Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah
Matapelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

: SMP N 12 Bandung
: Bahasa Indonesia
: VIII/ 2
: Teks Ulasan
: 4x40 menit (2 pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami
dan
menerapkan
pengetahuan
(faktual,
konseptual,
dan
prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
KD
1.3 Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana
menyajikan informasi lisan dan tulisan.
2.2 Memiliki perilaku peduli, cinta tanah air,
dan semangat kebangsaan atas karya
budaya yang penuh makna.
3.1 Memahami teks cerita moral/fabel,
ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan
cerita biografi baik melalui lisan maupun
tulisan.

Indikator
Terintegrrasi dengan KI 3 dan KI 4

Terintegrrasi dengan KI 3 dan KI 4

3.1.1 Menjelaskan pengertian/ hakikat teks


ulasan.
3.1.2 Mengidentifikasi struktur teks ulasan.
3.1.3 Mengidentifikasi ciri bahasa/ kaidah
kebahasaan teks ulasan
4.1 Menangkap
makna
teks
cerita 4.1.1 Merumuskan isi teks ulasan.
moral/fabel, ulasan, diskusi, cerita 4.1.2 Merumuskan pesan moral yang
prosedur, dan cerita biografi baik secara
terdapat dalam teks ulasan.
lisan maupun tulisan.
4.1.3 Merumuskan amanat penulis dalam
teks ulasan.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah pembelajaran peserta didik mampu menjelaskan isi teks ulasan.
2. Setelah pembelajaran peserta didik mampu mengidentifikasi struktur teks ulasan.
3. Setelah pembelajaran peserta didik mampu mengidentifikasi ciri bahasa/ kaidah
bahasa teks ulasan.
4. Setelah pembelajaran peserta didik mampu merumuskan isi teks ulasan.

5. Setelah pembelajaran peserta didik mampu merumuskan pesan moral teks ulasan
baik.
6. Setelah pembelajaran peserta didik mampu merumuskan amanat penulis dalam teks
ulasan.
D. Materi Pokok
1. Defenisi
Teks ulasan adalah sebuah teks yang dihasilkan dari sebuah analisis terhadap
berbagai hal. Analisis itu bisa berbentuk buku, novel, berita, laporan, atau dongeng.
Teks tersebut memberikan tanggapan atau analisis yang berhubungan dengan latar,
waktu, tempat, serta karakter yang ada di dalam teks tersebut.
2. Struktur Generik

a) Orientasi
Orientasi berisi gambaran umum karya sastra yang akan diulas, misalnya,
berisi tentang gambaran umum sebuah karya atau benda yang akan diulas. Gambaran
umum karya atau benda tersebut dapat berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.
b) Tafsiran
Tafsiran berisi pandangan sendiri mengenai karya atau benda yang diulas.
Bagian ini dilakukan setelah mengevaluasi karya atau barang tersebut. Pada bagian ini
penulis biasanya membandingkan karya atau benda tersebut dengan karya atau benda
yang mirip. Penulis juga menilai kekurangan dan kelebihan karya yang diulas.
c) Evaluasi
Pada bagian evaluasi penulis mengevaluasi karya, penampilan, dan produksi.
Bagian evaluasi juga berisi gambaran tentang detail suatu karya atau benda yang
diulas. Hal ini bisa berupa bagian, ciri-ciri, dan kualitas karya tersebut.
d) Rangkuman
Pada bagian rangkuman, penulis memberikan ulasan akhir yang berisi
simpulan karya tersebut.
3. Kaidah Kebahasaan
Teks ulasan masuk ke dalam jenis teks argumentatif. Teks ulasan mempunyai
ciri-ciri kebahasaan yang khas. Ciri-ciri kebahasaan itu, antara lain, menggunakan kata

