Anda di halaman 1dari 42

ASPHYXIA

&
KEMATIAN MENDADAK

AHMAD YUDIANTO
MAGISTER ILMU FORENSIK
PPs UNAIR 2012

PENDAHULUAN
Asphyxia = mati lemas
Bhs Yunani Asphyxia berarti tidak berdenyut,
tidak tepat sebab pada kematian karena asphyxia nadi

sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa


menit setelah pernapasan berhenti.

DEFINISI :
Asphyxia adalah kekurangan oksigen
yang disebabkan oleh terganggunya
saluran pernapasan~ ANOXIA

MACAM MACAM ANOXIA


1. Anoxic anoxia
2. Stagnant circulatory anoxia
3. Anemic anoxia
4. Histotoxic tissue anoxia
a. Extra cellular
b. Intra cellular
c. Metabolit
d. Substrate

PERUBAHAN PATOLOGI
1. Perubahan Primer : sebagai akibat langsung anoxia
- Otak peka pd anoxia
- Elektrolit K keluar sel diganti Na, retensi air metabol. terganggu
- Sel otak mati menjadi Glial tissue
- Kepekaan sel syaraf terhadap anoxia tergantung
perkembangan
philogenetik, tingkat spesialisasinya, & kebutuhan
oksigen.
Pada pemeriksaan histopatologi akan tampak :
- sel ischemia yaitu bengkak (swollen)
- granule yang terkumpul didekat sel yang rusak
- penyerapan pengecatan akan menurun/ hilang sama sekali
- sel syaraf yang rusak diganti oleh jaringan glia

PERUBAHAN PATOLOGI
2. Perubahan Sekunder :
Perubahan tergantung dari proses kejadiannya
- Anoxic-anoxia jantung mengkompensasi
- Post mortem darah berwarna gelap.
- Strangulation venous return dari kepala terganggu
petechial di
conjunctiva, palpebra, scalp,otak, pleura &
pericard (TARDIEU SPOT) ok peningkatan tek.intra
kapiler krn anoxia
- Anemic anoxia keracunan CO: oxy-Hb >< Carboxy Hb.
- Histotoxic anoxia keracunan cyanida.
07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

STADIUM ASPHYXIA
1. Dyspnea : Mulai terjadi cyanosis.
2. Konvulsi : Clonic tonic opisthotonic.
3. Apnea : Pengeluaran sperma urine faeces
4. Final : Paralyse pernafasan 4 5
menit mati.

KELAINAN PADA OTOPSI


Pemeriksaan luar (TRIAS ASFIKSIA):
- Bintik perdarahan palpebra, conjunctiva & kulit kepala

- PTECHIA, INJECTED, CIANOSIS


Pemeriksaan dalam :
- congesti & cyanotic, darah encer- gelap

- Ptechia : thymus, pericard, larynx, paru, pleura, lapisan serosa organ,


galea scalp
- Cor dextra membesar- terisi darah, Cor sinistra contracted kosong
- Pembendungan & pelebaran vena, paru, lambung, hati & ginjal
hyperaemia
- Limpa : contracted Wrinkled capsule akibat adanya pengkerutan

PENYEBAB ASPHYXIA
Wajar : Laringeal edema, Ludwig angina, Laryngitis diphteria,
Tumor larynx/leher, Asthma bronchiale, Reaksi anaphylatic,
Pneumothorax, Complete blocking a. pulmonalis karena emboli,
Tamponade jantung
B.
Tidak wajar / Traumatik
1. Trauma pada tungkai thrombose v. femoralis-emboli
2. Patah tulang panjang emboli lemak paru-paru
3. Luka tusuk atau iris mengenai V. jugularis interna
A. Udara terhalang secara paksa, dibagi atas :
B.
Strangulation : Hanging (strangulation by suspension), Ligature
A.

Strangulation, Manual strangulation

1.
2.
3.

Suffocation : Smothering, Choking, Gagging


Traumatik asphyxia /External pressure on the chest
Drowning : - Tenggelam
Inhalation of suffocating gases CO, CO2, H2S

HANGING

Hanging adalah suatu strangulasi dimana tekanan pada


leher yang menjadi erat akibat berat badan korban sendiri,
sehingga saluran udara tertutup.

MEKANISME : Saluran udara tertutup karena pangkal

lidah terdorong keatas kebelakang, kearah dinding


posterior pharynx, Pallatum molle dan ovula terdorong
keatas, menekan epiglotis sehingga menutup lobang larynx.

