Anda di halaman 1dari 49

METABOLISME

VITAMIN
DISUSUN OLEH

Dr. WIDODO S., Mkes


LAB. BIOKIMIA BIOMOLEKULER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FUNK (1911) : Vital = Hidup


Amine = Senyawa Amino

VITAMIN
Senyawa Organik bukan KH, Lemak,
Protein, yang mempunyai peranan vital untuk
berjalannya fungsi tubuh yang normal,
meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil

Klasifikasi
I.
Larut Lemak : A, D, E, K
II.
Larut Air
: B, C
Kebutuhan Vitamin
:
- Terpenuhi Produk
- Mikro Bakteri Usus
>> Manusia : Biotin dan Vit. K
>> Tikus
: B1, B2, B6, B12, Nikotinamid, Biotin & Vit. K
Penyimpanan
- Larut Lemak : - Vit. A Hepar
- D, E, K Jaringan Lemak
- Larut Air
: - B12 Hepar

VITAMIN LARUT LEMAK


VITAMIN A, D, E, K
- Dalam G.I diperlukan sama seperti lemak makanan,
maka diperlukan absorpsi lemak yang normal.
Sehingga : Steaturthea & Gangguan sistem empedu
mengganggu absorpsi Vitamin larut Lemak
- Setelah diabsorpsi vitamin ini dibawa ke Hepar dalam
bentuk Khilomikron dan disimpan di Hepar, atau dalam
jaringan lemak
- Dalam darah diangkut oleh Lipoprotein atau protein
pengikat spesifik ( Specific Binding Protein )

Ekskresi
:
Karena tak larut Air
Keracunan :
Vitamin A & D

Melalui Empedu, Feses

1.
VITAMIN A = RETINOL
- Poli Isoprenoid Cincin Sikloheksinil
- 3 Senyawa yang punya aktifitas Biologik
- Retinol : Vit. A2
- Asam Retinoat
- Retinal : Vit. A1
Metabolisme : Didalam Lumen Usus

Diet Hewan
Retinol Ester Dihidrolisa Esterase Pankreas
Diabsorpsi dalam bentuk Retinol Butuh garam Empedu
Diet Nabati
KAROTEN
-Karoten
Dioksigenase
O2
Empedu

2 Mol. Retinaldehid Vit.A1


Retinaldehid
reduktase

NADPH + H+
NADP+

Retinol (VIT A2)

Asam Retinoat

Diet Nabati
( KAROTEN )
MUK.USUS

Garam
Empedu

Retinol

HEPAR

Retinol
Plasma Karier
protein

Diet Hewani
( All Trans Retinol )

Protein jaringan

Di Hepar :
Vitamin A disimpan dalam sel Liposit ( 90% )
dalam bentuk Lipoglikoprotein = Enzim Retinil
Ester Hidrolase.
-Bila dibutuhkan, PPR = Protein Pengikat
Retinol ( Disintesa Hepar ) Disekresikan dalam
Plasma
Liposit
memacu Retinil Ester Hidrolase
Retinol dilepas + PPR Jaringan
Terikat PPRS.

( Seluler )

Dalam sel terdapat :


Hepar, Ginjal,

( PPARS tidak terdapat pada sel


Paru, Limpa, Otot )

PPARS
Asam Retinoat

Pada Janin
Sel kanker

Retina : PPRALS ( Protein Pengikat Retinal


seluler)

SUMBER
1.
Vit. A : - Vit. A1 = Retinal
Terutam hati ikan laut
- Vit. A2 = Retinol = 3 Dehidro Ret
Terutama hati ikan tawar

2.

Provit. A : - . Karoten
- Pada pigmen tanaman hijau dan
buah warna kuning

Fungsi Vitamin A
1.
Penglihatan :
Energi Cahaya ( merubah ) Impuls
saraf
2.
Metabolisme umum:
- Membantu proses hidroksilasi pregnenolon
progesteron
Memacu sintesis Kortikosteroid

Memacu Mevanolat
Squalen
Kolesterol
Membantu Deferensiasi sel mukosa
Sebagai Pengemban ( Carrier ) pada sintesis Glikoprotein
membran
3. Proses Reproduksi
Defisiensi vit. A - Mandul pada laki-laki dan wanita
- Ootid dan spermatid tidak
berkembang
Ad.1 Fungsi dalam Penglihatan :
Pada retina terdapat :
- Sel Batang = Sel Rod
- Sel Kerucut = Sel Cone
Fotoreseptor pada Rod
Rodopsin
Pada Cone
Iodopsin

