Anda di halaman 1dari 3

Refraksi adalah perubahan arah dari suatu gelombang akibat perubahan dalam kecepatan.

Hal ini paling sering diamati ketika gelombang melewati dari satu medium pada sudut
lain. Pembiasan cahaya adalah yang paling sering diamati fenomena, tetapi setiap jenis
gelombang dapat membiaskan ketika berinteraksi dengan media, misalnya ketika
gelombang suara melewati dari satu medium ke lainnya atau ketika gelombang air
bergerak ke dalam air dari kedalaman yang berbeda. Pembiasan digambarkan oleh hukum
Snell, yang menyatakan bahwa insiden 1 sudut berhubungan dengan sudut pembiasan
2 oleh
\ frac (\ sin \ theta_1) (\ sin \ theta_2) = \ frac (v_1) (v_2) = \ frac (n_2) (n_1)
mana v1 dan v2 adalah kecepatan gelombang di masing-masing media, dan n1 dan n2
indeks bias. Secara umum, insiden gelombang sebagian dibiaskan dan sebagian
dipantulkan; rincian perilaku ini dijelaskan oleh persamaan Fresnel.
Struktur mata tambahan
Mata dilindungi dari kotoran dan benda asing oleh alis, bulu mata dan kelopak mata.
Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak mata ( konjungtiva
palpebra), kecuali darah pupil. Konjungtiva palpebra melipat kedalam dan menyatu
dengan konjungtiva bulbar membentuk kantung yang disebut sakus konjungtiva.
Walaupun konjungtiva transparan, bagian palpebra tampak merah muda karena pantulan
dari pembuluh pembuluh darah yang ada didalamnya, pembuluh pembuluh darah
kecil dapat dari konjungtiva bulbar diatas sklera mata. Konjungtiva melindungi mata dan
mencegah mata dari kekeringan.
Kelenjar lakrimalis teletak pada sebelah atas dan lateral dari bola mata. Kelenjar
lakrimalis mengsekresi cairan lakrimalis. Air mata berguna untuk membasahi dan
melembabkan kornea, kelebihan sekresi akan dialirkan ke kantung lakrimalis yang
terletak pada sisi hidung dekat mata dan melalui duktus nasolakrimalis untuk kehidung.
Bola Mata
Bola mata disusun oleh tiga lapisan, yaitu : sklera, koroid, dan retina. Lapisan terluar
yang kencang atau sklera tampak putih gelap dan ada yang bening yaitu pada bagian iris
dan pupil yang membantuk kornea. Lapisan tengan yaitu koroid mengandung pembuluh
pembuluh darah yang arteriolnya masu kedalam badan siliar yang menempel pada
ligamen suspensori dan iris. Lapisan terdalam adalah retina yang tidak mempunyai
bagian anterior mengandung reseptor cahaya ( fotoreseptor ) yang terdiri dari sel batang
dan sel kerucut. Reseptor cahaya melakukan synap dengan saraf - saraf bipolar diretina
dan kemudian dengan saraf saraf ganglion diteruskan keserabut saraf optikus. Sel
kerucut lebih sedikit dibanding sel batang. Sel kerucut dapat ditemukan di dekat pusat
retina dan diperkirakan menjadi reseptor terhadap cahaya terang dan penglihatan warna.
Sel sel batang ditemukan banyak pada daerah perifer retina yang merupakan reseptor
terhadap gelap atau penglihatan malam. Sel sel batang mengandung rhodopsin yaitu
suatu protein fotosintetif yang cepat berkurang dalam cahaya terang. Regenerasi
rhodopsin bersifat lambat tergantung pada tersedianya vitamin A, mata memerlukan
waktu untuk beradaptasi dari terang ke gelap. Defisiensi vitamin A mempengaruhi

kemampuan

melihat

dimalam

hari.

Ruangan
pada
mata
Bagian dalam bola mata terdiri dari 2 rongga ; anterior dan posterior. Rongga anterior
teletak didepan lensa, selanjutnya dibagi lagi kedalam dua ruang ; ruang anterior ( antara
kornea dan iris ) dan ruang posterior ( antara iris dan lensa ). Rongga anterior berisi
cairan bening yang dinamakan humor aqueous yang diproduksi dalam badan ciliary,
mengalir kedalam ruang posterior melewati pupil masuk keruang anterior dan
dikeluarkan melalui saluran schelmm yang menghubungkan iris dan kornea ( sudut ruang
anterior
).

Iris
dan
lensa
Iris adalah berwarna, membran membentuk cairan ( bundar ) mengandung dilator
involunter dan otot otot spingter yang mengatur ukuran pupil. Pupil adalah ruangan
ditengah tengah iris, ukuran pupil bervariasi dalam merespon intensitas cahaya dan
memfokuskan objek ( akomodasi ) untuk memperjelas penglihatan, pupil mengecil jika
cahaya
terang
atau
untuk
penglihatan
dekat.
Lensa mata merupakan suatu kristal, berbentuk bikonfek ( cembung ) bening, terletak
dibelakang iris, terbagi kedalam ruang anterior dan posterior. Lensatersusun dari sel sel
epitel yang dibungkus oleh membrab elastis, ketebalannya dapat berubah ubah menjadi
lensa
cembung
bila
refraksi
lebih
besar.