SEBAB KEMATIAN
1. Asphyxia.
2. Gangguan circulasi darah otak, karena tertekannya v.
jugularis / a. cirotis sehingga terjadi Cerebral anoxia.
3. Vagal reflek.
4. Kerusakan batang otak atau sumsum tulang
belakang

CARA KEMATIAN :
1. Bunuh diri tersering
2. Kecelakaan anak anak
meniru drama TV ;
Masochitis experiment/sexual
hanging.
3. Pembunuhan jarang.
JENIS HANGING

Typical Hanging
Atypical Hanging
Kasus dengan letak titik
gantung di depan atau
di dagu

Posisi korban
1. Kedua kaki tidak

menyentuh lantai
(Complete hanging)
2. Duduk berlutut (Biasanya
menggantung pada daun
pintu / Incomplete
hanging)

3. Berbaring (biasanya
dibawah tempat tidur /
Incomplete hanging)
07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

1
1

Pemeriksaan TKP
Tentukan korban masih hidup atau sudah mati.
Kumpulkan bukti-bukti yang dapat memberi petunjuk cara kematian.
Hati-hati terhadap kasus pembunuhan terselubung. Apabila korban
dibunuh dahulu, setelah beberapa lama kemudian baru digantung
maka mungkin akan ditemukan lebam mayat pada tempat yang
berlainan.
Perhatikan jeratnya, simpul hidup atau mati. simpul mati, coba
apakah dapat melalui lingkaran kepala.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan termasuk memperkirakan
saat kematian korban, sebelum kita menurunkan, harus kita ukur
tinggi tiang gantungan, panjang tali gantungan, jarak lantai dengan
telapak kaki apabila korbanyudi4n6sby@yahoo.co.id
tergantung bebas. Semua ini diperlukan
07/25/2014
1
2
guna rekonstruksi dikemudian hari

HUKUMAN MATI :
Terhukum dengan jerat pada lehernya
dibuat jatuh pada ketinggian kurang
lebih 6 feet. Sebab kematiannya
kombinasi shock, asphyxia dan
kerusakan medula spinalis karena
fraktur dan dislokasi Vert.Cervicalis III
IV ( +II).
Tali biasanya dilingkarkan pada sudut
dagu. Sering pula terjadi patah os
Thyroid dan kerusakan intima a.Carotis

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

1
3

Cara memotong Tali

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

1
4

KELAINAN YANG DITEMUKAN PADA OTOPSI


1.

1.

5.
6.

Tanda kekerasan pada leher (tidak selalu ada) berupa :


- frakt, proc. / cornu superior cartilago thyroidea.
- perdarahan otot leher.
- robekan M. Sternomastoidesus dan lig. Thyrohyoid.
- fraktur cornu os hyoid.
Alat-alat tubuh lain : tanda asphyxia + dan hypostatik
congestion, terutama pada organ-organ dalam abdomen
bagian bawah cepat busuk.
Warna wajah cepat cyanotic, bila pembuluh balik
tertutup. Bila pembuluh nadi yang tertutup akan pucat.
Ditemukan ptechia pada galea scalp, selaput lendir
larynx, tapi jarang.
Lebam mayat : tungkai, tangan & penis.
Dapat pula terjadi (tetapi tidak selalu) lidah terjulur dan
tergigit diantara kedua garis gigi, dan keluarnya air mani,
urine dan faeces.

SIMULATED SUICIDAL HANGING


Pembunuhan yang dibuat sedemikian rupa seolah-olah
menggantung diri.
LIGATURE STRANGULATION
Suatu strangulasi dimana tekanan pada leher disebabkan
oleh jerat yang menjadi erat akibat kekuatan yang lain
dari pada berat badan korban.
Cara kematian :
Paling sering pembunuhan, terutama infacticide. Jarang
kecelakaan dan bunuh diri.
Alat yang dipakai :
Sapu tangan, handuk, tali, kaos kaki, ikat pinggang, kabel
listrik, dan lain-lain.

Mekanisme tertutupnya jalan napas :


Larynx yang tertekan kebelakang kearah dinding
pharynx sehingga lumen tertutup mendapat tekanan
dari samping dan dari muka. Dari muka akan
menutup jalan napas, sedangkan dari samping akan
menutup pembuluh darah disamping leher, biasanya
hanya vena yang tertutup, sedangkan arteri tidak,
karena tekanan tidak sekerang hanging sehingga
muka tidak cyanotik. Tekanan pada v. jugularis dan
tekanan yang tidak lengkap pada a.carotis
menyebabkan perdarahan kecil-kecil pada muka,
conjuctive, scalp, dan fascia diatas m.temporalis.
Kemungkinan dapat terjadi pula vagal shock.

