Anda di halaman 1dari 10

Kekongruenan Bilangan Bulat

Definisi: (Kekongruenan)
Jika n Z+.dan x, y Z, n membagi x y (ditulis: n (x y)), kita katakan bahwa x kongruen
dengan y modulo n, dan ditulis x y (mod n). Jika n tidak membagi x y, kita katakan x
tidak kongruen dengan y modulo n, dan ditulis x y (mod n).
Contoh:
(a) 17 28 (mod 3), sebab 3 (-17 28).
(b) 30 10 (mod 5), sebab 5 (30 10).
(c) 39 12 (mod 4), sebab 4 (39 -12).
(d) 8 18 (mod 7), sebab 7 (8 18).
Teorema:
x y (mod n) jika dan hanya jika ada bilangan bukat k sedemikian hingga y = nk + x
Bukti:
x y (mod n) jika dan hanya jika n (y x).
n (y x) jika dan hanya jika y x = nk atau y = x + nk.
Contoh:
(a)10 24 (mod 7), sebab ada bilangan bulat 2
sedemikian hingga 24 = 2.7 + 14.
(b) 5 29 (mod 8), sebab ada bilangan bulat 3
sedemikian hingga 29 = 3.8 + 5.

(c) 23 = 4.5 + 3, sebab 23 3 (mod 5).


(d) 47 = 5.9 + 2, sebab 47 2 (mod 9).
Karena x y habis dibagi n jika dan hanya jika x y habis dibagi n, maka kita dapat secara
umum hanya memperhatikan pada modulo bilangan bulat positif saja. Jika x bilangan bulat
dan n bilangan bulat positif, maka menurut teorema algoritma pembagian terdapat bilangan
bulat q dan r sedemikian hingga
x = qn + r dengan 0 r n
Ini berarti x r = qn atau n (x r), yakni: x r (mod n). Bilangan bulat r yang memnuhi x =
qn + r disebut sisa pembagian atau residu bilamana x dibagi n.
Jika 0 r n, dalam hal demikian r disebut juga residu terkecil dari x modulo n.
Karena 0 r n, maka terdapat n buah pilihan untuk r, yaitu : 0, 1, 2, , n-1. Jadi setiap
bilangan bulat akan kongruen dengan tepat satu di antara 0, 1, 2, , n-1.
Contoh:
(a) Residu terkecil dari 35 modulo 5 adalah 0.
(b) Resido terkecil dari 50 modulo 7 adalah 1
Teorema:
Dua bilangan bulat x dan y kongruen modulo n jika dan hanya jika keduanya mempunyai
residu yang sama jika dibagi n
Bukti:
Misalkan x = qn + r dengan 0 r n dan
y = qn + r dan 0 r n. Maka
x y = (q q)n + (r r)
dan juga n (x y) jika dan hanya jika n (r r). Karena 0 r n dan 0 r n, maka

n (r r) jika dan hanya jika r = r.


Contoh:
(a) 10 34 (mod 4) karena residu terkecil dari
10 dan 34 modulo 4 masing-masing adalah 2.
(b) 23 = 4.5 + 3 dan 48 = 9.5 + 3 maka 23 48 (mod 5).
Definisi: (sistem residu lengkap modulo)
Himpunan bilangan bulat {r1, r2, r3, , rn} disebut sistem residu lengkap modulo n jika
dan hanya jika setiap bilangan bulat kongruen modulo n dengan tepat satu di antara r1, r2,
r3, , atau rn.
Contoh:
Himpunan A = {-12, -5, 32, -45, 28, 41} merupakan sistem residu lengkap modulo 6, karena
setiap sembarang bilangan bulat x yang kita ambil pasti kongruen modulo 6 dengan salah
satu bilangan di himpunan A.
Atau karena
-12 0 (mod 6)
-5 1 (mod 6)
32 2 (mod 6)
-45 3 (mod 6)
28 4 (mod 6)
41 5 (mod 6)
Karenanya setiap bilangan bulat x yang kita ambil pasti kongruen modulo 6 dengan 0, 1, 2,
3, 4, atau 5.

Contoh:
Himpunan A = {-12, -5, 32, -45, 28, 41} merupakan sistem residu lengkap modulo 6, karena
setiap sembarang bilangan bulat x yang kita ambil pasti kongruen modulo 6 dengan salah
satu bilangan di himpunan A.

