Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU

MASA NIFAS FISIOLOGIS


1.Pengertian
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan
sebelum hamil. Berlangsung kira-kira 6 minggu.
II. adaptasi fisiologis postpartum
1. alat-alat organ reproduksi
- uterus
mengalami
involusio
pada
otot
miometrium
dan
endometrium dengan adanya kontraksi uterus, kontraksi
yang kuat ditandai adanya after pain (nyeri). Kontraksi uterus
pada primipara lebih kuat dibanding multipara juga laktasi
berjalan dengan baik. Berat uterus minggu pertama adalah
55 gram, sedang setelah 6 minggu adalah 50-70 gram
- endometrium
involusi terjadi pada daerah pelepasan plasenta
@ 2-3 hari PP terjadi nekrosis pada pelekatan plasenta
@ hari berikutnya terbentuk lapisan basa
@ 16 hari normal kembali
- tiggi fundus uteri.
Setinngi pusat pada hari pertama dan menurun satu jari stiap
hari, sampai pada hari ke sembilan (kesepuluh) tidak teraba
diatas simpisis
Bila penurunan fundus uteri tidak terjadi sperti tersebut
diatas, maka kejadian tersebut dinamakan Subinvolutio.
- Lokhea
Pengeluaran sisa-sisa dari buah kehamilan dan tempat
pelekatan plasenta

Karakteristik lokhea dari hari kehari


Nama
lokhea
Rubra

Waktu
(hari)
Ke 1-3

warna

Keadaan
abnormal
-Darah segar ->Bekuan darah
-<bekuan drh -bau agak busuk
-bau
agak -gangguan bila
anyir
tidak meneteki

serosa

Ke 4-9

alba

Ke 10

-Merah
muda /cokltat
_ _
-bau
agak
anyir
-kuning/putih -lokhea serosa
-kembali merah
-pengeluaran. 23 minggu

- serviks
ostium uteri eksternum mengalami perubahan yaitu melebar
dan memanjang ( fish mouth)
- vagina
beberapa saat setelah melahirkan tonus otot menurun, udem
dan membiru, terdapat laserasi, saluran menjadi melebar,
rugae tak tampak. Terdapat robekan pada himen terutama
pad primipara. Tiga minggu kemudian rugae kembali walau
tidak seperti semula
- perineum
mengalami laserasi/episiotomi. Yang perlu diperhatiklan
posisi episiotomi, lamanya persalinan kala II dan efektifnya
mobolisasi pada masa nifas. Sembuh dalam waktu 5-6 hari
2.Adaptasi sistem saluran cerna
- satu sampai dua hari PP nafsu makan meningkat
- konstipasi dapat terjadi akibat:
# faktor psikologis (takut jahitan rusak, nyeri)
# penurunan tonus otot abdomen (peristaltik)
# kurang intake menjelang partus
# rektum kosong saat persalinan kala II
# pengaruh klisma

3.Adaptasi sistem urinari


Dengan adanya satu jalur dengan jalan lahir maka dampak
yang mungkin terjadi:
udema
laserasi yang ditandai dengan hematuri
tindakan kateterisasi
hal ini bisa menimbulkan trouma pada uretra maupun
bladder, yang ditandai dengan retensio uteri.
Volume urine.
- urien meningkat dalam waktu 24 jam (perubahan sistem
kardio vaskuler)
4.Adaptasi sistem muskulo skeletal
Saat kehamilan ibu mengalami kenaikan berat badan dan
semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia
kehamilan, hal ini menimbulkan pergeseran pusat gravitasi
yang mengakibatkan perubahan posisi (hiper lordose) dan
relaksasi sendi-sendi terutama sendi panggul. Pada masa
nifas terjadi perubahan kembali yang disebut masa
pemulihan yang tentunya perlu latihan.
5.Adaptasi sistem kardio vaskular
Saat kehamilan adanya perubahan (hemodinamil). Pada
masa nifas akan terjadi perubahan kembali:
penurunan volume darah
penurunan curah jantung (33%)
cenderung terjadi bradikardi (konpensasi
vaskular
resisten)
6. Laktasi
- Mengalami pembesaran pada puting susu, ariola dan
duktus laktiverus, vaskularisasi meningkat.
- Pengeluaran kolustrum pada hari pertama dan kedua,
berikutnya pengeluaran ASI.
7.sistem endokrin
- hormon hormon plaseta mengalami penurunan
- hormon-hormon pituitari
hormon prolaktin
H. FSH dan
H. LH
- pada masa laktasi ibu yang memberi ASI dan tidak,
keadaan H. FSH berbeda, sehingga ibu yang memberi ASI
menstruasi lebih cepat (lebih kurang 12 minggu PP),
sedang yang tidak lebih lambat (lebih kurang 36 minggu)

