Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia sejak dari dulu telah berusaha untuk manciptakan berbagai
produk yang terdiri dari gabungan lebih dari satu bahan untuk menghasilkan suatu
bahan yang lebih kuat, contohnya penggunaan jerami pendek untuk menguatkan
batu bata di Mesir, panah orang Mongolia yang menggabungkan kayu, otot
binatang, sutera, dan pedang samurai Jepang yang terdiri dari banyak lapisan
oksida besi yang berat dan liat.
Kebanyakan teknologi modern memerlukan bahan dengan kombinasi
sifat-sifat yang luar biasa yang tidak boleh dicapai oleh bahan-bahan lazim seperti
logam besi, keramik, dan bahan polimer. Kenyataan ini adalah benar bagi bahan
yang diperlukan untuk penggunaan dalam bidang angkasa lepas, perumahan,
perkapalan, kendaraan dan industri pengangkutan. Karena bidang-bidang tersebut
membutuhkan density yang rendah, flexural, dan tensile yang tinggi, viskosityyang
baik dan hentaman yang baik.
Terminologi komposit memunculkan beberapa permasalahan, satunya
ialah komposit. Komposit selalu dibentuk untuk meningkatkan kekuatan,
kekakua,

ketahanan

terhadap

korosi,

sifat-sifat

listrik,

atau

sekedar

penampilannya. Menurut definisinya, komposit adalah struktur yang dbuat dari


bahan-bahan yang berbeda-beda, ciri-cirinya pun tetap terbawa setelah komponen
terbentuk sepenuhnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan komposit?
2. Bagaimana dengan klasifikasi komposit?
3. Apa itu tipe komposit serat?
4. Apa saja bagian utama dari komposit?
5. Apa saja bahan pembentuk komposit?
6. Apa saja karakteristik material komposit?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah


Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi sebagian tugas
mata kuliah Proses Produksi II serta memperdalam materi yang disampaikan.
1.4 Metode Pengumpulan Data
1. Dokumen
Cara pertama yang penulis lakukan dengan pengumpulan data literature
melalui buku-buku yang berkaitan dengan judul makalah.
2. Browsing
Cara kedua yang penulis lakukan dengan pencarian materi yang berkaitan
dengan judul mekalah melalui internet.
1.5 Ruang Lingkup Masalah
Perkembangan dibidang teknologi dan sciences belakangan ini mendorong
material komposit banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi produk.
Secara global material komposit dikembangkan untuk menggantikan material
logam

yang

banyak

digunakan

sebelum

berkembangnya

material

komposit.Sehingga dalam hal ini penulis membuat judul makalah tentang


KOMPOSIT.

BAB II
PEMBAHASAN
KOMPOSIT
Perkembangan dibidang teknologi dan sciences belakangan ini mendorong
material komposit banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi produk.
Secara global material komposit dikembangkan untuk menggantikan material
logam yang banyak digunakan sebelum berkembangnya material komposit.
2.1 Pengertian Komposit
Menurut definisi, komposit adalah struktur yang dbuat dari bahan-bahan
yang berbeda-beda, ciri-cirinya pun tetap terbawa setelah komponen terbentuk
sepenuhnya.
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau
lebih material sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat
mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya.
Komposit memberikan suatu pengertian yang sangat luas dan berbedabeda, serta mengikuti situasi dan perkembangan bahan itu sendiri. Gabungan dua
atau lebih bahan merupakan suatu konsep yang diperkenalkan untuk menerangkan
definisi komposit.
Walaupun demikian definisi ini terlalu umum, karena komposit ini
merangkumi semua bahan termasuk plastik yang diperkuat dengan serat,
logamalloy, keramik, kopolimer, plastik berpengisi atau apa saja campuran dua
bahan atau lebih untuk mendapatkan suatu bahan yang baru.
Komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari logam, kekakuan
jenis (modulus Young/density) dan kekuatan jenisnya lebih tinggi dari logam.
Beberapa lamina komposit dapat ditumpuk dengan arah orientasi serat yang
berbeda, gabungan lamina ini disebut sebagai laminat.
Komposit dibentuk dari dua jenis material yang berbeda, yaitu:
a. Penguat (Reinforcement), yang mempunyai sifat kurang elastis tetapi lebih
kaku serta lebih kuat.