Olah TKP Kasus Gantung


Pembunuhan
Alat Penjerat:
Simpul
Jumlah Lilitan
Arah
Jarak titik tumpu
simpul
Korban:
Jejas jerat
Luka perlawanan
Luka-luka lain
Jarak dari lantai
TKP :
Lokasi
Kondisi
Pakaian
Ruangan
07/25/2014

Bunuh Diri

Biasanya simpul mati


Lebih dari satu
Biasanya mendatar
Dekat

>> simpul hidup


Satu
Serong keatas
Jauh

Berjalan mendatar
+
Ada, Sering didaerah
leher
Jauh

Meninggi kearah
simpul
_
mgkn luka
percobaan
Dekat/tdk
tergantung.

Bervariasi
Tidak teratur
Tidak rapi , robek
Tdk Teratur, terkunci
diluar
yudi4n6sby@yahoo.co.id

Tersembunyi
Teratur
Rapi dan baik
Teratur, terkunci
1
didlm
8

THROTTLING MANUAL STRANGULATION


Definisi :
Yaitu suatu strangulasi dimana tekanan pada leher
dilakukan dengan tangan atau lengan bawah sehingga
saluran napas tertutup.
Cara kematian :
Hampir semuanya karena pembunuhan, jarang sekali
karena kecelakaan atau bunuh diri.
Sebab kematian :
Umumnya karena vagal reflex.
Cara melakukan throttling :
1. Satu tangan.
2. Dua tangan.
3. Pelaku berada dibelakang korban.
4. Mugging.

Sebab-sebab kematian pada manual strangulation :


1. Vagal reflek.
2. Shock, terutama bila korban dalam pengaruh alkohol.
3. Asphyxia.
Lokasi dan arah frakture :
- pada cart. Thyroid : bagian ala.arah longitudinal.
- pada cart. Cricoid : didepan/samping,arah vertikal
- os hyoid : pada cornu mayus atau corpus, arah vertikal
- Cart. Trachea yg atas, bag.anterior arah vertikal.
- Mugging terjadi luxatio articulatio thyrocricoid
dan robekan ligamentum.
Catatan :

Cornu mayus os hyoid berikatan dgn corpus os hyoid


melalui jaringan ikat,serta processus superior cart thyroid
dengan corpusnya sehingga mudah digerakkan dan
disangaka frakture.

Perdarahan-perdarahan sekitar frakture merupakan


petunjuk bahwa kekerasan terjadi ante mortem (intra
vital)

SUFFOCATION
Obstruksi jalan napas sehingga
menghalangi masuknya udara kedalam
paru-paru yang mengakibatkan terjadinya
asphyxia.
Ada dua macam suffocation, yaitu :
- SMOTHERING
- CHOKING

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
1

SMOTHERING
Definisi :
Adalah keadaan dimana lubang-lubang external
dari jalan napas (mulut dan hidung) tertutup
secara mekanis oleh benda padat atau bahan
yang terdiri dari partikel-partikel kecil seperti
lumpur pasir abu, bulu dll.

Cara kematian : >> Kecelakaan


Pemeriksaan korban suffocation :
Pemeriksaan TKP sangat penting , sebab
mungkin bahwa benda penyebab
suffocation tidak meninggalkan tandatanda / bekas fisik pada tubuh korban

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
2

CHOKING
Definisi :
Adalah suatu keadaan dimana suatu benda padat masuk
kedalam lumen jalan napas dan menyumbatnya sehingga
udara tidak dapat mencapai paru-paru.
Cara kematian :
Tersering karena kecelakan ; pembunuhan dan bunuh diri
jarang.

TRAUMATIC ASPHYXIA
Definisi :
Terhalangnya udara untuk masuk dan keluar dari paruparu, karena adanya tekanan dari luar pada dada.
Cara kematian :
Kecelakaan dan pembunuhan.
BURKING : TRAUMATIC ASPHYXIA + SMOTHERING

TENGGELAM
Definisi Tenggelam
Tenggelam adalah suatu jenis sufokasi dimana jalan nafas
terhalang oleh air/cairan sehingga air/cairan terhisap masuk ke
jalan nafas sampai alveoli paru
Hal-hal yang perlu diketahui pada kasus tenggelam :
1. Apakah korban meninggal sebelum masuk ke air.
2. Apakah meninggal di air tawar atau air asin.
3. Apakah ada ante mortem injury, dan bila ada apakah
ini berpengaruh pada kematiannya.
4. Apakah ada sebab kematian wajar / keracunan dan
apakah ini menyebabkan kematian.
5. Bagaimana cara kematiannya.
07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
4

