Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
Latar belakang
Arthritis mengakibatkan rasa sakit dan membatasi gerakan penderita. Gejala
radang sendi tidak selalu dapat dicegah. Namun, anda dapat mengambil langkahlangkah untuk membuat tulang kuat dan tubuh selalu merasa bugar agar dapat
melakukan aktifitas secara bebas.dimana arthritis juga dibagi menjadi tiga yaitu :
gout arthritis,rheumatoid arthritis, osteoarthritis. gejala arthritis juga seperti
persendian rasa kaku, bemgkak, dll.

BAB II
PEMBAHASAN
Artritis adalah peradangan atau inflamasi di persendian,artritis dapat
merupakan gejala dari berbagai jenis penyakit.
Arthritis mengakibatkan rasa sakit dan membatasi gerakan penderita. Gejala
radang sendi tidak selalu dapat dicegah. Namun, anda dapat mengambil langkahlangkah untuk membuat tulang kuat dan tubuh selalu merasa bugar agar dapat
melakukan aktifitas secara bebas. Gejala atau tanda-tanda serangan artritis secara
umum yaitu :
persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakan
adanya pembengkakan pada salah satu atau beberapa persendian
pada persendian yang sakit akan berwarna kemerah-merahan
Demam, dan kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
Ada 3 jenis penyakit artritis yaitu : artritis Gout,osteoartritis dan reumatoid
artritis.
1.Artritis Gout atau biasa disebut Rematik
Gout atau rematik adalah suatu bentuk artritis (peradangan sendi yang
biasanya menyerang jari jari kaki,terutama ibu jari kaki ).Bisa juga menyerang
lutut,tumit pergelangan kaki,pergelangan tangan,jari jari tangan dan siku.Gout
biasanya diturunkan dalam keluarga.Hnya saja pada pria sering timbul tanpa
gejala awal sekitar umur 45 tahun.Bila dicetuskan oleh cedera ringan seperti
memakai sepatu yang tidak sesuai ukurannya,terlalu banyak makan makanan yang
mengandung asam urat (seperti jeroan),alkohol,stress,infeksi dan obat obatan
tertentu.

Gejalanya :
Nyeri Sendi secara mendadak,biasanya di waktu malam hari.Nyeri
berdenyut atau sangat sakit dan bertambah nyeri bila bergerak sedikit
saja.
Kemerahan dan bengkak pada sendi yang terkena
Demam ,kedinginan dan lemah mungkin menyertai serangan.
Penyebab :
Kadar Asam Urat dalam darah yang meningkat menyebabkan
penumpukan kristal asam urat di dalam sendi.
Asam urat adalah sampah metabolisme zat purin,suatu senyawa kimia
dalam makanan tertentu.
Pencegahannya :
Hindari makan segala sesuatu yang berlebihan atau terutama yang bisa
mencetus serangan.Kurangi makanan yang kaya akan purin misal :
daging,jeroan (seperti kikil ),babat,usus,ati,ampela,dll.

2.Artritis Reumatoid
Artritis reumatoid merupakan radang yang umumnya menyerang pada sendi
sendi tangan dan kaki,yang semakin lama semakin bertambah berat sakitnya.
Penyebab / Etiologi Artritis Reumatoid
Penyebab utama penyakit reumatik masih belum diketahui secara pasti.
Biasanya merupakan kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, hormonal dan
faktor sistem reproduksi. Namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi
seperti bakteri, mikoplasma dan virus (Lemone & Burke, 2001).
Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab artritis reumatoid,
yaitu:
1. Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus non-hemolitikus.

2. Endokrin
3. Autoimmun
4. Metabolik
5. Faktor genetik serta pemicu lingkungan
Pada saat ini artritis reumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan
infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin
disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid
yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
EPIDEMIOLOGI
artis rematoid merupakan suatu penyakit yang telah lama dikenal dan
tersebar diseluruh dunia serta melibatkan semua ras dan kelompok etnik. Artritis
rheumatoid sering dijumpai pada wanita, dengan perbandingan wanita denga pria
sebesar 3: 1. kecenderungan wanita untuk menderita artritis reumatoid dan sering
dijumpai remisi pada wanita yang sedang hamil, hal ini menimbulkan dugaan
terdapatnya faktor keseimbangan hormonal sebagai salah satu faktor yang
berpengaruh pada penyakit ini.
Ada beberapa gambaran / manifestasi klinik yang ditemukan pada penderita
reumatik. Gambaran klinik ini tidak harus muncul sekaligus pada saat yang
bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinik yang sangat
bervariasi.
a. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, kurang nafsu makan, berat badan
menurun dan demam.
b. Poliartritis simetris (peradangan sendi pada sisi kiri dan kanan) terutama pada
sendi perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan
sendi-sendi antara jari-jari tangan dan kaki. Hampir semua sendi diartrodial (sendi
yang dapat digerakan dengan bebas) dapat terserang.

c. Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam, dapat bersifat umum tetapi
terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi
pada osteoartritis (peradangan tulang dan sendi), yang biasanya hanya
berlangsung selama beberapa menit dan selama kurang dari 1 jam.
d. Artritis erosif merupakan merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran
radiologik. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan pengikisan ditepi tulang
.
e. Deformitas : kerusakan dari struktur penunjang sendi dengan perjalanan
penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, pergeseran sendi pada tulang telapak
tangan dan jari, deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa
deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. . Pada kaki terdapat
tonjolan kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. Sendisendi yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan
bergerak

terutama

dalam

melakukan

gerakan

ekstensi.

f. Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar


sepertiga orang dewasa penderita rematik. Lokasi yang paling sering dari
deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku) atau di sepanjang permukaan
ekstensor dari lengan, walaupun demikian tonjolan) ini dapat juga timbul pada
tempat-tempat lainnya. Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan petunjuk
suatu

penyakit

yang

aktif

dan

lebih

berat.

g. Manifestasi ekstra-artikular (diluar sendi): reumatik juga dapat menyerang


organ-organ lain diluar sendi. Seperti mata: Kerato konjungtivitis, sistem
cardiovaskuler dapat menyerupai perikarditis konstriktif yang berat, lesi inflamatif
yang menyerupai nodul rheumatoid dapat dijumpai pada myocardium dan katup
jantung, lesi ini dapat menyebabkan disfungsi katup, fenomena embolissasi,
gangguan konduksi dan kardiomiopati.
PATOFISIOLOGI
pada pasien reumatoid artritis mengalami hiperplasia, peningkatan
vaskulariasi, dan ilfiltrasi sel-sel pencetus inflamasi, terutama sel T CD4+. Sel T
CD4+ ini sangat berperan dalam respon immun. Pada penelitian terbaru di bidang
5

genetik, reumatoid artritis sangat berhubungan dengan major-histocompatibilitycomplex class II antigen HLA-DRB1*0404 dan DRB1*0401. Fungsi utama dari
molekul HLA class II adalah untuk mempresentasikan antigenic peptide kepada
CD4+ sel T yang menujukkan bahwa reumatoid artritis disebabkan oleh
arthritogenic yang belim teridentifikasi. Antigen ini bisa berupa antigen eksogen,
seperti protein virus atau protein antigen endogen. Baru-baru ini sejumlah antigen
endogen telah teridentifikasi, seperti citrullinated protein dan human cartilage
glycoprotein 39.

Patofisiologi Artritis Reumatoid


Antigen mengaktivasi CD4+ sel T yang menstimulasi monosit, makrofag
dan syinovial fibroblas untuk memproduksi interleukin-1, interleukin-6 dan TNF untuk mensekresikan matrik metaloproteinase melalui hubungan antar sel
dengan bantuan CD69 dan CD11 melalui pelepasan mediator-mediator pelarut
seperti interferon- dan interleukin-17. Interleukin-1, interlukin-6 dan TNF-
merupakan kunci terjadinya inflamasi pada rheumatoid arthritis.
Arktifasi CD4+ sel T juga menstimulasi sel B melalui kontak sel secara
langsung dan ikatan dengan 12 integrin, CD40 ligan dan CD28 untuk

memproduksi immunoglobulin meliputi rheumatoid faktor. Sebenarnya fungsi


dari rhumetoid faktor ini dalam proses patogenesis reumatoid artritis tidaklah
diketahui secara pasti, tapi kemungkinan besar reumatoid faktor mengaktiflkan
berbagai komplemen melalui pembentukan immun kompleks.aktifasi CD4+ sel T
juga

mengekspresikan

osteoclastogenesis

yang

secara

keseluruhan

ini

menyebabkan gangguan sendi. Aktifasi makrofag, limfosit dan fibroblas juga


menstimulasi angiogenesis sehingga terjadi peningkatan vaskularisasi yang
ditemukan pada synovial penderita reumatoid artritis.
KOMPLIKASI
pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang
merupakan komplikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS)
atau obat pengubah perjalanan penyakit ( disease modifying antirhematoid drugs,
DMARD ) yang menjadi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada
arthritis reumatoid.
Komplikasi saraf yang terjadi memberikan gambaran jelas , sehingga sukar
dibedakan antara akibat lesi artikuler dan lesi neuropatik. Umumnya berhubungan
dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik
akibat vaskulitis.
3 . OSTEOARTRITIS
Osteoartritis adalah Penyakit Peradangan Sendi yang Sring muncul pada
usia lanjut. Jarang dijumpai pada usia dibawah 40 tahun dan lebih ering dijumpai
pada

usia

diatas 60 tahun.
Etiologi
Penyebab dari Osteoartritis hingga saat ini masih belum terungkap, namun
beberapa faktor resiko untuk timbulnya Osteoartritis antara lain adalah :
1. Umur.

