Anda di halaman 1dari 20

Tutorial 7

Matakuliah Pengantar Matematika

Oleh
Dyah Paminta

Pendahuluan
Materi 1. Proposisi/Pernyataan
2. Penarikan Kesimpulan
Setelah mengikuti tutorial ini diharapkan anda dapat :

Menjelaskan konsep proposisi atau pernyataan


Menjelaskan hubungan logis diantara dua proposisi
Menjelaskan keekivalenan proposisi
Menjelaskan cara-cara penarikan kesimpulan yang
sah.

Proposisi/Pernyataan
Proposisi (Pernyataan)
Definisi : adalah kalimat deklaratif yang memiliki nilai kebenaran
Komponen penting dalam definisi proposisi:
1. Kalimat deklaratif: kalimat yang menerangkan subjek atau predikat
a. Hari ini dilaksanakan tutorial
deklaratif
b. Dimana tutorial dilaksanakan?
bukan deklaratif
deklaratif
c. Tutorial dilaksanakan di Balai Desa
d. Peserta tutorial dipersilahkan masuk kelas
bukan deklaratif
2. Nilai kebenaran: suatu norma, kebiasaan, kenyataan yang sudah
menjadi kesepakatan sehari-hari yang memiliki nilai
benar atau salah saja.
suatu kenyataan yang berasal dari pembuktian
matematika

Proposisi/Pernyataan
Contoh : Perhatikan kalimat berikut, manakah yang berupa proposisi
dan yang bukan proposisi. Jika berupa proposisi, apa nilai
kebenarannya
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Api itu panas


Api itu tidak panas
Langit cerah berwarna biru
Bagai pungguk merindukan bulan

3 4 6
3 4 7

berapa nilai x yang memenuhi persamaan


x2 1 0 ?

proposisi, benar
proposisi, salah
proposisi, benar
bukan proposisi
proposisi, salah
proposisi, benar
bukan proposisi

Kalimat, dapat berbentuk proposisi atau bukan proposisi.


Kalimat proposisi memiliki nilai kebenaran (benar=B/ salah=S).
Kalimat bukan proposisi tidak memiliki nilai kebenaran.
Proposisi, diberi lambang huruf besar: P, Q, atau R

Proposisi/Pernyataan
Proposisi Majemuk
Definisi : Adalah proposisi yang terbentuk dari gabungan beberapa
proposisi sederhana dengan cara diberikan penghubung
antara satu proposisi dengan proposisi yang lain
Nilai kebenaran dari proposisi majemuk ditentukan oleh hubungan logis
dari proposisi-proposisi yang membangunnya.
Penghubung :
1. Negasi , diberi notasi
Misal proposisi P, maka negasinya P (dibaca tidak P )
Nilai kebenaran dari suatu proposisi dan negasinya ditunjukkan oleh tabel:

Tabel kebenaran P danP

Proposisi/Pernyataan
2. Konjungsi , diberi notasi (dibaca dan)
Misal P dan Q dua proposisi.
Konjungsi dari P dan Q, diberi notasi P Q bernilai benar jika kedua
proposisi bernilai benar. Jika salah satu P atau Q bernilai salah,
maka konjungsi P Q bernilai salah
Nilai kebenaran dari konjungsi P Q ditunjukkan oleh tabel:

PQ

Tabel kebenaran konjungsi P Q

Proposisi/Pernyataan
3. Disjungsi , diberi notasi (dibaca atau)
Misal P dan Q dua proposisi.
Disjungsi dari P dan Q, diberi notasi P Q bernilai benar jika salah satu
atau kedua proposisi bernilai benar. Disjungsi P Q bernilai salah
jika kedua proposisi bernilai salah
Nilai kebenaran dari disjungsi P Q ditunjukkan oleh tabel:

PQ

Tabel kebenaran disjungsi P Q

Proposisi/Pernyataan
4. Implikasi , diberi notasi (dibaca jika maka )
Misal P dan Q dua proposisi.
Implikasi P Q bernilai salah jika P bernilai benar dan Q bernilai salah
Selain kondisi tersebut, P Q bernilai benar
Nilai kebenaran dari implikasi P Q ditunjukkan oleh tabel:

PQ

Tabel kebenaran implikasi P Q

Proposisi/Pernyataan
4. Biimplikasi , diberi notasi (dibaca jika dan hanya jika, ditulis jikka)
Misal P dan Q dua proposisi.
Implikasi P Q bernilai benar jika P dan Q kedua-duanya bernilai benar
atau kedua-duanya bernilai salah.
Selain kondisi tersebut, P Q bernilai salah
Nilai kebenaran dari biimplikasi P Q ditunjukkan oleh tabel:

PQ

Tabel kebenaran biimplikasi P Q

Proposisi/Pernyataan
Contoh: Proposisi P : Ani beli modul Kalkulus bernilai benar

Q : Ani ujian Kalkulus

bernilai salah

Maka:
Negasi dari P, P
Konjungsi P Q
Disjungsi P Q
Implikasi P Q
Biimplikasi P Q

: Ani tidak beli modul Kalkulus


: Ani beli modul Kalkulus dan Ani ujian Kalkulus
: Ani beli modul Kalkulus atau Ani ujian Kalkulus
: Jika Ani beli modul Kalkulus maka Ani ujian Kalkulus
: Ani beli modul Kalkulus jikka Ani ujian Kalkulus

