Anda di halaman 1dari 10

Monolog

BLACK JACK
Karya Benny Yohanes

DI ATAS PANGGUNG, DUA MEJA BESAR HITAM DISUSUN BERBENTUK T.


MEJA YANG MELINTANG LEBIH TINGGI DARI MEJA YANG MEMBUJUR. DI
ATAS MEJA YANG MELINTANG TAMPAK BERBAGAI SATWA BUAS YANG
DIAWETKAN. MEJA YANG MEMBUJUR TERTUTUP KAIN PUTIH

TRANSPARAN.
DIBELAKANG MEJA YANG MELINTANG, DENGAN KETINGGIAN MELEBIHI
MEJA DI DEPANNYA, SEBUAH BINGKAI BESI SETINGGI PINTU TERPANCANG.
DI DALAM BINGKAI ITU BLACK JACK HAMPIR MENGHABISKAN MAKAN
SIANGNYA. BLACK JACK MENJILATI PINGGIRAN PIRING ALUMINIUM
DENGAN LIDAH PANJANGNYA. BLACK JACK MENGENAKAN GAUN
PANJANG BERLENGAN PANJANG, BERWARNA ABU-ABU KELAM. BIBIR DAN
LIDAHNYA TAMPAK SANGAT MERAH. SANGGUL BESAR YANG HITAM DAN
ELOK
MENGHIASI
BELAKANGNYA.
DARI LUAR RUANGAN TERDENGAR SUARA SIRINE MOBIL PASUKAN ANTI
HURU-HARA. TERDENGAR SUARA GADUH DEMONSTRAN DARI LUAR.
DITEPIS SUARA ANJING MENYALAK. SUARA DEMONSTRAN DARI BALIK
SPEAKER GENGGAM BALIK MENIMPAL.
SUARA DEMONSTRAN BERSAHUTAN:
Kami tolak pengosongan makam! Walikota picik. Tak punya hormat. Picik! Makam tak
bisa dibongkar!! ngerti kau Walikota?! Makam bukan tanah terlantar. Itu tempat ayah
kami. Ibu kami. Sodara-sodara kami. Mereka punya hak tetap di sana! Kami tolak
penggusuran makam Kalian PKI. Walikota PKI! PKI! PKI! PKI! PKI!......
TERDENGAR SERIAL LETUSAN SENJATA KE UDARA. SUARA TUBUH-TUBUH
TIARAP DAN TERSUNGKUR. BLACK JACK MENYALAKAN LAMPU SOROT
MENGARAHKAN KE MEJA. ASAP CERUTU DISEMBURKAN KE ATAS MEJA.
BLACK JACK:
Pengosongan makam akan jalan terus. Terus ! katanya rakyat menolak. Siapa bilang? Ada
yang bayarin orang-orang itu. Aku tidak akan bilang siapa. Belum saatnya. Nanti mereka
popular dong.
BLACK JACK MEMENCET TOMBOL TELEPON SAMBIL MEMBERSIHKAN
SILILIT DI GIGINYA. BICARA DENGAN ORANG DISEBERANG TELEPON
Pak Nyoto. Nanti sore tolong antar saya ke dokter hewan Taufik Ismail. Kata dokter
Taufik, ada gejala caries.
TELEPON DITUTUP. BLACK JACK BICARA SENDIRI SAMBIL MENGGOSOK
GIGINYA DENGAN UJUNG SAPU TANGAN
Caries atau Rabies ? dokter Taufik itu diagnosanya suka mencla-mencle. Begitu itu, kalo
dokter hewan terlalu rajin nulis sajak.