All Trans Retinal

ISOMERASE

11 Sis Retinal

Opsin
Cahaya
( Foton )

Rodopsin

Pada waktu ada cahaya Rodopsin Berdisosiasi jadi


Opsin + All Trans Retinal dan kanal ion Na + (dalam
membran sel Rod) tertutup sehingga Na + diluar sel
tidak masuk kedalam sel
Diluar membran sell Na + dan lebih (+)
Hiperpolarisasi.
- Hiperpolarisasi synaptic body Pelepasan
Neurotransmiter terhambat Impuls Listrik disel Bipolar
jadi impuls saraf saraf penglihatan (N.Optikus)
Otak
-

Difensiasi Vit. A :
Gangguan Penglihatan
Buta Senja = Nyetalopia = Night Blinders
Keratinisasi = Sel Epitel Kering
Mengeras Bersisik Mengelupas

Terjadi : - Mata Seroptalmia Buta


- Paru Paru
- Traktus G.I
- Genitourinarius Kemandulan
Cacat Lahir
- Hambatan Hematopoetik
* Retinoid & Karotenoid = Anti Kanker Mengurangi Efek
zat Karsinogenik
- Karoten = Anti Oksidan

HiperVit. A
Terutama Pada Anak :
- Hilangnya Nafsu Makan
- Mual, BB , Pusing
- Luka disudut mulut
- Bibir Pecah
- Rambut Rontok
- Nyeri Tulang
Kebutuhan
- Pria
: 5000 I.U / Hari
- Wanita : 4000 I.U / Hari
- Hamil
: 6000 I.U / Hari
- Laktasi : 8000 I.U / Hari
- Anak
: 1400 3500 I.U / Hari

2. VITAMIN D
( Anti Rakhitis = Kolikalsiferol Sintetik ) .
Ada 2 jenis :
D2 ( Sintetik )
D3 ( Alami )

Struktur Kimia Berbeda


Fungsi Identik

Sumber Vitamin
1.

2.

Tumbuhan ( Ergot & Ragi )


Ergosterol
Ergokalsiferol
Sintesa Tubuh :
Kolesterol
Dengan bantuan sinar Ultra violet

KULIT
Kolesterol Sintesa semua jaringan
- LDL
7-Dehidro Kolesterol
UV (Fotolisis)
Darah

Hepar
Kolekasiferol

Kolekalsiferol
NADPH
Ginjal
Ca++
Usus,tulang,dll

PTH

O2
Hidroksilase

25-OH-Kolekasiferol
Mono Hidroksilase
1,25-(OH)2 Kolekals.
(Vit. D3 aktif)

24 hidroksilase
24,25-(OH)2-Kole
kalsiferol

Fungsi Vitamin D
Vitamin D bersama PTH ( H.Paratiroid ) &
Kalsitonin mengatur kadar Ca ++ darah
Menaikkan Protein pengemban Ca
Absorpsi
Ca & PO 4 = Ca++ darah
Mineralisasi Tulang

Mekanisme kerja Vitamin D3 Aktif


Mekanisme Kerja : ?
Hipotesa : - Reseptor spesifik sel
- Reseptor ini mengikat vitamin D3 Masuk Nukleus
DNA Me sintesa CaBP CaBP Absorpsi
Ca++ Usus Ca++ Darah.
( CaPB = Calsium Binding Protein )
Defisiensi Vit. D
Mineralisasi Tulang Riketsia
- Primer = jarang
Bisa terjadi bila dalam diet kurang Ca dan kurang
sinar, Wanita hamil pada iklim dingin

- Sekunder :
Karena : - Gangguan absorpsi lemak
- Kegagalan fungsi ginjal
- Hipoparatiroid
- Pemakaian obat anti konvulsi yang lama.
Hipervitamin D :
Pemberian Vitamin D >> :
- Bayi : - Hiperkalsimea Kalsifikasi paru dan ginjal
- Dewasa : - Kerapuhan tulang
- Batu Ginjal
Kebutuhan
Anak : 400 800 I.U / Hari

3. VITAMIN E ( TOKOFEROL )
Tocos : Kelahiran Anak
Ferein : Melahirkan
Ada 6 macam :
Alfa, Beta, Gama, Delta, Eta, Zeta
Alfa
Aktifitas terbesar ( 80% )
Struktur :
Perbedaan struktur vitaminE terletak pada ikatan
samping yang menempel pada inti.
Sumber :
Minyak tumbuhan : Jagung, Bunga matahari, Gandum
Susu, Telur, Daging
Sayuran hijau

