Anda di halaman 1dari 10

SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN

KEPRIBADIAN

A. Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar berinterkasi bagi individu di tengah-tengah
masyarakat
B. Tujuan Sosialisasi:
1. Memberikan ketrampilan dan pengetahuan
2. Menambah kemampuan berkomunikasi
3. Membantu pengendalian fungsi-fungsi organik
4. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok
c, Bentuk-Bentuk Sosialisasi
1. Sosialisasi Primer, sosialisasi yang paling awal diterima individu dari
lingkungan hidupnya, disini yang berperan adalah orang tua
2. Sosialisasi Sekunder, sosialisasi yang terjadi ketika individu
berhubungan dengan lingkungan luar, yang berperan adalah orang
lain.Tahap ini dikenal adanya proses desosialisasi, yaitu proses
pencabutan identitas diri yang lama dan dilanjutkan dengan resosialisasi
yaitu pemberian identitas baru yang didapat melalui institusi sosial

D. Agen atau Media Sosialisasi


1. Keluarga, merupakan media sosialisasi yang terdiri dari ayah, ibu, dan
saudara kandung, melalui keluarga anak mengenal dunia sekitarnya
2. Teman Bermain, dalam kelompok bermain seorang anak belajar berinteraksi
dengan orang-orang sederajat yang berada di sekitarnya
3. Lingkungan Sekolah, disini anak mempelajari hal-hal baru yang belum
dipelajarinya baik dalam keluarga maupun dalam teman bermainnya
4. Lingkungan Kerja, merupakan tempat dimana individu akan berhadapan
dengan bermacam-macam individu dan kepribadian yang berbeda- beda
yang mempengaruhi tindakannya sebagai anggota masyarakat
5. Media Massa, merupakan media yang cukup berpengaruh terhadap perilaku
individu yang meliputi media cetak (surat kabar, majalah) dan media
elektronik (radio, video, televisi, dan teknologi informasi seperti internet)
E. Pola-Pola Sosialisasi
1. Sosialisasi Represif (Repressive socialization), yaitu Kebijaksanaan
orang tua dapat berupa pemberian hukuman terhadap kesalahan anak.
Dalam pola ini ditekankan pada kepatuhan anak kepada orang tua
2. Sosialisasi Partisipatif (Participatory socialization), yaitu selain
kebijaksanaan yang berupa hukuman, dapat pula berupa pujian atau pemberian
hadiah karena perilaku baik pada diri anak, mereka terus dibimbing dan diarahkan
jika terjadi penyimpangan

F. Tahap-Tahap Sosialisasi
1. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Pada tahap ini dimana anak mempersiapkan diri untuk mengenali
dunia sosialnya. Anak mulai melakukan peniruan sekalipun belum
sempurna, Misalnya kata-kata sederhana, seperti mama, papa, dll
2. Tahap Meniru/bermain (Play Stage)
Pada tahap ini anak dapat melakukan tiruan secara sempurna.
Peniruan ucapan dan perilaku orang lain sudah dikuasai dan ia suka
bermain apa saja
3. Tahap Siap bertindak (Game Stage)
Seorang anak tidak hanya telah mengetahui peran yang harus di
jalankannya, tetapi telah pula mengetahui peran yang harus
dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi
4. Tahap Penerimaan Kolektif (Generalized other)
Proses sosialisasi pada tahap ini merupakan titik kulminasi yang
paling optimal bagi seorang individu. Proses belajar tidak sematamata melalui pola meniru, tetapi lebih kepada pola menyesuaikan
diri
i

Menurut Mead, ada empat tahapan sosialisasi


1. Meniru belum sempurna (masa balita)
2. Masa bermain (05 12 tahun)
3. Masa bermain peran (12 15 tahun)
4. Tahap umum (16 tahun dewasa)
Pada tahap ini, anak sudah menjelang dewasa dan telah mampu
mengambil peranan semua pihak yang terlibat dalam proses sosialisasi
G. Proses-Proses Sosialisasi
1. Proses Internalisasi, merupakan proses panjang dan berlangsung
seumur hidup sejak manusia lahir sampai meninggal dunia, dimana ia
belajar membentuk kepribadian melalui perasaan, nafsu-nafsu, dan
emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya
2. Proses Sosialisasi, adalah proses seorang individu mendapatkan
pembentukan sikap-sikap untuk berperilaku sesuai dengan
perilaku kelompoknya
3. Proses Inkulturasi, adalah proses pembudayaan, seorang individu
mempelajari dan menyesuaikan alam pikirannya serta sikapnya dengan
adat-istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam
kebudayaannya

H. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi


Menurut F.G Robins terdapat lima faktor yang menjadi

dasar perkembangan kepribadian antara lain :


1. Sifat dasar, yaitu sifat ini merupakan keseluruhan potensi
yang diwarisi oleh seseorang dari ibu dan ayahnya
2. Lingkungan Pranatal, yaitu lingkungan dalam rahim ibu,
dimana sel telur yang dibuahi itu berkembang sebagai embrio.
Dalam periode pranatal individu mendapat pengaruhpengaruh tidak langsung dari ibunya, antara lain :
a. Beberapa penyakit (spilis. Kanker, HIV/AIDS) akan
berpengaruh terhadap pertumbuhan, mental,
penglihatan, pendengaran bayi dalam kandungan
b. Gangguan endrokin dapat mengakibatkan
keterbelakangan mental dan emosional
c. Struktur tubuh ibu merupakan kondisi yang
mempengaruhi pertumbuhan bayi dalam kandungan
d. Sock pada saat melahirkan (lemah ingatan)