sifat sikap, metafora, merujuk pada partisipan tertentu, dan kalimat-kalimatnya


cenderung panjang (menggunakan kalimat kompleks).
4. Fungsi Teks Ulasan
Fungsi teks ulasan adalah memberikan informasi kepada orang-orang
mengenai penilaian terhadap suatu karya seni atau karya sastra. Karya tersebut dapat
berupa lagu, pusisi, cerpen, film, novel, buku dan lain-lain.
5. Teks
a. Teks ulasan novel Laskar Pelangi
b. Teks ulasan novel Sang Pemimpi
6. Prosedur
Langkah-langkah menangkap makna teks ulasan:
a. Membaca teks ulasan dengan seksama dan diulang bila perlu.
b. Menemukan konsep-konsep pesan moral/ nilai dan amanat diuraikan penulis teks
ulasan.
c. Memberi tanda pada bagian-bagian pesan moral/ nilai dan amanat yang tersurat.
d. Menarik kesimpulan pesan moral dan amanat penulis teks ulasan.
E. Metode Pembelajaran
1.
Pendekatan
2.
Model

3.

Metode

: Saintifik
: Model Pembelajaran Discovery Learning
(sintak: pemberian stimulasi, identifikasi masalah,
pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian dan
menyimpulkan)
: Tanya jawab, diskusi, penugasan, unjuk kerja

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
a. Teks ulasan novel Sang Pemimpi
b. Teks ulasan novel Laskar Pelangi
2. Alat/Bahan
a. laptop, in focus, white board, dan lainnya.
3. Sumber Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013a. Bahasa Indonesia: Wahana
Pengetahuan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013b. Bahasa Indonesia Wahana
Pengetahuan: Buku Pendidik. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2010. Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
http://helda-blog.blogspot.com/2015/04/contoh-teks-ulasan-dari-novel-beserta.html

G. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 x 40 menit)
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
waktu

Pendahuluan
1.
2.
3.
4.

Peserta didik memberi salam.


Peserta didik berdoa bersama.
Peserta didik dikondisikan untuk siap belajar.
Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok, masingmasing terdiri dari 4-5 orang dengan menggunakan metode
sebut angka.
5. Peserta didik diberikan motivasi untuk belajar.

10
menit

Kegiatan Inti

Mengamati

Bertanya

Mengumpulkan Informasi

Mengasosiasikan

Fase 1
Stimulasi/ pemberian rangsangan
1. Peserta didik mengamati tayangan berupa cuplikan film dan
novel Sang Pemimpi.
2. Peserta didik membaca teks ulasan novel Sang Pemimpi karya
Andrea Hirata dengan cermat.
Fase II
Pertanyaan/ identifikasi masalah
1. Peserta didik menyusun pertanyaan yang berkaitan dengan teks
ulasan untuk membangun pemahaman secara berkelompok.
2. Peserta didik bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan
teks ulasan.
3. Peserta didik bertanya tentang struktur teks ulasan.
4. Peserta didik bertanya tentang ciri kebahasaan teks ulasan.
5. Peserta didik bersama pendidik mendaftar pokok materi
pembahasan; hakikat teks ulasan, fungsi teks ulasan, struktur
penulisan teks ulasan, kaidah penulisan teks ulasan, prosedur
memahami teks ulasan.
Fase III
Pengumpulan Data
1. Peserta didik dipandu oleh pendidik mendiskusikan bersama
kelompok untuk menjawab setiap pertanyaan yang telah
terdaftar terkait teks yang di amati.
2. Peserta didik secara berkelompok menjawab setiap pertanyaan
di kertas yang sudah disediakan.
Fase IV
Pengolahan Data
1. Peserta didik mendiskusikan setiap jawaban dengan cara saling
bertukar jawaban dengan kelompok lain.
2. Peserta didik mencatat hal-hal penting yang terdapat pada
kelompok lain.

65
menit

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
waktu

Fase V
Pembuktian
1. Peserta didik bersama pendidik berdiskusi mengenai jawaban
yang telah dibuat dalam kelompok.
2. Peserta didik dan pendidik melakukan proses pembuktian
melalui teknik menyusun jawaban dan mendengarkan penjelasan
Mengomunikadari pendidik tentang pengertian, struktur, dan kaidah bahasa
sikan
teks ulasan.
Fase VI
Menarik Kesimpulan/ Generalisasi
1. Peserta didik bersama pendidik menentukan kesimpulan dari
pembelajaran
Penutup
1. Pendidik dan peserta didik melakukan tanya jawab sebagai
refleksi terkait dengan pembelajaran yang baru berlangsung.
2. Pendidik memberikan penugasan mandiri untuk mengukur
pemahaman peserta didik terhadap teks ulasan.
3. Pendidik mengumpulkan tugas peserta didik.
4. Peserta didik mendengarkan arahan pendidik untuk materi pada
pertemuan berikutnya.