b. Matriks, umumnya lebih elastis tetapi mempunyai kekuatan dan kekakuan


yang lebih rendah.
Secara garis besar ada 3 macam jenis komposit berdasarkan penguat yang
digunakannya, yaitu :
a. Fibrous Composites (Komposit Serat). Merupakan jenis komposit yang
hanya terdiri dari satu lapisan yang menggunakan penguat berupa serat
(fiber). Serat (fiber) yang digunakan bisa berupa glass fibers, carbon fibers,
aramid fibers(poly aramide), dan sebagainya.
b. Laminated Composites (Komposit Laminat). Merupakan jenis komposit
yang terdiri dari dua lapis atau lebih yang digabung menjadi satu dan setiap
lapisnya memiliki karakteristik sifat sendiri.
c. Particulalate Composites (Komposit Partikel). Merupakan komposit yang
menggunakan partikel atau serbuk sebagai penguatnya dan terdistribusi
secara merata dalam matriksnya.
Sehingga komposit dapat disimpulkan adalah sebagai dua macam atau lebih
material yang digabungkan atau dikombinasikan dalam sekala makroskopis (dapat
terlihat langsung oleh mata) sehingga menjadi material baru yang lebih berguna.
Komposit terdiri dari 2 bagian utama yaitu :
a. Matriks, berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung filler (pengisi)
dari kerusakan eksternal.
b. Filler (pengisi), berfungsi sebagai Penguat dari matriks.
2.2

Klasifikasi Komposit
Klasifikasi bahan komposit dapat dibentuk dari sifat dan sturkturnya.

Bahan komposit dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenis. Secara umum


klasifikasi komposit yang sering digunakan antara lain seperti :
a. Klasifikasi menurut kombinasi material utama, seperti metal-organic atau
metal anorganic.
b. Klasifikasi menurut karakteristik bult-from, seperti system matrik atau
laminate.
c. Klasifikasi menurut istribusi unsure pokok, seperti
disontinous.

continous

dan

d. Klasifikasi menurut fungsinya, seperti elektrikal atau structural.


Sedangkan klasifikasi menurut komposit serat (fiber-matrik composites)
dibedakan menjadi beberapa macam antara lain :
a.

Fiber composite (komposit serat) adalah gabungan serat dengan matrik.

b.

Filled composite adalah gabungan matrik continous skeletal dengan matrik

yang kedua.
c.

Flake composite adalah gabungan serpih rata dengan metrik.

d.

Particulate composite adalah gabungan partikel dengan matrik.

e.

Laminate composite adalah gabungan lapisan atau unsur pokok lamina.


Secara umum bahan komposit terdiri dari dua macam, yaitu bahan

komposit partikel (particulate composite) dan bahan komposit serat (fiber


composite). Bahan komposit partikel terdiri dari partikelpartikel yang diikat oleh
matrik. Bentuk partikel ini dapat bermacammacam seperti bulat, kubik,
tetragonal atau bahkan berbentuk yang tidak beraturan secara acak. Sedangkan
bahan komposit serat terdiri dari serat serat yang diikat oleh matrik. Bentuknya
ada dua macam yaitu serat panjang dan serat pendek.
2.2.1

Bahan Komposit Partikel


Dalam struktur komposit, bahan komposit partikel tersusun dari partikel

partikel yang disebut bahan komposit partikel (particulate composite). Bahan


komposit partikel umunya digunakan sebagai pengisi dan penguat bahan komposit
keramik (ceramic matrik composites). Bahan komposit partikel lebih lemah
dibanding bahan komposit serat. Bahan komposit partikel mempunyai keunggulan
ketahanan terhadap kekurangan air, tidak muda retak dan mempunyai daya
pengikat dengan matrik yang baik.
2.2.2

Bahan Komposit Serat


Bahan komposit serat terdiri dari seratserta yang terikat oleh matrik yang

saling berhubungan. Bahan komposit serat ini terdiri dari dua macam, yaitu serat
panjang (continous fiber) dan serat pendek (short fiberdan whisker). Penggunaan

bahan komposit serat sangat efesien dalam menerima beban dan gaya. Karena itu
bahan komposit serat sangat kuat dan kaku bila dibebani searah serat, sebaliknya
sangat lemah bila dibebani dalam arah tegak lurus serat.
2.3. Tipe Komposit Serat
Untuk memperoleh komposit yang kuat, harus dapat menempatkan serat
dengan benar. Berdasarkan penempatanya terdapat beberapa tipe serat pada
komposit yaitu :
2.3.1