Keterangan: AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu


kelainan atau kerusakan sistem kekebalan tubuh secara meluas. Penyebab
penyakit ini adalah virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Penyakit AIDS biasa menyerang orang laki-laki homoseksual, biseksual dan
heteroseksual, pecandu narkoba, dan penderita hemofilia yang mengalami
kesalahan pengobatan

3. Perbedaan Individual (perorangan), yaitu bayi yang tumbuh


dan berkembang sebagai individu yang unik berbeda
dengan individu-individu yang lain.
Perbedaan individu meliputi :
a. ciri fisik : seperti bentuk badan, warna kulit, warna mata,
warna rambut dan lain-lain
b. ciri mental : seperti emosional, malas dan lain-lain
4. Lingkungan, yaitu kondisi-kondisi di sekitar individu yang
mempengaruhi proses sosialnya.
Lingkungan dikategorikan menjadi:
a. lingkungan alam (tanah, iklim, flora, fauna dan lain-lain)
b. kebudayaan (mata pencaharian, perlengkapan hidup,
nilai-nilai, adat-istiadat dan lain-lain)
c. manusia lain dan masyarakat di sekitar individu
5. Motivasi, adalah kekuatan-kekuatan dari dalam diri individu
yang menggerakkan seseorang untuk berbuat sesuatu
(dorongan dan kebutuhan)

I. Konformitas
Dalam proses sosialisasi ada kecenderungan dari tiap-tiap individu untuk
tunduk dan berperilaku sama terhadap pola-pola kelakuan kolektif.
Kecenderungan inilah yang disebut konformitas. Sikap conform ini muncul
karena adanya pengaruh atau tekanan yang kuat dari pihak lain atau karena
kesadaran diri sendiri.
Ada tiga bentuk konformitas, yaitu sebagai berikut:
1. Complience atau expident, yaitu konformitas yang hanya berpura-pura.
Tujuannya hanya untuk mencari pujian atau menghindari hukuman
2. Identifikasi, yaitu keinginan berbuat sama seperti model yang
dikehendaki atau sesuai dengan acuan yang relevan.
Contoh : Umat Islam yang sedang melaksanakan Ibadah Haji
3. Internalisasi, yaitu bersikap conform yang dilandasi oleh kesadaran dan
pertimbangan yang matang dari hati nuraninya
Contoh : Berpuasa di bulan Ramadhan bagi Umat Islam

J. Faktor Penghambat Sosialisasi


1. Kemampuan Berbahasa
Orang yang pandai berbahasa mempunyai kecenderungan
dapat dengan mudah melaksanakan sosialisasi, sebaliknya
apabila sulit berbahasa, sulit pula berkomonikasi
Kesulitan berbahasa bisa disebabkan oleh:
a. cacat pada bibir/sumbing
b. bicara gagap
c. Malu berbicara/pendiam dan
d. Kurang fasih/kurang menguasai
2. Cara bergaul
Terbentuknya sosialisasi sangat ditentukan oleh pergaulan.
Orang yang pandai bergaul dan bisa menempatkan dirinya
akan mudah menjalankan proses sosialisasi. Sebaliknya orang
yang sulit berkomunikasi, bersikap kaku, kurang beretika akan
cenderung menghambat sosialisasi

K. Kepribadian
1. Pengertian Kepribadian
Yaitu ciri watak seorang individu yang bersifat hakiki yang
tercermin pada sikap seseorang yang membedakannya dari
orang lain. Kepribadian merupakan organisasi dari faktorfaktor biologis, sosiologis dan psikologis yang mendasari
perilaku individu. Jadi kepribadian meliputi kebiasaan, sikap,
dan sifat yang khas, yang dimiliki seseorang yang terus
berkembang apabila ia berhubungan dengan orang lain
2. Faktor-Faktor yang Menentukan Kepribadian
a. Keturunan
b. Lingkungan Fisis (tempat)
c. Lingkungan Sosial
d. Lingkungan Kebudayaan

L. Peranan Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian


Dalam kehidupannya, baik kehidupan pribadi maupun
kehidupan bermasyarakat setiap orang tentunya mesti
berperilaku.
Menurut para ahli, perilaku seseorang ditentukan tiga
faktor dasar :
1. Faktor struktur sosio cultural
Yaitu pola perilaku ideal yang diharapkan
2. Faktor situasi
Yaitu semua kondisi fisik dan sosial
3. Faktor kepribadian
Yaitu semua faktor psikologis dan biologis yang
mempengaruhi perilaku para pelaku secara perorangan
Sosialisasi mempunyai peranan penting dalam
menentukan salah satu faktor yang mempengaruhi
perilaku seseorang tersebut, yaitu faktor kepribadian.
Melalui proses sosialisasi yang panjang, kemandirian dan
kepribadian seseorang terbentuk. Salah satu hasil yang
penting dalam proses sosialisasi adalah kepribadian.