Anda di halaman 1dari 21

I IKHTISAR

1.1 Latar Belakang


Saat ini wisata kuliner di Indonesia dipenuhi dengan berbagai macam variasi
makanan, mulai dari camilan, kue, hingga masakan khas nusantara. Berbagai
pengusaha kuliner memutar otak untuk menyajikan makanan yang berbeda dan
memiliki inovasi, hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian konsumen terhadap
jenis makanan yang diproduksi. Tidak jarang sekarang ini kita temukan berbagai jenis
makanan yang unik dan baru, sehingga kita tertarik untuk mencobanya. Mereka
memberikan cita rasa baru terhadap jenis makanan yang mereka produksi, sehingga
para konsumen pun penasaran dan menjadikan variasi makanan-makanan tersebut
sebagai suatu bentuk penyegaran dari jenis-jenis makanan yang sudah biasa mereka
konsumsi.
Untuk menciptakan makanan yang unik dan memiliki inovasi, kita tidak harus
menggunakan bahan makanan yang sulit atau jarang dijumpai, dari bahan-bahan
makanan disekitar kita pun dapat dimanfaatkan menjadi suatu jenis makanan yang
unik, apalagi jika bahan makanan tersebut memiliki manfaat yang baik bagi
kesehatan, jadi tidak hanya menarik dari segi cita rasa namum juga menyehatkan.
Bahan sederhana yang dapat kita manfaatkan untuk membuat suatu jenis
makanan adalah daging. Kita dapat memanfaatkan daging yang kaya akan manfaat
tersebut dengan mengolahnya menjadi Lasagna.

II Latar Belakang Bisnis


2.1 Alasan dibangunnya bisnis
Alasan dalam membuat bisnis terbagi menjadi dua tujuan yaitu tujuan umum
dan tujuan khusus, antara lain sebagai berikut:
1. Tujuan umum :
Membuat makanan yang unik.
Mendapatkan laba dari bisnis ini.
2. Tujuan khusus :
Untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen mata kuliah Studi
Kelayakan Bisnis
2.2 Kondisi Industri
Saat ini sudah banyak usaha yang mengolah daging cincang tetapi jarang yang
mengkreasikannya dengan kulit pastry. Hal tersebut dapat dijadikan peluang bagi para
pengusaha baru untuk melakukan usaha membuat Lasagna, karena masih jarang juga
yang menjual makanan jenis ini dan mencari pengalaman serta tentu saja keuntungan
dengan cara membuka usaha ini yang di khusus kan untuk para mahasiswa dan para
karyawan.
2.3 Profil Usaha
- Nama dan Alamat Perusahaan
Nama Usaha
: Lasagna House
Alamat
: Komplek Pemda Padasuka F.65 Rt06 Rw14,
-

Cimahi Tengah
Profil Pemilik
Perusahaan ini merupakan persekutuan yang didirikan oleh 4
(empat) orang, berikut 4 (empat) orang yang mendirikan firma ini:
1. Nama
: Satriawan Iman Yuliana
Alamat
: Komplek Pemda Padasuka F.65 Cimahi
Pekerjaan
: Mahasiswa
2. Nama
: Wirawan Sidik Martana
Alamat
: Komplek Pemda Padasuka F.65 Cimahi
Pekerjaan
: Pegawai Negeri Sipil (PNS)
3. Nama
: Kartini

Alamat
Pekerjaan
4. Nama
Alamat
Pekerjaan

: Komplek Pemda Padasuka F.65 Cimahi


: Pegawai Negeri Sipil (PNS)
: Kusmayati
: Komplek Pemda Padasuka F.65 Cimahi
: Ibu Rumah Tangga