Continuous Fiber Composite

Continuous atau uni-directional, mempunyai serat panjang dan lurus,


membentuk lamina diatara matriknya. Jenis komposit ini paling sering digunakan.
Tipe ini mempunyai kelemahan pada pemisahan antar lapisan. Hal ini dikarnakan
kekuatan antar lapisan dipengaruhi oleh matriknya.
2.3.2

Woven Fiber Composite (bi-dirtectional)

Komposit ini tidak mudah dipengaruhi pemisahan antar lapisan karena


susunan seratnya juga mengikat serat antar lapisan. Akan tetapi susunan serat
memanjangnya yang tidak begitu lurus mengakibatkan kekuatan dan kekakuan
akan melemah.
2.3.3

Discontinuous Fiber Composite

Discontinuous Fiber Composite adalah tipe komposit dengan serat pendek.


Tipe ini dibedakan lagi menjadi 3 :
a.

Discontinuous fiber

b.

Off-axis alignhed discontinuous fiber

c.

Randomly oriented discontinuous fiber


2.3.4

Hybrid Fiber Composite

Hybrid Fiber Composite merupakan komposit gabungan antara serat tipe


serat lurus dengan serat acak. Tipe ini digunakan supaya dapat mengganti
kekurangan sifat dari kedua tipe dan dapat menggabungkan kelebihannya.

2.4

Bagian Utama dari Komposit


2.4.1

Reinforcement

Salah satu bagian utama dari komposit adalah reinforcement(penguat)


yang berfungsi sebagai penanggung beban utama pada komposit.
2.4.1.1 Serat Gelas (Glass Fiber)
Glass fiber adalah bahan yang tidak mudah terbakar. Serat jenis ini
biasanya digunakan sebagai penguat matrik jenis polymer. Komposisi kimia serat
gelas sebagain besar adalah SiO2 dan sisanya adalah oksida-oksida alumunium
(Al), kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), dan unsur-unsur lainnya.
Berdasarkan bentuknya serat gelas dapat dibedakan menjadi beberapa
macam antara lain :
a.

Roving

Berupa benang panjang yang digulung mengelilingi silinder.


b.

Yarn

Berupa bentuk benang yang lekat dihubungkan pada filamen.


c.

Chopped Strand

Adalah strand yang dipotong-potong dengan ukuran tertentu kemudian digabung


menjadi satu ikatan
d.

Reinforcing Mat

Berupa lembaran chopped strand dan continuous strand yang tersusun secara
acak.
e.

Woven Roving

Berupa benang panjang yang dianyam dan digulung pada silinder


f.

Woven Fabric

Berupa serat yang dianyam seperti kain tenun.


Berdasarkan jenisnya serat gelas dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara
lain :
a.

Serat E-Glass

Serat E-Glass adalah salah satu jenis serat yang dikembangkan sebagai penyekat
atau bahan isolasi. Jenis ini mempunyai kemampuan bentuk yang baik.
b.

Serat C-Glass

Serat C-Glass adalah jenis serat yang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap
korosi.
c.

Serat S-Glass

Serat S-Glass adalah jenis serat yang mempunyai kekakuan yang tin.
2.4.2

Matrik

Matrik adalah fasa dalam komposit yang mempunyai bagian atau fraksi
volume terbesar (dominan). Matrik mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.

Mentransfer tegangan ke serat secara merata.

b.

Melindungi serat dari gesekan mekanik.

c.

Memegang dan mempertahankan serat pada posisinya.

d.

Melindungi dari lingkungan yang merugikan.

e.

Tetap stabil setelah proses manufaktur.


Sifat-sifat matrik :

a.

Sifat mekanis yang baik.

b.

Kekuatan ikatan yang baik.

c.

Ketangguhan yang baik.

d.

Tahan terhadap temperatur.


Menurut Gibson, matrik dalam struktur komposit dapat dibedakan

menjadi:
2.4.2.1 Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites PMC)
Bahan ini merupajan bahan komposit yang sering digunakan, biasa disebut
polimer berpenguat serat (FRP Fibre Reinforced Polymers or Plastics). Bahan
ini menggunakan suatu polimer berbahan resin sebagai matriknya, dan suatu jenis
serat seperti kaca, karbon dan aramid (Kevlar) sebagai penguatannya.
Komposit ini bersifat
a.

