Anda di halaman 1dari 49

KESEHATAN

OLAHRAGA
)

PENGERTIAN
1. Sehat
Arti kata sehat menurut WHO adalah
keadan sehat jasmani, rohani (mental) dan
sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit,
cacat dan kelemahan.
2. Kesegaran Jasmani
Secara umum kesegaran jasmani (physical
fitness) dapat diartikan sebagai kemampuan
tubuh untuk melakukan kegiatansehari-hari
tanpa kelelahan berlebihan.

3. Latihan Fisik/Olahraga
aktifitas tambahan selain aktifitas fisik
sehari-hari.
4. Kesehatan Olahraga
Ilmu yang mengolah segala aspek medis
dari kegiatan olahraga yang merupakan
aplikasi dari pelbagai cabang ilmu
kedokteran terutama fisiologi, kardiologi,
orthopedi, ilmu gizi dan psikologi.

TUJUAN
1. Umum
Menunjang upaya peningkatan derajat kesehatan
dan kualitas hidup, melalui latihan fisik.
2. Khusus
a. Mengembangkankan upaya peningkatan derajat
kesehatan melalui latihan fisik.
b. Membantu upaya peningkatan kesegaran
jasmani yang mempunyai pengaruh langsung
terhadap produktifitas kerja.
c. Membantu peningkatan upaya olahraga
produktifitas, olahraga prestasi, olahraga
masyarakat dan olahraga tradisional.

SASARAN
1. Seluruh golongan usia produktif terutama
dikotakota besar.
2. Seluruh kelompok masyarakat usia sekolah
melalui
upaya pelaksanan kurikulum dan program
extra
kurikuler.
3. Seluruh kelompok-kelompok olahraga
masyarakat
dalam bentuk perkumpulan, klub-klub dan
lain-

5. Tenaga pemberi pelayanan dalam bidang


kesehatan olahraga, baik medis maupun
non
medis.
6. Puskesmas sebagai ujung tombak pemberi
pelayanan
kesehatan olahraga dengan seluruh sistem
rujukan.
7. Organisasi olahraga prestasi (KONI) dan
BAPOPI.
8. Golongan penderita penyakit degeneratif

KEBIJAKSANAAN DAN STRATEGI


1. Perluasan Jangkauan Pelayanan
2. Peningkatan Kualitas
3. Bantuan Peningkatan Prestasi Olahraga
Nasional
Bantuan langsung yang diperluan antara lain:
a. Segi pemeriksaan kesehatan
b. Segi genetika (sexkhromatin test dan lain-lain)
c. Segi pelayanan gizi olahraga
d. Segi pelayanan kesehatan
e. Segi pemiksaan komponen kesegaran jasmani

f. Upaya pemerikasaan kesehatan


g. Pemeriksaan penggunaan obat terlarang
(doping)
h. Upaya kedokteran fisik dan rehabilitasi
i. Upaya pelayanan psikologi olahraga
4. Kerjasama Antar Instasi Terkait
5. Standarisasi Metodologi dan Sarana
6. Sumber Daya (Tenaga, Sarana,
Prasana dan
Dana)

KEGIATAN UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA


DI PUSKESMAS
A. Pelayanan Kesalahan Olahraga
Sasaran : Masyarakat umum peserta
olaraga
Atlet
Bentuk pelayanan antara lain:
1. Pemerikasaan berkala yang terjadi dari:
a. Pemeriksaan keadaan fisik secara teliti
b. Pemeriksaan kemampuan fisik umum
c. Pemeriksaan laboratorium (darah,urine
dan
faeces)
d. Pemeriksaan EKG,EMG, atau

e. Analisis fungsional organ-organ yang menunjang


metabolisme
f. Pemeriksaan doping
g. Pemiksaan (Femininity test)
2. Penentuan takaran latihan (dosis)
3. Pengobatan dengan latihan dan rehabilitasi
4. Pengobatan akibat cedera latihan
5. Pengawasan selama pemusatan latihan, dalam
hubungan ini pemusatan latihan dapat diartikan
sebagai:
a. Pemusatan latihan untuk olahraga prestasi,
menjelang suatu pesta olahraga/kompetensi.
b. Program latihan bersama untuk umum dalam
olahraga masyarakat
c. Program jantung pada keadaan istirahat.