Patofisiologi Tenggelam
Tenggelam di air asin
Hipertonis

Tenggelam di air tawar


Hipotonis
Mudah masuk ruang alveoli
dan sirkulasi darah pulmo

Air terhisap ke jaringan paru

Hemodilusi
Hemolisis SDM
Hiperkalemi

Edema pulmoner hebat


Hemokonsentrasi
Hipovolemi
Hipermagnesium
Asfiksia

Fibrilasi Ventrikel

Mati dalam 8-9 menit

Mati dalam 2-3 menit


07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
5

Pemeriksaan Korban Tenggelam


Pemeriksaan luar :

Tidak ada tanda-tanda yang khas


Goose Flesh = Cutis anserina pada paha, lengan dan
bahu. Ini karena suhu air yang dingin menyebabkan
kontraksi m.errectores pillorum.
Instantaneus Rigor (Cadaveric spasme) berupa tangan
yg menggenggam rumput, kayu atau pasir.

Pemeriksaan Dalam :

07/25/2014

Busa halus &/ benda asing dlm saluran pernafasan


Pada paru mungkin ditemukan bercak-bercak pendarahan yang
disebut bercak paltauf akibat robeknya penyekat alveoli.
Bila korban masih segar, baru diangkat dari air, keadaan paru
merupakan petunjuk yang baik untuk membedakan tenggelam di
air tawar atau air asin.
yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
6

Perbedaan Keadaan Paru Akibat


Tenggelam di Air Tawar dan Air Asin
Tenggelam di air tawar
Paru-paru kering

Tenggelam di air asin


Paru-paru basah

Membesar, emfisematous, uniform,


tapi ringan

Membesar tapi berat

Tepi atas anterior sedikit menutupi


permukaan jantung

Menutupi permukaan mediastinum

Warna merah muda

Merah kebiruan, permukaan


mengkilap

Bila dipotong terdengar suara


krepitasi yang khas dan tak
mengecil

Krepitasi tidak ada , ditekan lunak


dan basah, menegcil serta keluar
cairan

Bila dipijat tak keluar cairan kecuali


bila
edematous
Keluar cairan bila dipijat
07/25/2014
yudi4n6sby@yahoo.co.id
2
7

Pemeriksaan tambahan pada


korban tenggelam
1.
2.
3.
4.

Percobaan pada getah paru-paru


Pemeriksaan kadar Na, Cl, K, darah
Pemeriksaan berat jenis plasma
Pemeriksaan diatome

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

2
8

Percobaan pada getah paru-paru


POSITIF

Percobaan getah
paru

NEGATIF

SEBAB KEMATIAN LAIN


NEGATIF

POSITIF

Diagnostik korbanMungkin meninggal karena Mungkin meninggal


dalam air jernih
meninggal karenatenggelam
tenggelam
Mungkin meninggal karena Mungkin meninggal
karena vagal refleks,
sebab lain tersebut
spasme larynx

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

Mungkin dimasukkan ke
dalam air setelah korban
2
9
meninggal atau

Pemeriksaan kadar Na, Cl, K darah


Tenggelam dalam air tawar
Kadar Cl dalam jantung kiri lebih
kecil daripada jantung kanan, Na
dalam plasma menurun dan K
meningkat.

Tenggelam pada air asin


Kadar Cl dalam jantung kiri lebih
besar daripada jantung kanan, Na
dalam plasma jelas meningkat,
namun K naik sedikit.

Pemeriksaan ini hanya berarti bila dilakukan tidak lama


setelah korban meninggal, karena elektrolit ini lamalama akan mengalami perubahan akibat difusi cairan
yang terjadi post mortem.
07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
0

Pemeriksaan berat jenis plasma


Berat

jenis dalam plasma jantung kiri lebih


rendah daripada jantung kanan, pada
semua kasus tenggelam baik di air tawar
maupun air laut.
Berat jenis plasma tersebut tidak
dipengaruhi oleh besar kecilnya kadar
garam

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
1

Pemeriksaan diatome
Pemeriksaan diatom dilakukan pada jaringan paru mayat segar.
Bila mayat telah membusuk, pemeriksaan diatom dilakukan dari
jaringan ginjal, otot sekelet atau sumsum tulang paha.
Pemeriksaan diatom pada hati dan limpa kurang bermakna sebab
dapat berasal dari penyerapan abnormal dari saluran pencernaan
terhadap air minum atau makanan.
Kesamaan jenis pada diatome yang ditemukan di jaringan tubuh
dan dalam air dapat dianggap sebagai bukti yang dapat dipercaya
bahwa korban mati tenggelam.