Biaya pembuatan lebih rendah

b.

Dapat dibuat dengan produksi massal

c.

Ketangguhan baik

d.

Tahan simpan

e.

Siklus pabrikasi dapat dipersingkat

f.

Kemampuan mengikuti bentuk

g.

Lebih ringan.
Jenis polimer yang sering digunakan :

a.

Thermoplastic
Thermoplastic adalah

plastik

yang

dapat

dilunakkan

berulang

kali (recycle) dengan menggunakan panas.Thermoplastic merupakan polimer yang


akan menjadi keras apabila didinginkan. Thermoplastic akan meleleh pada suhu
tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu dan mempunyai sifat dapat
balik (reversibel) kepada sifat aslinya, yaitu kembali mengeras bila didinginkan.
Contoh dari thermoplasticyaitu Poliester, Nylon 66, PP, PTFE, PET, Polieter
sulfon, PES, dan Polieter eterketon (PEEK).
b.

Thermoset
Thermoset tidak dapat mengikuti perubahan suhu(irreversibel). Bila sekali

pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Pemanasan
yang tinggi tidak akan melunakkan thermoset melainkan akan membentuk arang
dan terurai karena sifatnya yang demikian sering digunakan sebagai tutup ketel,
seperti jenis-jenis melamin. Plastik jenisthermoset tidak begitu menarik dalam
proses daur ulang karena selain sulit penanganannya juga volumenya jauh lebih
sedikit (sekitar 10%) dari volume jenis plastik yang bersifatthermoplastic. Contoh
dari thermoset yaitu Epoksida, Bismaleimida (BMI), dan Poli-imida (PI).
Aplikasi PMC yaitu sebagai berikut :
1.

Matrik berbasis poliester dengan serat gelas.

a.

Alat-alat rumah tangga

b.

Panel pintu kendaraan

c.

Lemari perkantoran

d.

Peralatan elektronika

2.

Matrik berbasis termoplastik dengan serat gelas (kotak air radiator).

3.

Matrik berbasis termoset dengan serat carbon.

a.

Rotor helikopter

b.

Komponen ruang angkasa

c.

Rantai pesawat terbang

2.4.2.2 Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites MMC)


Bahan ini menggunakan suatu logam seperti aluminium sebagai matrik
dan penguatnya dengan serat seperti silikon karbida.
1.

Kelebihan MMC dibandingkan dengan PMC :

a.

Transfer tegangan dan regangan yang baik.

b.

Ketahanan terhadap temperature tinggi

c.

Tidak menyerap kelembapan.

d.

Tidak mudah terbakar.

e.

Kekuatan tekan dan geser yang baik.

f.

Ketahanan aus dan muai termal yang lebih baik

2.

Kekurangan MMC :

a.

Biayanya mahal

b.

Standarisasi material dan proses yang sedikit

3.

Matrik pada MMC :

a.

Mempunyai keuletan yang tinggi

b.

Mempunyai titik lebur yang rendah

c.

Mempunyai densitas yang rendah.

4.

Proses pembuatan MMC :

a.

Powder metallurgy

b.

Casting/liquid ilfiltration

c.

Compocasting

d.

Squeeze casting

5.

Aplikasi MMC, yaitu sebagai berikut :

a.

Komponen automotive (blok-silinder-mesin,pully,poros gardan,dll)

b.

Peralatan militer (sudu turbin,cakram kompresor,dll)

c.

Aircraft (rak listrik pada pesawat terbang)

d.

Peralatan Elektronik

2.4.2.3 Komposit Matrik Keramik (Ceramic Matrix Composites


CMC)
Bahan ini menggunakan keramik sebagai matrik dan diperkuat dengan
serat

pendek,

atau

serabut-serabut (whiskers)dimana

terbuat

dari silikon

karbida atau boron nitride.


1.

Matrik yang sering digunakan pada CMC adalah :

a.

Gelas anorganik.

b.

Keramik gelas

c.

Alumina

d.

Silikon Nitrida

2.

Keuntungan dari CMC :

a.

Dimensinya stanil bahkan lebih stabil daripada logam

b.

Sangat tanggung, bahkan hampir sama dengan ketangguhan dari cast iron

c.

Mempunyai karakteristik permukaan yang tahan aus

d.

Unsur kimianya stabil pada temperature tinggi

e.

Tahan pada temperatur tinggi (creep)

f.