B. Latihan Fisik
1. Hal-hal yang perlu diketahui sebelum
berlatih
Ada empat hal yang harus diperhatikan:
a. Kekuatan atau desakannya
b. Volume denyutan atau besarnya
pengembangan arteri
c. Ritme atau keteraturan denyut.
d. Frekwensi atau jumlah denyutan persatu
satuan waktu.

Denyut jantung tersebut berkisar antara


sebagai
berikut:
Laki-laki dewasa :72-76 denyut per menit
Anak laki-laki :80-84 denyut per menit
Wanita dewasa : 75-80 denyut per menit
Anak perempuan: 82-89 denyut per menit
Normal
: 50-100 denyut permenit
2. Cara-Cara Berlatih
Untuk melaksanakan suatu program latihan,
kita harus
memperhatikan 4 faktor, yaitu:
a. Intensitas latihan
b. Lamanya Latihan
c. Frekwensi latihan

Macam-Macam Latihan :
Berjalan kaki
Berlari
Bersepeda
Berenang
Sepak bola
Bulutangkis
Bola volley

C. Latihan Fisik Untuk Berbagai


Macam Penyakit
1.Latihan Fisik sebagai Terapi dan Pencegahan
Penderita DM
> Didalam pengobatan IDDM dan pencegahan
NIDDM,latihan fisik merupakan yang paling
penting
karena dapat menurunkan kadar gula darah,
sebaliknya bila kurang gerakkebutuhan insulin
meningkat.
> Latihan fisik meningkatkan stabilitas otot
terhadap
insulin lebih dari 30% serta dapat mencegah
komplikasi kardiovaskuler penderita DM.
> Reaksi pada penderita tipe IDDM bisa berbeda-

2.Latihan Fisik untuk penderita Penyakit


Jantung
Koroner
Uji Latih Jantung
Metode Brucemencapai KEADAAN MAKSIMAL
timbul gejala sakit dada,kelainan pada EKG atau
petek.darah yg melampaui batas Hentikan dan
Nilai frekuensi denyut jantungDenyut jantung
maksimal(dosis olahraga)
Pedoman frekwensi denyut jantung lebih praktis
karena mudah digunakan oleh pengawas maupun
penderita sendiri dalam menentukan tingkat
latihan.
Bila hal tsb dilampaui maka penderita akan

Orang-orang yang mempunyai kecenderungan

komplikasi tersebut:
a) Aritmia maligna seperti R pada T,
Takikardia
ventrikel, QT interval yg
memanjang, LBBB(Left
Bundle Branch Block)
b) Stenose aorta yg berat
c) Indiopathick Hypertophic Subaortic
Stenosis
(IHSS)
d) Myocardial Bridging
e) Terjadinya infark miokard akut
f) Timbulnya payah jantung kiri dengan
tandatanda edema paru

Kontra Indikasi Melakukan Olahraga:

1.Kontra indikasi Absolut:


Dekompensasi Kordis
Infark akut miokardium
Unstable angina
Emboli paru
Aneurisma disekans
Tromboflebitis
Stenosis aorta yg berat
Aritmia yg serius

2.Kontra indikasi relatif:


Sub aortik stenosis atau penebalan otot jantung
disertai stenosis yg dinamik dibawah katup aorta
Pembesaran jantung
Aortik stenosi yg sedang
Hipertensi tanpa pengobatan
Manfaat olahraga

> Dapat diukur dengan double product :frekwensi


denyut
jantung x sistolik.
> Makin terlatih seseorang,makin besar
kemampuannya
melakukan latihan fisik.Karena exercise dapat
me
frekwensi denyut nadi dan tek.darah, maka pe
exercise