10
menit

Pertemuan Kedua
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
waktu

Pendahuluan
1. Peserta didik memberi salam dan bersiap untuk melakukan
pembelajaran.
2. Peserta didik berdoa bersama.
3. Peserta didik dikondisikan untuk siap belajar.
4. Peserta didik diminta untuk duduk bersama kelompoknya.

10
menit

Kegiatan Inti

Mengamati

Bertanya

Fase 1
Stimulasi
1. Peserta didik mengamati tayangan berupa cuplikan film,
cuplikan novel dan foto para pemeran Laskar Pelangi.
2. Peserta didik membaca teks ulasan novel Laskar Pelangi karya
Andrea Hirata dengan cermat.
Fase II
Identifikasi Masalah
1. Peserta didik menyusun pertanyaan yang berkaitan dengan teks
ulasan untuk membangun pemahaman secara berkelompok.
2. Peserta didik bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan
makna teks ulasan.
3. Peserta didik bertanya tentang pesan moral teks ulasan.
4. Peserta didik bertanya tentang amanat dalam teks ulasan.
5. Peserta didik bersama pendidik mendaftar pokok materi
pembahasan yang berkaitan dengan menangkap makna teks

65
menit

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
waktu

ulasan; pesan moral, amanat penulis dalam teks ulasan.


Mengumpulkan
Informasi

Mengasosiasikan

Mengkomunikasikan

Fase III
Pengumpulan Data
1. Peserta didik dipandu oleh pendidik mendiskusikan bersama
kelompok untuk menjawab setiap pertanyaan yang telah
terdaftar terkait teks yang di amati.
2. Peserta didik secara berkelompok menjawab setiap pertanyaan
di kertas yang sudah disediakan.
Fase IV
Pengolahan Data
1. Peserta didik mendiskusikan setiap jawaban kelompoknya.
2. Peserta didik merangkum jawaban dari kelompoknya dan
berkunjung ke kelompok lain untuk membandingkan jawaban
dan mendiskusikannya.
3. Peserta didik mencatat hal-hal penting yang terdapat pada
kelompok lainnya.
Fase V
Pembuktian
1. Peserta didik bersama pendidik berdiskusi mengenai jawaban
yang telah dibuat dalam kelompok.
2. Peserta didik dan pendidik melakukan proses pembuktian
melalui teknik menyusun jawaban dan mendengarkan penjelasan
dari pendidik tentang pengertian teks ulasan, pesan moral dan
amanat penulis yang terdapat dalam teks ulasan.
Fase VI
Menarik Kesimpulan/Generalisasi
1. Peserta didik bersama pendidik menentukan kesimpulan dari
pembelajaran

Penutup
1. Pendidik dan peserta didik melakukan refleksi terkait dengan
pembelajaran yang baru berlangsung.
2. Pendidik memberikan penugasan mandiri untuk mengukur
pemahaman peserta didik terhadap teks ulasan.
3. Pendidik mengumpulkan tugas peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan arahan pendidik untuk materi pada
pertemuan berikutnya.

10
menit

H. Penilaian
1. Sikap spiritual dan sosial
a.
Teknik Penilaian
b.
Bentuk Instrumen
c.
Kisi-kisi

LEMBAR OBSERVASI
Sikap/Nilai
Indikator

No.
1

: Observasi
: Lembar observasi
:
Butir
Pertanyaan

Menghargai dan bersyukur Terbiasa menggunakan bahasa


kepada Tuhan YME atas Indonesia dengan baik dan
keberadaan bahasa
benar.
Indonesia
Semangat
Terbiasa berinisiatif dalam
bahasan memecahkan masalah.
Peduli

Terbiasa membantu sejawat


dalam memecahkan masalah.

