Anda di halaman 1dari 30

INDEPENDENT

SAMPLE T-TEST
Pertemuan ke-15

TUJUAN
TIU : Mahasiswa mampu mengetahui
konsep uji beda
TIK : Mahasiswa mampu memahami
konsep dan mampu mempraktekkan
konsep uji beda

Kesalahan Sampel
Pengambilan mean dilakukan dengan dua
alasan : mean adalah statistik yang paling
banyak digunakan dan mean paling sering
dijumpai.
Mean yang kita peroleh dari sampel
pertama tidak sama dengan mean dari
sampel kedua.
Kemungkinan sama akan sangat jarang
terjadi.
3

Kesalahan Sampel
Mengapa mean dari suatu sampel tidak akan
sama dengan mean dari sampel yang lain?
Karena betapapun sempurnanya randomisasi
yang dilaksanakan, sampel kita tidak akan
menjadi cermin yang sempurna atau tidak akan
menjadi replika daripada populasi.
Kenyataan ini disebut dengan kesalahan
sampling atau sampling eror
Artinya ada kesalahan yang kita alami dalam
penyusunan sampel sehingga sampel kita tidak
sepenuhnya mewakili populasi.
4

Kesalahan Sampel
Mean yang kita peroleh dari suatu sampel
tidak akan sama dengan mean dari suatu
populasi.
Mean statistik dapat diharapkan tidak akan
sama dengan mean parametrik disebabkan
kesalahan sampling, besar ataupun kecil.
Besar kecilnya perbedaan antara mean
statistik dan mean parametrik akan tergantung
pada besar kecilnya kesalahan yang dialami
dalam pengambilan sampel.
5

Kesalahan Sampel
Jika menghitung mean dari sekian banyak sampel
yang kita ambil dari suatu populasi misal 500 sampel
dari suatu populasi yang tidak terhingga luasnya,
maka mean-mean dari sampel-sampel itu akan
berbeda satu sama lain.
Dari 500 sampel akan diperoleh 500 mean. Dari 500
mean ini dapat kita buat suatu distribusi.
Distribusi dari berbagai sampel ini disebut dengan
distribusi sampling dari mean atau sampling
distribution of the mean.
Hasilnya akan membentuk kurve normal.
Dari distribusi tersebut kita ukur variabilitasnya,
perbedaan hanyalah distribusi dari mean. Salah satu
alat pengukurnya adalah standar deviasi.
6

Kesalahan Sampel
Estimasi yang didasarkan pada satu
sampel yaitu sampel yang kita selidiki
disebut dengan standar kesalahan
mean (standard error of the mean)
standar kesalahan mean (standard
error of the mean) adalah suatu
distribusi mean-mean yang diperoleh
dari sampel-sampel yang diambil
secara random terus menerus dari
populasinya dengan simbol SDM
7

Standard Kesalahan Mean


Rumus :
SD
SDM

N-1
SDM
SD
N

: Standar kesalahan mean


: Standar Deviasai dari sampel yang diteliti
: Jumlah subyek dalam sampel yang diteliti

STANDARD KESALAHAN
PERBEDAAN MEAN
Bagaimana halnya jika kita menghadapi dua sampel,
dua distribusi.
Adanya perbedaan mean kecerdasan putera dan
mean kecerdasan puteri, jangan cepat ambil
kesimpulan bahwa ada perbedaan riil antara
keduanya.
Apakah kalau penelitian semacam itu dilakukan terus
menerus terhadap pasangan sampel lain juga akan
menjumpai hasil yang sama?
Apakah perbedaan yang dijumpai dalam dua sampel
itu bukan hanya perbedaan yang disebabkan oleh
hal-hal yang kebetulan, yaitu kesalahan sampling?
Suatu perbedaan disebut dengan perbedaan yang
signifikan (berarti) kalau perbedaan itu bukan hanya
disebabkan oleh kesalahan sampling.
9

Kita tidak mungkin melakukan penelitian pasanganpasangan sampel sebanyak-banyaknya karena sama
halnya dengan mengukur populasi.
Perlu ditekankan bahwa dua sampel yang kita teliti
kita mengharapkan memperoleh mean yang
berbeda.
Bila dua mean yang kita teliti itu identik, maka kita
tidak usah mempersoalkan lagi bahwa kedua sampel
itu tidak mempunyai perbedaan dalam variabel yang
diselidiki.
Namun memperoleh mean yang identik sangat
jarang terjadi, sehingga kita benar-benar memerlukan
alat untuk menyelidiki apakah perbedaan itu hanya
disebabkan oleh kesalahan sampling atau tidak.
10

Statistik ini disebut dengan Standar Kesalahan


Perbedaan, yaitu SD dari perbedaan-perbedaan.
Standar kesalahan mean dengan simbol SD (M1-M2)
atau SDbM
Dengan standar kesalahan perbedaan sebagai alat
untuk mengadakan estimasi tentang SD dari
sejumlah besar perbedaan-perbedaan mean dari
pasangan-pasangan sampel tersebut, maka kita
dapat melakukan pengetesan apakah perbedaan
mean dari dua sampel yang kita teliti merupakan
perbedaan yang signifikan ataukah hanya karena
kesalahan sampling.
11

RUMUS
SDbM = SD 2 M1 + SD 2 M2
SD 2 M1 = Kuadrat standar kesalahan mean dari sampel 1.
disebut juga dengan varians mean dari sampel 1

SD 2 M2 = Kuadrat standar kesalahan mean dari sampel 2.


disebut juga dengan varians mean dari sampel 2

SDbM

= Standar Kesalahan Perbedaan Mean.

