Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN

GANGGUAN PERSARAFAN
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA NYERI KEPALA
Jukarnain

Nyeri

kepala yang disebabkan karena


penyakit serius seperti infeksi dan tumor
intracranial, meningitis, infeksi akut,
cedera kepala, hipoksia cerebral atau
penyakit kronis dan akut pada mata,
hidung dan tenggorokan.
Ada beberapa tipe nyeri kepala yaitu :
1. Nyeri kepala Migren
2. Nyeri kepala Cluster
3. Nyeri kepala Tension
4. Nyeri kepala yang berhubungan
dengan mata, telinga, gigi dan hidung.

Nyeri

kepala migren adalah nyeri kepala


berulang-ulang, berlangsung lama (2-72
jam) serangannya sesisi dengan kualitas
nyerinya bervariasi.
Migren
ini biasanya dimulai selama
pubertas atau sekitar usia 20-40 tahun,
dan menurun seiring bertambahnya usia.
Penderita migren lebih banyak terjadi
pada wanita (16 %) dari pada laki-laki (9
%). (Djoenaidi Widjaya dalam Harsono,
2003).

NYERI KEPALA MIGREN

Patofisiologi

nyeri
kepala
sangat
kompleks. Teori vaskuler mengatakan
bahwa migren terjadi akibat perubahan
vasokrontriksi dan vasodilatasi pembuluh
darah otak yang mendadak.
Perubahan pembuluh darah ini disebabkan
oleh penurunan zat kimia otak yang
bernama serotonin. Untuk mengganti
turunnya serotinin otak mengeluarkan zat
kimia
lain
yaitu
neuropeptida.
Neuropeptida inilah yang mempunyai efek
samping terjadi perubahan vaskuler.

PATOFISIOLOGI

Faktor

pencetus
terjadinya
migren
diantaranya kondisi lelah, stres, kejutan
emosional, masa haid, kurang tidur,
merokok berlebihan, minum alkohol,
makanan tertentu, kontrasepsi oral.
Ada dua jenis migren yaitu Migren dengan
aura atau migren klasik dan Migren
Atipikal atau migren biasa.

PATOFISIOLOGI

Migren dengan aura / klasik


Terjadinya nyeri kepala ini

didahului oleh
adanya aura atau gejala neurologi fokal
selintas atau fase prodromal
Terkadang pasien mengalami gangguan
lapang pandang, gangguan sensorik
seperti ditusuk jarum yang mulai dari jarijari dari salah satu tangan sampai
mengenai sesisi muka
Nyeri kepala ini biasanya sesisi, tetapi
kadang-kadang berpindah ke kanan atau
kiri atau mungkin kedua-duanya.

Migren

tanpa aura
Nyeri kepala ini bersifat sesisi, berdenyutdenyut dan bertambah saat aktivitas,
berlangsung 4-72 jam, berhubungan
dengan mual, takut cahaya dan suara.
Nyeri berdenyut berangsur menghebat di
daerah arteri suboksipitalis, temporalis
atau frontalis. Rasa nyeri dapat disertai
mual, muntah, berkeringat, poliuria,
merasa
lemah,
fotofobia,
hidung
tersumbat pada sisi yang terkena.

Myeri

kepala cluster merupakan nyeri kepala


vaskuler, dikenal dengan istilah nyeri kepala
Harton, nyeri kepala histamin, migren merah.
Nyeri kepala ini dirasakan sesisi seperti
ditusuk-tusuk pada separuh kepala, pada
area bola mata, pipi, lubang hidung, langitlangit, gusi dan menjalar ke frontal, temporal
dan oksipital.
Sisi yang terkena konjungtiva dan menjadi
merah, timbul lakrimasi, ptosis, edema mata,
sebelah hidung tersumbat dan hipersaliva.

NYERI KEPALA CLUSTER

Nyeri

kepala ini terjadi pada waktu-waktu


tertentu, umumnya pada dini hari dan
biasanya pasien akan terbangun karena
nyeri.
Serangan ini berlangsung 15 menit sampai 5
jam dan terjadi beberapa kali selama 2-6
minggu.
Faktor pencetus nyeri kepala cluster adalah
makanan dan minuman yang mengandung
alkohol.
Mekanisme terjadinya nyeri kepala cluster
secara pasti tidak diketahui, namun ada
kaitannya dengan peningkatan histamin yang
mengakibatkan efek vasodilatasi pembuluh
darah.

Nyeri

kepala tension merupakan nyeri


tegang otot, terjadi karena kontraksi yang
terus menerus otot-otot kepala dan
tengkuk.
Nyeri kepala ini digambarkan seperti
diikat tali yang melingkari kepala,
kencang dan menekan. Disertai gejala
kepala berat, mual, muntah, vertigo, lesu,
sukar tidur, sesak napas, berdebar-debar.