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

BLACK JACK MENGAMBIL SENJATA PEMBURU LARAS PANJANG. MEMBIDIK


SASARAN KE ARAH PENONTON. PELATUK DITARIK. TERDENGAR LETUSAN
BESAR KE ARAH PENONTON. SUARA ANEKA SATWA YANG SEKARAT
TERDENGAR. BLACK JACK TERSENYUM BANGGA
Aku ini seneng plihara hewan. Bukan Cuma sekedar seneng ya. Aku ini ngrasa senasib
ama hewan hewan itu. Setiap kali aku ngelus piaraanku, rasanya kok seperti mbaca buku
sejarah.
Karena aku suka sejarah, semua tanah kuburan terlantar di kota ini akan dikosongkan!
Dewan sudah setuju karena alasannya masuk akal. Pembebasan makam memang
bertahap. Paling dulu makam yang di tengah kota. Wartawan-wartawan yang ceriwis suka
nyinyir bertanya: setelah kosong rencananya di bangun apartemen?! Hemmh, wartawan
sekarang kepalanya curigaan terus. Siapa yang ngasih pelajaran budi-pekerti sama
mereka sih?
BLACK JACK MEMBUKA SELUBUNG MEJA YANG MEMBUJUR. TERLIHAT
MINIATUR KOMPLEK BANGUNAN MEGAH BERSEGI LIMA
Ini yang saya mau bangun. Wartawan ngerumpi lagi: Wah, Walikota mau bangun
sekolah intelejen di tengah kota. Bukan! Bukan sekolah intelejen. Tapi memang ada
hubungannya. Di bekas makam ini akan saya bangun asrama, galeri, ruang lab, kantor
kearsipan, dan taman bermain.
Untuk siapa? Ini akan jadi Univeritas penelitian setiap jenis hewan liar di dunia. Paling
besar dan lengkap di Asia. Woow! Mulut wartawan pada melongo. Saya tahu mereka
sinis. Jangan curiga dulu, Pak Rosihan. Ini proyek non komersial.
LAYAR VISUALISASI MENYALA. SELURUH DETIL KOMPLEK BANGUNAN
TERLIHAT. BLACK JACK MENERANGKAN DENGAN UJUNG LARAS
SENAPANNYA
Bangunan pertama ini asrama. Setiap hewan liar yang sudah masuk asrama, akan dicukur,
disuntik anti-virus, divaksinasi, diransum makanan yang sesuai dengan habitat awalnya.
Detak jantungnya akan dianalisis setiap akhir pecan. Pakar perilaku hewan dari IPB akan
meruntut garis silsilah mereka, sampai Sembilan generasi ke belakang.
PADA LAYAR VISUALISASI NAMPAK SEDERET FOTO PEJABAT PUBLIK YANG
TERKENAL
Team sukses saya, ketuanya Sdr. Akbar Witjaksana Ph.D, sekarang ini lagi nyusun seri
ensiklopedi satwa, lebih rinci, ilmioah dan bergambar. Alokasi dananya 40 miliar, diambil
dari anggaran taktis APBD. Wartawan ribut-ribut soal dana ini. Saya tegaskan ya, ini
biaya untuk bikin ensiklopedi. Ini proyek intelektual. Ndak ada yang murah untuk kerja
ilmiah. Tak bisa diirit-irit seperti gaya hidup mahasiswa. Apa kita ndak malu sebagai