Rumus Standar kesalahan mean :


SD2

SD
Jika dikuadratkan

SDM =
N-1

2
SD M =
N-1
12

t-score
t-score tidak lain adalah z-score.
Mx My
t=
SDbM

Mx

: mean dari sampel X

My

: mean dari sampel Y

SDbM : standar kesalahan


perbedaan mean

13

CONTOH SOAL
Hipotesis nul : Tidak ada perbedaan
kecerdasan antara mahasiswa putera
dan puteri

14

Contoh
INTERVAL

PUTERA

PUTERI

fX

fX2

fY

fY2

50 54

52

52

52

2704

45 49

47

235

11045

47

47

2209

40 44

42

2945

12345

42

378

15876

35 39

37

11

407

15059

37

185

6845

30 34

32

127

4096

32

224

7168

25 29

27

13

351

9477

27

12

324

8745

20 24

22

13

286

6292

22

154

3388

15 19

17

12

204

3468

17

16

272

4624

10 14

12

16

192

2304

12

20

240

2880

59

21

147

81

2097

64089

81

1897

54589

Total

15

Mx My
t=

25,89 23,42
t=

SDbM

1,75499
t = 1,407

Dengan deviasi sebesar 1,407 akan mencakup kira-kira 42% dari


separoh kurve atau seluruhnya berjumlah 2 x 42% = 84%.
Perbedaan mean sebesar 2,47 diharapkan dapat terjadi kira-kira 84%
dari semua kemungkinan jika seluruh populasi diselidiki.
Jika kita gunakan taraf kepercayaan 95% (taraf signifikansi 5%) maka
hipotesisi null kita tidak dapat ditolak, bahwa tidak ada perbedaan
16
kecerdasan antara mahasiswa putera dan puteri.

Perbedaan Antar Mean dan


Sampel-sampel Kecil
t-score adalah z-score dari perbedaan mean.
Bila t-score dengan sampel kecil maka tabel
yang digunakan bukan tabel kurve normal
melainkan dengan menggunakan tabel tscore
Terdapat kolom d.b. yang artinya derajat
kebebasan (degree of freedom)
Pengetesan d.b dengan dasar N yang diambil
dari dalam sampel dan diperoleh dengan
rumus :
D.b. = Nx -1 + Ny 1 atau Nx + Ny 2
17

Jika t hitung > t tabel maka hipotesis


diterima artinya ada perbedaan
Jika t hitung < t tabel maka hipotesis
ditolah artinya tidak ada perbedaan

18

19

SOAL
Ho : Tidak ada perbedaan empati antara
perempuan dan laki-laki
Ha : Ada perbedaan empati antara
perempuan dan laki-laki

20

DATA SKOR EMPATI


Perempuan
X1
10
7
6
5
8
6

Laki-laki

X12

X-M

100

49
36

-1

25

-2

64

36

-1

X2
4
6
4
5
7
4

X2 2

X-M

16

-1

36

16

1
-1

25

1
0

49

16

-1

1
21

Langkah-langkah
1.
2.
3.
4.

Hitunglah X2
Hitunglah Mean masing-masing
Hitunglah SD masing-masing
Hitunglah SD 2 M

5. Hitunglah SD bM
6. Hitunglah t-scorenya
7. Bandingkan t hitung dengan t tabelnya
22

Langkah-langkah

X1 = 42
MX1= 7
SDX1 = 1,6329
2
SD M1 = 0,5332

X2 = 30
MX2= 5
SDX2 = 1,1547
2
SD M2 = 0,2667

SDbM = 0,8943
t-score = 2,236386
db = 6 + 6 -2 = 10
Lihat tabel
23

24

Langkah-langkah

t tabel 5% = 2,228
t tabel 1% = 3,169
t hitung > t tabel 5 %
Ho = ditolak
Ha = diterima
Jadi ada perbedaan empati yang signifikan
antara perempuan dan laki-laki
25

Independent sample t-test

Digunakan untuk membandingkan


dua kelompok mean dari dua sampel
yang berbeda (independent)
Prinsipnya ingin mengetahui apakah
ada perbedaan mean antara dua
populasi, dengan membandingkan
dua mean sample-nya
26

Independent sample t-test

Sampel independen adalah sampel


yang didapatkan dari data yang berasal
dari subjek yang berbeda
Misal perbandingan antara laki-laki dan
perempuan, desa dan kota,

27

Independent sample t-test


Misal : perbedaan stress antara desa
dan kota
Kota
Terlihat disini bahwa
stress dibandingkan
antara desa dan kota
(Subjek yang berbeda)

Stress

Desa

28

Contoh kasus

Produsen obat diet ingin mengetahui efektivitas


pengaruh obatnya terhadap penurunan berat
badan
Maka diambil sampel sebanyak 20 orang dengan
berat badan 80 kg
20 orang tersebut dibagi dalam dua kelompok
secara random dan mendapat perlakuan yang
sama kecuali satu kelompok diberi obat diet dan
kelompok satunya tidak
Setelah satu bulan, berat badan sampel ditimbang
29

Contoh Kasus
Tanpa Obat

Dengan Obat

81

76

78

78

86

79

79

69

82

82

88

77

92

79

84

78

81

73

77

80

828

771

30