Kekuatan & ketangguhan tinggi, dan ketahanan korosi

3.

Kerugian dari CMC

a.

Sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar

b.

Relatif mahal dan non-cot effective

c.

Hanya untuk aplikasi tertentu

4.

Aplikasi CMC, yaitu sebagai berikut :

a.

Chemical processing

b.

Power generation

c.

Wate

d.

Kombinasi dalam rekayasa wisker SiC/alumina polikristalin untuk perkakas

potong
e.

Serat grafit/gelas boron silikat untuk alas cermin laser

f.

Grafit/keramik gelas untuk bantalan,perapat dan lem

g.

SiC/litium aluminosilikat (LAS) untuk calon material mesin panas

2.5

Bahan - bahan Pembentuk Koposit


Bahan pembuat fiberglass pada umumnya terdiri dari 11 macam bahan, 6

macam sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing. Sebagai bahan
utama yaitu erosil, pigmen, resin, katalis, talk, mat, sedangkan sebagai bahan
finishing antara lain : aseton, PVA, mirror, cobalt, dan dempul.
2.5.1

Aerosil

Bahan ini berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwarna
putih. Berfungsi sebagai perekat mat agar fiber glass menjadi kuat dan tidak
mudah patah/pecah.
2.5.2

Pigment

Pigmen adalah zat pewarna sebagai pencampur saat bahan fiber


glass dicampur. Pemilihan warna disesuaikan dengan selera pembuatnya. Pada
umumnya pemilihan warna untuk mempermudah proses akhir saat pengecatan.
2.5.3

Resin

Bahan ini berujud cairan kental seperti lem, berkelir hitam atau bening.
Berfungsi untuk mencairkan atau melarutkan sekaligus juga mengeraskan semua
bahan yang akan dicampur. Biasanya bahan ini dijual dalam literan atau dikemas
dalam kaleng.
2.5.4

Katalis

Zat ini berwarna bening dan berfungsi sebagai pengencer. Zat kimia ini
biasanya

dijual

bersamaan

dengan

resin,

dan

dalam

Perbandingannya adalah resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter.

bentuk

pasta.

2.5.5 Talk
Sesual dengan namanya bahan ini berupa bubuk berwarna putih seperti
sagu. Berfungsi sebagal campuran adonan fibercglass agar keras dan agak lentur.
2.5.6

Mat

Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari beberapa model, dari
model anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarangjarang. Berfungsi sebagai pelapis campuran adonan dasar fiberglass, sehingga
sewaktu unsur kimia tersebut bersenyawa dan mengeras, mat berfungsi sebagai
pengikatnya. Akibatnya fiber glassmenjadi kuat dan tidak getas.
2.5.7 Aseton
Pada umumnya cairan ini berwarna bening, fungsinya seperti katalis yaitu
untuk mencairkan resin. Zat ini digunakan apabila adonan terlalu kental yang
akan mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya.
2.5.8

PVA

Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus. Berfungsi
untuk melapis antara master mal atau cetakan dengan bahanfiber glass. Tujuannya
adalah agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel, sehingga fiberglass hasil
cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya.
2.5.9
Sesuai

Mirror
namanya,

manfatnya

hampir

sama

dengan

PVA, yaitu

menimbulkan efek licin. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna
bermacam macam.
2.5.10 Cobalt
Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan. Berfungsi sebagai bahan aktif
pencampur katalis agar cepat kering, terutama apabila kualitas katalisnya kurang
baik dan terlalu encer. Bahan ini dapat dikategorikan sebagai bahan penyempurna,

sebab tidak semua bengkel menggunakannya. Hal ini tergantung pada kebutuhan
pembuat dan kualitas resin yang digunakannya. Perbandingannya adalah 1 tetes
cobalt dicampur dengan 3 liter katalis. Apabila perbandingan cobalt terlalu
banyak, dapat menimbulkan api.
2.5.11 Dempul fiberglass
Setelah hasil cetakan terbentuk dan dilakukan pengamplasan, permukaan
yang tidak rata dan berpori-pori perlu dilakukan pendempulan. Tujuannya agar
permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap
dilakukan pengerjaan lebih lanjut.
2.6