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

bangsa, kalo team Sdr. Akbar Cuma makan di warteg setiap harinya, padahal bikin
temuan-temuan ilmiah yang menguras otak?
DARI LUAR RUANGAN TERDENGAR PIDATO MAHASISWA YANG BERAPI-API.
LALU TERDENGAR DERU PANSER, DISUSUL KEPANIKAN DAN LOLONGAN.
BLACK JACK MENUJU KE SUDUT RUANGAN YANG BERTIANG. DIA
KENCING, DENGAN CARA MENUNGGING SAMBIL MENGANGKAT SEBUAH
KAKINYA MENEMPEL KE TIANG. SEMBARI KENCING, BLACK JACK
MENGAKTIFKAN TELEPON GENGGAMNYA.
Sobron, kamu masih di lapangan? Ya, begitu. Tidak ada pembicaraan lagi. Pukul!
Bungkam! Minta bantuan Brimob. Nyoto sudah transfer dana ke rekeningnya. Kontak
Hercules juga. Suruh anak buahnya menyusup. Sobron, saya tunggu darah Cobra itu.
Bagus memang untuk Prostate. Heeh, kencing saya makin lancer. Kirim ke kantor, jangan
ke rumah dinas. Dua mahasiswa mati? Lumrah. Kamu cepat menyingkir dari lapangan.
Wartawan?! Tolak wawancara. Biar si Hercules yang tangani. Sobron, Viagra yang
kemaren palsu. Ndak ada efeknya. Siapa yang ngedrop? Anjing..!! Si Fery itu memang
maling. Suru Kapolsek tangkap dia. Ndak ada amplop lagi. Kapolsek masih ngutang
sama kita.
SUARA KENCING MENGERAS SEPERTI SEMPROTAN BRANWEER. SEJUMLAH
CIPRATAN AIR JATUH KE TEMPAT PENONTON. PENONTON MUNGKIN
NGEDUMEL, ATAU PINDAH TEMPAT. BAU AMONIAK MENYENGAT.
LAYAR VISUALISASI KINI MEMPERLIHATKAN BANGUNAN SILINDER, TANPA
JENDELA, DENGAN UJUNG MENUMPUL DAN SATU PINTU UTAMA YANG
LANCIP DAN SEMPIT
Ini bangunan yang menarik. Gagasannya disumbangkan dari kantor Depnakertrans, Pakar
arsitektur bersungut, katanya bangunan ini bikin geli dan buruk sirkulasinya. Wartawan
Koran kuning bahkan lebih sinis. Katanya ini semacam reinkarnasi Penis.
Tepat, sodara Moamar Emka. Di sini memang bakal jadi ruang Lab, untuk analisis semua
jeroan. Di sini kelamin setiap hewan akan diklasifikasi berdasarkan bibit, bobot, dan
motif evolusinya. Diteliti cara kerja dan variasidaya penetrasinya. Lalu data iniakan di
cross check menurut garis keturunan hewan-hewan itu. Jangan keliru sodara Moamar
Emka, istilah cross check bukan monopoli dunia selebriti.
TELEPON BERDERING. BLACK JACK MENEKAN TOMBOL SP-PHONE
Ya, nyoto kenapa? Benar begitu? Shiit! Mobilisir satpol PP. Kontak Kapolda dan
Pangdam. Kepung, lalu usir. Cabut dan bakar semua patok-patoknya. LSM gaya apa,
begitu? Mosok rakyat dipengaruhi untuk membangun tenda di atas kuburan. Perjuangan
semprul. Kuburan itu sudah dibebaskan. Titik! Tidak ada ganti rugi, Nyoto, Ahli waris
apa? Kok tega-teganya. Mosok tulang-tulang mau dijadikan obyek transaksi. LSM
keblinger. Segera Nyoto. Laksanakan!

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

MENUTUP TELEPON
Edhan! Kenapa mereka terus saja ngrusui rencana-rencana Walikota. Memangnya
kuburan itu milik siapa? Logikanya apa kok kuburan minta ganti rugi. Apa kuburan itu,
tulang-tulang itu, barang dagangan? Walikota mau membangun Universitas hewan di atas
tanah tidak produktif itu. Ini kerjaan ilmiah. Menampung banyak tenaga kerja. Merekrut
banyak ahli-ahli spesialis. Bisa ngasih makan ribuan mulut yang masih hidup. Kok
dibilang kejem?
Berpikir maju, dong. Tanah itu hajat orang yang masih hidup. Yang masih perlu ikhtiar.
Yang mati sudah punya tempat leluasa di alam baka. Yang mati jangan dipolitisir, jangan
diojok-ojok supaya punya nafsu duniawi lagi. Itu rakus dan koruptif.
Kalo pendemo-pendemo itu mau sabar, nanti mereka khan bisa melamar jadi satpam atau
cleaning service di Universitas hewan. Mereka akan dapat gaji yang sah. Rencana
simpatik begini kok dituduh PKI.
LAYAR
VISUALISASI
KINI
MENAMPILKAN
PERKEMBANGAN ALAT-ALAT GENITAL HEWAN,
PERIODISASINYA