III ASPEK HUKUM


3.1 Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum
Analisis hukum dilakukan guna mengetahui kelayakan bisnis yang akan
dijalankan. Hal ini dilakukan agar bisnis nantinya tidak terbentur dengan
permasalahan hokum ataupun mendapat penolakan dari masyarakat yang berada di
sekitar wilayah usaha. Oleh karena itu Karwisa akan melakukan analisis hukum di
wilayah Cimahi agar bisnis Karwisa yang direncanakan nantinya memenuhi syarat
dan sesuai dengan aturan serta hukum yang berlaku. Bisnis yang dilaksanakan ini
adalah bisnis yang legal dan memiliki tujuan yang jelas. Serta bisnis ini tidak
menyebabkan limbah apa pun yang bersifat berbahaya karena bahan baku yang
digunakan adalah bahan makanan sehari - hari, tidak akan merugikan pihak
pihak lain ataupun bertentangan dengan peraturan perundangan mengenai bahan
produksi berbahaya yang dilarang di Negara Indonesia.
3.2 Analisis Kemampuan Memenuhi Perizinan
Menurut analisis kami yang dilakukan, usaha Lasagna House ini mampu
memenuhi izin usaha karena dalam menjalankan usaha diperlukan adanya surat
perizinan seperti Izin industri, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan surat izin bebas gangguan (HO) surat Dep Kes
RI (departemen kesehatan)
Tabel 3.1
Ketentuan Perundangan yang Mendukung
No. Dokumen
1

Kelengkapan
Ada
Tidak

Ketentuan perundangan yang


medukung atau melarang jenis
usaha yang akan dijalankan

Keterangan
PMK
25/2014

Tabel 3.2
Ceklis Kelengkapan Pendirian Firma

Kelengkapan
Ada
Tidak

No. Dokumen
1
2

Fotokopi KTP para pendiri

Perseroan
Data anggaran dasar Firma

Keterangan
Terlampir
Terlampir

Tabel 3.3
Kelengkapan untuk Membuat NPWP
No. Dokumen
1
2
3
4

Fotokopi
akta
pendirian
perusahaan
Fotokopi KTP pengurus
Surat keterangan kegiatan Usaha
dari lurah
Surat tanda daftar perusahaan

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Tabel 3.4
Kelengkapan untuk Memperoleh Prinsip
No. Dokumen
1
2
3
4
5
6

Surat permohonan
kepada bupati
Proposal
Fotokopi
akta
perusahaan
Fotokopi KTP
Fotokopi NPWP
Gambar Lokasi

ditujukan

pendirian

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir
Terlampir
Terlampir

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan

Tabel 3.5
Kelengkapan Memperoleh Izin Lokasi
No. Dokumen
1
2
3

Proposal
perencanaan

penanaman modal
Denah lokasi izin usaha

Fotokopi
akta
pendirian

perusahaan

Terlampir
Terlampir
Terlampir

4
5
6
7

Fotokopi NPWP
Fotokopi penanggung jawab/
pendiri perusahaan
Surat pernyataan kesanggupan
membayar ganti rugi
Sertifikasi yang dimiliki

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Tabel 3.6
Kelangkapan untuk memperoleh izin gangguan
No. Dokumen
1
2
3
4
5
6
7
8

Fotokopi KTP dan NPWP


Perusahaan
Fotokopi akta pendirian
Fotokopi tanda lunas PBB
terakhir
Fotokopi sertifikat tanah atau
bukti perolehan tanah
Gambar/denah lokasi tempat
usaha
Persetujuan
tetangga
atau
masyarakat yang berdekatan
SPPL atau UKL/UPL
Berita
acara
pemeriksaan
kecamatan

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Terlampir

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan

Tabel 3.7
Kelengkapan Memperoleh SIUP
No. Dokumen
1
2
3
4
5
6

Fotokopi
KTP
pemilik/
pengurus/penanggung jawab
Asli keterangan tempat usaha
Akta pendirian
Fotokopi izin gangguan/HO
Fotokopi NPWP
Pas Foto

Terlampir

Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir

Tabel 3.8
Kelengkapan Memperoleh TDP
Kelengkapan
Ada
Tidak

No. Dokumen
1
2
3
4
5
6

Fotokopi
KTP
pemilik/
pengurus/penanggung jawab
Asli keterangan tempat usaha
Akta pendirian
Fotokopi izin gangguan/HO
Fotokopi NPWP
Pas Foto

Keterangan

Terlampir

Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir

Tabel 3.9
Kelengkapan untuk Memperoleh Izin Prinsip
No. Dokumen
1
2
3
4
5
6
7

Fotokopi persetujuan prinsip


Fotokopi
KTP
pemilik/
pengurus/penanggung jawab
Asli keterangan tempat usaha
Akta pendirian
Fotokopi izin gangguan/HO
Fotokopi NPWP
Dokumen
Amdal/UKL/UPL/SPPL

Kelengkapan
Ada
Tidak

Keterangan
Terlampir

Terlampir

Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir

Terlampir

3.3 Analisis Badan Usaha


Jika dilihat dari skala industri, menurut kami usaha lasagna dijalankan dalam
skala usaha industry menengah yang memanfaatkan keberlimpahan sumber
pangan, dan juga memiliki prospek pasar yang jelas. Maka berdasarkan skala
usaha dan tujuan pendirian, menurut kami bentuk badan usaha yang paling sesuai
untuk industry ini adalah firma.
3.4 Analisis Profil Pemilik
Pemilik perusahaan bernama

Satriawan

Iman

Yuliana,

Kuliah

di

UniversitasWidyatama, membuka usaha Lasagna di Padasuka Cimahi.