3.Latihan Fisik Bagi Penderita Deconditioning


Syndrome
Mengenai efek buruk yang disebabkan oleh
kurangnya aktivitas fisik tanpa menghiraukan ada
tidaknya penyakit yg diderita.
Faktor penyebab utama adalah terganggunya
daya penyesuaian kardiovaskuler.
Pada orang yang sehat bila istirahat total (minimal
2 minggu) akan timbul gejala tsb.Hal ini akan
lebih buruk lagi bila penderita berumur >40 thn
atrofi otot
Latihan yang diberikan untuk membina kekuatan
otot dengan cara Progressive Resistance Exercise
(PRE).
Caranya dengan menentukan Maximum Tension

4.Latihan Fisik bagi kasus Ortopedi


Tujuan mencegah terjadinya kontraktur,
atrofi, osteoporosis dan non union.
Dengan pemberian latihan fisik,dapat
mempertahankan kekuatan otot, mencegah
komplikasi terutama pulmonary embolism dan
merangsang pembentukan kalus pada tulang.
5.Latihan Fisik Bagi Penderita Penyakit
Pembuluh
Darah Perifer
Berupa : plantar/dorso fleksi kaki mengikuti
pola jalan normal (heal strike, foot flat, toe

6.Latihan Fisik Bagi Penderita Neuropathy


Gangguan pada syaraf dapat dibagi dalam 2
golongan,yaitu: Upper Motor Neuron (UMN) dan
Lower Motor Neuron (LMN).
Kelainan UMN yang paling sering dijumpai
adalah:
a) Occlusive Cerebro Vaskuler DiseaseAtherothrombotic Brain Infarction (OCVDABI)
b) Post Traumatic head injury
c) Infeksi pada otak
d) Pasca operasi otak
e) Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
f) Spinal cord injury
g) Parkinsonism

Komplikasi yang biasa ditemukan adalah:

1) Kontraktur pada sendi


2) Spasticity
3) Flaccidity
4) Decubitus ulcer
5) Osteoporosis
6) Patah tulang
Latihan untuk kasus-kasus tersebut ditujukan pada
pencegahan,antara lain dengan melakukan:
1) Pergerakan sendi (range of motion exercise)
2) Pengendalian pola sinergis (synergyc pattern)
3) Memperbaiki keseimbangan
4) Merangsang koordinasi, sensorik dan proprioseptif
5) Latihan menguatkan
6) Latihan jalan
7) Latihan pekerjaan rumah

Kelainan LMN yang umum dijumpai adalah:

a) Penyakit Motor Neuron (Spinal Muscular


Atrophy/SMA dan poliomyelitis)
b) Penyakit yang terutama mengenai axon,
axonopathy
c) Trauma pada syaraf
Biasanya pada kasus tersebut diatas,dilakukan
pemeriksaan elektromiografi (EMG) untuk
membedakan antara neuropathy dan myopathy.
Dan juga apakah kasusnya menunjukkan otot
dengan denervasi total atau sebagian,hal ini
penting dalam pembuatan bentuk latihan yg akan
diberikan.
Pada denervasi total,tidak ada latihan khusus
untuk otot yg terlibat tetapi latihan ditujukan pada
otot yang dapat membantu ataupun yang

7.Latihan fisik bagi penderita Myopathy


Penyakit pada otot antara lain:Becker
dystrophy, Dochenne dystrophy, Limb girdle
dystrophy dan arthrogryposis multiplex
congenita.
Latihan yang diberikan umumnya berupa
permainan(play therapy) dengan
menggunakan prinsip kinesiologi,
Proprioceptif Neuro Muscular Facilitation
(PNF) dan latihan penguatan otot.
8.Olahraga bagi Penyandang Cacat
Para penyandang cacat harus diberikan
pengertian, bimbingan dan pembinaan agar
mereka melakukan olahraga, karena kalau
tidak akan mudah sekali menderita