8.Adaptasi psiko sosial


a. Ibu:
1) Taking In dimulai setelah melahirkan 2 3 hari PP
klien lebih berorientasi diri dan pasif
tingkat ketergantungan tinggi
kebutuhan nutrisi dan istirahat meningkat
2) Taking Hold sampai dengan 2 minggu
klien mulai tertarik dan perhatian pada bayi
mampu melakukan perawatan mandiri
adalh waktu terbaik untuk pemberian HE
3) Letting GOO 3 4 minggu
telah muncul adanya perhatian terhadap bayi sebagai
indvidu
ibu madiri sepenuhnya
- Tahap tahap postnatal
1. Immediate
: tahap 2 jam PP
2. Early
: minggu pertama
3. Late
: minggu 2 4
- postpartum blues
umum terjadi pada primi para yang ditandai dengan
menangis, mudah tersinggung, gangguan nutrisi dan
istirahat.
kemungkinan penyebab:
merasa gagal menjadi orang tua
pengaruh perubahan hormon
kelelahan
gangguan penampilan postnatal
b. Adaptasi ayah
bangga
takut mememegang bayinya
diekspresikan berbeda-beda
periode immediate ayah lelah dan mengantuk
c. Adaptasi sibling
libatkan dalam perawatan bayi di rumah
menjenguk ke RS/rumah bersalin, melalui tilpun

III. Diagnosis
Masa nifas dikatakan normal bila involusi uterus, pengeluaran
lokhea, pengeluaran ASI serta perubahan tubuh dalam
kondisi normal
IV. Penanganan
1. kebersihan meliputi:
kebersihan seluruh tubuh
kebersihan vulva dan sekitarnya (vulva higiene)
- mengganti pembalut minimal dua kali /hari
- cuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan genitalia
- jika ada luka epis hindari (tak perlu disentuh)
2.Istirahat
istirahat cukup, mencegah kelelahan
aktifitas ringan tahap demi tahap usahakan tidur saat bayi
tidur, kurang istirahat bisa:
- Produksi ASI
-menghambat involusi, menambah perdarahan
-Depresi dan mersa tidak nyaman
3.Latihan
- Pentingnya melatih otot perut dan panggul
- Latihan beberapa menit sangat membantu dengan:
tidur terlentang lengan disamping, menarik otot perut
selagi menarik nafas, tahan nafas kedalam dan angkat
dagu kedada, hitung sampai 5. Rileks dan ulangi
sebanyak 10 kali
Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot,
pantat dan pinggul, tahan sampai 5 hitungan. Kendurkan
dan ulangi sebanyak 5 kali.
Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan setiap gerakan.
Setiap minggu dinaikan jumlah latihan 5 kali lebih banyak.
Pada minggu ke6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan
setiap gerakan sebanyak 30 kali.
4.Gizi
Ibu menyusui harus:
Mengkonsumsi tamgahan 500 kalori tiap hari
Diet seimbang setiap hari (protein, mineral dan vitamin)
Minum sedikitnya 3 liter/hari (anjurkan ibu minum setiap
kali menyusui

Pil zat besi setidaknya 40 hari PP.