3.5 Kesimpulan Analisis Aspek Hukum
No Aspek Penilaian

Evaluasi

Keterangan
7

1 2 3 4

Kesesuaian bisnis dengan hukum yang berlaku


kemampuan untuk memenuhi persyaratn mendirikan badan
usaha (perseorangan, firma, CV, PT, Yayasan, Koperasi)
kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
prinsip
kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
lokasi
Kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
mendirikan bangunan (IMB)
Kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
gangguan (HO)
kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
usaha perdagangan
kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin
usaha industri (IUI)
Tabel 3.10 Kesimpulan Aspek Hukum

2
3
4
5
6
7
8

Keterangan :
1
2
3
4
5

= Sangat Jelek
= Jelek
= Cukup
= Baik
= Sangat Baik
Kesimpulan dalam analisis aspek hukum yaitu bahwa setiap kita akan

memulai usaha, maka kita juga harus mempersiapkan analisis hukum yang berlaku
agar aktifitas berjualan berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.

IV Aspek Lingkungan
4.1 Analisis Lingkungan Operasional
4.1.1 Lingkungan Pesaing
Lasagna yaitu makanan yang berbahan dasar daging cincang yang diberi atau
dilapisi oleh kulit pastry. Dengan begitu berarti pesaing yang dimiliki bisnis tersebut
yaitu penjual yang menjual makanan dengan olahan daging..
4.1.2 Lingkungan Pelanggan
Dengan kita menjual produk tentunya kita akan fokus pada pelanggan
tertentu yang kiranya akan tertarik dengan produk kita,
Faktor Geografi
1. Wilayah yang kami jadikan target yaitu wilayah sekitar Cimahi,
Bandung dan juga di sekitar wilayah kampus Universitas Widyatama,
alasan saya memilih wilayah tersebut karena untuk daerah Cimahi
lokasinya dekat dengan rumah produksi Lasagna itu sendiri, Lalu alasan saya memilih Bandung karena salah satu pemilik usaha ini ada yang
bekerja di daerah Bandung, dan alasan memilih Kampus Universitas
Widyatama, karena saya sendiri sedang menjadi mahasiswi di
Univeritas Widyatama sehingga saya juga bisa mencoba mengambil
peruntungan dalam berbisnis pada saat saya kuliah.
2. Saya melihat banyaknya peluang bisnis pada penjualan lasagna ini,
sehingga saya memanfaatkan peluang ini.
Faktor Demografis
Berdasarkan demografi, secara pasar saya bertuju pada kalangan
mahasiswa, dosen dan lingkungan sekitar kampus Universitas Widyatama
dan di perkantoran seperti BPJS dan juga BJB.

4.1.3

Lingkungan Pemasok

Pemasok adalah perusahaan yang meyediakan bahan baku, tenaga


kerja, keuangan, dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Pemilihan
pemasok yang tepat akan dapat meningkatkan keunggulan bersaing dan,
sebaliknya,

kesalahan dalam memilih pemasok akan berakibat pada

terganggunya proses produksi dan menimbulkan harga jual yang mahal


4.1.4

Lingkungan Pegawai

Pegawai merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah


organisasi dan harus mendapat perhatian yang lebih dibandingkan dengan
sumber daya lainnya.Hal ini disebabkan pegawai adalah

pelaku yang

menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu usaha Lasagna


House dalam memilih calon pegawai, yang tepat waktu lalu cepat dalam
bekerja dan penyabar dalam melayani pelanggan.
4.2 Analisis Lingkungan Jauh
Analisis lingkungan jauh digunakan perusahaan untuk menyerang
maupun bertahan terhadap faktor-faktor lingkungan jauh tersebut dengan
merumuskan strategi yang memanfaatkan peluang atau meminimalkan ancaman.
4.3 Kesimpulan Analisis Aspek lingkungan
Evaluasi
1
2

No.