Macam-macam olahraga :
a) Olahraga untuk Amputee :
Ada 2 macam olahraga yg populer, yaitu:
olahraga berkuda dan olahraga ski.
b) Olahraga untuk anak-anak buta:
> Gulat
> Bersepeda
> Bowling
> Senam
> Lari
c) Olahraga untuk anak-anak dengan
Cerebral Palsy:
Kerusakan otak dapat mengakibatkan gangguan
pada kaki, olahraga yg dapat diberikan
diantaranya adalah berenang, bola volley,

d) Olahraga untuk Penyandang Tuli:


> Renang
> Lari
> Gulat
> Yudo
e) Olahraga untuk anak-anak dengan
Arthritis
Rhematica:
> Berenang
f) Olahraga untuk penderita Epilepsi:
> Serangan epilepsi lebih sering terjadi saat
istirahat
atau tidur,daripada saat
berolahraga.
> Para pelatih harus mengetahui sedikitnya
secara
garis besar tentang penyakit epilepsi

g) Olahraga untuk para penderita Kursi


Roda:
Cabang-cabang olahraga yg dianjurkan
antara lain:
> Bola Basket
> Bola Volley
> Tenis meja
> Lempar lembing
> Lempar cakram
> Tolak peluru
> Angkat besi
> Panahan
> Menembak,dll

Cara Penanggulangan Obesitas


Makanan yang dianggap cukup bila didalam

makanan tersebut terkandung gizi yang


diperlukan untuk hidup seseorang, artinya
makanan harus mengandung protein, lemak,
hidrat arang, vitamin, dan mineral dalam
keadaan seimbang.
Mengenai berbagai zat gizi, mengetahui
sumber-sumber dan mengerti fungsinya bagi
tubuh, akan membantu seseorang dalam
memilih makanan yang sehat sesuai kebutuhan,
kesukaan dan kemampuan.

a. Zat Gizi Yang Dibutuhkan Oleh Tubuh :


.Ada 6 golongan zat gizi yang dibutuhkan oleh

tubuh:
Karbohidrat
Vitamin
Lemak
Mineral
Protein
Air
> Energi karbohidrat, lemak dan protein
> Zat pembangun tubuh protein, mineral
dan air.
> Zat pemroses, membantu oksidasi, fungsi
normal
syaraf dan otot, mengatur suhu tubuh,
ereksi,

b. Kecukupan Zat Gizi Yang Diajurkan


(Recomended Daily Allowances)
Meliputi:
> Kalori
> Protein
> Zat gizi lainnya
Di Indonesia kecukupan gizi yang dianjurkan
menggunakan angka kecukupan hasil Widya
Karya Pangan dan Gizi, seperti tercantum
dalam Tabel V.

c. Kebiasaan Makan Yang Salah


Dalam hal ini dimaksudkan terhadap menu
mewah, dalam pengertian memperoleh
protein, kalori, lemak, kolesterol yang
berlebihan, yang justru dapat
mencetuskan
timbulnya penyakit, seperti :
kardiovaskuler,
obesitas, PJK, dll.
d. Kegemukan
Penimbunan lemak yang berlebih dalam
tubuh, sehingga berat badan tidak lagi
sesuai

e. Cara Mengklasifikasikan Kegemukan

BB ideal = (TB 100) 10%


(TB 100)
Dari BB
ideal
+30%
+25%
+10%
0% s/d
+10%
0%
0% s/d
-10%
-10%

Berat badan
>30% dari BB
ideal
>25%-30%
dari BB ideal
>10%-25%
dari BB ideal
>0%-10% dari
BB ideal
BB ideal
<0%-10% dari
BB ideal
<10% dari BB
ideal

