Anda di halaman 1dari 24

Otitis Media Akut

Bintang Lingkan Manurung


10 2009 009
Everdina Ester
10 2009 126
Rosalia A J P Kelanit
10 2010 312
Demar Berkam
10 2010 400
Yoseph R Ndapa
10 2011 121
Ni Putu Yudiartini Putri 10 2011 135
Vania Levina
10 2011 259
Satrio Adiras Putra
10 2011 323
Roswitha D S Gesi
10 20 11 375

Kasus 20
Seorang ibu membawa anaknya berusia 2
tahun dengan keluhan demam sejak 3 hari
yang lalu,ibunya mengatakan anaknya tidak
mau makan, hidung mengeluarkan
sekret encer dan tadi malam anaknya
tiba-tiba menangis dan memegang
telinga kanannya. Anak tampak sakit
sedang dan suhu 39 derajat C, nadi
100x/menit, RR : 20x/mnt
Pada pemeriksaan fisik didapati reflek cahaya
positif pada telinga kiri,telinga kanan kavum
timpani menonjol dan hiperemi dengan
reflex cahaya sudah -

Otitis Media Akut (OMA)


Peradangan akut sebagian atau
seluruh periosteum telinga tengah

Anamnesis

Apakah terdapat nyeri pada telinga?


Apakah tercium bau yang tidak sedap pada telinga?
Apakah terdapat cairan yang keluar dari telinga?
Jika ya, apakah cairan tersebut kental atau encer?
Apakah pasien suka mengorek telinga atau
memasukkan benda tajam ke telinga?
Apakah pasien sedang mengonsumsi obat-obatan
tertentu?

OTITIS MEDIA

Definisi OMA
Peradangan telinga tengah yang
mengenai sebagian atau seluruh
periosteum dan terjadi dalam
waktu kurang dari 3 minggu.

Pemeriksaan Pendengaran
pada Bayi dan Anak
Behavioral Observation Audiometry
(BOA)
Timpanometri
Audiometry impedans
Oto Acoustic Emission (OAE)
Brainstem Evoked Response
Audiometri (BERA) AABR

Pemeriksaan Telinga
Inspeksi

Klasifikasi

Otitis Media Supuratif : Akut (OMA)


dan Kronis (OMSK)
Otitis Media Non-Supuratif / Serosa:
Akut dan Kronis
OMSK : tipe benigna dan malignant
Otitis media spesifik : otitis media
tuberkulosa, otitis media sifilitik, dan
otitis media adhesiva.

Otitis Media
Supuratif
Otitis Media Supuratif
Akut :

Nyeri
Demam
Malaise
Nyeri kepala di samping
nyeri telinga (kadang)
Anoreksia (anak)
Seluruh/sebagian
membran timpani
merah dan menonjol
Rasa penuh di telinga
dan penurunan
pendengaran

Otitis Media Supuratif


Kronis :
Sekret telinga yang
bau, mukopurulen
Penurunan
pendengaran
Otalgia
Vertigo dan tinitus
(jarang)

Pemeriksaan Fisik

otoskopi: otitis media serosa membrane


timpani tampak berwarna kekuningan.
Maleus tampak pendek, retraksi dan
berwarna putih kapur. Air fluid level
tanda cairan serous di cavum timpani,
pantulan cahaya yang
berkurang/menghilang

Pemeriksaan Fisik
Penilaian
Imobilitas membrane
Lanj..
timpani dengan otoskop penumatik
dengan memberikan tekanan
negative dan positif.
Rinoskopi
Pemeriksaan garpu tala

Etiologi
- Sumbatan tuba Eustachius

- ISPA
- Kuman penyebab OMA (bakteri piogenik):
Streptococcus Pneumoniae (38%)
Haemophilus Influenzae (27%)
Staphylococcus aureus (2%)

- Anak-anak : ISPA >> kemungkinan


OMA >>
- Bayi : OMA dipermudah karena posisi
tuba Eustachius pendek, lebar dan horizontal.
-Sumbatan :
Sekret
Tampon
Tumor

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah : leukositosis (infeksi
bakteri)
Timpanogram
Kultur dan uji sensitifitas : dilakukan bila
dilakukan timpanosentesis (aspirasi jarum
dari telinga tengah melalui membran
timpani).
Otoskopi pneumatik (pemeriksaan telinga
dengan otoskop untuk melihat gendang
telunga yang dilengkapi dengan udara
kecil).

Pemeriksaan
Radiologi: CT Scan atau MRI
Kultur untuk memastikan apakah
Penunjang

otitis media serosa atau otitis media


supurativa tapi jarang dilakukan
karena anemesis dan pemeriksaan
fisik sudah cukup sensitive dan
spesifik.

Stadium oklusi tuba


eustachius

Retraksi membran timpani, kadang


membran timpati tampak normal /
berwarna keruh pucat

Stadium hiperemis

Nyeri dan rasa penuh di telinga, demam,


pemeriksaan otoskop : injeksi PD
membran timpani (hiperemis)

Stadium eksudasi

Sakit dan panas >>, muntah , kejang


(bayi dan anak-anak), pendengaran
berkurang, pemeriksaan otoskop :
membran timpani merah,menebal,
cembung, refleks cahaya mulai hilang

Stadium supurasi

Keluar sekret dari telinga, sakit ,


demam , gangguan pendengaran ,
pemeriksaan otoskop : sekret + ruptur
membran timpani

Stadium koalesen

Rasa sakit dan nyeri tekan daerah


mastoid, sekret mukopurulen terusmenerus, terdapat fluktuasi jumlah
sekret, demam dan leukositis lebih
ringan.

Stadium komplikasi

Gejala klinis timbul tergantung


manifestasi penyakit yang timbul

Stadium resolusi

Bila daya tahan tubuh baik / virulensi


kuman rendah resolusi dapat terjadi
walaupun tanpa pengobatan

Penatalaksanaan
Terapi OMA tergantung pada
stadiumnya.
Terapi :

Antibiotik : perhatikan resistensi kuman.


Simtomatik : antipiretik, analgetik,
Nasal dekongestant / terapi alergi
Operasi : miringotomi u/ drainage
mastodektomi pd std koalesen dan std
komplikasi. (mastoidektomi simpleks)

Antimikroba
First line
Amoxicillin
Second line
Amoxicillin-clavulanate
Trimethoprim-sulfamethoxazole
Erythromycin-sulfamethoxazole
Broad spectrum
Cefixime, Azithromycin,
Clarithromycin

Penatalaksanaan
Stadium
Supurasi
antibiotik
pasien harus dirujuk untuk dilakukan
miringotomi bila membran timpani
masih utuh.
analgesik juga perlu diberikan agar
nyeri dapat berkurang.

Pencegahan
Memperkuat daya tahan tubuh,
mengatur suhu ruangan agar tidak
terlalu rendah, dan sebagainya
Pemberian ASI minimal selama 6 bulan
Penghindaran pemberian susu di botol
saat anak berbaringPenghindaran
pajanan terhadap asap rokok dan
alergen lainnya
Menjaga kebersihan telinga dengan baik

Klasidikasi komplikasi otitis


media
Kalsifikasi berdasarkan fundamental
of otolaringology (1978)
Komplikasi di telinga tengah
Paresis facial
Komplikasi ke telinga dalam
Komplikasi akstradural
Komplikasi ssp

Prognosis
OMA memiliki prognosis yang baik.
Dengan pengobatan yang adekuat,
penyakit ini dapat disembuhkan
dengan kurun waktu singkat.