Fungsi Vitamin E
- Anti Oksidan
- Sbg. Kofaktor enzim dalam tranfer elektron
- Pertahankan Integritas otot, jar. Hati dan Eritrosit
Mekanisme Kerja Vit. E sbg Anti Oksidan
Melindungi senyawa yang mudah teroksidasi :
- Ikatan rangkap UFA
- DNA, RNA
- Ikatan/Gugus Protein
- Oksidasi O2
- Pembentukan Radikal Bebas ( Hasil Proses
Peroksidasi )
Dipengaruhi oleh :Fe, Cu, Mg, Hb, Sinar X, UV

Radikal Bebas
Reaksi cepat & Non Enzimatik :
- Tahap Inisiasi
- Tahap Propagasi
- Tahap Terminasi
Akibat Radikal Bebas & Peroksidasi
1.
O*H akan mengoksidasi senyawa-senyawa protein,
DNA, RNA, UFA
2.
ROO mudah berikatan dengan Protein, DNA, RNA,
UFA
3.
Hidroksi Peroksid sangat labil & mudah pecah
Aldehid, Dialdehid, Keton (Racun)
Vitamin E sebagai Reduktor menangkap Radikal Bebas
Scavenger

Scavenger :
1. Larut dalam air
- Vitamin C
- Enzim-2 Glutation Reduktase, Desmutase,
Peroksidase
- Asam Urat
2. Larut Lemak
- Vitamin E
- Karoten
Dfisiensi Vitamin E : - Jarang
Penyebab : Gangguan pencernaan lemak
Gejala : - Destruksi S.D.M Anemia
- Luka-2 kecil pada kulit

- Jumlah sel Platelet


- Spermatogenesis terhambat atrofi Testis
- Vaskulerisasiplacenta << Foetus tak tumbuh
Resorbsi Foetus
- Distrofisistem Muskuler Paralisis
- Kegagalan jantung Mati
- Kerusakan jaringan Otak
- Mudah terjadi pendarahan
Hipervitamin E :
Pada dosis sangat besar :
- Mata Kabur
- Pusing - pusing

Kebutuhan
- Dewasa : : 15 I.U / Hari
: 12 I.U / Hari
- Hamil & Laktasi : Meningkat
- Anak : 4 15 I.U / Hari

4. VITAMIN K ( KOAGULASI VITAMIN )


Ada 3 Macam :
1. Vitamin K1 = Filouinon = Pitonadion = Mepiton
Minyak tumbuh-tumbuhan & Daun ( warna
hijau )
2. Vitamin K2 = Menaquinon
Jaringan hewan dan disintesa bakteri usus
3. Vitamin K3 = Menadion
Diproduksi secara sintetik dan larut dalam air

Sumber Vitamin K
Disintesis Flora usus ( Vit. K2 )
Fungsi Vitamin K
1.Memelihara kadar normal pembekuan darah :
Faktor II, VII, IX dan X, yang disintesa di Hepar
2. Berperan pada sintesa faktor II ( Protrombin )
3. Sebagai komponen Koenzim dalam proses Fosforilasi
Defisiensi Vitamin K = Jarang
Terjadi karena :
1. Kegagalan Absorpsi karena < Garam empedu
2. Penyakit usus : Vit. K>> terbuang
3. Pemberian lama :
- Obat pembunuh bakteri usus
- Pemberian antagonis Vit. K : Heparin, Salisilat,
Warfarin ( Dekumarol )

Defisiensi Vitamin K :
1. Hipoprotombinemia
2. Perdarahan karena faktor pembekuan darah <
3. Pendarahan pada bayi :
> Ususnya Steril
> Tranport Transplacenta Sulit
Vit.K pada ibu sebelum partus.
Hipervit. K :
Dosis berlebihan menadion
Sumber Vit. K :

Tumbuhan hijau, Tomat

Keju, Kuning telur, Hati

Sintesa Bakteri Usus


Kebutuhan Vit. K belum dapat ditentukan.

