Anda di halaman 1dari 16

KEBIJAKAN PENERAPAN STANDAR

PELAYANAN MINIMAL

DISAMPAIKAN OLEH:
Drs. ANDI BATARALIFU, M.Si.

DITJEN OTONOMI DAERAH


DEPARTEMEN DALAM NEGERI
2013

Latar Belakang

Desentralisasi dan Otonomi Daerah ditujukan untuk:


Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah
Kesejahteraan rakyat, dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu Pemerintah Daerah harus mampu


menyediakan pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
Undang-undang No. 32 Tahun 2004 mengamanatkan bahwa
penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Pelayanan
Minimal (SPM) yang dilaksanakan secara bertahap.
2

KERANGKA HUKUM

UU
SEKTOR

UUDRI 1945

URUSAN
WAJIB

UU 32/2004

OTONOMI
DAERAH

PP 65/2005
PERMENDAGRI
6 &79 /2007

MENINGKATKAN :
KUALITAS PENY PEM.AN DAE
KESEJAHTERAAN MASY
PELAYANAN UMUM
DAYA SAING DAERAH

PEDOMAN PENYUSUNAN &


PENERAPAN SPM
3

Pembagian Urusan Pemerintahan


URUSAN PEMERINTAHAN
Urusan pemerintahanyang
sepenuhnya menjadi wewenang
Pemerintah

Urusan pemerintahanselain dapat


dikelola bersama oleh
Pemerintah (Pusat), Prov,
Kab/Kota Dibagi dgn kriteria

Politik Luar Negeri ;


Pertahanan ;
Keamanan ;
Yustisi ;
Moneter & Fiskal Nasional ;
&
Agama.

Eksternalitas(scopedampak)
Akuntabilitas(distance
dampak)
Efisiensi(rasiountung-rugi)

Pem menyelenggarakan
sendiriatau dpt m
elimpahkan
sebagianurusannyakpd
perngktnyaataukpd wakil
Pem di daerah, atau
menugsknkpd Pem-an
Daerah/ Pemdes
Standar Pelayanan
Minimal

Urusan
Pemerintahan Daerah

WAJIB
Pelayanan Dasar

UrusanPemerintah

PILIHAN
SektorUnggulan

Diselenggarakan berdasarkan asas


otonomi

Menyelenggarakan
sendiri
;
Melimpahkan
sebgnursnkpd
Gubselakuwkl
Pem.;
Menugaskan
sebgnursnkpda
Pem-an
Daerah/Pemdes
.
4

Arah dan Tujuan Penerapan SPM

Pemerintah Pusat menyusun SPM dengan maksud dan


tujuan perlindungan hak konstitusional; kepentingan
nasional; ketentraman dan ketertiban umum; keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan komitmen
nasional sehubungan perjanjian dan konvensi internasional
Pemerintah Daerah menerapkan SPM dengan pengertian
bahwa pusat pelayanan yang paling dekat dengan
masyarakat adalah di tingkat Daerah c.q. Kabupaten/Kota.
Pemerintah Propinsi berdasarkan SPM dari Pusat dalam
kapasitasnya sebagai wakil Pemerintah Pusat di Daerah
memfasilitasi Kabupaten dan Kota yang ada dalam wilayah
kerjanya untuk menerapkan dan mencapai SPM tersebut.
5

Perencanaan dan Penganggaran


Daerah Berbasis SPM
SPM
Nasional
Data dan
Informasi
pencapaian
kinerja pelayanan
publik tahun lalu

Pengkajian Kondisi
Umum Daerah

RPJMD
Rapat Tim
Stakeholders
Daerah(DPRD,
Pemdadan
Masyarakat)

Penelaahan/Anali
sis Pencapaian
PrestasiKerja
SKPD Penerapan
SPM

Musrenbang

Renstra
SKPD

RKPD

Kesepakatan antar
daerah difasilitasi oleh
Gubernur
Laporan data dan
informasi hasil
pencapaian prestasi kerja
pelayanan dasar berbasis
SPM dari masing-masing
SKPD oleh Bappeda

Renja SKPD
Masing-masing Unit
menyusun RKA SKPD

Konsultasi Publik
Informasi Tolok Ukur
Kinerja Pencapaian SPM

Lapran hasil sementara


RKA-SKPD oleh
Bappeda , Bagian
Keuangan
RAPBD dan Kebijakan
Umum Anggaran

Strategi dan Penerapan SPM


Muatan Inti:
Jenis Pelayanan Dasar
Indikator dan Nilai SPM
Pengorganisasian SPM
Batas waktu pencapaian
SPM

Mengacu
pada
Pemda menyusun rencana
pencapaian SPM

Target tahunan
pencapaian SPM

Dituangkan dalam

Dituangkan dalam
Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah
(RPJMD)
Rencana Strategis Satuan
Kerja Perangkat Daerah
(Renstra SKPD)

Kebijakan Umum Anggaran (KUA)


Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah (Renja SKPD)
Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja
Perangkat Daerah (RKA-SKPD)

Klasifikasi belanja daerah


dengan pertimbangan
kemampuan keuangan daerah

Berdasarkan
7

Pengintegrasian SPM dalam


RPJMD
Urusan
Pemerintahan
Urusan Bersama

Urusan Pilihan

Pelayanan Dasar

Urusan Wajib

Standar Pelayanan
Minimal (SPM)

