Anda di halaman 1dari 7

PURA DI BALI

PURA BESAKIH

Lokasi : Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem

PURA DI BALI PURA BESAKIH Lokasi : Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Komplek Pura Besakih

Komplek Pura Besakih terdiri dari 18 Pura dan 1 Pura Utama. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Diantara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan- bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma, Wisnu dan Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur.

PURA LEMPUYANG LUHUR

Lokasi : Desa Purahayu, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem

PURA DI BALI PURA BESAKIH Lokasi : Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Komplek Pura Besakih

PURA GOA LAWAH

Pura Lempuyang Luhur merupakan pura terkenal di bali lainnya, terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, Karangasem. Pura ini diduga termasuk paling tua di Bali. Bahkan, diperkirakan sudah ada pada zaman pra-Hindu-Buddha yang semula bangunan suci yang terbuat dari batu. Pura Lempuyang itu merupakan istana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.

Lokasi : Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung

PURA DI BALI PURA BESAKIH Lokasi : Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Komplek Pura Besakih

Pura Goa Lawah merupakan Pura terkenal di Bali untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Laut. Dalam Lontar Prekempa Gunung Agung diceritakan Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menyelamatkan bumi. Dewa Brahma turun menjelma menjadi Naga Ananta Bhoga. Dewa Wisnu menjelma sebagai Naga Basuki. Dewa Iswara menjadi Naga Taksaka. Naga Basuki penjelmaan Dewa Wisnu itu kepalanya ke laut menggerakan samudara agar menguap menjadi mendung. Kepala Naga Basuki itulah yang disimbolkan dengan Pura Goa Lawah dan ekornya menjulang tinggi sebagai Gunung Agung. Pusat ekornya itu di Pura Goa Raja, salah satu pura di kompleks Pura Besakih. Karena itu pada zaman dahulu goa di Pura Goa Raja itu konon tembus sampai ke Pura Goa Lawah.

PURA LUHUR ULUWATU

Lokasi : Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung

Mpu Kuturan, seorang Pendeta Hindu dari Jawa, mendirikan Pura ini pada abad ke-

10.
10.

Pada abad ke-15 Pendeta besar Danghyang Nirartha atau Danghyang Dwijendra, memilih Pura Uluwatu sebagai tempat terakhir di dunia, sejarah mencatat bahwa Danghyang Nirartha mencapai moksa (bersatu dengan Tuhan) ketika bermeditasi di Uluwatu.

PURA LUHUR BATUKARU

Lokasi : Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Pura ini terletak di bagian barat Pulau Bali di lereng selatan Gunung Batukaru.

PURA LUHUR ULUWATU Lokasi : Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Mpu Kuturan, seorang Pendeta

Karena fungsinya untuk memuja Tuhan sebagai Dewa yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan memfungsikan air secara benar, maka Pura ini disebut sebagai pemujaan Tuhan sebagai Ratu Hyang Tumuwuh yang berarti Tuhan itu adalah Tuhan sebagai yang menumbuhkan.

PURA PUSERING JAGAT

Lokasi : Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar

PURA LUHUR ULUWATU Lokasi : Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Mpu Kuturan, seorang Pendeta

Merupakan salah satu dari enam pura kahyangan jagat yang lokasinya berada di tengah-tengah, dan dipercaya sebagi tempat bersemayamnya (stana) Dewa Siwa. Pelinggih paling utama di Pura Pusering Jagat adalah Pelinggih Ratu Pusering Jagat. Lontar Kusuma Dewa menyebutkan bahwa Pura Pusering Jagat adalah tempat pemujaan Batara Amangkurat, yaitu dewa penuntun bagi mereka yang sedang memangku kekuasaan atau jabatan agar senantiasa memerintah dengan baik dan bijaksana, serta tidak sewenang-wenang kepada rakyatnya.

PURA ULUN DANU BERATAN

Lokasi : Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Pura ini berada di tepi danau Beratan, namanya diambil dari danau di atas nama Pura tersebut

didirikan yaitu Danau Beratan. Di depan halaman sebelah kiri dari pura Ulun Danu Beratan terdapat sebuah sarkofagus dan sebuah papan batu, yang berasal dari masa tradisi megalitik, sekitar 500 SM. Kedua artefak tersebut sekarang ditempatkan masing-masing

di
di

atas Babaturan (teras). Bisa diperkirakan bahwa lokasi di mana Pura Ulun Danu

Beratan berdiri, telah digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan ritual

sejak jaman megalitik. Berdasarkan uraian dalam lontar Babad Mengwi dapat diketahui bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan sebelum tahun saka 1556, oleh I Gusti Agung Putu. digelari oleh rakyatnya “ I Gusti Agung Sakti”.

