Anda di halaman 1dari 18

ARTHRITIS RHEUMATOID

SEBAGAI PENYAKIT AUTOIMUN

Alvan Aresto Djari


102012295
C1

Skenario
Seorang perempuan, 21 tahun datang ke poli
klinik dengan keluhan nyeri pada jari-jari
tangan, dan pergelangan tangan pada
tangan kanan dan kiri. Keluhan ini sudah
berlangsung selama 4 bulan ini. Pasien
mengatakannya
ibunya
juga
sering
mengeluh nyeri sendi terutama pada lutut
kirinya.

Identifikasi istilah yang


tidak diketahui

Rumusan masalah
Seorang perempuan, 21 tahun
mengeluh nyeri pada jari-jari
tangan
dan
pergelangan
tangan kanan dan kiri.

Analisis masalah
anamnesis
PF

Komplikasi

PP
Patofisiologi

Terapi
RM

Etiologi

Epidemiologi
Gejala
Klinis

DD
WD

Prognosis

Hipotesis
Seorang perempuan berusia 21
tahun mempunyai keluhan
nyeri pada jari-jari tangan dan
pergelangan tangan kanan dan
kiri yang diduga menderita
penyakit RA.

Anamnesis
Pada skenario, anamnesis yang didapat:
Seorang wanita
Umur 21 tahun

Keluhan Utama : nyeri pada jari-jari

tangan dan pergelangan tangan kanan


dan kiri

Riwayat Penyakit Sekarang: Mengalami nyeri


tersebut sudah dari 4 bulan yang lalu.

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi
perubahan struktur, fungsi, kesimetrisan, deformitas,
nodul subkutaneus, keterbatasan gerak, tanda2 inflamasi.

Palpasi
mengetahui kemungkinan adanya pembengkakan pada RA

Perkusi (tidak perlu)

Auskultasi(tidak perlu)

Pemeriksaan Penunjang
LED
Meningkat >30 mm/jam dapat dicurigai RA.
Untuk evaluasi awal RA

CRP
Meningkat hingga 0,7 pg/ml, juga untuk evaluasi awal RA

Rheumatoid factor
RF (+), tetepi scr klinis tidak sesuai: bukan RA
RF (-), tetapi scr klinis sesuai: RA

Anti-CCP (anticyclic citrullinated peptide antibody)


Lebih spesifik, dan untuk deteksi dini sebab RA dini .

Cairan sendi
adanya kristal kolesterol,

Diagnosis Banding

Working Diagnosis

Pemerikasaan
Anti-CCP
(anticyclic
citrullinated peptide antibody) yang lebih
spesifik dibandingkan dengan RF kemudian
digunakan untuk memastikan diagnosis
sementara menjadi diagnosis kerja yaitu
pada perempuan berusia 21 tahun terkena
penyakit Rheumatoid Arthritis.

Etiologi

Penyebab penyakit rheumatoid arthritis


belum diketahui secara pasti, namun
faktor predisposisinya adalah mekanisme
imunitas
(antigen-antibodi),
faktor
metabolik, dan infeksi virus.

Epidemiologi

Menyerang segala macam ras maupun


etnik
Jumlah penderitarheumatoid arthritisdi
dunia : 10% dari total seluruh
penduduk dunia
Jumlah penderita rheumatoid arthritis di
Indonesia : 0,1-0,3 % dari total seluruh
penduduk Indonesia
P >L

Patogenesis

Makrofag penyebab inflamasi pada RA,


diaktifkan dengan 2 cara:

sel T produksi IFNy utk aktivasi makrofag


Aktivasi makrofag hasilkan bbrp sitokin

Gejala Klinis

Komplikasi

Anemia
Komplikasi kardiak
Penyakit tulang belakang leher (cervical spine
disease)
Deformitas sendi tangan (Frozen shoulder
syndrome & Kista poplitea)
Komplikasi Pernafasan
Nodul Rheumatoid

Penatalaksanaan

Terapi non-farmakologi
pendidikan, istirahat, dan latihan fisik
Terapi farmakologi
OAINS (abat anti-inflamasi non steroid)
glukokortikoid
DMARD (disease-modifying anti-rheumatic drugs)
utk terapi awal biasa digunakan hidroksiklorokuin
dan sulfasalazin, sedangkan utk kasus berat
digunakan MTX.

KESIMPULAN
Pengobatan dari RA adalah dengan pemberian
DMARD sedini mungkin untuk menghambat progresi
RA. OAINS juga diberi bersama DMARD untuk
menghilangkan keluhan utama pasian yaitu nyeri
dan bengkak pada sendi-sendi yang kecil.

Pemerikasaan Anti-CCP (anticyclic citrullinated


peptide antibody) yang lebih spesifik
memudahkan diagnosis pada penderita RA.

Hipotesis diterima