GAMBAR-GAMBAR
LENGKAP DENGAN

Tim ahli pimpinan Sdr. Akbar Witjaksana sudah mengabarkan temuan yang menarik.
Berdasarkan fakta-fakta erkeologi yang dikaji ulang dari sejumlah hewan maka alat-alat
genitalnya makin membonsai.
Tapi pengkerdilan kelamin ini berbanding lurus dengan perlonjakan nafsu membunuhnya.
Makin mini ukurannya, makin ganas dan rakuslah kelakuan kewan-kewan itu. Studi cross
check jadi sangat penting disini.
Waktu temuan ini dipublikasikan, masih saja ada wartawan yang mudheng lalu dengan
sembrono bertanya: Manfaat ilmiahnya apa cross check kelamin begituan? Begini, ya
Mas Jiwo Tejo, anda ini khan wartawan yang ngerti tradisi tho?
Ramalan perkembangan kelamin kewan yang di cross check sampai tahap-tahap evolusi
mutakhirnya, membikin kita bisa mbaca tradisi membunuh hewan-hewan dari masa ke
masa. Analisis cross check juga penting untuk mendeteksi berbagai kelemahan genetic,
penyakit bawaan dan gejala penyimpangan orientasi seksual, yang terwariskan dari setiap
periode keturunan kewan-kewan itu. Dengan begitu, setiap aspek manipulasi dan
inkonsistensi yang disembunyikan oleh sifat-sifat kehewanan akan terbongkar dengan
sendirinya. Paham mas Jiwo Tejo?!
TELEPON BERDERING. BLACK JACK TIDAK MENANGGAPI. SUARA DERING
TERDENGAR DARI BERBAGAI SUDUT, BAHKAN DARI ARAH PENONTON.
BLACK JACK MENGARAHKAN SENAPAN, LALU MENEMBAK KE LANGIT
PANGGUNG. GAGANG-GAGANG TELEPON BERJATUHAN DARI LANGIT

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

PANGGUNG. SUARA-SUARA TERDENGAR DARI GAGANG YANG BERJUNTAL.


BLACK JACK MELETUSKAN LAGI SENAPANNYA. SUARA-SUARA REDA
Banyak yang curiga, kenapa seorang walikota antusias banget pelajari rahasia kelakuan
binatang. Di Koran, saya baca tulisan Mochtar bin Lubis. Dia bilang, masa lalu walikota
kurang sedap. Pikirannya dipengaruhi trauma masa kecil. Kabarnya, walikota dibesarkan
ibu tiri. Didik bareng hewan piaraan. Shit!!!
BLACK JACK MEMUKUL SOSOK ANJING YANG DIAWETKAN DENGAN
GAGANG SENAPANNYA. KEPALA ANJING JATUH KE LANTAI. BLACK JACK
MENANGGALKAN GAUN HITAMNYA. TERLENTANG DI LANTAI HANYA
MENGENAKAN UNDERWEAR.) MUSIC BOX BERBUNYI. (SEIRING DENGAN
DENTINGAN MUSIK, DARI LANGIT PANGGUNG PERLAHAN TURUN FIGURFIGUR PIPIH: SOSOK IBU, ANJING-ANJING HERDER, PIRING ALUMINIUM,
BOCAH LELAKI YANG MEMAKAI ROK, TANAMAN-TANAMAN BONSAI DAN
CERET YANG MENGEPULKAN ASAP. SELURUH BENDA-BENDA PIPIH ITU
MEMBENTUK KONFIGURASI YANG MENGEPUNG BLACK JACK.
BLACK JACK MERAPAT DI BELAKANG SOSOK IBU
Aku punya masa lalu yang menyenangkan. Memang. Aku dibesarkan ibu tiri. Wartawan
tahu itu semua. Tak ada masalah hidup dengan ibu Fatmawati. Dia wanita gesit, penuh
disiplin. Ibu Fatma itu, penyayang binatang yang lembut dan telaten. Kelebihannya yang
lain, ibu penggemar fanatic pohon bonsai.
HERDER MENYALAK. BLACK JACK MENGELUSI MONCONG ANJING-ANJING
PIPIH ITU
Di rumah kami, ibu memang pelihara empat herder. Masing-masing herder garis
keturunannya beda. Tapi mereka tetap di satu kandangkan.
BLACK JACK BERLUTUT DI DEPAN SOSOK BOCAH LELAKI YANG MEMAKAI
ROK
Sejak kecil, aku diwajibkan hidup membaur. Tidak pernah menolak apa yang harus
kupakai. Ibu Fatma bilang begini:Jack, semua yang berbeda, harus diperlakukansama.
Ibu sangat teguh pertahankan prinsip itu.
BLACK JACK MENYANGGA PIRING DENGAN KEPALANYA
Setiap hari ibu Fatma slalu masak. Tidak pernah beli di warung, atau pesan catering. Ibu
masak tak pernah pakai bumbu. Tangannya dicelupkan ke sayuran yang berair. Lalu
masakanpun rampung.
Makanan saya dengan makanan herder-herder itu tak pernah dibedakan. Menu dan
porsinya selalu sama. Sesekali, kukira ibu keliru membagikan piring. Piring saya