Minum kapsul vit A (200.000 unit)

5.ASI
Manfaat asi dan cara pemberiannya
Manfaat ASI
Tanda ASI
Suplai Asi
Suplai ASI
cukup
untuk ibu
untuk bayi
-mudah dicerna
-kencing 6X/24j - Istirahat
-menyusu tiap 2
-Memberi
kekebalan
-Selalu segar
-Bersih
-Siap diminum

- Motivasi
-sering bab
- pengamat
-puas,tidur
an
cukp
-menyusu 1012x
-ASI kosong
-ada rasa geli
-BB bayi

j.
-bangunkan bayi
-pastikan
bayii
menyusu
dg
benar
-susui bayi dg
tenang
-tidurlah dg bayi
bersebelahan

6.Perawatan payudara
1. jaga payudara tetap bersih kering t/u putting susu
2. gunakan BH yang menyokong payudara
3. apabila putting susu lecet oleskan kolustrum/ASI pada
puting susu setiap selesai menyusui. Mulailah menyusui
pada bagian yang tidak lecet
4. bila nyeri bisa minum pamol 4-6 jam sekali
5. bila terjadi bendungan ASI:
- kompres payudara dengan kain basah hangat selama 5
- Urut payu dara kearah p. susu dengan zigzak
- Keluarkan air susu bagian depan sehingga putting susu
lunak
- susukan tiap 2 jam. Bila tidak habis keluarkan sisanya
dengan mengurut
- letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui
7. Keluarga berencana
Setidaknya ibu merencanakan kehamilan minimal 2 tahun.
8. HE (health Edocation)
senam nifas
perencanaan keluarga
perawatan
bayi
dirumah:
memandikan dan imunisasi

menyusui,

9. Perencanaan pulang
Ibu boleh pulang bila:
tidak ada komplikasi kehamilan dan persalinan
tanda-tanda vital vital normal

tali

pusat,

keadaan uterus, bak, normal


bayi sehat
bonding attechment baik
support system adekuat
kontrol postnatal

Bonding dan ettachment


Pengertian
Bonding adalah: dimulainya interaksi emosi, fisik
sensorik antara orang tua dan bayi segera setelah lahir
(nelson:1986)

dan

Ettachment adalah: proses agar tetap terjalinnya keterkaitan


bati antar individu meliputi pencurahan perhatian serta
adanya hubungan emosi dan fisik secara akrab.
Kedua kegiatan tersebut tak bisa dipisahkan, karena bonding dan
ettachment menggambarkan kesatuan hubungan emosi antara orang tua
dan bayinya, yang menimbulkan rasa kasih sayang timbal balik rasa
puas, aman khususnya pada bayi akan perpengaruh pada perkembangan
berikutnya.

Adapun tujuan bonding ettachment sebagai berikut:


1. bayi merasa dirinya ada yang mencintai, tidak diabaikan,
Dunia sekelilingnya dapat dipercaya
2. menanamkan dasar kepribadian dan sikap yang posistif
terhadap orang lain.
Gejala yang ditimbulkan bila bonding ettachment tertuda:
1. Sering melakukan TL. Steriotip
2. Menunjukkan TL. Sosial abnormal
3. Menunjukkan sikap apatis
Prinsip-prinsip bonding ettachment
1. Pada menit/jam pertama kelahiran adalah masa yang
paling optimal dalam pelaksanaan bonding
2. Timbul respon yang spesifik dari orang tua ketika pertama
kali bayi diberikan pada orang tua
3. Perlu umpan balik /respon positif dari bayi melalui TL.
Gerakan/pandangan mata, gerakan tubuh, tersenyum
4. Orang-orang menyaksikan proses kelahiran menjadi sangat
akrap dengan bayinya
5. Prose ettachment dan sikap menolak terhadap bayi sukar
untuk terjadi secara bersama-sama

Tahap perkembangan bayi bari lahir


1. Tahap reaktif tk I
Berlangsung 15 30 menit sesudah lahir
Cir-ciri:
menangis kuat
reflek mengisap kuat (bising usus belum ada)
sangat tepat untuk memperkenalkan bayi pada ibunya
(pemberian ASI segera umumnya berhasil)
2. tahap inaktif.
Berlangsung 2 4 jam, bayi disini banyak tidur, respon suhu,
pernafasan dan nadi , bising usus mulai ada, (saat ini tidak
tepat untuk memulai minum ASI segera)
3. Tahap reaktif tk II.(tahap 46 j. s.d 6-8 jam setelah lahir).
Bayi mulai aktif kembali, tanda-tanda vital
, refelk usus
mulai ada, bayi mulai muntah, mengeluarkan mekonium ,
dan menunjukkan ingin minum.