Karakteristik Material Komposit


2.6.1

Sifat sifat Material Komposit

Dalam pembuatan sebuah material komposit, suatu pengkombinasian


optimum dari sifat-sifat bahan penyusunnya untuk mendapatkan sifat-sifat tunggal
sangat diharapkan. Beberapa material komposit polymer diperkuat serbuk yang
memiliki kombinasi sifat-sifat yang ringan, kaku, kuat dan mempunyai nilai
kekerasan yang cukup tinggi. Disamping itu juga sifat dari material komposit
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu material yang digunakan sebagai bentuk
komponen dalam komposit, bentuk geometri dari unsur-unsur pokok dan akibat
struktur dari sistem komposit, cara dimana bentuk satu mempengaruhi bentuk
lainnya
Menurut Agarwal dan Broutman, yaitu menyatakan bahwa bahan
komposit mmpunyai cirri-ciri yang berbeda dan komposisi untuk menghasilkan
suatu bahan yang mempunyai sifat dan cirri tertentu yang berbeda dari sifat dan
ciri konstituen asalnya. Disamping itu konstituen asal masi kekal dan
dihubungkan melalui suatu antara muka.
Dengan kata lain, bahan komposit adalah bahan yang heterogen yang
terdiri dari fasa yang tersebar dan fasa yang berterusan. Fasa tersebar selalu terdiri
dari serat atau bahan pengukuh, manakalah yang berterusannya terdiri dari
matriks.

2.6.2

Jenis jenis Material Komposit

2.6.2.1 Material Komposit Serat


Material komposit serat yaitu komposit yang terdiri dari serat dan bahan
dasar yang diproduksi secara fabrikasi, misalnya serat + resin sebagai bahan
perekat, sebagai contoh adalah FRP (Fiber Reinforce Plastic) plastik diperkuat
dengan serat dan banyak digunakan, yang sering disebut fiber glass.
2.6.2.2 Komposit Lapis (Laminated Composite)
Komposit lapis yaitu komposit yang terdiri dari lapisan dan bahan
penguat, contohnya polywood, laminated glass yang seringdigunakan sebagai
bahan bangunan dan kelengkapannya.
2.6.2.3 Komposit Partikel (Particulate Composite)
Komposit partikel yaitu komposit yang terdiri dari partikel dan bahan
penguat seperti butiran (batu dan pasir) yang diperkuat dengan semen yang sering
kita jumpai sebagai betin.
2.6.3

Propertis Material Komposit

Kemajuan kini telah mendorong peningkatan dalam permintaan terhadap


bahan

komposit.

Perkembangan

bidang sciences

dan

teknologi

mulai

menyulitkan bahan konvensional seperti logam untuk memenuhi keperluan


aplikasi baru. Bidang angkasa lepas, perkapalan, automobile dan industri
pengangkutan merupakan contoh aplikasi yang memerlukan bahan-bahan yang
berdensity rendah, tahan karat, kuat, kokoh dan tegar. Dalam kebanyakan bahan
konvensional seperti keluli, walaupun kuat ia mempunyai density yang tinggi dan
rapuh. Sifat maupun karakteristik dari komposit ditentukan oleh :
a.

Material yang menjadi penyusun komposit

b.

Karakteristik komposit ditentukan berdasarkan karakteristik material penyusun


menurut rule of mixture sehingga akan berbanding secara proporsional.

c.

Bentuk dan penyusunan struktural dari penyusun

d.

Bentuk dan cara penyusunan komposit akan mempengaruhi karakteristik


komposit.

e.

Interaksi antar penyusun

f.

Bila terjadi interaksi antar penyusun akan meningkatkan sifat dari komposit.
2.6.4

Kelebihan Material Komposit

Material komposit mempunyai beberapa kelebihan berbanding dengan


bahan konvensional seperti logam. Kelebihan tersebut pada umumnya dapat
dilihat dari beberapa sudut yang penting seperti sifat-sifat mekanikal dan fisikal
dan biaya. Seperti yang diuraikan dibawah ini :
a.

Sifat-sifat mekanikal dan fisikal

Pada umumnya pemilihan bahan matriks dan serat memainkan peranan


penting dalam menentukan sifat-sifat mekanik dan sifat komposit. Gabungan
matriks dan serta dapat menghasilkan komposit yang mempunyai kekuatan dan
kekakuan yang lebih tinggi dari bahan konvensional.
b.