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

diberikan pada herder, sehingga saya makan pakai piring hewan piaraan ibu. Saya sendiri
tak bisa teliti betul membedakannya, karena semua piring di rumah kelihatannya serupa.
BLACK JACK MENJILATI PIRING DENGAN LIDAHNYA
Makanan di piring harus selalu habis, tak boleh ada sisa. Ibu Fatma menunjuk pada
herdernya:Lihat hewan-hewan itu. Piringnya bersih. Lidahnya bisa mencuci, Jack.
Mereka adalah mahkliuk yang bisa berterima kasih pada Yang Kuasa. Tiru itu.
Di rumah, kami selalu kekurangan air. Akupun belajar mencuci piring dengan lidahku,
meniru herder-herder itu. Selai lagi, ibu Fatma ngasih aku nasehat:Ega, dunia ini milik
semua mahkluk. Kamu tak boleh membeda-bedakan mahkluk. Setiap mahkluk dapat
kesempatan dipuji, dihukum juga. Kamu tak bisa minta pujian ibu, sebelum kamu bisa
lebih baik dari piaraan ibu. Kamu dengar Ega?! Kamu paham itu, Jack?!!!
BLACK JACK MELEPAS SANGGULNYA, LALU DIPAKAI SEBAGAI BANTAL.
BLACK JACK MERINGKUK DI ANTARA TANAMAN-TANAMAN BONSAI.
SIARAN BERITA TENTANG PASUKAN BAMBU RUNCING YANG BERHASIL
MENYERGAP TANGSI BELANDA TERDENGAR DARI SEBUAH RADIO TUA
Suatu hari, waktu Belanda mendarat lagi di Surabaya, ibu pergi ke pasar. Herder-herder
kami dilepas di pekarangan belakang. Di pekarangan belakang itu, belasan bonsai
kesayangan ibu dipelihara.
Sampai tengah hari, ibu belum pulang. Biasanya kami sudah selesai makan siang pada
jam itu. Herder-herder juga biasanya sudah kenyang diransum. Tapi sampai pukul dua,
ibu belum muncul juga. Saya dengar di radio, pasukan Belanda bikin rusuh lagi di kota.
Agresi kedua. Semua herder melai menggeram-geram. Gelisah, mendengus. Mondarmandir, lidah menjulur, ekornya dikibas-kibas.
BLACK JACK BERLAKU SEPERTI HERDER
Menjelang senja, hewan-hewan lapar itu mulai mengendus-endus pohon bonsai ibu
dengan sungutnya. Kakinya menggaruk-garuk tanah penyangga taneman. Lalu si Herder
mulai mengunyah daun-daunnya, rantingnya. Saya coba menggebah. Tapi si Bima, herder
jantan paling bongsor, menerkam perut saya. Mencakar paha, mengoyak dengkul saya,
lalu menyalak dengan keras. Herder lain ikut memburu. Saya lari menuju pintu belakang.
BLACK JACK MENGGIGIT SANGGULNYA, MERANGKAK MENUJU KAKI
MEJA. MATANYA BASAH. TELEPON GENGGAMNYA MENYALA
Ya, Sobron. Ibu-ibu menangis di kuburan. Sudah disiram? Tetap bertahan. Ya, sudah
kuduga. Tidak, aku tidak nangis, Sobron. Mana bisa? Sobron, beli nasi bungkus
secukupnya. Kasih makan orang-orang itu. Mereka akan jadi hewan kalau terlalu lapar.
BLACK JACK TERDUDUK DI BINGKAI PINTU