Otot

otot
mata
Otot otot mata terdiri dari dua tipe; ekstrinsik dan intrinsik. Otot otot intrinsi bersifat
volunter ( dibawah sadar ), diluar bola mata yang mengontrol pergerakan diluar mata.
Otot otot intrinsik bersifat involunter ( tidak disadari ) berada dalam badan ciliary yang
mengontrol
ketebalan
dan
ketipisan
lensa,
iris
dan
ukuran
pupil.

Sudut
filtrasi
Sudut filtrasi ini terdapat didalam limbus kornea. Limbus adalah bagian yang dibatasi
oleh garis yang menghubungkan akhir dari membran descemet dan membran bowman
lalu ke posterior 0,75 mm, kemudian kedalam mengelilingi kanal schelmm dan trabekula
sampai ke COA. Akhir dari membran descemet disebut garis schwalbe. Limbus terdiri
dari 2 lapisan epitel dan stroma. Epitelnya dua kali setebal epitel kornea. Didalam
stromanya terdapat serat serat saraf dan cabang akhir dari A. siliaris anterior. Bagian
terpenting dari sudut foltrasi adalah trabekula, yang terdiri dari :
1. Trabekula korneoskeral, serabutnya berasal dari lapisan dalam stroma kornea dan
menuju kebelakang, mengelilingi kanal schelmm untuk berinsersi pada sklera.
2. Trabekula uveal, serabut berasal dari lapisan dalam stroma kornea, menuju ke
skleralspur ( insersi dari m. siliarir ) dan sebagian ke m. siliaris meridional.
3. serabut berasal dari akhir membran descemet ( garis schwalbe ), menuju kejaringan
pengikat m. siliaris radialis dan sirkularis.
4. Ligamentum pektinatum rudimenter, berasaal dari dataran depan iris menuju ke depan
trabekula. Trabekula terdiri dari jaringan kolagen, jaringan homogen, elastis, dan
seluruhnya diliputi endotel. Keseluruhannya merupakan spons yang tembus pandang,
sehingga bila ada darah dalam canal schelmm, dapat terlihat dari luar.
b.

Fisiologi

Penglihatan

Cahaya masuk ke mata dan di belokkan (refraksi) ketika melalui kornea dan strukturstruktur lain dari mata (kornea, humor aqueous, lensa, humor vitreous) yang mempunyai
kepadatan berbeda-beda untuk difokuskan di retina, hal ini disebut kesalahan refraksi.
Mata mengatur (akomodasi) sedemikian rupa ketika melihat objek yang jaraknya
bervariasi dengan menipiskan dan menebalkan lensa. Pemglihatan dekat memerlukan
kontraksi dari badan ciliary, yang bisa memendekkan jarak antara kedua sisi badan ciliary
yang diikuti dengan relaksasi ligamen pada lensa. Lensa menjadi lebih cembung agar
cahaya dapat terfokuskan pada retina. Penglihatan yang terus menerus dapat
menimbulkan ketegangan mata karena kontraksi yang menetap (konstan) dari otot-otot
ciliary. Hal ini dapat dikurangi dengan seringnya mengganti jarak antara objek dengan
mata. Akomodasi juga dinbantu dengan perubahan ukuran pupil. Penglihatan dekat, iris
akan mengecilkan pupil agar cahaya lebih kuat melelui lensa yang tebal.
Cahaya diterima oleh fotoreseptor pada retina dan dirubah menjadi aktivitas listrik
diteruskan ke kortek. Serabut-serabut saraf optikus terbagi di optik chiasma (persilangan
saraf mata kanan dan kiri), bagian medial dari masing-masing saraf bersilangan pada sisi
yang
berlawanan
dan
impuls
diteruskan
ke
korteks
visual.

Tekanan
dalam
bola
mata
(intra
occular
pressure/IOP)
Tekanan dalam bola mata dipertahankan oleh keseimbangan antara produksi dan
pengaliran dari humor aqueous. Pengaliran dapat dihambat oleh bendungan pada jaringan
trabekula (yang menyaring humor aquoeus ketika masuk kesaluran schellem) atau
dfengan meningkatnya tekanan pada vena-vena sekitar sclera yang bermuara kesaluran
schellem. Sedikit humor aqueous dapat maengalir keruang otot-otot ciliary kemudian ke
ruang suprakoroid. Pemasukan kesaluran schellem dapat dihambat oleh iris. Sistem
pertahanan katup (Valsava manuefer) dapat meningkatkan tekanan vena. Meningkatkan
tekanan vena sekitar sklera memungkinkan berkurangnya humor aquoeus yang mengalir
sehingga dapat meningkatkan IOP. Kadang-kadang meningkatnya IOP dapat terjadi
karena stress emosional.