Biaya

Faktur biaya juga memainkan peranan yang sangat penting dalam


membantu perkembangan industri komposit. Biaya yang berkaitan erat dengan
penghasilan suatu produk yang seharusnya memperhitungkan beberapa aspek
seperti biaya bahan mentah, pemprosesan, tenaga manusia, dan sebagainya.
2.6.5
a.

Kekurangan Material Komposit

Tidak tahan terhadap beban shock (kejut) dan crash (tabrak) dibandingkan

dengan metal.
b.

Kurang elastis

c.

Lebih sulit dibentuk secara plastis.


2.6.6

Kegunaan Material Komposit

Penggunaan material komposit sangat luas, yaitu untuk :


a.

Angkasa luar = Komponen kapal terbang, Komponen Helikopter,

Komponen satelit.

b.

Kesehatan = Kaki palsu, Sambungan sendi pada pinggang

c.

Marine atau Kelautan = Kapal layar, Kayak

d.

Industri Pertahanan = Komponen jet tempur, Peluru, Komponen kapal selam

e.

Industri Pembinaan = Jembatan, Terowongan, Rumah, Tanks.

f.

Olah raga dan rekreasi = Sepeda, Stik golf, Raket tenis, Sepatu olah raga

g.

Automobile = Komponen mesin, Komponen kereta

h.

Angkasa luar = Komponen kapal terbang, Komponen Helikopter,

Komponen satelit.
2.6.7
1.

Contoh Material Komposit

Plastik diperkuat fiber:

a. Diklasifikasikan oleh jenis fiber :


v Wood (cellulose fibers in a lignin and hemicellulose matrix)
v Carbon-fibre reinforced plastic atau CRP
v Glass-fibre reinforced plastic atau GRP (informally, "fiber glass")
b.

Diklasifikasikan oleh matriks:

v Komposit Thermoplastik, di antaranya :

Long fiber thermoplastics or long fiber reinforced thermoplastics

Glass mat thermoplastics


v Thermoset Composites
2.

Metal matrix composite MMC:

a.

Cast iron putih

b.

Hardmetal (carbide in metal matrix)

c.

Metal-intermetallic laminate

3.

Ceramic matrix composites:

a.

Cermet (ceramic and metal)

b.

concrete

c.

Reinforced carbon-carbon (carbon fibre in a graphite matrix)

d.

Bone (hydroxyapatite reinforced with collagen fibers).

4.

Organic matrix or ceramic aggregate composites

a.

Mother of Pearl

b.

Syntactic foam

c.

Asphalt concrete

5.

Chobham armour

6.

Engineered wood

a.

Plywood

b.

Oriented strand board

c.

Wood plastic composite (recycled wood fiber in polyethylene matrix)

d.

Pykrete (sawdust in ice matrix)

7.

Plastic-impregnated or laminated paper or textiles

a.

Arborite

b.

Formica (plastic)

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan mempelajari ini kita dapat mengetahui bahan komposit ialah
Kombinasi dari dua macam atau lebih bahan yang berbeda. Ada dua hal yang pelu
di perhatikan pada komposit yang diperkuat agar Dapat membentuk produk yang
efektif. Pertama penguat harus memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi dari
komponen matriknya. Kedua harus ada ikatan permukaan yang kuat antara
komponen penguat dan matriknya. Bahan komposit yang bagus ialah serat dari
boron dan karbon,tetapi proses biaya masih tinggi, hingga penggunaannya masih
terbatas.
3.2 Saran
Setelah mempelajari pelajaran ini saya harap kan kawan-kawan dapat
mengetahui apa itu bahan komposit. Dan bisa memakai bahan komposit yang
bagus.

DAFTAR PUSTAKA
Annonim.http://deidarma-akatsuki.blogspot.com/2013/11/materi-proses-produksikomposit.html. Diakses pada tanggal 6 April 2015
Annonim.https://aksitupai.wordpress.com/2012/07/11/makalah-tentang-bahankomposit/. Diakses pada tanggal 6 April 2015
Annonim.http://ramatawa.wordpress.com/2008/11/23/komposit-partdefinisiklasifikasiaplikasi/. Diakses pada tanggal 6 April 2015
Annonim. http://www.scribd.com/doc/114100451/Artikel-Dinamikamengenal-Bahan-Komposit-Berpenguat- Serat-Alam. Diakses pada tanggal
6 April 2015
Annonim. http://eatrenkz.blogspot.com/2012/06/bab-ii-pengertiankomposit-secara-luas.html. Diakses pada tanggal 6 April 2015