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

Aku nangis. Nahan laper. Perih di perut bekas cakar si Bima.dengkulku terus berdarah.
Di radio, aku denger suara Kris Biantoro nyanyi lagu Dhondong apa Salak. Kemana ibu?
Katanya Cuma ke pasar.
Anjing-anjing tambah ganas menggunduli daun dan makan abis pohon bonsai ibu.
Sesudah merusak, keempatnya bergolek tertib di depan kandang. Rumah gelap tanpa
penerangan.
BLACK JACK MENDEKATI POHON BONSAI. MENCOBA MENGGIT GIGIT
DAUNNYA. POHON YANG DIGIGIT ITU DI CABUTNYA, LALU
DISUSUPKANNYA KE BALIK UNDERWEARNYA
Mulanya aku takut kegelapan. Tapi tidak lagi, setelah kutiru kelakuan herder-herder itu.
Aku merasa tubuhku jadi serba tajam. Ada pisau tumbuh di dalam kepalaku.
BLACK JACK MENDEKATI SOSOK BOCAH LELAKI YANG MENGENAKAN
ROK. ROK ITU DILEPAS. DARI SELANGKANGAN BOCAH ITU MENYEMBUL
PISAU BERKILAT. BLACK JACK MERENGGUT PISAU ITU, LALU MEMOTONG
KEPALA BOCAH. BLACK JACK TERTAWA
Hak hak hak kini aku besar. Black Jack sudah besar, bu! Dia tidak takut gelap, bu!
Mana gelap? Kusabung kamu!!
BLACK JACK BERGULINGAN, MELOLONG BEBAS, DAN DENGAN GEMBIRA
MENEBAS SEMUA SOSOK DI DEPANNYA DENGAN PISAU TERHUNUS. TAK
LAMA DIA RUBUH DI DEPAN MEJA YANG MEMBUJUR. TUBUHNYA MENIMPA
MINIATUR UNIVERSITAS HEWAN. MINIATUR HANCUR
Ini tidak lama. Daun tak bikin kenyang. Perutku lapar. Aku nangis lagi.
BLACK JACK MEMENCET TOMBOL SP-PHONE
Nyoto,
si
Bima
sudah
di
ransum?
Dan Nyoto, aku akan makam malam di sini.

Kasih

dobel.

Ya!

Dobel!

BLACK JACK MENGENAKAN KAIN PENUTUP MEJA SEBAGAI MANTEL


Ibu Fatma baru datang menjelang subuh, esok harinya. Di tangan ibu, ada selembar
bendera yang dijahit tangan. Wajah ibu lusuh dan kusut. Herder-herder menyalak. Ibu
merangkuli mereka semua. Si Bima menciumi ibu.
Kasih ibu sepanjang zaman. Diantara kesal, aku gembira. Ibu akan merangkulku juga.
Saya masih nangis di kaki meja makan. Rasanya ibu belum denger tangisku. Suara adzan
subuh dari mesjid di ujung jalan. Tapi, tiba-tiba.... ibu melolong panjang dari pekarangan
belakang. Lalu saya mendengar pintu dapur dibanting dengan hebat. Ibu merebus air.

