Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji bagi Allah SWT. Dzat penguasa seluruh alam jagat raya.
Teriring pula salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad
SAW. Amin.
Sebagai wujud ikhtiar untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan
keterampilan saya, saya coba menyusun makalah ini. Dan untuk selanjutnya saya serahkan
kepada pengoreksi apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini saya mohon
maaf. Dan untuk kritikannya mudah-mudahan akan membuat saya lebih baik lagi, Amin.

..,

Penyusun

MASA NABI MUHAMMAD SAW

A. Perkembangan Islam Periode Mekkah


1. Muhammad Sebelum Masa Kerasulan
Nabi Muhammad lahir pada hari Senin tanggal 12 Robiulawwal, tahun
Gajah dan bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 M. Nabi Muhammad
dilahirkan di kampung Bani Hasyim di Kota Mekkah. Ibunya bernama Aminah
binti Wahab dan ayahnya bernama Abdullah Bin Abdul Muthalib. Ayahnya
meninggal tujuh bulan sebelum Nabi Muhammad lahir. Abdul Muthalib
memberikan nama Muhammad yang artinya terpuji.
Dalam usia muda Muhammad hidup sebagai pengembala kambing
keluarganya dan kambing penduduk Mekkah. Pada usia 12 tahun Muhammad
menemani pamannya pergi berdagang ke Syiria. Dalam perjalanan ke Syiria ia
bertemu dengan seorang pendeta Kristen yang bernama Bahairah yang meyakini
Muhammad sebagai calon Rasul akhir zaman. Pada usia 25 Tahun, Muhammad
berangkat ke Syiria membawa dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah
lama menjanda bernama Siti Khadijah. Dan akhirnya Muhammad menikah dengan
Khadijah. Muhammad pada waktu itu berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia
40 tahun, jadi selisih umur antara keduanya adalah 15 tahun.
Menjelang usianya yang ke 40 tahun dia sudah terbiasa memisahkan diri
dari pergaulan masyarakat, berkontemplasi ke gua Hira, beberapa kilometer
letaknya dari Mekkah. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M. malaikat Jibril
muncul di hadapannya, menyampaikan wahyu Allah yang pertama : Bacalah
dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Mulia, Dia telah mengajar dengan
2

Qalam, Dia telah mengajar manusia apa yang tidak mereka ketahui. (QS. AlAlaq : 1-5)
Nabi Muhammad juga disebut nabi yang Ummi menurut salah satu riwayat,
ketika malaikat menyampaikan wahyu yang pertama tersebut kepada Nabi
Muhammad sempat diulang beberapa kali : Iqra ya Muhammad, Iqra ya
Muhammad. Baru kemudian malaikat Jibril menuntun Nabi Muhammad untuk
membaca. Dari kasus ini, sebagian sejarawan menyatakan bahwa Nabi Muhammad
adalah Ummi, dalam arti tidak dapat membaca dan menulis. Bahkan ditambahkan
bahwa kondisi Nabi yang Ummi ini merupakan Mukzijat dari Allah untuk
menunjukkan bahwa Al-Quran benar-benar dari Allah, bukan karangan
Muhammad, karena Muhammad tidak dapat membaca dan menulis.

2. Sistem Dakwah
Setelah wahyu pertama datang, kemudian selang beberapa lama, wahyu
yang kedua datang yaitu Surat Al-Muddatsir ayat 1-7 yang berbunyi : Wahai orang
yang berselimur, bangunlah lalu beri peringatan ! dan agungkanlah Tuhanmu dan
bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan
janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan)
yang lebih banyak, dan karena Tuhanmu bersabarlah.
Karena sistem dakwahnya masih secara sembunyi-sembunyi Nabi
Muhammad pertama kali menyampaikan dakwahnya yaitu kepada istrinya sendiri
Siti Khadijah kemudian saudara sepupunya Ali Bin Abi Thalib yang baru berumur
10 tahun. Kemudian Abu Bakar, Sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Lalu
Zaed bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya.

Setelah beberapa lama dakwah tersebut individual. Turunlah perintah agar


nabi menjalankan dakwa dengan cara terbuka, yakni Surat Al-Hijr ayat 94, Maka
sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu)
dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Langkah dakwah selanjutnya yang diambil Nabi Muhammad adalah dengan
cara menyeru masyarakat umum. Namun, setelah Nabi Muhammad berdakwah
secara terang-terangan pemimpin Quraisy mulai menghalangi dakwah Rasul.
Menurut Ahmad Syalabi, ada lima factor yang mendorong orang Quraisy
menentang seruan itu, yaitu :
1) Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka
mengira bahwa tunduk kepada seruan Muhammad berarti tunduk kepada
kepemimpinan Bani Abdul Muthalib.
2) Nabi Muhammad Saw menyerukan persamaan hak anatara bangsawan dan
hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy.
3) Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran kebangkitan kembali dan
pembalasan di akherat.
4) Takid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang sangat berakar pada bangsa
Arab.
5) Pemahat dan penjual patung memandang Islam adalah penghalang rezeki.
Walaupun demikian berat rintangan yang dihadapi Nabi Muhammad,
namun semua itu dihadapi dengan penuh kesabaran.