Kesan
Obesitas pada
wanita
Obesitas pada
pria
Overweight
Normal
Normal
Normal
Underweight

f. Pelaksanaan Program Penurunan Berat

Badan
Prinsip dasar program penurunan berat
badan ialah mengurangi masuknya kalori
(mengurangi makan) dan memperbesar
penggunaan kalori (menambah latihan
jasmani), sehingga terjadi neraca kalori
negatif, dimana jaringan lemak tubuh dipakai
sebagai sumber kalori
g. Beberapa Cara Penurunan Berat Badan
1. Diet
Selama menjalani program diet, makanan
harus cukup mengandung zat gizi yang
esensial. Diet rendah kalori dan seimbang
merupakan pilihan utama dalam program

Pengurangan kalori sebanyak :

a. RDA 500 kalori, diharapkan akan


menurunkan
berat badan sebanyak 1,52kg/bulan. (RDA =
Recommended Daily
Allowances)
b. RDA 1000 kalori, diharapkan akan
menurunkan
berat badan sebanyak 34kg/bulan.
Protein menurut kecukupan yang dianjurkan
sekurang-kurangnya 1gram/KgBB.
2. Latihan jasmani
Jalan kaki, bersepeda, renang atau tenis.
Jalan kaki
selama 1 jam dengan kecepatan 4,8km/jam

h.

Penerapan Program Penurunan Berat Badan


Untuk Olahragawan
Sebagai dokter/pembina dari atlet, diselidiki terlebih
dahulu :
- Motivasi serta alasannya
- Berapa besar penurunan yang dikehendaki
- Berapa waktu yang tersedia untuk menurunkan
berat
badan tersebut
- Pertimbangan untung ruginya
Program penurunan sebesar - 1kg/minggu, selama
3 minggu istirahat 1 minggu, penurunan lagi selama
2-3minggu sampai mencapai berat yang
dikehendaki.

11.Latihan Fisik Pada Wanita Hamil

latihan fisik dalam kehamilan akan


memperbaki kesehatan janin karena
peningkatan oksigenasi dalam tubh ibu.
1. Latihan olahraga selama kehamilah :
- gerakan pinggul kemuka dan kebelakang
(10kali)
- gerakan pinggul kesamping (10kali)
- membungkukkan dan merentangkan tubuh
(10kali)
- gerakan kaki seperti tendangan kaki katak
- gerakan membungkuk sambil duduk (10kali)

2. Latihan olahraga setelah kehamilan :


Dilakukan minggu kedua setelah
kehamilan.
- Menekuk lutut bergantian (10x)
- Berdiri diatas bahu dengan menopang pinggul,
kaki diangkat dan diturunkan bergantian (10x)
- Mengangkat bahu dan kaki ditekukan (10x)
- Gerakan pinggul ke muka dan kebelakang
(10x)
12. Latihan untuk tulang belakang
- Hiperextensi : telungkup kepala dan tubuh
baguan atas diangkat kebelakang
- Mendekatkan lutut kedada : berbaring
terlentang, satu kaki ditekuk, lutut dipeluk,
lakukan bergantian

D. Cedera Olahraga dan Penanggulangannya.

1. Macam Macam Cedera Olahraga :


- Akut : terjadi tiba-tiba
- Kronis : disebabkan cedera berulang.
2. Reaksi Badan Terhadap Cedera :
Bila otot cedera, maka terjadi kerusakan otot,
yaitu serabutnya robek dan pembuluh darah
pecah dan terjadi pembengkakan yang akan
mempengaruhi aliran darah yang normal.
Setelah 2-3 hari akan timbul sel-sel yang
mengangkut sisa-sisa jaringan dan
penyembuhan akan sempurna dalam 6minggu.

3. Cara Mengatasi Cedera :

a. Prinsip R.I.C.E
1. Tindakan pertama :
R : Rest
I : Ice
C : Compress
E : Elevation
b. Cara pemberian es :
1) TIdak boleh bersentuhan dengan kulit
karena
menyebabkan rasa terbakar
2) Bungkus pakai handuk basah
3) Tempelkan paling lama 20 menit, lalu
diambil.
4) Bila suhu kulit sudah hangat lagi, tempelkan

c. Pemulihan (Rehabilitasi):
- Setelah dilakukan RICE 48jam pertama
- Lakukan kompress hangan atau kompress
dingin agar aliran darah lancar
- Makanan cukup bergizi
- Luka harus tetap bersih
- Hindari rasa sakit
- Peregangan untuk memulihkan kelenturan
- Mulai latihan secara bertahap, beban
ringan dahulu, dapat dimulai setelah 6
minggu atau
lebih lama.
- Jangan melakukan latihanyang bersifat
eksplosif, karena otot masih lemah
- Daerah yang cedera dberi pelindung