Aspek Penilaian

1.

Kondisi

2.
3.
4.
5.
6.

antarperusahaan
Kondisi Lingkungan Pemasok
Kondisi Lingkungan Pelanggan
Kondisi Lingkungan Pegawai
Kondisi Lingkungan Ekonomi
Kondisi Lingkungan Sosial dan

7.

persaingan

Budaya
Kondisi Lingkungan Global
Tabel 4.1 Kesimpilan analisis Aspek Lingkungan

Keterangan

Keterangan :

10

1= sangat jelek
2= Jelek
3= Cukup
4= baik
5= sangat baik

11

V Aspek Pasar dan Pemasaran


5.1 Analisis Potensi Pasar
1. Produk ( Product )
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk
dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety,
quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and
returns.
Produk Lasagna yang di produksi merupakan produk berbahan baku daging
cincang yang dilapisi oleh kulit pastry dan diberikan parutan keju diatasnya dengan
cara pembuatan di panggang, produk yang dihasilkan tanpa menggunakan bahan
pengawet, sehingga kandungan gizi dalam daging tersebut tetap terjaga.
2. Price ( Harga )
Price (harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli
produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount,
allowance. payment period, credit terms, and retail price. Harga dari Lasagna ini ada
yang Rp. 25.000 dan ada juga yang Rp.50.000
3. Promotion ( Promosi )
Promosi adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan
memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain
sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
Lasagna ini dipromosikan dengan cara dari mulut ke mulut, pemanfaatan
Sosial media, dan terjun langsung ke lapangan untuk menawarkan langsung ke
konsumen
4. Place( Lokasi )
Lokasi adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasarsasaran. Tempat meliputi antara
lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport. Lokasi yang
akan saya pilih adalah di sekitar wilayah kampus dan menjadikan mahasiswa sebagai
sasaran utama dikarenakan adanya sifat konsumtif mahasiswa terhadap jajanan ringan

12

yang mengenyangkan, terlebih Lasagna yang saya produksi mempunyai nilai gizi
yang tinggi.
5.2 Analisis Market Share
Market-Share (absolute
-

maupun

relatif)

yang

merupakan

indikator

perusahaan yang mampu menjelaskan tentang :


Kemampuan perusahaan menguasai pasar.
Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang sebagai salah satu indikator

keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mempertahankan atau


meningkatkan tingkat market share. Sehingga pencapaian tujuan berarti juga
dianggap sebagai keberhasilan perusahaan.
- Kedudukan (posisi) perusahaan di pasar persaingan.
Berdasaar tingkat market share, kedudukan masing-masing perusahaan dapat
dilakukan urutan atau rangkingnya dalam pasar persaingan. Secara berturut-turut
posisi perusahaan
5.3 Analisis Strategi Pemasaran untuk Mencapai Market Share
Segmentasi, Targeting, Positioning
5.3.1 Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Segmen pasar atau market segments adalah kelompok orang atau kelompok
organisasi yang memiliki kesamaan karakteristik sehingga mereka juga memiliki
kebutuhan produk dan jasa yang sama. Segmen pasar yang ideal harus memenuhi
semua kriteria. Suatu segmen harus dapat dibedakan dari segmen-segmen lainnya.
Lasagna mempunyai skala pemasaran daerah Universitas Widyatama,dan
nantinya akan diperluas sampai ke seluruh daerah Di Bandung dan juga Cimahi.
5.3.2 Pasar Sasaran (Market Targeting)
Setelah perusahaan memilih segmen pasar yang akan dimasuki, strategi
selanjutnya adalah menentukan target pasar atau pasar sasaran. Definisi umum dari
targeting adalah proses memilih target market yang tepat bagi produk dan jasa
perusahaan.
Menu Lasagna ini ditujukan untuk mahasiswa, dosen, dan warga disekitar
Universitas Widyatama.
5.3.3 Positioning
Positioning adalah unsur ketiga dari strategi STP (Segmentation, Targeting,
dan Positioning), di mana pemasar mencoba memutuskan posisi produk di pasar yang

