Anda di halaman 1dari 20

Paparan Inhalasi Isosianat pada

Pekerja Bengkel Body Repair dan


Industri Pengecatan

Isosianat
isosianat adalah bahan kimia
industry yang mengandung N=C=O
grup tidak jenuh yang mana
digunakan pada produk poliuretan
(PU) seperti busa, cat, tinta, bahan
isolasi, pernis, dan vulkanisir agen.

Isosianat
Di Negara barat, molekul kecil dan
ringan ini diidentifikasi sebagai
allergen yang menyebabkan asma
yang beresiko tinggi pada para
pengecat dengan cara menyemprot.

Isosianat
Pengeras pernis PU umumnya
digunakan senyawa yang
mengandung heksametilina
diisosianat (HDI) dan isoporin
diisosianat (IPDI).
Untuk mengurangi bahaya uap yang
berhubungan dengan monomer HDI,
monomer HDI sebagian besar telah
diganti dengan oligomernya.

Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menilai senyawa mana yang
berkontribusi terhadap paparan
isosianat di bengkel body repair dan
perusahaan industry pengecatan,
dan untuk mengidentifikasi
pekerjaan dengan resiko tinggi
terkena paparan isosianat.

Metode penelitian
Sampel perorangan berasal dari
pekerja (n = 566) yang diambil dari
24 bengkel body repair mobil dan
lima perusahaan industry
pengecatan menggunakan senyawa
toulena (pengencer cat).
Sampel dianalisis menggunakan LC-S
untuk monomer isosianat, oligomer
dan degradasi termal produk.

Hasil penelitian
Dari 23 sampel yang dianalisis, 20
terdeteksi isosianat.

Hasil penelitian
Hasil menunjukkan oligomer HDI
adalah yang lebih terbanyak dan
dengan tingkat paparan yang lebih
tinggi dibandingkan semua senyawa
lain di kedua bengkel body repair
mobil dan industry perusahaan
pengecatan.

Paparan alifatik polyisocyanates pada kulit di


Bengkel body repair Mobil dan Refinishing
Industri: Sebuah Penilaian kualitatif

Tujuan penelitian
1. Untuk mengevaluasi validasi
kolorometri indicator isosianat.
2. untuk mengevaluasi sejauh mana
kontaminasi isosianat dan paparan
pada kulit diantara pekerja bengkel
mobil.
3. untuk mengevaluasi faktor-faktor
paparan isosianat pada kulit.

Metodelogi
Indicator kolorometrik digunakan
untuk menilai kontaminasi
permukaan tanah dan paparan kulit
pada isosianat alifatik di 35 bengkel
bodi mobil dan 124 pekerja.
Intensitas warna dari indicator
kolorometrik dinilai pada skala 0
(warna kuning) sampai 5 (warna
merah)

Hasil penelitian
Tingkat positif sampel permukaan tanah
adalah 46% (n 5 145/313). 34 persen (73/216)
dari sampel positif untuk kulit yang tidak
terproteksi dan 20% (n 5 22/111) untuk kulit
dibawah sarung tangan lateks.
Nilai positif tertinggi pada sampel kulit
diperoleh setelah mencampur cat dan
penyemprotan. Kehadiran kontaminasi
permukaan tanah dan pekerjaan yang
berkaitan dengan pengecatan adalah faktor
utama dari paparan isosianat pada kulit.

kesimpulan
Kontaminasi permukaan tanah dan
endapan aerosol pada waktu
pengecatan kedunya mungkin
berkontribusi pada paparan terhadap
kulit. Indicator kolorimetrik adalah
cara yang mudah, praktis dan
murah, tetapi tidak memiliki
sensitivitas yang tinggi

Tingkat Pb, Fe, Cd dan Co pada Tanah


di bengkel mobil Negara Osun , Nigeria

Tujuan penelitian
Penelitian bertujuan untuk melihat
kontribusi bengkel mobil terhadap
polusi logam berat di tanah.

Metodelogi penelitian
Tiga puluh dua sampel tanah yang
dikumpulkan pada bengkel mobil di
Osogbo, Ikirun, Iragbiji dan di Negara
Osun Iree untuk kobalt, besi, timbal
dan kadmium di bagian yang
berbeda yaitu: auto-mekanik unit,
unit otomatis pengelasan, Unit auto
listrik dan unit pengecatan dengan
menggunakan serapan atom
spectrophotometer

Hasil penelitian
Konsentrasi kobalt tertinggi diperoleh
di Iree di unit auto las (17.25
1.10mg/kg), besi memiliki level
tertinggi di Ikirun di unit automekanik (43.937 35mg / kg),
konsentrassi timah tertinggi di Iree
pada tempat pengelasan.
cadmium dengan konsentrasi
tertinggi di Iree pada auto Unit las
juga (2.02 1.01 mg / kg).

Hasil penelitian
daerah sampel yang di teliti memiliki kadar
logam yang lebih tinggi dibandingkan
dengan daerah control.
Kecenderungan umum dari penyebaran
kontaminasi logam dalam profil tanah
adalah besi >> timah >> kobalt>
cadmium.
Analisis statistik menunjukkan terdapat
korelasi antara timah / besi (r = 0.636)
p<0.01.

Kesimpulan
Dalam penelitian ini terungkap
bahwa tanah di bengkel mobil adalah
sangat tercemar dengan besi dan
timah.