4. Cedera Jaringan Lunak


memar = contusio = hematoma
a. Karena pukulan pada kulit/otot
b. Otot dan pembuluh darah serta jaringan
sekitar pecah
c. Tidak boleh dipijat
d. Tidak boleh diberi panas
e. Tindakan RICE dan peregangan ringan
5. Otot Putus atau Strain
- Terjadi bila otot bekerja lebih berat atau
tertarik
melebihi kemampuannya
- Terasa sakit pada gerakan

6. Keseleo

Pada olah raga kontak


Biasanya terjadi pada pergelangan kaki
Dapat juga terjadi fraktura atau dilokasi
Tindakan RICE

7. Gejala Memar, Strain dan Sprain

Sakit
Tidak berfungsi dengan normal
Sakit pada perabaan
Bengkak

8. Dislokasi

- Tulang bergeser dari sendi


- Ligamen ikut rusak
- Bentuk berubah
- Bengkak
- Fungsi tidak normal
- Jangan digerakan, lalu kirim ke RS
9. Cedera pada tendo
- Bila tendo atau sarungnya radang atau tertarik
berlebihan
- Biasanya karena teknik jelek dan peralatan jelek
- Benturan berulang-ulang
- Sakit pada perabaan
- Fungsi menurun
- Tenaga menurun
- Tindakan RICE

10.Cedera Pada Tulang

- Benturan langsung
- Benturan tak langsung
- Karena kontraksi otot yang berlebihan
- Bentruran yang berulang
- Simple dan campuran
- Fiksasi kemudian dikirim ke RS
11.Tanda Tanda Fraktura :
- Fungsi menghilang
- Sakit
- Bengkak
- Perubahan warna kulit
- Sakit pada perabaan
- Bentuk berubah

12.Kejang Otot

- Sering terjadi pada otot lelah


- Biasa pada saat atlet yang kondisinya jelek
atau
teknik yang salah.
13. Cedera Karena Panas
- Karena suhu panas dan kelembaban tinggi
- Karena minum kurang
- Pengeluaran keringat 2 liter per jam
serius.
- Kelembaban tinggi akan mempengaruhi
penguapan

E. Pencegahan Cedera Olahraga


1. Pencegahan meliputi :
- Pencegahan cedera sebelum terjadi
- Pencegahan cedera ringan menjadi
berat
- Pencegahan cedera lama menjadi
kambuh
2. Hal yang harus diperhatikan
- Peralatan
- Lingkungan
- Kecepatan
- Teknik
- Conditioning

F. Tes Kesegaran Jasmani

1. Tes Aerobik Jarak 2,4 Km


Seseorang diminta untuk menempuh jarak
sejauh 2,4 km dengan cara berlari
secepatnya, sesuai kemampuan masingmasing, kalau lelah dapat diselingi dengan
berjalan, namun tidak boleh berhenti.
Kemudian dicatat waktu yang diperlukan
untuk menempuh jarak tersebut.
2. Tes Bangku Harvard
Tujuanmengukur physical fitness.
Dengan cara menaiki bangku setinggi 19

Penilaian C ara Lambat :


waktu test (detik) x
100
2x(jumlah ketiga harga nadi tiap
30
>90
= Amat baik
80-89 = Baik
65-79 = Cukup
55-64 = Sedang
<54
= Kurang
Cara Cepat
Rumus :
waktu naik turun (detik) x 100
5,5 x harga nadi 1-1,5
>80
= Baik
50-80 = Sedang

TERIMA KASIH