13

hendak disasar. Pemasar menjelaskan pada konsumen dan mencoba menancapkannya


di benak mereka tentang keunggulan produk dan bagaimana keunikannya
dibandingkan produk pesaing. Cara produk, merk, atau organisasi perusahaan
dipersepsikan secara relative dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat
ini maupun calon pelanggan.
Lasagna merupakan makanan sehat dan terjangkau di berbagai kalangan
karena disajikan dengan kemasan khusus dan tanpa menggunakan bahan pengawet
yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh.
5.4 Analisis Persaingan
1

2
3

Strength (Kekuatan)
5. Lasagna adalah makanan yang bergizi, karena terbuat dari Daging.
6. Dibandingkan dengan produk lainnya, Lasagna memiliki inovasi dari
segi rasa yang lebih bervariasi.
7. Harga Lasagna cukup terjangkau bagi target pasarnya.
Weakness (Kekurangan)
Lasagna tidak memiliki daya tahan yang lama.
Opportunity (Kesempatan)
Kompetitor produk Lasagna disekitar wilayah pemasaran masih
sedikit.

6.1.4. Threat (Ancaman)


Munculnya pesaing baru dengan produk sejenis di wilayah pemasaran
Lasagna.
Menurunnya daya beli target pasar.
5.5 Kesimpulan Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran
Evaluasi
1
2

No.

Aspek Penilaian

1.

Kemampuan

volume

2.

penjualan yang menguntungkan


Kemampuan menghasilkan produk

3.

yang lebih baik dibanding pesaing


Kemampuan menentukan harga

mancapai

yang lebih baik dibanding pesaing

Keterangan

14

4.

Kemampuan
produk

5.

yang

mendistribusikan
lebih

efisien

dibandingkan pesaing
Kemampuan
mempromosikan
produk

yang

lebih

efektif

dibandingkan pesaing
Tabel 5.1 Kesimpulan Analisis Aspak Pasar dan Pemasaran
1= sangat jelek, 2= jelek, 3= cukup, 4 = baik. 5 = sangat baik

15

VI Aspek Teknis dan Teknologi


6.1 Analisis Lokasi Bisnis
Lokasi bisnis Komplek Pemda Padasuka menjadikan lokasi bisnis tersebut
strategis. Dengan target pelanggan yang pastinya anak kuliahan, perkantoran,
dan masyarakat sekitar.

Cimahi
No.

Faktor Strategi

Bobot
Nilai

Lingkungan

Bobot
Skor

Bandung
Niai

Bobot
Skor

Widyatama
Niai

Bobot
Skor

0,20

0,80

0,80

0,80

0,20
0,10
0,06
0,10
0,04
0,05
0,20

5
4
3
4
3
3
4

1,00
0,40
0,18
0,40
0,12
0,15
0,80

3
3
3
3
3
2
3

0,60
0,30
0,18
0,30
0,12
0,10
0,60

4
3
3
3
3
2
3

0,80
0,30
0,18
0,30
0,12
0,10
0,60

0,05
pengembangan
Jumlah
1
Tabel 6.1
Penilaian Pemilihan Lokasi Toko

0,10

0,05

0,05

2
3
4
5
6
7
8
9

Masyarakat
Bahan
Tenaga Kerja
Pengangkutan
Keamanan
Pembangkiit Tenaga
Ketersediaan Air
Pasar
Rencana

3,95

3,05

3,25

6.2 Analisis Luas Produksi


Produk yang kami pasarkan tidak hanya kami jual di sekitar Cimahi saja,
tetapi kami juga akan memasarkan di sekitar kampus Widyatama dan

16

mempromosikannya melalui media sosial yang ada, sehingga kami akan


mendapat banyak pelanggan.
6.3 Analisis Layout Pabrik
Jalan Raya Cimahi

Bandung
PLN KotaCimahi

SDN Padasuka
Masjid

Lokasi
Lokasi
Usaha
Usaha

Lokasi
Usaha
Tempat Packing dan Pemasangan
Label

Tempat
Memanggang
Gambar 3 Layout Pabrik dan Toko

6.4 Kesimpulan Analisis Aspek Teknis dan Teknologi


No.

Aspek Penilaian

1.
2.
3.
4.
5.