Menjadi salah satu


faktor dalam
menggambarkan

Urusan Mutlak

Renja-SKPD
RKPD

Menjadi acuan
dalam penyusunan

RKA-SKPD
Rancangan RPJMD
Renstra-SKPD
Visi, Misi dan
Tujuan
Strategi dan
Kebijakan
Program, Indikasi
Kegiatan, Prestasi
Kerja Berbasis
SPM

Penetapan Perda
tentang RPJMD

Strategi
Pembangunan
Daerah
Arah Kebijakan
Umum
Arah Kebijakan
Keuangan Daerah
Program Prioritas
Daerah

Analisis Keuangan
dan Kondisi Umum
Daerah

Kondisi Umum
Daerah
Urusan
Pemerintahan
Kewenangan
Daerah
Faktor Geografis
Perekonomian
Daerah
Kondisi Sosial
Budaya
Prasarana dan
Sarana
Pemerintahan
Umum
Prestasi Kerja
Pelayanan Publik
Berbasis SPM

Pengintegrasian SPM dalam


RAPBD
RKPD

Rancangan KUA

Analisis Standar
Belanja
SKPD

Standar Pelayanan
Minimal
Nota Kesepakatan
KUA

Rancangan PPAS

SE KDH tentang
Pedoman
Penyusunan RKASKPD

Nota Kesepakatan
PPAS

Penyusunan Rincian Anggaran


Pendapatan
Penyusunan Rincian Anggaran
Belanja Tidak Langsung
Penyusunan Rincian Anggaran
Belanja Langsung
Penyusunan Rincian Penerimaan
Pembiayaan Daerah
Penyusunan Rincian Pengeluaran
Pembiayaan Daerah

Standar Satuan
Harga
RKA-SKPD

Penetapan Perda
APBD

Per. KDH
Penjabaran APBD

Evaluasi Raperda

Raperda APBD

Penyusunan
Raperda APBD

Nota Keuangan

Badan
Kepegawaian/
Daftar Pegawai

Akuntansi/Laporan
Keuangan

Program/Kegiatan dan
Pembiayaan SPM
Urusan Pemerintahan Wajib

Jenis Pelayanan

Jenis Pelayanan

Jenis Pelayanan

SPM

SPM

SPM

Target/Nilai

Indikator

Program/
Kegiatan

Program/
Kegiatan

Program/
Kegiatan

Pembiayaan

Pembiayaan

Pembiayaan
10

Program/Kegiatan dan
Pembiayaan SPM
Urusan
Pemerintahan
Wajib
Pelayanan
Dasar
Standar Pelayanan
Minimal

Rencana
Tahunan

11

Analisa Pembiayaan SPM

Mengkaji kesenjangan dalam pencapaian SPM;

Menganalisa kapasitas daerah;

Mengidentifikasi permasalahan dlm pencapaian


SPM;
Menganalisa perhitungan biaya yang dibutuhkan
untuk mencapai SPM;
Merencanakan langkah-langkah pencapaian SPM;
dan
Menyediakan umpan-balik bagi Pemerintah.

12

Manfaat Analisa Pembiayaan SPM Dalam


Siklus Perencanaan dan Penganggaran
Daerah

Penyusunan dan pemutahiran RPJP-Daerah, RPJM-Daerah dan


Renstra-SKPD.
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Penyusunan dan penetapan (Arah) Kebijakan Umum (AKU
APBD) dan RENJA-SKPD.
Penetapan (Strategi) Prioritas
penyusunan (RKA-SKPD).

dan

Plafon

anggaran

dan

Penyusunan RAPBD dan penetapan APBD.

Alat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan UPW/SPM di Provinsi.

Di masa mendatang, dapat dipergunakan sbg masukan bagi


perhitungan alokasi Dana Perimbangan (DAU).

13

Misinterpretasi Urusan Wajib/SPM

Lebih banyak urusan wajib, berarti lebih banyak


DAK.
Penerapan urusan wajib dan
sebagai alat re-sentralisasi.

SPM

dianggap

Departemen cenderung memperbanyak daftar


pelayanan dasar dan SPMnya tanpa memikirkan
beban dan kepentinganya di daerah.
Departemen kurang tertarik menentukan SPM
karena kekuatiran akan volume kerja menjadi
menurun.
Pemerintah Daerah cenderung menetapkan SPM
yang mudah dicapai.
14

Kesimpulan

Dengan adanya SPM, masyarakat akan terjamin menerima suatu


pelayanan publik dari Pemda, serta dapat mengukur sejauhmana Pemda
dapat memenuhi kewajibannya untuk menyediakan pelayanan publik.
SPM bermanfaat untuk menentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan
untuk menyediakan suatu pelayanan publik, serta menjadi landasan dalam
menentukan perimbangan keuangan yang lebih adil dan transparan.
Adanya SPM akan memperjelas tugas pokok Pemda dan akan merangsang
terjadinya checks and balances yang efektif antara eksekutif dengan
legislatif.
SPM dapat merangsang transparansi dan partisipasi masyarakat dalam
kegiatan pemerintah daerah.
Adanya SPM dapat menjadi argumen bagi peningkatan pajak dan retribusi
daerah karena baik Pemda dan masyarakat dapat melihat keterkaitan
pembiayaan dengan pelayanan publik yang disediakan Pemda.
SPM dapat merangsang rationalisasi kelembagaan Pemda, karena Pemda
akan lebih berkonsentrasi pada pembentukan kelembagaan yang
berkorelasi dengan pelayanan masyarakat, termasuk jumlah dan
kualifikasi pegawai yang dibutuhkanuntuk mengelola pelayanan publik
tersebut.
15

Sekian dan Terima Kasih


Atas Perhatiannya