Latihan Saya pergi ke Jakarta bernilai benar, dan


Adik pergi ke Surabaya bernilai benar
Tentukan nilai kebenaran dari:
a.Jika saya tidak pergi ke Jakarta maka adik pergi ke Surabaya
b.Jika saya pergi ke Jakarta maka adik tidak pergi ke Surabaya
c.Jika saya tidak pergi ke Jakarta maka adik tidak pergi ke Surabaya

salah
salah
benar
salah
salah

Proposisi/Pernyataan
Ke-ekivalen-an
Definisi : Dua proposisi dikatakan ekivalen, diberi notasi
semua nilai kebenarannya sama.
Contoh:

apabila

Perhatikan nilai kebenaran dari P Q dan ( P Q ) pada


Tabel kebenaran berikut :

P Q ( P Q)

Terlihat bahwa P Q dan ( P Q) memiliki nilai kebenaran yang sama,


yaitu SBSS. Itu berarti P Q dan ( P Q ) ekivalen

Penarikan Kesimpulan
Tautologi
Definisi : Suatu proposisi disebut tautologi jika proposisi tersebut
selalu bernilai benar, tidak tergantung dari nilai proposisiproposisi yang membangunnya
Contoh:

Perhatikan tabel nilai kebenaran proposisi majemuk


( P Q) P berikut:

( P Q ) P tautologi

PQ

?
B

?
B

?
B

B
?

Langkah ke

Penarikan Kesimpulan
Kontradiksi
Definisi : Suatu proposisi disebut kontradiksi jika proposisi tersebut
selalu bernilai salah, tidak tergantung dari nilai proposisiproposisi yang membangunnya
Contoh:

Perhatikan tabel nilai kebenaran proposisi majemuk ( P P )


berikut:

P
B
S

P P

kontradiksi
Contoh:

Hari ini hujan dan Hari ini tidak hujan

Penarikan Kesimpulan
Argumen
Misalkan diberikan dua proposisi:
Jika sakelar tersambung maka bohlam hidup
Sakelar tersambung
premis

Bohlam hidup
kesimpulan

Definisi : Argumen adalah proses atau cara penarikan kesimpulan


dari beberapa premis dengan menggunakan prinsip-prinsip
logika sehingga diperoleh kesimpulan.
berupa proposisi majemuk yang berbentuk implikasi.
Argumen disebut sah jika tabel nilai kebenaran implikasi berupa tautologi

Penarikan Kesimpulan
Contoh: Misalkan diberikan dua proposisi P Q dan Q
Argumen Sah!
Sah?

[( P Q ) Q ] Q
Tabel Kebenaran

PQ

( P Q) Q

[( P Q ) Q] Q

?
B

?
B

?
B

?
B

?
S

B?

?
B
?
S

?
B
?
S

B?
B?

Langkah

tautologi

Penarikan Kesimpulan
Terdapat 4 cara penarikan kesimpulan yang menghasilkan argumen sah:
1.Modus ponens
2.Modus Tollens
3.Silogisme
4.kontrapositif
Modus ponens Misalkan diberikan tiga proposisi:
Jika sakelar tersambung maka bohlam hidup ( P Q)
Sakelar tersambung (P )
Bohlam hidup (Q)
Argumen
Jika sakelar tersambung maka bohlam hidup dan sakelar
Modus Ponens
[( P Q
) P] Q
tersambung, maka bohlam
hidup
Biasa ditulis dengan

PQ

premis 1

P
Q

premis 2
kesimpulan

Penarikan Kesimpulan
Modus Tollens Misalkan diberikan tiga proposisi:
Jika sakelar tersambung maka bohlam hidup ( P Q)
Bohlam tidak hidup (Q )
Sakelar tidak tersambung (P)
Argumen
Jika sakelar tersambung maka bohlam hidup dan bohlam tidak hidup,
maka sakelar tidak tersambung [( P Q ) Q ] P
Modus Tollens
Biasa ditulis dengan P Q

premis 1
premis 2

kesimpulan

Contoh: Jika Badu rajin belajar maka Badu naik kelas


Badu tidak naik kelas

Badu tidak rajin belajar

Penarikan Kesimpulan
Silogisme Misalkan diberikan tiga proposisi:
Jika liburan maka saya akan ke pantai ( P Q)
Jika ke pantai saya akan berenang (Q R )
Jika liburan saya akan berenang ( P R)
Argumen
Jika liburan maka saya akan ke pantai dan jika ke pantai saya akan berenang,
maka jika liburan saya akan berenang [( P Q ) (Q R )] ( P R )
Silogisme

Biasa ditulis dengan

PQ
QR

premis 1
premis 2

P R

kesimpulan

Contoh: Jika liburan maka saya akan ke pantai


Jika ke pantai saya akan berenang

Jika liburan saya akan berenang

Penarikan Kesimpulan
Kontrapositif
Misalkan diberikan tiga proposisi:
Jika saya sakit maka saya akan ke dokter ( P Q)
( Q P )
Jika saya tidak ke dokter maka saya tidak sakit
Argumen
Jika sakit maka saya ke dokter, maka jika saya tidak ke dokter maka
Kontrapositif
saya tidak sakit ( P Q ) (Q P )
Biasa ditulis dengan

PQ
premis 1
Q P kesimpulan

Contoh: Jika saya sakit maka saya ke dokter

Jika saya tidak ke dokter maka saya tidak sakit