Anda di halaman 1dari 19

PENINGKATAN KESEIMBANGAN FISIK DAN KESEHATAN MENTAL

LANJUT USIA MELALUI SENAM LANJUT USIA DI UPT PELAYANAN


SOSIAL LANJUT USIA DAN ANAK BALITA WILAYAH
BINJAI DAN MEDAN TAHUN 2014
SKRIPSI

Diajukan oleh :

DODDY OCTRANS JUANG MENDROFA


NIM : 10330204009
PROGRAM STUDI S-I KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
MEDAN
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara umum kondisi tubuh seseorang yang telah
memasuki masa lanjut usia mengalami penurunan.
Perubahan perubahan tersebut pada umumnya
mengarah pada kemunduran kesehatan fisik dan
mental. Sehingga secara umum akan berpengaruh
pada aktivitas kehidupan sehari hari.
Kondisi mental lanjut usia merupakan keadaan diri
seseorang yang tampak melalui perilaku yang dapat
diamati. Memasuki usia lanjut berbagai perubahan
akan dialami oleh lanjut usia termasuk perubahan
kondisi mental. Perubahan atau kemunduran fungsi
psikologis, baik dari segi kemampuan berfikir,
perasaan maupun sikap dan perilakunya

Senam lanjut usia merupakan olahraga ringan yang


mudah
dilakukan dan tidak memberatkan yang
diterapkan pada lanjut usia. Aktifitas olahraga ini
membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap sehat,
karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung
tetap optimal dan membantu menghilangkan radikal
bebas yang berkeliaran dalam tubuh. Senam juga
bagaikan gerak nada yang teratur dan terarah serta
terencana yang diikuti lanjut usia yang dilakukan dengan
maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, peneliti merumuskan
permasalahan Peningkatan keseimbangan fisik
kesehatan mental Lanjut usia melalui senam lanjut
usia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak
Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui apakah ada peningkatan
keseimbangan fisik kesehatan mental lanjut usia
melalui senam lansia (lanjut usia) di UPT Pelayanan
Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan
Medan Tahun 2014.

2. Tujuan khusus
a.Untuk mengetahui peningkatan keseimbangan fisik lanjut
usia terhadap senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia
dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014.
b.Untuk mengetahui peningkatan kesehatan mental lanjut
usia terhadap senam lansia di UPTPelayanan Sosial
Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan
Tahun 2014.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Lanjut Usia
Lanjut usia adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupan
manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup,
tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi sejak dimulai
permulaan kehidupan. Menua merupakan proses alamiah, yang
berarti seseorang yang telah melalui tiga tahap kehidupannya,
yaitu anak, dewasa, dan tua
B.Senam Lanjut usia
Senam lanjut usia adalah olahraga ringan yang mudah
dilakukan dan tidak memberatkan yang diterapkan pada lanjut
usia. Aktifitas olahraga ini membantu tubuh agar tetap bugar
dan tetap sehat, karena melatih tulang tetap kuat, mendorong
jantung tetap optimal dan membantu menghilangkan radikal
bebas yang berkeliaran dalam tubuh

C. Keseimbangan fisik
Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh
dalam posisi kesetimbangan maupun dalam keadaan statis atau
dinamis,
serta
menggunakan
aktivitas
otot
yang
minimal. Keseimbangan juga bisa diartikan sebagai kemampuan
relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh atau pusat gravitasi
terhadap bidang tumpu. Kemampuan untuk menyeimbangkan
massa tubuh dengan bidang tumpu akan membuat manusia
mampu untuk beraktivitas secara efektif dan efisien
D. Kesehatan Mental
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala
gejala gangguan dan penyakit jiwa dapat menyesuaikan diri dan
dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada
semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan
bersama dan keharmonisan jiwa dalam hidup

D. Kerangka Konsep

Senam Lanjut Usia

Peningkatan
Keseimbangan Fisik
Kesehatan

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan metode
cross sectional dimana variabel independen dan dependen diteliti
secara bersamaan. Untuk mengetahui peningkatan keseimbangan
fisik kesehatan mental lanjut usia melalui senam lanjut usia di UPT
Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan
Medan Tahun 2014.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan
Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan 2014 , penelitian
direncanakan akan dilaksanakan bulan Juli 2014

C. Populasi dan Sampel


Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi
sebanyak 89 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
adalah seluruh pasien di Lingkungan III Wilayah Kerja
Puskesmas Rantang Medan sebanyak 30 orang.

