+b)

6.2 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi


Uraian
a. Tanah
b. Bangunan
c. Mesin/Peralatan
d. Peralatan Kantor
e. Alat Angkut
f. Infrastrukur
g. Biaya Pra Oprasi
Jumlah

Banyaknya (1)

Harga/Unit (2)

Jumlah (3=1 x 2)

6.3 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja


Uraian
a. Gaji
b. Persediaan Bahan
c. Produk dalam proses
d.

Banyaknya (1)

premananda_sunggraha@yahoo.com
premananda.sunggrah@gmail.com

Harga/Unit (2)

Jumlah (3=2x1)