Di setiap jam dinding yang normal, ada terdapat 12 angka. Yaitu 1, 2, 3, 4, 12. Pada jam digital,
angka 12 diganti dengan angka 0. Sehingga angka-angka yang tersedia adalah 0, 1, 2, 3 11.
Walaupun jam digital bisa di-setting sehingga menunjukkan angka 0, 1, 2, 3 23, banyak orang lebih
memilih memakai setting 12-jam, yaitu 0, 1, 2, 3, .. 11. Begitu pula para matematikawan. Mereka
lebih suka memakai angka 0, 1, 2, 3, 11. Jangan tanya kenapa.
Di dalam artikel ini, semua jam akan mengikuti sistem 12-jam ala matematikawan, yaitu jam dinding
dengan angka 0, 1, 2, 3 11. Angka 0 berada di posisi angka 12. Agara lebih mudah dipahami,
perhatikan gambar berikut :

1.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Dalam 8 jam mendatang,
ke angka berapakah jarum jam akan menunjuk?

2.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Dalam 20 jam mendatang,
ke angka berapakah jarum jam akan menunjuk?

3.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Dalam 32 jam mendatang,
ke angka berapakah jarum jam akan menunjuk?

4.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Empat jam yang lalu, di
angka berapakah jarum jam menunjuk?

5.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Enam belas jam yang lalu,
di angka berapakah jarum jam menunjuk?

6.

Bila sekarang jarum jam tepat menunjukkan pada angka 0. Dua puluh delapan jam
yang lalu, di angka berapakah jarum jam menunjuk?

Jawaban atas seluruh pertanyaan di atas adalah di angka 8. Sekarang akan kita cari tahu kenapa hal
ini bisa terjadi.

Identitas dan Simbol


Kita tahu bahwa dalam 12 jam, jarum jam akan kembali ke posisinya semula, yaitu 0. Kita katakan
bahwa jarum jam akan membutuhkan 12 jam untuk melakukan satu putaran penuh. Dengan kata
lain, satu putaran penuh = 12 jam.
Sekarang, seperti layaknya kebiasaan di dunia matematika yang membosankan, akan kita lakukan
ritual simbolisasi.
a menyatakan waktu. Untuk masa lalu diberi tanda negatif (-) dan untuk masa yang akan datang
tidak diberi tanda, alias positif (+).
q menyatakan banyaknya putaran
d menyatakan waktu yang diperlukan untuk melakukan satu putaran penuh. Dengan demikian d =
12.
r menyatakan sisa waktu setelah berputar-putar.

Pembahasan
1.

Waktu yang dimiliki adalah 8 jam (di masa yang akan datang). Dengan demikian a =
8.
Dalam 8 jam, jarum jam belum melakukan satu kalipun putaran penuh. Dengan
demikian q = 0.
Karena dalam 8 jam si jarum belum berputar sama sekali, maka sisa waktunya tetap 8
jam. Dengan demikian r = 8.
Secara matematis dapat dituliskan 8 = 0.12 + 8

2.

Waktu yang dimiliki adalah 20 jam (di masa yang akan datang). Dengan demikian a =
20.
Dalam 20 jam, jarum jam melakukan satu kali putaran penuh. Dengan demikian q =
1.
Karena jarum jam berputar satu kali, maka waktu yang sudah dikonsumsi untuk
berputar adalah 12 jam. Sisanya adalah 8 jam. Dengan demikian r = 8.
Secara matematis dapat dituliskan 20 = 1.12 + 8

3.

Waktu yang dimiliki adalah 32 jam (di masa yang akan datang). Dengan demikian a =
32.
Dalam 32 jam, jarum jam melakukan dua kali putaran penuh. Dengan demikian q = 2.
Karena jarum jam berputar dua kali, maka waktu yang habis untuk berputar-putar
adalah 24 jam. Sisanya adalah 8 jam. Dengan demikian r = 8.
Secara matematis dapat dituliskan 32 = 2.12 + 8

4.

Waktu yang dimiliki adalah 4 jam (di masa lampau). Dengan demikian a = -4.
Dalam 4 jam (ke belakang), jarum jam belum melakukan satu kalipun putaran penuh.
Dengan demikian q = 0.
Karena dalam 4 jam (ke belakang) si jarum belum berputar sama sekali, maka sisa
waktunya tetap 4 jam. Dengan demikian r = -4 (perhatikan tanda negatif).
Secara matematis dapat dituliskan -4 = 0.12 + -4
Karena jam kita tidak memiliki angka -4, maka kita harus mengubahnya menjadi
suatu angka yang dikenali oleh jam kita. Karena kita tahu dalam 12 jam, si jarum
pasti akan kembali ke posisinya semula, maka jam -4 akan menunjukkan angka yang
sama dengan jam -4 + 12 alias 8. Dengan demikian, jarum jam di pukul -4.00 akan
menunjukkan angka 8.