Kondisi rencana lokasi bisnis


Ketersediaan mesin
Ketersediaan peralatan
Ketersediaan teknologi
Kemampuan memproduksi produk

6.

pada skala produksi yang optimal


Kemampuan menyusun layout
pabrik dan kantor yang optimal

Evaluasi
1
2

Keterangan

17

Tabel 6.2 Kesimpulan Analisis Aspek Teknis dan Teknologi


1= sangat jelek
2= jelek
3= cukup
4= baik
5= sangat baik

18

VII Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia


7.1

Analisis Penjadwalan Proyek


Kami menggunakan bagan GANTT untuk menganalisis berapa lama kami

dapat menyelesaikan proyek ini, berikut adalah Bagan GANTT untuk usaha kami:
No

Bulan
II
III

Kegiatan

I
IV
1 Pengurusan Perizinan
2 Promosi
3 Percobaan
4 Pembukaan Usaha
Proyek pembukaan usaha ini dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3
bulan.
7.2 Analisis Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja
Kami memenuhi tenaga kerja dengan cara mendapat rekomendasi dari karyawan
atau pendiri yang sudah bekerja dalam perusahaan kami ini, karena SDM merupakan
kunci inti dari keberlangsungan suatu kegiatan ataupun usaha. Tanpa adanya SDM
maka suatu kegiatan ataupun usaha pastilah tidak akan mungkin ada, karena SDM
dapat berfungsi sebagai perencana, pelaku, pengawas usaha dsb. Untuk itu saya
melakukan perencanaan SDM guna menjalankan usahanya yang terdiri dari seorang
direktur atau pemimpin dan empat orang manager yang terdiri atas Manager
Produksi, SDM, Keuangan dan Pemasaran.SDM yang ada diharapkan merupakan
tenaga kerja yang memiliki semangat serta motivasi dalam bekerja untuk
mengembangkan dan menjadikan usaha ini dapat berdaya saing tinggi. Untuk itu
uraian mengenai tenaga kerja yang dibutuhkan adalah seperti di bawah ini :
Jabatan
Usia
Jenis
Keterampilan Khusus
Direktur

Minimal 19 tahun

Kelamin
Pria/

Bertanggung

Wanita

memiliki jiwa kepemimpinan

jawab

dan

yang baik dan pengambil


Manager
produksi

Minimal 19 tahun

Pria/

keputusan yang tepat


Mengetahui dengan

Wanita

proses produksi yang dalam

pasti

hal ini adalah proses produksi

19

Lasagna
Manager

Minimal 19 tahun

SDM
Manager

Minimal 19 tahun

Keuangan

dan

bertanggung

Pria/

jawab atas tugasnya.


Komunikatif serta memiliki

Wanita

kemampuan dalam mengelola

Pria/

masalah mengenai SDM


Mampu
melakukan

Wanita

pencatatan keuangan dengan

Pria/

baik dan bertanggung jawab


Komunikatif, serta memiliki

Manager

Minimal 20 tahun

Pemasaran

Wanita
motivasi kerja yang tinggi
Tabel 7.1 Kebutuhan Tenaga Kerja

7.3 Analisis Rencana Struktur Organisasi (Gambar 7)

DIREKTUR

MANAGER

MANAGER

MANAGER

MANAGER

PRODUKSI

SDM

KEUANGA

PEMASARA

N
Keterangan mengenai tugas :
Direktur
: mampu mengatur atau memimpin dan mengawasi serta
menjadi contoh bagi tenaga kerjanya.

Manager Produksi
: melakukan kegiatan produksi Lasagna
Manager SDM : mengurusi masalah ketenaga kerjaan dalam usaha ini.
Manager Keuangan : bertugas mencatat baik pendapatan maupun

pengeluaran serta kegiatan ekonomi lainnya.


Manager Pemasaran : bertugas mengurus pemasaran dan memilih strategi
pemasaran yang tepat untuk memperkenalkan produk Lasagna dan proses

20

pengembangan usahanya serta hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran


lainnya.
7.4 Kesimpulan Analisis Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia
No

Aspek Penilaian

Kemampuan
menyelesaikan
pembangunan bisnis sesuai dengan
yang direncanakan

2
3

Evaluasi
1

Keterangan

Ketersediaan tenaga kerja untuk


menjalankan bisnis

Kemampuan merekrut tenaga kerja


sesuai dengan spesifikasi jabatan yang
ada

Tabel 7.2 Kesimpulan Analisis Aspek Manajemen dan SDM

Keterangan :
1 = Sangat jelek , 2 = jelek , 3 = Cukup , 4 = Baik , 5 = Sangat baik

21