PURA TANAH LOT

Lokasi : Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan

PURA ULUN DANU BERATAN Lokasi : Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pura ini berada

PURA PULAKI

Merupakan pura terkenal di Bali dan sepertinya sudah menjadi ikon pulau Bali. Keunikan pura ini adalah letaknya yang ditengah laut, sehingga apabila laut sedang pasang kita tidak akan bisa mendekat, tetapi apabila air laut sedang surut kita bisa menyeberang dan melihat salah satu keunikanya yaitu pura ini ini dijaga oleh ular berwarna hitam dan putih. Pura ini dibangun pada abad ke 16 oleh Dang Hyang Nirartha (seorang Rsi dari Pulau Jawa) selama perjalanan melalui pantai barat daya pulau Bali.

Lokasi : Desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng

PURA ULUN DANU BERATAN Lokasi : Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pura ini berada

Terletak di kaki bukit persis di depan pantai dan merupakan salah satu Pura Hindu terbesar di Bali. Selama musim hujan, warna cokelat kering perbukitan di sekitar Pura kembali hijau berkilau. Arsitektur didominasi oleh warna hitam dan batu putih, seolah-olah beberapa bagian dari Pura tersebut adalah bukit-bukit yang diukir. Pura Pulaki memiliki pemandangan yang spektakuler untuk dinikmati.

PURA RAMBUT SIWI

Lokasi : Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana

PURA RAMBUT SIWI Lokasi : Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Pura Rambut Siwi

Pura Rambut Siwi adalah sebuah Pura Hindu yang indah, terletak di tepi tebing, dengan Samudera Hindia yang luas terhampar di depannya. Pura Rambut Siwi sendiri adalah lokasi dari banyak upacara dan kegiatan keagamaan dalam kalender Hindu di Bali.

PURA SAKENAN

Lokasi : Desa Sakenan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar

Menurut
Menurut

sejarah, Pura Sakenan dibangun oleh Mpu

Kuturan pada abad ke-10. Beliau adalah seorang Pendeta Hindu dari Kerajaan Majapahit yang datang ke Bali sebelum jatuhnya Kerajaan Majapahit. Pura ini terdiri dari dua bagian yang terpisah, bagian yang besar telah direnovasi tetapi pagar yang terbuat dari batu belum direnovasi dan bagian yang kecil adalah warisan dari masa lampau. Bangunan kuno Pura ini dibangun dengan menggunakan batu kapur dan karang merah. Di halaman Pura terdapat dua pohon besar dan tinggi, yang mengenakan kain kotak-kotak hitam dan putih karena pohon ini dianggap sebagai tempat tinggal dari roh-roh yang menjaga Pura.

PURA DALEM MELANTING

Lokasi : Desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng

PURA RAMBUT SIWI Lokasi : Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Pura Rambut Siwi

Pura Melanting adalah salah satu Pura yang dibangun untuk memperingati kunjungan seorang Pendeta Hindu dari Pulau Jawa, yaitu Danghyang Nirartha. Pura ini diyakini menjadi tempat di mana putri sulungnya, Ida Swabawa, berstana disini.

PURA TAMAN AYUN

Lokasi : Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung

PURA TAMAN AYUN Lokasi : Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung PURA DALEM PED Taman Ayun

PURA DALEM PED

Taman Ayun diterjemahkan sebagai taman yang indah dan dianggap sebagai salah satu Pura yang paling menarik di Bali. Dibangun pada tahun 1634 oleh Raja Mengwi, I Gusti Putu Agung. Pura ini berbatasan dengan sungai yang lebar yang mengairi sawah-sawah disekitar lokasi. Pura ini didedikasikan untuk para leluhur Kerajaan Mengwi dan dewa-dewa penting lainnya. Pura Taman Ayun dianggap sebagai "Pura Pusat" untuk Kerajaan Mengwi.

Lokasi : Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung

PURA TAMAN AYUN Lokasi : Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung PURA DALEM PED Taman Ayun

Terdapat Pura menarik dibangun di pulau batu kapur kering Nusa Penida. Keberadaan Pura ini memiliki hubungan kuat dengan cerita tentang Ratu Gede Nusa yang ditakuti. Ratu Gede Nusa adalah pemimpin 500 wong samar yang melindungi pulau tersebut. Beliau terkenal sebagai penyebar penyakit dan kejahatan, sumber ilmu hitam dan leak. Beliau dikenal sebagai I Macaling. I Mecaling dan pasukannya memiliki kekuasaan atas segalanya di Pulau Nusa Penida. Ketika kerajaan Waturenggong mengirim jendral mereka sebanyak tiga kali, untuk menaklukkan pulau, dua dari mereka dibunuh oleh wong samar di bawah perintah I Macaling. Jendral yang ketiga datang dengan membawa senjata yang merupakan gigi naga Naga Basuki. Jendral tersebut akhirnya berhasil menaklukkan pulau tersebut, tapi tetap memperlakukan wong samar dan para pemimpin mereka dengan hormat, karena itu merupakan satu-satunya cara untuk mencegah menyebarnya penyakit di Pulau Nusa Penida.