5.

Waktu yang dimiliki adalah 16 jam (di masa lampau). Dengan demikian a = -16.
Dalam 16 jam (yang lalu), jarum jam telah berputar sebanyak satu kali. Dengan
demikian q = -1 (perhatikan tanda negatif).
Karena dalam 16 jam silam si jarum telah berputar sebanyak satu kali, maka sisa
waktu yang dimilikinya adalah 4 jam. Dengan demikian r = -4 (perhatikan tanda
negatif).
Secara matematis dapat dituliskan -16 = -1.12 + -4
Sama seperti di soal sebelumnya, kita harus mengubah angka -4 menjadi suatu angka
yang dikenali oleh jam kita, yaitu dengan menambahkan 12 jam khayal. Setelah
ditambahkan 12 jam khayal ini, jarum jam akan menunjukkan pukul 8.

6.

Waktu yang dimiliki adalah 28 jam (di masa lampau). Dengan demikian a = -28.
Dalam tempo 28 jam (yang lalu), jarum jam telah berputar sebanyak dua kali. Dengan
demikian q = -2 (perhatikan tanda negatif).
Karena dalam 28 jam yang lalu si jarum telah berputar sebanyak dua kali, maka sisa
waktu yang dimilikinya adalah 4 jam. Dengan demikian r = -4 (perhatikan tanda
negatif).
Secara matematis dapat dituliskan -28 = -2.12 + -4
Sama seperti sebelum-sebelumnya, kita harus mengubah angka -4 menjadi suatu
angka yang dikenali oleh jam kita, yaitu dengan menambahkan 12 jam khayal.
Setelah ditambahkan 12 jam khayal ini, jarum jam akan menunjukkan pukul 8.

Kekongruenan Bilangan
Hal yang menarik dari kasus ini adalah : Dalam 8 jam ataupun 20 jam ataupun 32 jam ke depan,
maupun dalam 4 jam ataupun 16 jam ataupun 28 jam ke belakang, semuanya akan menunjuk ke
angka yang sama. Yaitu angka 8.
Fenomena ini, di dalam dunia matematika, diberi nama kongruen.
Definisi 1 : Bilangan bulat a dan bilangan bulat b dikatakan kongruen dalam modulo n jika dan hanya

jika keduanya memberikan sisa bagi yang sama ketika dibagi dengan n, dimana
simbolik dinyatakan dengan
Sekarang, karena

. Secara

.
dan

kita memperoleh

, maka dengan melakukan operasi pengurangan


. Dengan memanfaatkan sifat distributif pada perkalian, kita

mendapatkan

. Sampai disini, kita dapat menyimpulkan bahwa a b pasti habis

dibagi oleh n. Atau secara simbolis dinyatakan dengan

Dari penjabaran di atas, kekongruenan pun dapat diberi definisi yang lain.
Definisi 2 : Bilangan bulat a dan bilangan bulat b dikatakan kongruen dalam modulo n jika dan hanya
jika a b habis dibagi oleh n. Secara matematis :

Menurut definisi 1 dari kekongruenan : 8, 20, 32, -4, -16, -28 adalah kongruen dalam modulo 12
karena semuanya memberikan sisa bagi yang sama. Sisa bagi dalam keenam soal di atas ditandai
dengan kemana jarum jam menunjuk.
Menurut definisi 2 dari kekongruenan : Ambil dua buah bilangan, terserah yang mana, di antara 8, 20,
32, -4, -16 dan -28. Selisih kedua bilangan tersebut pasti habis dibagi oleh 12.
Jika kita tinjau lagi identitas jam khayal pada pembahasan di atas, sebenarnya secara implisit kita
telah menyatakan bahwa

. Untuk sembarang

Di dalam teori bilangan matematika, modulus adalah bilangan pembagi. Pada bilangan jam,
modulus-nya adalah 12. Dan mod bukanlah sebuah fungsi ataupun operator, tetapi menyatakan di
modulus berapa dua buah bilangan dinyatakan kongruen.
Konsep ini agak abstrak. Tetapi bayangkan jika kita memiliki jam dinding yang hanya memiliki angka
0, 1, dan 2. Jam dinding ini secara matematis dikatakan modulus 3. Selanjutnya, jika kita mulai dari
0, maka 17 dan 11 dalam jam dinding yang aneh ini sama-sama akan menunjuk angka 2. Dan (lagilagi) secara matematis dikatakan

, yaitu 17 dan 11 kongruen di dalam modulus 3.