NYERI KEPALA TENSION

Hindari

makanan
yang
dapat
menimbulkan
nyeri
kepala
seperti
makanan yang mengandung alkohol,
kafein, ati ayam, bumbu masak MSC.
Kompres hangat atau dingin pada area
yang terkena.
Konseling psikologi tentang koping yang
baik, managemen stres.

PENATALAKSANAAN

Pengobatan :
Pasien dengan migren dapat diberikan :
Ergotamin 0,5-1 mg per os, dosis maksimal 10
mg per minggu.
Obat sedatif seperti Diazepam : 10 mg i.v atau
6-15 mg/hari/oral, Lorazepam 3-6 mg/hari/oral,
Fenobarbital 100 mg i.m atau 100 - 1 50 mg/hr
per oral.
Pada nyeri kepala cluster:
Ergotamin subligual atau supositoris sesuai dosis
migren.
Pada nyeri kepala tension
Asam asetilsalisilat 500 mg tablet dengan dosis 1
500 mg/hari
Metampiron 500 mg tablet dengan dosis 1 500
mg/hari.
Asam mefenamat 250 - 500 mg tablet dengan
dosis 750 1500 mg/hari.

Riwayat

Keperawatan
Tanyakan umur saat kejadian pertama, lokasi
nyeri, frekuensi serangan, tanda-tanda awal
serangan dan faktor pencetus.
Nyeri
Karakteristik nyeri, waktu nyeri, frekwensi, cara
mengurangi nyeri, kemungkinan faktor pencetus.
Neurologi
Gangguan lapang pandang, kelumpuhan otot mata.
Psikososial
Apatis, sensitif, depresi, perubahan prilaku lainnya.
Pengkajian lain
Sinusitis, abses gigi, infeksi telinga, mual, muntah.

PENGKAJIAN

1.Nyeri

berhubungan dengan nyeri kepala


Data pendukung
Pasien mengeluh nyeri kepala sesuai dengan tipe
nyeri kepala
Menangis
Penglihatan kabur
Penirtgkatan tekanan darah dan denyut jantung.
Ekspresi wajah pasien nampak kesakitan.
Kriteria hasil
Pasien mengatakan nyeri berkurang atau tidak
merasa nyeri.
Ekspresi wajah pasien tidak nampak kesakitan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN


RENCANA TINDAKAN

Rencana tindakan
Rasional
1. Kaji dan catat tanda-tanda awal 1. Adanya tanda awal nyeri sering
nyeri kepala, penurunan, lokasi,
terjadi pada pasien migren sehingga
lamanya dan tanda-tanda
dapat diidentifikasi upaya
lainnya.
pencegahan.
2. Anjurkan pasien untuk mencatat 2. Mengetahui reaksi pemberian obat
perkembangan tingkat nyeri.
apakah ada perubahan penurunan
tingkat nyeri.
3. Tingkatkan istirahat dan
3. Meningkatkan rasa nyaman,
relaksasi, jaga ketenangan
menghindari stimulus nyeri.
lingkungan
4. Massage kepala dan leher.
4. Meningkatkan relaksasi menurunkan
ketegangan otot.
5. Kompres hangat atau dingin
5. Kompres dingin dapat
pada daerah kepala.
mengakibatkan vasodilatasi,
sehingga dapat menurunkan nyeri
kepala. Kompres hangat dapat
meningkatkan sirkulasi darah dan
menurunkan tegangan otot.
6. Berikan pengobatan sesuai dan 6. Mengurangi rasa nyeri dan mencegah
catat respon pasien.
nyeri kepala.

2. Tidak

efektifnya koping individu berhubungan dengan nyeri


dan perubahan gaya hidup.
Data pendukung
Pasien mengatakan tidak mengerti cara penanganan nyeri
kepala.
Prilaku pasien yang menyimpang seperti membenturbenturkan kepala saat terjadi nyeri kepala.
Pasien nampak cemas.
Pasien lebih sensitif, marah.
Depresi.
Kriteria hasil
Pasien menyatakan mengerti cara mengatasi nyeri kepala
yang benar.
Perubahan prilaku pasien kearah yang positif.
Pasien mengatakan lebih nyaman.

Rencana tindakan
1. Kaji prilaku pasien dan
perubahan yang terjadi
saat nyeri.

Rasional
1. Pasien dengan nyeri kepala
akan terjadi perubahan prilaku,
seperti sensitif, marah,
depresi..

2. Kaji mekanisme koping


pasien saat terjadi
serangan.

2. Menentukan efektifitas koping.

3. Dorong pasien untuk


mengekpresikan masalah
yang dihadapi sekarang
seperti rasa takut.

3. Menyampaikan perasaan dapat


mengurangi masalah.

4. Berikan support dan


berikan informasi yang
realistik.

4. Membangkitkan kemampuan
untuk mengurangi rasa nyeri.

Anda mungkin juga menyukai