PURA GUNUNG KAWI

Lokasi : Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar

PURA TAMAN AYUN Lokasi : Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung PURA DALEM PED Taman Ayun

Kompleks Pura Gunung Kawi adalah salah satu situs paling kuno di Bali. Pura Gunung Kawi ini dibangun oleh Raja Marakatapangkaja dan diselesaikan oleh Raja Anak Wungsu. Gunung Kawi berdiri di sebelah Sungai Pakrisan, sebuah anak sungai suci yang berasal dari pegunungan di sebelah utara. Terdapat sepuluh ceruk besar dengan ukiran batu candi atau kuil, yang konon merupakan makam raja-raja dan permaisuri mereka. Makam Gunung Kawi adalah makan yang memiliki kondisi terbaik dari lima belas makan yang telah ditemukan di Bali. Dengan desain yang kuat dipengaruhi oleh budaya India, monumen Hindu ini dibuat pada akhir abad ke-11, mirip dengan yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tapi bagaimanapun, candi yang ditemukan di Bali ini sangat unik, karena candi ini diukir di sebuah gunung.

PURA TIRTA EMPUL

Lokasi : Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar

PURA TIRTA EMPUL Lokasi : Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Di lingkungan pura ini terdapat

Di lingkungan pura ini terdapat beberapa bangunan bersejarah lainnya diantaranya yakni Istana Presiden yang dibangun dimasa pemerintahan presiden Soekarno. Dalam sejarahnya nama pura ini diambil dari nama mata air yang terdapat dibagian dalam pura yang bernama Tirta Empul. Tirta Empul memiliki arti air yang menyembul keluar dari tanah. Air di pura ini mengalir ke sungai Pakerisan. Pura ini diperkirakan dibangun sejak zaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Pura ini dibagi menjadi tiga bagian yakni Jaba Pura atau halaman muka, Jaba Tengah atau halaman tengah, dan Jeroan atau bagian dalam pura. Di bagian tengah pura ini terdapat dua buah kolam persegi empat dimana kolam tersebut memiliki sekitar 30 buah pancuran yang berderet dari timur ke barat menghadap ke selatan. Masing–masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (racun).

PURA ALAS KEDATON

Lokasi : Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan

PURA TIRTA EMPUL Lokasi : Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Di lingkungan pura ini terdapat

Pura ini dikelilingi oleh hutan yang lebat dengan aneka macam tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup didalamnya. Alas kedaton hingga kini sangat terjaga kelestariannya karena adat-istiadat penduduknya yang berpantang untuk menebang pohon sembarangan, apalagi jika sampai melakukan penggundulan hutan.

PURA TAMAN SARI

Lokasi

:

Banjar

Sengguhan,

Kabupaten Klungkung

Kelurahan

Semarapura

Kangin,

Kecamatan

Klungkung,

Dalam lingkungan pura ini terdapat dua buah Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan yang pada bagian dasarnya dikelilingi oleh kura- kura raksasa yang dikelilingi oleh kolam dengan dibelit Naga Ananthaboga. Hal tersebut mengisahkan saat para Dewa memutar air kehidupan (amerta) yang bertujuan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia. Lingkungan Pura Taman Sari juga menjadi objek penelitian karena penilaian bahwa di lingkungan pura ini sarat akan nilai historisitas. Betapa tidak, pura ini dianggap sangat penting karena dulunya pernah menjadi lokasi penyimpanan senjata pusaka dari Kerajaan Majapahit yang dipunyai oleh Dinasti Kepakisan. Meskipun sebagian besarnya senjata-senjata pusaka tersebut telah dirampas oleh kolonialisme Belanda, namun hiasan Padma Anglayang yang menjadi lambang kekuasaan Majapahit masih tersimpan di lingkungan pura ini.

Dalam lingkungan pura ini terdapat dua buah Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan yang pada

PURA PONJOK BATU

Lokasi : Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng

Dalam lingkungan pura ini terdapat dua buah Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan yang pada

Lingkungan pura ini sangat unik karena merupakan sebuah tanjung yang terdiri dari batu dimana dari celah-celah batu itu tumbuh pohon kamboja dan semak yang terlihat begitu indah. Dalam terminologi Bali, “Ponjok Batu” ialah Tanjung Batu. Lingkungan Pura ini merupakan lingkungan Pura tempat pemujaan/persembahyangan umum untuk mohon keselamatan.

PURA MASCETI

Lokasi : Desa Medahan, Kecamatan Blabatuh, Kabupaten Gianyar

Dalam lingkungan pura ini terdapat dua buah Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan yang pada

Pura Masceti yang menjadi Pura Kahyangan Jagat ini juga berstatus sebagai Pura Swagina (profesi). Sebagai Pura Swagina, Pura Masceti bertalian erat dengan fungsi pura sebagai para petani untuk memohon keselamatan lahan pertanian mereka dari segala merana (penyakit).