Tabel 3.1 : Defenisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel
Variabel
Dependent
1.Keseimbangan
fisik

Defenisi
Operasional
Kemampuan lansia
untuk
mempertahankan
keseimbangan fisik

Variabel
Independent

2. Kesehatan mental

Memanfaatkan
segala potensi dan
bakat yang ada
semaksimal mungkin
agar terhindari dari
gejala ganguan
penyakit jiwa

Variabel
Dependent
Senam Lansia

Olahraga ringan yang


mudah dilakukan
dan tidak
memberatkan yang
diterapkan pada
lanjut usia

Parameter

Alat Ukur

Skala

a.Duduk ke berdiri
b.Berdiri tidak didukung
c.Duduk dengan
punggung yang tidak
didukung
d.Berdiri untuk duduk
e.Transfer
f. Berdiri didukung
dengan mata tertutup.
g.Berdiri didukung
dengan kaki bersamasama

Observasi

Ordinal

a.Fungsi intelektual
utuh
b.Kerusakan intelektual
Ringan
c.Kerusakan intelektual
Sedang
d.Kerusakan intelektual
Berat

Observasi

Ordinal

a.Senam
b.Tidak senam

Observasi
dan Ceklis

Nominal

Hasil ukur
a. Resiko jatuh rendah (kode 1)
b. Resiko jatuh menengah (Kode
2)
c. Resik jatuh tinggi
(kode 3)

a. Fungsi intelektual utuh (kode


1)
b. Kerusakan intelektual ringan
(kode 2)
c. Kerusakan intelektual sedang
(kode 3)
d. Kerusakan intelektual berat
(kode 4)
a.Aktif (kode 1)
b.Tidak aktif (kode 2)

BAB IV
HASIL PENELITIAN
Tabel

4.1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan


Keseimbangan Fisik dan Kesehatan Mental
Jumlah (n)

Persentase (%)

a.Resiko jatuh rendah

20

60,6

b.Resiko jatuh menengah

13

39,4

c.Resiko jatuh tinggi

Total

33

100

a.Resiko jatuh rendah

32

97,0

b.Resiko jatuh menengah

c.Resiko jatuh tinggi

Total

33

100

No
1

Variabel
Keseimbangan fisik sebelum senam

Keseimbangan fisik sesudah senam

Jumlah (n)

Persentase (%)

a.Fungsi intelektual utuh

19

57,5

b.Kerusakan intelektual ringan

27,3

c.Kerusakan intelektual sedang

15,2

d.Kerusakan intelektual berat

Total

33

100

a.Fungsi intelektual utuh

32

97

b.Kerusakan intelektual ringan

c.Kerusakan intelektual sedang

d.Kerusakan intelektual berat

Total

33

100

No
3

Variabel
Kesehatan mental sebelum senam

Kesehatan mental sesudah senam

Tabel

4.2. Uji Paired Sample T Test Peningkatan


Keseimbangan Fisik Lanjut Usia Terhadap Senam
di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak
Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014
Keseimbangan Fisik
Kriteria

Sebelum senam

Sig

Sesudah senam

Resiko jatuh rendah

20

60,6

32

97

Resiko jatuh menengah

13

39,4

Resiko jatuh tinggi

Total

33

100

33

100

%
0,00

10

Tabel 4.3. Uji Paired Sample T Test Peningkatan Kesehatan


Mental Lanjut Usia Terhadap Senam di UPT
Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita
Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014
Kesehatan mental
Kriteria

Sebelum senam

Sig

Sesudah senam

Fungsi intelektual utuh

19

57,5

32

97

Kerusakan intelektual ringan

27,3

Kerusakan intelektual sedang

15,2

Kerusakan intelektual berat

Total

33

100

33

100

%
0,00

10

BAB V
PEMBAHASAN
A. Peningkatan Keseimbangan Fisik Lanjut Usia Terhadap
Senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita
Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014
Berdasarkan tabel 4.2 hasil Uji Paired Sample T Test
peningkatan keseimbangan fisik lanjut usia terhadap senam di
UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah
Binjai dan Medan Tahun 2014 dengan alpha = 10% dan
signifikansi 0,00, maka 10>0% maka Ha diterima.
Kesimpulannya ada peningkatan keseimbangan fisik lanjut usia
terhadap senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak
Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014.

B. Peningkatan Kesehatan Mental Lanjut Usia Terhadap Senam


di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita
Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014
Berdasarkan tabel 4.3 hasil Uji Paired Sample T Test peningkatan
kesehatan mental lanjut usia terhadap senam di UPT Pelayanan
Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan
Tahun 2014 dengan alpha = 10% dan signifikansi 0,00, maka
10>0% maka Ha diterima. Kesimpulannya ada peningkatan
kesehatan mental lanjut usia terhadap senam di UPT Pelayanan
Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan
Tahun 2014.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1.
Ada peningkatan keseimbangan fisik lanjut usia
terhadap
senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia
dan Anak
Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014.
2.
Ada peningkatan kesehatan mental lanjut usia terhadap
senam di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak
Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2014.
B. Saran
Diharapkan bagi responden agar mengetahui dan mengerti
manfaat senam lanjut usia bagi keseimbangan fisik dan
kesehatan mental lanjut usia dan menerapkan senam lanjut
usia dengan baik agar keseimbangan fisik dan kesehatan
mental lanjut usia sehingga pola kehidupan lanjut usia dapat
berjalan dengan baik.

Sekian dan
Terima kasih