Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI NEUROTRANSMITTER

Neurotransmitter adalah zat yang menghantarkan sinyal-sinyal melintasi ruang syaraf


antara sel-sel syaraf atau neuron. Neurotransmitter merupakan zat biokimia yang terikat dengan
reseptor dari neuron post-synaps. Neurotransmitter dapat di klasifikasikan berdasarkan
karakteristik fisiologi ataupun kimia. Neuron dapat distimulasi dengan neurotransmitter eksitasi
(excitatory neurotransmitter) dan dihambat oleh inhibitory neurotransmitter. Biasanya dalam
keadaan normal terdapat keseimbangan antara eksitasi dan inhibisi (Nicoladie, 2014).
Secara fisiologi, neurotransmitter dapat dibagi menjadi excitatory (pencetus) dan
inhibitory (penghambat). Neurotransmitter excitatory menstimulasi neuron dengan cara
meningkatkan eksitabilitasnya ketika berikatan dengan reseptor post sinaps, menjadikan neuron
memiliki potensial aksi lebih besar. Hal ini biasanya membuat membran potensial lebih dekat
menuju ambang eksitasi dengan mendepolarisasi neuron.

Inhibitory neurotransmitter

menghambat neuron dengan menurunan eksitasi dengan membuat neuron cenderung memiliki
potensial aksi lebih kecil. Hal ini membuat neuron menjadi lebih jauh dari ambang dengan
menghiperpolarisasi neuron (Nicoladie, 2014).
Secara karakteristik kimia, neurotransmitter diklasifikasikan menjadi tiga yaitu : asam
amino, biogenic amine, dan neuropeptida. Asam amino biasanya banyak didapatkan pada
makanan, contoh asam amino tersebut adalah glutamate, GABA, dan glycine. Neurotransmitter
ini dieksitasi dan di inhibisi secara ketat. Biogenic amine disintesis di otak, contohnya dopamine,
norepinefrin, epinefrin, dan serotonin. Karena neurotransmitter ini menjala beberapa fungsi yang
berbeda, neurotransmitter ini terkadang dapat dieksitasi dan di inhibisi sesuai kebutuhan. Sebagai
contoh, dopamine berkaitan dengan motor control, dan fungsi kognitif. Norepinefrin dan
epinefrin berkaitan dengan stimulasi system saraf pusat dalam keadaan darurat dan stress.
Serotonin berkaitan dalam memodulasi dan meregulasi seperti mood, makan, minum dan
perilaku reproduksi (Nicoladie, 2014).
Klasifikasi selanjutnya adalah neuropeptida, karena termasuk dalam klasifikasi kimia
maka disebut peptide (rantai panjang asam amino). Contoh dari neuropeptide adalah substansi P,

endorphin, dan enkephalin. Substansi P berguna untuk menimbulkan nyeri. Endorphin dan
enkepalin digunakan untuk memblok transmisi nyeri (Nicoladie, 2014).

Dafpus :
Nicoladie T (2014). Neurotransmitter. A tutorial Study Guide. Ebook Series. ISBN
9781301268610. https://odcom-c13e1fd956dc1c6c4f4624e2a90088e2.read.overdrive.com/