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
2

KEMATIAN
MENDADAK

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

Pendahuluan

1.
2.
3.
4.

07/25/2014

Kematian mendadak sering terjadi.


Biasanya o.k. penyakit 45 % penyakit
kardiovaskuler
Investigasi perlu untuk:
Ada/tidaknya kekerasan sebelum kematian
Klaim asuransi
Kompensasi pekerja
Kemungkinan diracun
Penyelidikan penyakit epidemik
yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
4

Macam Kematian Mendadak

Instantaneous Death / Kematian Seketika


Kematian terjadi, tdk ada keluhan pasien sebelum kematian.
misal : Seorang dlm keadaan sehat berjalan, baru berjalan beberapa meter,
kemudian meninggal.

Unexpected Death / Kematian tak terduga


Kematian terjadi, terdapat keluhan dari pasien sebelum
kematiannya.
misal : Seorang yang mengeluh nyeri dada, dikira nyeri otot biasa,
ia bekerja seperti biasa meninggal di tempat kerja

Unwitness Death / Kematian tanpa saksi


Kematian terjadi, tanpa diketahui siapapun
misal : seorang hidup sendiri,tanpa teman, di rumah meninggal di
rumah itu, tanpa ada yg tahu.

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
5

Penyebab Utama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

07/25/2014

Sistem Kardiovaskuler
Sistem Pernafasan
Sistem Saraf Pusat
Sistem Pencernaan
Sistem Urogenital
Lain-lain
Anak-anak
yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
6

Sistem Kardiovaskuler
45 %
Jenisnya :

a.

b.

c.

Oklusi arteri koroner : Arteriosklerosis koroner,


emboli arteri koroner, Stenosis ostium arteri koroner,
Anomali arteri koroner congenital
Lesi pada miokard, katub jantung, endocardium &
pericardium : miokarditis toksik akut, Fibrosis
miokard, ruptur spontan infark miokard, Hipertrofi
ventrikel kiri akibat hipertensi arterial
Lesi pada aorta : Ruptur spontan aorta ascending,
Aneurisma aorta abdominalis, Trombosis mural pd
plaq ateroma

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
7

Sistem Nafas +
SSP
Sistem Nafas :
23,1 %
Macam :
a. Asfiksia
b. Perdarahan saluran
nafas
c. Pneumotorax
d. Infeksi Paru

07/25/2014

SSP
17,9 %
Macam :
a. Perdarahan serebral
spontan
b. Perdarahan
subarahnoid
c. Kompresi serebral
d. Abses & Tumor otak
e. Epilepsi

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
8

Sistem pencernaan + UG
Sistem GI
9,7 %
Macam :
a.

Perdarahan GIT Ca.lidah,


Ca.esofagus

b.

Perdarahan Intraabdominal

c.

Shockobstruksi usus,
batu sal. Empedu

Peritonitis ruptur intestine,


perforasi pepetik ulcer

07/25/2014

Sistem UG :
a. Ruptur Kehamilan ekstra
uterin
b. Ruptur uteri, solusio
plasenta, abortus
c. Miofibroma, Toksemia
gravidarum
d. Ruptur buli-buli striktur
uretra, BPH
e. Nefritis

yudi4n6sby@yahoo.co.id

3
9

Anak anak + Lain-lain


Anak-anak
Lain lain :
a. Kelainan kongenital

Addisons disease b. Penyakit infeksi

Kelainan darah c. Kejang dgn asfiksia


leukimia, hemofilia d. Rickets disease

Kelainan metabolik e. Crib Death


koma asidosis,
Syndrome atau
hiperinsulisme
Sudden Infant Death

Status Limfatikus
Syndrome
07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

4
0

Penanganan Kasus Kematian


Mendadak

Setiap kematian mendadak harus diperlakukan sbg kematian yg


tidak wajar, sebelum dapat dibuktikan bahwa tdk ada bukti yg
mendukungnya.

Pd kasus kematian yg terjadi seketika/ tdk terduga, khususnya bila


tdk ada tanda penyakit sebelumnya & kemungkinan sakit sangat
kecil, untuk menentukan penyebab pemeriksaan otopsi pd
jenazah.

Kepentingan otopsi :
- Keluarga korban menjelaskan sebab kematian
- Kepentingan umum melindungi yg lain agar terhindar dari
penyebab kematian yg sama.

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id

4
1

Terima Kasih

07/25/2014

yudi4n6sby@yahoo.co.id