VITAMIN LARUT AIR


A. Vitamin B Kompleks
1. Tiamin = Aneurin = faktor anti Beri-beri = Vitamin B1
2. Riboflavin = Vit. B2
3. Asam Pantotenat = Vit. B5
4. Niasin = Asam Nikotinat = P. P. Faktor = Vit. G = Vit. B3
5. Piridoksin = Vit. B6
6. Biotin = Vit. H = Vit. B7
7. Asam Folat = Asam Pteroil Glutamat = Vit. B9
8. Siano Kobalamin = Anti Anemia Pernisiosa = Vit. B12
B. Vitamin C = Asam Askorbat
Sebagian besar dari vit. B berfungsi Ko-Enzim oksidasireduksi kecuali :
- B6, B12, Folat

1. Vitamin B1
= Tiamin
= Aneurin
= Anti Beri- beri
Struktur : Gabungan dari Pirimidin & Tiazol yang
dirangkai- Jembatan Metilen

NH2
C

C
N

C CH2

N
C

C -(CH2-CH2
-OH)

C
CH3

2,5-Dimetil
Amino Pirimidin

CH3
4 Metil-5Hidrokseitil Tiazol

SUMBER
Tumbuhan biji-bijian
Kacang-kacangan
Daging, ikan ,susu

Fungsi
Tiamin Pirofosfat = TPP
-Koenzim : - Reaksi Oksidasi Piruvat- Asetil- KoA
- Reaksi Oksidasi Keto Glutarat
- Reaksi Trans ketolasi - HMP
Defisiensi
Beri beri
- Beri-beri jantung : Jantung membesar, Aritmia,
Hipertensi, Odema, Kegagalan jantung

2.Vitamin B2 =
Riboflavin

Sumber :
- Sayur, Buah
- Daging , susu
Absorpsi : Usus bagian atas
Fungsi :
- Riboflavin Aktif ( FMN & FAD )
- Koenzim dalam reaksi Oks- Reduksi
- Bagian dari Suksinat Dehidrogenase
Monoamin Oksidase
Gulonolaktonoksidase
Defisiensi B2 : Bersama Def. Vit. Bc

3. Niasin = Asam Nikotinat


= B3
Struktur :
- Turunan Pirimidin
- Bagian dari Alkoloid Nikotin-Tembakau
Sumber :
- Semua tanaman dan hewan
( Jagung- Sedikit Niasin )
- Sintesis dari Asam Amino Triptofan
Dibantu Piridoksal Fosfat ( B6 Aktif )
Absorpsi :
Mukosa Usus ( Lambung-Usus Bag. Atas )
Fungsi :
- Merupakan bagian dari koenzim NAD* &
NAPD*
Pengembangan
Elektron

4. Vitamin B6 =
Riboflavin

Struktur
- Bentuk : - Piridoksin, Piridoksal, Piridoksamin
Precursur Enzim Piridoksal P
Sumber
- Biji-bijian, padi-padian, Hati, Susu, Telur, Sayur
hijau
Absorpsi
- Piridoksal-P-Paling mudah
- Piridoksamin, Piridoksin
Mengalami Fosforilasi oleh oleh piridoksal kinase
Ester Fosfat
Yang berperan aktif : Piridoksal - P &
Piridoksamin P
Metabolit dalam plasma : Piridoksal P
Ekskresi
Urin : 4 Asam Piridoksat

Fung
si
1. Piridoksal P & Piridoksamin Berperan aktif
dalam metabolisme protein
- Transminasi & Dekarboksilasi Asam Amino
- Deaminasi : Memindahkan gugus amino dari
serin & Treonin
2. Piridoksal P diperlukan pada :
- Sintesa Niasin dari Triptofan
- Transport aktif absorpsi asam amino
- Sintesa Hb : Penggabungan As. Amino Ke
Heme
3. Piridoksin berperan pada reaksi trans
Sulfurisasi : Transfer sulfur dari Metoinin ke
Serin
Sistein

Defisiensi Vit. B6 :
Jarang
1. TBC dengan pemberian INH Lama
INH + Piridoksal
Piridoksal
Hidrason
Cepat dieskresi
Def. B6
2. Pelagra : Sintesa Niasin dari Triptofan
perlu B6

5. Vitamin B12 = Kobalamin


Struktur

- 4 Pirol membentuk cincin Corin Co berada


ditengah inti Terikat pada ke-4 cincin Corin
- Lengan ke-5 Co berikatan Ribonukleotida
dari
5,6 Dimetilbensimidazole yang juga berikatan
cincin Corin 1 Amino 2 proponal

Lengan ke-6 berikatan salah satu :


- CN Sianokobalamin ( Sintetik )
- OH Hidroksikobalamin
- CH3 Metilkobalamin ( Bentuk Transport )
- Deoksiadenosil Deoksiadenosil Koba Lamin
( Bentuk Simpanan )
Sumber dan Absorpsi
- Tanaman ( - )
- Diproduksi Mikro Org.- Flora Usus
Memenuhi kebutuhan
- Daging, susu
- Vitamin B12 makanan terikat Protein
Ikatan Peptida
- Sebelum diserap
Dilepas oleh enzim
Proteolitik

