Anda di halaman 1dari 9

49

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat pra eksperimental dengan desain one
grup pra - post test desain dimana mengungkapkan hubungan sebab
akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek
diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi
setelah

dilakukan

intervensi.

Untuk

mengetahui

peningkatan

keseimbangan fisik kesehatan mental lanjut usia melalui senam lanjut usia
di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan
Medan Tahun 2014.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian


1. Lokasi penelitian
Lokasi yang dipilih menjadi tempat penelitian adalah UPT
Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan
Medan 2014 dengan pertimbangan :
a. Tersedianya jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian.
b. Lokasi penelitian dapat dijangkau, sehingga dapat memudahkan
peneliti untuk melakukan penelitian.

50

2. Waktu penelitian
Penelitian akan dilaksanakan bulan Agustus 2014, selama 2 minggu.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Nursalam (2013) populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang
mengikuti senam lanjut usia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan
Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan 2014. Berdasarkan survei yang
dilakukan peneliti, pada tanggal 25 April 2014 jumlah seluruh lanjut usia
sebanyak 180 orang lanjut usia. Bedtrest total sebanyak 53 orang, yang
tidak mengikuti senam 90 orang dan yang aktif 37 orang.
2. Sampel
Menurut Nursalam (2013), sampel adalah bagian dari keseluruhan
objek yang diteliti yang dianggap mewakili populasi. Sampel adalah
seluruh lanjut usia yang berada di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia
dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan.
a. Besar sampel
Besarnya sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Nursalam
(2013).

Keterangan : n = jumlah sampel

51

N = jumlah populasi
d = presisi yang ditetapkan (0,05%)

n = 33 orang
Jadi besarnya pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 33
orang.
b. Teknik pengambilan sampel
Menurut Nursalam (2013). Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini ditetapkan dengan teknik purposive sampling,

yaitu

suatu teknik penetapan sample dengan cara memilih sample


diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti, sehingga
sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah
dikenal sebelumnya. Cara ini didasarkan suatu pertimbangan
tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat
sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Dengan kreteria
sebagai berikut :
1. Kriteria inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian dapat
mewakili dalam sampel. Penelitian yang mewakili sampel sebagai
berikut :
a. Lanjut usia yang bersedia untuk di jadikan sampel penelitian
b. Lanjut usia yang mampu mengikuti senam lanjut usia.
c. Lanjut usia yang berumur 60 tahun keatas.

52

d. Lanjut usia yang aktif dan masih bisa berjalan tanpa alat bantu
2. Kriteria eksklusi adalah kriteria dimana subjek tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
penelitian :
a. Lanjut usia yang tidak mau mengikuti senam lanjut usia
b. Lanjut usia yang berumur < 60 tahun.
c. Lanjut usia yang menggunakan alat bantu

D. Metode Pengumpulan Data


Data ini mengunakan data primer yang diperoleh secara langsung
melalui observasi. Proses pengumpulan data dilakukan dalam beberapa
tahap, yaitu :
Data yang diperlukan dalam menyusun penelitian adalah data
primer dan Skunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung
langsung melalui observasi keseimbangan fisik dan kesehatan mental
pada lanjut usia yang mengikuti senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut
Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan

Medan pada saat penelitian

dilakukan. Data sekunder adalah data yang diperoleh. di UPT Pelayanan


Sosial Lanjut

Usia

dan

Anak

Balita

Wilayah Binjai

dan

Medan

mengenai data jumlah lanjut usia.


Data diambil sebelum dilakukan intervensi (senam) dengan
observasi. Pengumpulan data keseimbangan fisik mengunakan alat ukur
berg balance skala, sedang pengumpulan data

kesehatan mental

53

menggunakan alat ukur


Questionnaire,

(SPMSQ) Short Portable Mental Status

selanjutnya

dilakukan

intervensi

keseimbangan fisik dan kesehatan mental

(senam).

Senam

dilakukan 4 kali selama 2

minggu dimana dengan rentang waktu senam 15 - 45 menit. Senam


diperagakan oleh istruktur senam. Sesudah senam, dilakukan observasi
ulang untuk mengetahui apakah ada peningkatan. Dengan alat ukur yang
sama yaitu untuk keseimbangan fisik (berg balance skala) sedangkan
kesehatan mental menggunakan alat ukur (SPMSQ) Short Portable
Mental Status Questionnaire.