Di dalam ilmu komputasi, fungsi mod(x, y) ataupun operator binary mod, dapat dikatakan (walaupun
kurang tepat) sebagai fungsi yang mencari sisa pembagian x oleh y. Tolong diingat baik-baik bahwa
algoritma pembagian euclid adalah algoritma yang matematis, bukan komputatif. Sehingga mungkin
memberikan hasil yang berbeda dengan hasil perhitungan (kalkulasi) komputatif.
Untuk memperjelas maksud saya, perhatikan contoh ini :
Menurut kalkulator :

= -1.41666 = -15/12

Menurut algoritma pembagian : -17 = -2.12 + 7


Mengapa hasil pembagian oleh algoritma pembagian berbeda dengan hasil yang sebenarnya? Jawaban
yang paling mudah adalah dengan menyalahkan tanda negatif (-) yang membingungkan. Tetapi ada
penjelasan yang lain.

Jika mengikuti hasil perhitungan kalkulator, maka algoritma pembagian dapat menyatakan
sebagai -17 = -1.12 -5. Hasil ini benar (secara komputatif) tetapi tidak masuk akal di dalam
matematika. Mengapa tidak masuk akal? Karena di dalam jam dinding 12-jam seperti yang ada di
rumah-rumah, tidak ada angka -5. Hal ini sejalan dengan algoritma pembagian yang memberikan
syarat

Sama seperti soal-soal sebelumnya, trik yang kita lakukan untuk mengubah angka -5 menjadi angka
yang benar adalah dengan menambahkan putaran-putaran khayal. Sehingga, -17 = -1.12 -5 + 12
12.
Yang biru adalah putaran khayal.
Yang merah adalah pengimpas. Hal ini harus dilakukan agar tidak mengubah dividen (dividen :
bilangan yang dibagi). Ingat bahwa 12 12 = 0.
Sekarang, dengan menggabungkan -5 dan 12 serta menggabungkan -12 dengan -1.12 kita peroleh
-17 = -1.12 12 + (-5 + 12)
-17 = -2.12 + 7
Di dalam bentuk ini, dapat dikatakan bahwa -17 (17 jam yang lalu) dalam jam dinding menunjuk
angka 7. Angka 7 ini pula-lah yang dimaksud dengan remainder (sisa bagi) r pada algoritma
pembagian euclid. Perhatikan bahwa sekarang r telah memenuhi konstrain

Ada penjelasannya mengapa para matematikawan tidak terlalu tertarik dengan quotient (hasil bagi)
q. Mereka jauh lebih tertarik dengan r. Penjelasan itu nanti akan kita pahami pada saat berdiskusi
tentang teori bilangan yang lainnya. Sebagai konsekuensi atas ketidaktertarikan mereka, angka -2
yang keliru ini diabaikan begitu saja
Ingat baik-baik bahwa algoritma pembagian euclid bukan untuk menghitung (to compute) hasil
akhir. Melainkan sebagai senjata untuk menyelesaikan persoalan di teori bilangan yang lain.

Sifat-sifat Dasar Kekongruenan


Jika diketahui :

dan

Berlaku (semacam operasi pembagian) :


Berlaku (semacam operasi perkalian) :
Asal muasal datangnya kedua sifat tersebut adalah sebagai berikut :
Karena
Begitu pula

, maka

. Dalam bentuk yang lain dapat dituliskan :

. Kekongruenan p dan q ini dapat dituliskan ke dalam bentuk

Jika dikenakan operasi penjumlahan :

Sekarang, karena :

Begitu juga :

Jika kedua persamaan di atas dikenai operasi penjumlahan :

Jika salah satu (atau keduanya) dari a atau q bernilai 0, sifat

pun jelas terpenuhi.

Obat ngantuk
1.

Berapa sisa pembagian

2.

Berapa sisa pembagian

3.
4.

?
?

Berapa sisa pembagian


Buktikan bahwa

?
habis dibagi 7. (Seleksi Tim Olimpiade

Matematika Indonesia 1997). Pembahasan bisa dilihat di sini.


5.

Kira-kira saja, berapa digit-kah

? Pembaca hanya diminta memberikan

tebakan se-akurat mungkin. Jika pembaca bisa memberikan jawaban persisnya tentu
sangat bagus. Pembahasan bisa dilihat di sini.