Fung
si

>> Pada Mikroorganisme Reaksi Enzimatik


- Glutamat Mutase
- Ribonukleotid Reduktase
- Etanolamin Diaminase
>> Pada Mamalia 2 Reaksi penting :
1. B12 Koenzim 5,Dioksi. Adenosil -Ko.
ATP, FAD & NADH
Koenzim ini untuk metabolisme metil
malonil
KoA
Suksinil SKoA
SAS
Porfirin
Reaksi ini : Untuk tes Defisiensi B12

Valin

Leusin
CH3-CH2-CO-SKoA
CH3-CH-CO-SKoA
COOH Metil-Malonil-KoA

B12 )

Mutase ( Butuh Koenzim

Metil-Malonat ( diekskresikan )
Pada Def. B12 )
CH2-CO-SKoA
Suksinil-

KoA
CH2-KoA
Suksinat ( SAS )

Porfirin

2. Reaksi Transferasi grup


Metil
- Reaksi pemicu proses transferasi metil
dari

THFA ke Homosistein Metionin


( Lihat Folat Sink )

Defisiensi Vit. B12


Jarang. Biasanya bersama Def. Folat

6. Asam Folat
( Pteroyglutamic Acid )

Anemia Perniciosa = Anemia Makrositer


Fatal
Anemia Megalo Blastik
Gejala
: - Lemah lesu, BB , Vomit, Diare,
Nyeri Ekstremitas, Lab.: S.D.M.
Suntikan Folat
Gejala Anemia ( - )
Tapi Gejala Neurologis ( + )
Hilang diberi B12
Struktur
- Cincin Hetero Bisiklik Pteridin
- PABA
- Asam Glutamat

Sumber &
Absorpsi

Ada beberapa type


Banyaknya Glutamat
Yang menempel : 1, 3, 5, 7.
Sebelum diserap Glutamat dilepas dulu :
Conjugase 1 & 2
1 Glutamat
Lumen Usus
Diet
Folat- Glu 3/5/7

Sel Mukosa

Plasma

Conyugase 2
Folat-Glu 1

Folat-Glu 1

Conyugase 1
N5M-THFA-Glu 4/5/6
Hepar

Sintesa & Fungsi


THFA

Sebelum berfungsi direduksi


- Folat reduktase
Dihidrofolat
- Dihidrofolatase
THFA
Bentuk aktif Folat
Peran Utama THFA
Pengemban Senyawa 1 C :
- Gugus Formil (-CHO )
Melekat pada
- Gugus Metil (-CH3)
N5/N10
- Gugus Formimino (CH=NH)
Jembatan antara
N5 & N10

- Gugus Metilen (=CH2)


- Gugus Metinil (>CH)

DNA/RNA
Purin
N10-Formil-THFA

FOLAT
Folat Reduktase
Dihidrofolat
Dihidrofolat Reduktase
THFA
Formimino-Glu
Glu

N5 N10-Metil-THFA

N5-Formimino-THFA

N5 N10-Metilen-THFA
Glisin

N5-Formil-THFA

Serin
N5-Metil-THFA

d-UMP
d-UMP

DNA

SENYAWA
TERMETILASI
Homosistein

CH3-Kobal

FH4
=THFA

Enzim
5-AD.Homosistein
Metil

CH3

CH3

CH3
Aktif
5-AD.Met
Metionin

Kobalenz

= Hipotesa Folat-B12 Sink

N5-Metil
FH4

7. Vitamin C = Asam
Askorbat
Struktur : Mirip K.H
Sintesis :
Melalui jalur asam uronat-Enzim lGlunolakton
Oksidase
Sumber
- Sayur & Buah-buahan, Hewan : Jalur As.
Uronat
Fungsi
- Pereduktor
- Membantu Absorpsi Fe
- Koenzim dari dopamin Mono-Oksigenase
( Tirosin Epineprin )
- Membantu sintesis Kolesterol & H. Steroid
- Anti Oksidan
- Hidroksilasi Prolin-Sintesa Kolagen

Defisiensi Vit. C = Scurvy


= Skorbut
> Gangguan Sintesis Kolagen
Perdarahan Subkutan
> Kelemahan Otot, Kegagalan Absorpsi Fe
Anemia
- Gusi Bengkak dan lunak
- Gigi tanggal. - Mata
: Xeroptalmia
- Ovarium : Follicular
Hiperkerotosis
Kebutuhan : 60 Mg/Hari