Cinta Tanah Air

Terbiasa menghormati dan


menghargai karya cipta orang
lain
yang
bertemakan
nasionalisme dan kebangsaan.

Instrumen: lihat Lampiran 02


Rubrik
sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
melakukan kegiatan
menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan
yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

Skor
1
2
3
4

2. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian
: Tes Tulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian non Objektif (UNO)
c. Kisi-kisi
:
No.
Indikator
Butir Instrumen
1
Mengenal struktur teks ulasan
1
2
Mengenal ciri kebahasaan teks ulasan
2
Instrumen: lihat Lampiran 03
3.
a.

Keterampilan
Teknik Penilaian

: Tes Tulis

b.
c.

Bentuk Instrumen
Kisi-kisi:

: Uraian

Keterampilan
4.1.1
Merumuskan isi teks ulasan novel
Laskar Pelangi
4.1.2
Merumuskan pesan moral yang
disampaikan penulis teks ulasan novel Laskar
Pelangi
4.1.3
Menentukan amanat yang disampaikan
penulis teks ulasan novel Laskar Pelangi
Instrumen: lihat Lampiran 04
Mengetahui
Kepala Sekolah

Butir Instrumen
1
2
3

Bandung, .......... Juni 2015


Guru Mata Pelajaran,

Yosi Abdian Tindaon, S.Pd

Lampiran 01
Contoh Teks Ulasan :
Sang Pemimpi
1. Sang Pemimpi adalah novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Novel ini menceritakan kisah kehidupannya di Pulau Belitong yang dililit kemiskinan. Ada
tiga remaja SMA yang bermimpi untuk melanjutkan sekolah hingga ke Prancis dan
menjelajah Eropa hingga ke Afrika. Ikal, Aral, dan Jimbron adalah pemimpi-pemimpi itu.
2. Pada bab pertama novel ini, Andrea menceritakan bahwa dirinya (dalam novel ini
digambarkan sebagai Ikal) dan kedua temannya, Aral, dan Jimbron adalah tiga remaja yang
nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar, tokoh antagonis dalam novel ini. Sebaliknya,
hal berbeda diberikan oleh sang kepala sekolah yang bernama Pak Belia. Pak Belialah yang
memberikan mimpi-mimpi kepada murid-muridnya, terutama kepada Ikal, Aral, dan Jimbron.
Jelajahi kemegahan Eropa sampai Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai
ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbone. Ikuti
jejak-jejak satre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science,
sastra dan seni hingga merubah perdaban, itulah kata-kata yang sering diucapkan Pak
Belia.
3. Pada bab-bab berikutnya pembaca akan melihat potongan-potongan kisah seperti berdiri
sendiri. Andrea hanya membuat cerpen-cerpen dalam satu novel. Meskipun demikianpada
setiap bab, mulai awal hingga akhir, novel ini memiliki hubungan yang sangat erat, seperti
mozaik-mozaik dalam kehidupan.
4. Novel yang disajikan dengan bahasa yang cantik ini mampu menyihir pembaca sehingga
mereka bisa ikut merasakan kebahagiaan, semangat keputusasaan dan kesedihan. Selain itu,
novel ini memiliki lelucon-lelucon yang tidak biasa, cerdas, dan pasti akan membuat pembaca
tertawa. Dengan membaca novel ini, Anda akan mengetahui bahwa Andrea Hirata memiliki
pribadi yang cerdas dalam mengolah kata-kata dan memiliki wawasan yang sangat luas.
5. Meskipun disebut sebagaii novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpihanya
menyebutkan kata Laskar Pelangi hanya sekali. Keponakan Ikal biayai saat di Jawa juga tidak
disebut sama sekali dalam novel ini, padahal di dalam novelsebelumnya telah diceritakan
dengan jelas.
6. Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, novel ini benar-benar buku yang
sangat dibutuhkan oleh remaja negeri ini. Novel ini member motivasi, semangat, dan mimpi
pada anak-anak yang patah semangat untuk sekolah dan melanjutkan ke pendidikan yang
lebih tinggi. Selain itu, buku ini juga mengajarkan tentang ketidakmungkinan yang bisa
diwujudkan dengan kerja keras.