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

Saya memperkeras tangisan, berharap perhatian. Adzan selesai. Lampu rumah tidak
dinyalakan. Sepi sekali di rumah. Matahari sembunyi.
BLACK
JACK
MENEMPELKAN
MENGEPULKAN ASAP

DADANYA

PADA

CERET

YANG

Akhirnya, ibu Fatmawati menghampiri saya. Menenteng air yang sudah di jerang.
Asapnya
bergumpalan.
Sepatah
kata
saja
keluar
dari
mulut
ibu:
MANDI!!!!!
GEMA SUARA: MANDI!... MANDI!... MANDI!... MANDI!!!... TERDENGAR
PEKAK DI SEANTERO RUANGAN. TUBUH BLACK JACK GEMETAR, LALU DIA
MELOLONG HEBAT, DI TIMPALI SUARA GONGGONGAN ANEKA ANJING
YANG MEMBURU
Aaaaaaaakkkkhhhhh..........!!!!!!!!!
BLACK JACK MELEPAS UNDERWEARNYA, LALU MEMPERLIHATKAN
PUNGGUNGNYA, TAMPAK BEKAS LUKA BAKAR YANG BERAT, BLACK JACK
MENGUCAP LIRIH
Air itu... benar-benar mendidih.!!
PADA LAYAR VISUALISASI TAMPAK CLOSE-UP DAGING PUNGGUNG YANG
TERBAKAR. KULIT JANGAT TERKELUPAS, DAGING MENTAH YANG
MEMUTIH. ASAP MENGEPUL DARI PERMUKAANNYA. BLACK JACK
MENGENAKAN KEMBALI GAUN PANJANGNYA
Umur Black Jack baru sembilan tahun, waktu ibu Fatmawati mengguliti punggungnya.
Sejak itulah, dari siang ke malam, dari malam ke pagi, dari pagi ke hari, dari hari ke
tahun, Black Jack tidak bisa berhenti, menggambar muka-muka anjing. Membaca kisahkisah anjing. Bermimpi membelah kepala-kepala anjing di kamar mandi. Umur tiga belas
tahun, untuk pertama kalinya Black Jack bermain asmara dengan seekor anjing. Umur
delapan belas tahun, Black Jack sudah terbiasa makan jeroan anjing.
DENTANG JAM BANDUL TERDENGAR BERAT. DARI BALIK BINGKAI PINTU
MUNCUL NYOTO, BERSERAGAM PUTIH, KOPIAH HITAM, KACAMATA
HITAM. NYOTO MEMBAWA NAMPAN PERAK BESAR. DI ATAS NAMPAN
TERHIDANG JEROAN SEGAR, JEROAN MENTAH BERDARAH
NYOTO:
Makan malam siap, walikota.
BLACK JACK:
Si Bima?

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

NYOTO MENGANGGUK KHIDMAT. MENARUH NAMPAN DI MEJA, LALU


MENGHILANG MENUJU GELAP.
BLACK JACK MENYANTAP MAKAN MALAMNYA DENGAN TANGAN
TELANJANG.
BIBIR
DAN
LIDAHNYA
MAKIN
MERAH.
DARI LUAR RUANGAN TERDENGAR KEMBALI SUARA PARA PENDEMO
:
Makam tak bisa dibongkar! Dengar kau Walikota? Dengar! Makam ini ayah kami. Ibu
kami. Makam bukan tanah terlantar. Makam itu tempat keramat. Kamu Walikota korup.
Mau membongkar makam demi uang. Pikiran najis! Walikota tak bermoral! Korup!
Walikota antek PKI
BLACK JACK TERUS MENYANTAP MAKAN MALAMNYA
Aku sudah membongkar makamku. Menggali kuburan masa laluku. Aku tidak korup
sama riwayatku. Itu sebabnya aku terpilih sebagai Walikota. Darimana datangnya
korupsi? Mungkin dari punggung pemimpin yang tak kunjung sembuh. Hmm aku tidak
tahu. Aku tidak ngerti tudingan orang-orang itu, yang kulakukan Cuma belajar lebih
menyayangi hewan-hewan. Jeroan ini sehat.
SEUNTAI BLUES MENGALUN, BERSAMA GELAP YANG MENYERGAP

Selesai

Monolog BlackJack karya Benny Johannes

10