E. Definisi Operasional
Tabel 3.1 : Defenisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel

Defenisi
Operasional

Parameter

Alat Ukur

Variabel
Dependen
Kemampuan
a.Duduk ke berdiri Observasi
1.Keseimbangan lansia untuk
b.Berdiri
tidak
fisik
mempertahanka
didukung
n keseimbangan c. Duduk
dengan
fisik
punggung yang
tidak didukung
d.Berdiri
untuk
duduk
e.Transfer
f. Berdiri didukung
dengan
mata
tertutup.
g.Berdiri didukung
dengan
kaki
bersama-sama
2. Kesehatan
mental

Memanfaatkan a. Fungsi
segala potensi
intelektual utuh
dan bakat yang
ada semaksimal b. Kerusakan

Observasi

Skala

Hasil ukur

Ordinal a. Resiko jatuh


rendah (kode 1)
b. Resiko jatuh
menengah (Kode
2)
c. Resik jatuh tinggi
(kode 3)

Ordinal a. Fungsi
intelektual utuh
(kode 1)
b. Kerusakan

54

mungkin agar
terhindari dari
gejala ganguan
penyakit jiwa

Variabel
Independen
Senam Lansia

intelektual
Ringan
c. Kerusakan
intelektual
Sedang
d. Kerusakan
intelektual Berat

Olahraga ringan a.Senam


yang mudah
b. Tidak senam
dilakukan dan
tidak
memberatkan
yang diterapkan
pada lanjut usia

intelektual
ringan (kode 2)
c. Kerusakan
intelektual
sedang (kode 3)
d. Kerusakan
intelektual berat
(kode 4)

Observasi Nominal a. Aktif (kode 1)


dan Ceklis
b. Tidak aktif
(kode2)

F. Aspek Pengukuran
Aspek pengukuran peningkatan keseimbangan fisik kesehatan
mental lanjut usia melalui senam lanjut usia di UPT Pelayanan Sosial
Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014 adalah
sebagai berikut :
1. Keseimbangan fisik
a. Resiko jatuh rendah, jika skor 41-56 (kode 1)
b. Resiko jatuh menengah, jika skor 21-40 (Kode 2)
c. Resik jatuh tinggi, jika skor 0-20 (kode 3)
2. Kesehatan mental
a. Fungsi intelektual utuh, jika lanjut usia mengalami kesalahan 0 2
(kode 1)

55

b. Kerusakan intelektual ringan, jika lanjut usia mengalami kesalahan


3-4 (kode 2)
c. Kerusakan intelektual sedang,

jika lanjut usia mengalami

kesalahan 5-7(kode 3)
d. Kerusakan intelektual berat, jika lanjut usia mengalami kesalahan
8-10 (kode 4)
3. Senam lanjut usia
a. Aktif, jika klien aktif mengikuti senam lanjut usia mulai dari awal
gerakan sampai selesai yang dipimpin oleh instruktur.

Senam

dilakukan 4x selama 2 minggu (kode 1)


b. Tidak aktif, jika klien tidak aktif mengikuti senam lanjut usia mulai
dari awal sampai selesai yang dipimpin oleh instruktur. 4x selama
2 minggu (kode 2)
G. Pengolahan Data
Teknik pengolahan data yang telah dikumpulkan diolah secara
manual dengan langkah sebagai berikut yaitu :
a. Editing
Dilakukan pengecekan kelengkapan data yang dikumpulkan bila
terdapat kesalahan dan kekeliruan

dalam pengumpulan data,

diperiksa dan diperbaiki serta dilakukan pendataan ulang.


b. Coding
Pengolahan data dengan cara memberi kode pada setiap jawaban dari
responden yang telah diisi dengan benar.

56

c. Tabulating
Untuk mempermudah analisa

data dan pengolahan data serta

pengambilan keputusan, data dimasukan kedalam bentuk distribusi


frekuensi dan memberikan skor terhadap soal-soal yang telah diisi oleh
responden (Notoadmodjo, 2010).

H. Teknik Analisa Data


1. Analisa univariat adalah suatu tabel yang menggambarkan pengkajian
data dan penggabungan beberapa variabel dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi.
2. Analisa bivariat adalah suatu tabel yang menggambarkan penyajian
data dan dua variabel secara silang dengan mempergunakan Uji T
Paired sample untuk mengetahui peningkatan keseimbangan fisik
kesehatan mental lanjut usia melalui senam lanjut usia di UPT
Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan
Medan.
Untuk melihat hubungan antara variabel independen dan variabel
dependen maka dilakukan Uji T . Uji T dengan tingkat kepercayaan 90 %
dengan menggunakan analisa computer (SPSS), untuk pengambilan
keputusan dapat dilakukan dengan perbandingan Uji T Test, dengan
menggunakan uji hitung dan uji tabel.

57