Dari semua faktor resiko untuk timbulnya Osteoartritis, faktor ketuaan


adalah yang terkuat. Prevalensi dan beratnya Osteoartritis semakin meningkat
dengan bertambahnya umur. Osteoartritis hampir tak pernah pada anak-anak,
jarang pada umur dibawah 40 tahun dan sering pada umur diatas 60 tahun.
2. Jenis Kelamin.
Wanita lebih sering terkena Osteoartritis Lutut dan Sendi , dan lelaki lebih
sering terkena Osteoartritis Paha, Pergelangan Tangan dan Leher. Secara
keeluruhan dibawah 45 tahun frekuensi Osteoartritis kurang lebih sama pada lakilaki dan wanita tetapi diatas 50 tahun frekuensi Oeteoartritis lebih banyak pada
wanita dari pada pria, hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada
Patogenesis Osteoartritis.
3. Genetic
Faktor herediter juga berperan pada missal, pada ibu dari seorang wanita
dengan Osteoartritis pada Sendi-sendi Inter Falang Distal terdapat dua kali lebih
sering Osteoartritis pada sendi-sendi tersebut, dan anak-anaknya perempuan
cenderung mempunyai tiga kali lebih sering dari pada ibu dan timbulnya
Osteoartritisanak perempuan dari wanita tanpa Osteoarthritis.
4. Suku.
Prevalensi dan pola terkenanya Sendi pada Osteoartritis nampaknya terdapat
perbedaan diantara masing-masing suku bangsa, misalnya Osteoartritis Paha lebih
jarang diantara orang-orang kulit hitam dan usia dari pada kaukasia. Osteoartritis
lebih sering dijumpai pada orang orang Amerika asli dari pada orang kulit putih.
Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaan pada
frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan.
5. Kegemukan
Berat badan yang berlebihan nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk
timbulnya Osteoartritis baik pada wanita maupun pada pria. Kegemukan ternyata

tak hanya berkaitan dengan Osteoartritis pada Sendi yang menanggung beban, tapi
juga dengan Osteoartritis Sendi lain.
Patofisiologi
kelamin genetik suku kegemukan :
Kerusakan Fokal Tulang Rawan Pembentukan Tulang baru pada Sendi yang
Rogresif Tulang Rawan, Sendi dan tepi Sendi Perubahan Metabolisme Tulang
Peningkatan aktivitas enzim yang merusak Makro Molekul Matriks Tulang
Rawan Sendi Penurunan kadar Proteoglikan Berkurangnya Kadar Proteoglikan
Perubahan sifat sifat kolagen Berkurangnya kadar air tulang rawan sendi
Permukaan tulang rawan sendi terbelah pecah dengan Robekan Timbul Laserasi
OSTEOARTRITIS
Menifestasi klinis
Gejala-gejala utama Penyakit Osteoartritis ialah adanya nyeri pada sendi yang
terkena, terutama waktu bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan, mulamula rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang saat istirahat.
Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi , krepitasi, pembesaran
sendi, dan perubahan gaya berjalan.
Penatalaksanaan Umum :
Obat obatan :
Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik yang khas untuk Osteoartritis, oleh
karena patogenesisnya yang belum jelas, obat yang diberikan bertujuan untuk
mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketidak
mampuan. Obat-obat anti inflamasinon steroid bekerja sebagai analgetik dan
sekaligus mengurangi sinovitis, namun tak dapat memperbaiki atau menghentikan
proses patologis Osteoartritis.

Perlindungan sendi :
Osteoartritis mungkin timbul atau diperkuat karena mekanisme tubuh yang kurang
baik. Perlu dihindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit. Pemakaian
tongkat, alat-alat listrik yang dapat memperingan kerja sendi juga perlu
diperhatikan. Beban pada lutut berlebihan karena kakai yang tertekuk (pronatio).
Diet
Diet untuk menurunkan berat badan pasien Osteoartritis yang gemuk harus
menjadi program utama Pengobatan Osteoartritis. Penurunan berat badan
seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan.

10

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Arthritis atau radang sendi merupakan istilah dari reumatik artikuler
(mengenai sendi), dikenal dalam berbagai bentuk, diantaranya yang paling umum
yaitu Arthritis Reumatiod, Osteoarthritis, dan Gout (arthritis pirai). Semua bentuk
Arthritis bermula dengan teradangnya jaringan-jaringan halus seperti jaringan
ikat, ligamen, dan tendon dekat tulang sendi. Dapat dikatakan pula bahwa
Arthritis merupakan keluhan penyakit rematik yang umum pada segala usia,
gejala yang sering dirasakan seseorang selama kehidupannya. Arthritis
mengakibatkan rasa sakit dan membatasi gerakan penderita

11

DAFTAR PUSTAKA

Kumar, Vinay., Cotran, Ramzi S., Robbins, Stanley S. 2007. Buku Ajar Patologi
Edisi 7. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC..
A.Price, Sylvia.(2006). Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Jajarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC.

12