Lampiran 02

No.

Nama
Peserta
didik

LEMBAR OBSERVASI
SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL
Menghargai
dan
Cinta
Mensyukuri
Semangat
Peduli
Tanah Air
Bahasa
Indonesia
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.
2.
3.
.
No.
Sikap/nilai
1 Terbiasa
menggunakan
bahasa
Indonesia dengan baik dan benar.
2 Terbiasa berinisiatif dalam bahasan
memecahkan masalah.
3 Terbiasa membantu sejawat dalam
memecahkan masalah.
4 Terbiasa
menghormati
dan
menghargai karya cipta orang lain
yang bertemakan nasionalisme dan
kebangsaan.

Rubrik
sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
melakukan kegiatan
menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan
yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Petunjuk Penyekoran:
Baik Sekali
: apabila memperoleh skor 13 - 16
Baik
: apabila memperoleh skor 9 - 12
Cukup
: apabila memperoleh skor 5 - 8
Kurang
: apabila memperoleh skor 1 - 4

Skor
1
2
3
4

Skor

Nilai

Lampiran 03
TES URAIAN NONOBJEKTIF (UNO)
PENGETAHUAN STRUKTUR DAN CIRI BAHASA TEKS ULASAN
Petunjuk
1.
Bacalah Teks Ulasan yang berjudul Laskar Pelangi berikut!
2.
Kemudian, jawablah beberapa pertanyaan yang menyertainya!
Identitas
Judul
Penulis
Penerbit
Kota Tempat Terbit
Tahun Terbit
Tebal halaman

: Novel Laskar Pelangi


: Laskar Pelangi
: Andrea Hirata
: Bentang
: Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta
: Cetakan III, Juli 2007
: 533 halaman termasuk juga tentang penulis
Laskar Pelangi

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3
SMP. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak
perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada tidak
membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan
sesuatu yang lebih baik.
Cerita terjadi di desa Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah
Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai
siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan,
akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah,
Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkandiri di sekolah kecil itu.
Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan
mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah
cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh pendidik mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh
yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian
ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan
nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Mereka, Laskar Pelangi nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan
mereka terhadap pelangi pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara.
Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena
kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17
Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar,
pendidik sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas
cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama.
Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein
cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun
kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah
indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa

merasakan

semangat

masa

kecil

anggota

sepuluh

Laskar

Pelangi

ini.

Menurut saya novel ini sangat bermanfaat bagi para remaja, khususnya siswa siswi,
karena pada cerita tersebut dikisahkan perjuangan yang begitu berat yang dialami oleh tokoh
tokoh laskar pelangi untuk bersekolah dan menuntut ilmu agar menjadi orang besar
nantinya.
Novel ini berisikan motivasi bagi para pembacanya, sinya begitu menarik dan
mengesankan Banyak amanat yang dapat diambil dari kisah tersebut, dan lainlain.
Naskah Laskar Pelangi telah diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama dengan
novelnya. Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production, dan
digarap oleh sutradara Riri Riza.
Ikal : Tokoh aku dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman
sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat
pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling,
sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko
Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat
kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
Lintang : Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan
miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota
keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama
berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli
matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah
membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja
untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.
Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala
berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia
baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia
basahi dengan air dalam termosnya.
Mahar : Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama
kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan
kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan temantemannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena
tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya
dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah
membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan
sebuah
novel
tentang
persahabatan.
A Kiong : Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas
satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk
rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada
siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua
saling mencintai satu sama lain.
Syahdan : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang
paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi

tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta
pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh
cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh
Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirnya dia menjadi
aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin. Setelah bosan,
ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.
Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh
karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah
ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil
terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi
di
DPRD
Belitong.
Borek : Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika
dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia
lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai
band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang
bercita-cita menjadi pendidik ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena
ketergantungannya terhadap ibunya.
Harun : Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia
berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang
tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada
Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3
buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.
Tokoh-tokoh Lain Dalam Novel Laskar Pelangi
Bu Muslimah : Bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid.
Dia adalah Ibunda Pendidik bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama
Laskar Pelangi dan merupakan pendidik yang paling berharga bagi mereka.
Pak Harfan : Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala
sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar
meski murid-murid awalnya takut melihatnya.
Flo : Bernama asli adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia
merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang
muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat
membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang
malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan
tak mau didebat.
A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan
tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.
Novel Laskar pelangi yang ditulis Andrea Hirata, tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga
di luar Indonesia, hingga ke Amerika Serikat dan mendapatkan penghargaan penerbit para

pemenang nobel sastra. Hingga Desember 2012 ada 36 negara yang mempopulerkan Novel
Laskar Pelangi ini dan menjadi Best Seller serta diterjemahkan kedalam 18 bahasa.
Pertanyaan:
1.
Tentukan struktur teks ulasan tersebut !
2.
Tentukan kaidah kebahasaan/ ciri bahasa yang khas yang kamu temukan pada teks
ulasan tersebut !
Pedoman Penskoran :
No.
Aspek dan Kriteria
1. Struktur Teks Ulasan
a. Struktur teks ulasan lengkap
b. Struktur teks ulasan kurang lengkap
c. Struktur teks cerpen tidak lengkap
2. Kaidah Teks Ulasan
a. Kaidah teks ulasan lengkap
b. Kaidah teks ulasan kurang lengkap
c. Kaidah teks ulasan tidak lengkap

Skor
3
2
1
3
2
1

Lampiran 04
Contoh Teks Ulasan Tugas Mandiri:
Negeri Lima Menara
Oleh: Laila Q.N.
Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang merupakan novel best seller ini,
menceritakan kisah lima orang sahabat yang mondok di sebuah pesantren yaitu Pondok
Madani (PM). Novel best seller ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik
bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik
kehidupan para santrinya.
Alif Fikri adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah di SMA Bukittinggi
Sumatera Barat dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun mimpinya seakan
sirna, musnah tak berbekas, karena Amaknya tidak mengijinkan. Beliau ingin Alif sekolah di
Madrasah Aliyah yang berbasik agama, dengan alasan Amak ingin Alif menjadi Ustad
(Ulama). Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan Amaknya untuk sekolah agama.
Awal mulanya dia sangat kaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok.
Untunglah, dia menemukan sahabat dari berbagai daerah yang benar menyenangkan. Niatan
setengah hatinya kini telah menjadi bulat. Di bawah menara PM inilah mereka berlima justru
menciptakan mimpii lewat imajinasinya menatapi langit dan merangkai awan-awan menjadi
negeri impian.
Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Karena mereka yakin akan mantra
ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru Besar PM), yaitu man jadda wajada, siapa
yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang
hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga
belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll.

Lampiran 05
PENILAIAN TERTULIS
KETERAMPILAN MENANGKAP MAKNA TEKS ULASAN

Petunjuk
1.
Baca kembali teks ulasan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
2.
Jawablah pertanyaan berikut !
Soal
1.
Rumuskan isi teks ulasan novel Laskar Pelangi !
2.
Rumuskan pesan moral yang disampaikan penulis teks ulasan novel Laskar Pelangi!
3.
Rumuskan amanat yang disampaikan penulis teks ulasan novel Laskar Pelangi!
Pedoman Penskoran :
No.
Aspek dan Kriteria
1. Isi teks ulasan
a. Isi teks tepat
b. Isi teks kurang tepat
c. Isi teks tidak tepat
2. Pesan moral penulis teks ulasan
a.
Dapat menyebutkan 3 pesan moral
b.
Dapat menyebutkan 2 pesan moral
c.
Dapat menyebutkan 1 pesan moral
3
Amanat penulis teks ulasan
a.
Dapat merumuskan amanat dengan tepat
b.
Dapat merumuskan amanat tetapi kurang tepat
c.
Dapat merumuskan amanat tetapi tidak tepat

Skor
3
2
1
3
2
1
3
2
1