B. Perkembangan Islam Periode Madinah


Dalam perjalanan mengemban wahyu Allah, Nabi memerlukan suatu strategi
yang berbeda, dimana pada waktu di Mekkah Nabi lebih menonjolkan dari segi Tauhid

dan perbaikan Akhlak tetapi ketika di madinah Nabi banyak berkecimpung dalam
pembinaan / pendidikan sosial masyarakat karena disana beliau diangkat sebagai nabi
sekaligus sebagai kepala Negara.
1. Pembentukan Sistem Sosial Kemasyarakata
a. Nabi mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertengkaran antar suku, dengan
jalan mengikat tali persaudaraan diantara mereka.
b. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Nabi menganjurkan kepada
kaum Mujahirin untuk usaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan
pekerjaan masing-masing seperti pada waktu di Mekkah
c. Menjalin kerja sama dan tolong menolong dalam membentuk tata kehidupan
masyarakat yang adil dan makmur
d. Shalat Jumat sebagai media komunikasi seluruh umat Islam.
2. Pembentukan Sistem Politik
Secara garis besar politik yang digunakan untuk mempertahankan negeri
Madinah.
a. Setiap golongan (suku) bertanggung jawab bagi harta rampasan atau uang
tebusan bagi masing-masing angotanya.
b. Penduduk Madinah diharapkan kompak dalam menghadapi tindak criminal,
sekalipun untuk keluarga terdekatnya yang merugikan masyarakat lain.
c. Orang Yahudi dari berbagai kelompok harus menjaga agama sendiri
3. Pembentukan Sistem Militer
Pada bidang militer Rasulullah membuat angkatan perang, kaum Muhajirin
dan Anshar dilatih menjadi satuan tentara yang tangguh selama enam bulan mereka
dilatih oleh Rasulullah dan terbukti ketika diterjunkah dalam perang Badar, tentara
binaan Rasulullah memperoleh kemenangan yang gemilang.

4. Pembentukan Sistem Dakwah


Karena Rasulullah Saw pada saat hijrah ke Madinah itu sudah menyebarkan
agama Islam secara terang-terangan maka langkah yang pertama dilakukan oleh
Rasulullah adalah mendirikan Masjid. Masjid itu sekarang bernama Masjid
Nabawi. Di masjid ini pula Rasulullah dimakamkan. Tujuan Rasulullah mendirikan
masjid ini adalah sebagai tempat ibadah, belajar, pertemuan, memecahkan masalahmasalah kemasyarakatan dan membicarakan strategi dakwah.
5. Pembentukan Sistem Ekonomi
Mekkah adalah kota perdagangan letaknya sangat strategis sebagai kota
penghubung antara Yaman Habasyah, negeri Romawi dan Persia. Lain halnya
dengan Madinah. Madinnah adalah daerah pertanian dan sebagian besar penduduk
Madinah hidup dengan cara bertani kurma.
6. Sumber Keuangan Negara
Sumber keuangan Negara di peroleh dari pajak yang dibayar oleh
masyarakat. Dan uang tersebut digunakan untuk pembangunan Negara.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Moh. Ilmu dan Peradaban. CV. Diponegoro, Bandung, 1992


Abdulah, taufik dan Sharon Siddique (ed), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia
Tenggara. Terj. Rochman Achwan (et, Ke-1 LP3ES, Jakarta, 1989)

MAKALAH
SEJARAH PERADABAN DAN
KEBUDAYAAN ISLAM

Disusun Oleh :
1.
2.
3.

Dosen Pembimbing :
Semester : V (Lima)

STAI AL-AQIDAH AL-HASYIMIYAH


Jl. Kayumanis Barat No. 99 Jakarta

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

..

i
1

MASA NABI MUHAMMAD SAW


A. Perkembangan Islam Periode Mekkah .
1. Muhammad Sebelum Masa Kerasulan
2. Sistem Dakwah

2
2

B. Perkembangan Islam Periode Madinah


1. Pembentukan Sistem Sosial Kemasyarakatan

3. Pementukan Sistem Militer

4. Pembentukan SIstem Dakwah

..

5. Pembentukan Sistem Ekonomi

2. Pembentukan Sistem Politik

6. Sumber Keuangan Negara

DAFTAR PUSTAKA

9i