Anda di halaman 1dari 13

PATOFISIOLOGI

GAGAL JANTUNG
Oleh : Natasha Olga Aprillia Nasution (0961050162)
Pembimbing: dr. Mas Wishnuwardhana, Sp.A
Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran
Universitas Kedokteran Indonesia

DEFINISI
Gagal jantung merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai oleh
miokardium tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh termasuk kebutuhan
untuk pertumbuhan.

ETIOLOGI
1. Faktor mekanik (kelainan struktural)
miokardium normal tetapi beban kerjanya yang berlebihan,
biasanya kelebihan beban volume (preload) atau tekanan
(afterload) akibat PJB atau didapat.
2.

Faktor miokardium yaitu kelainan otot jantung sendiri


atau insufisiensi miokardium, misalnya:
o Radang atau intoksikasi otot jantung pada penderita demam
reumatik atau difteri.
o Otot jantung kurang nutrisi seperti pada anemia berat.
o Perubahan patologis struktur jantung, misal kardiomiopati.

PATOFISIOLOGI

Disfungsi sistolik kekuatan kontraksi ventrikel terganggu


sehingga ejeksi darah menurun curah jantung menurun

Disfungsi diastolik relaksasi dinding ventrikel terganggu


sehingga pengisian darah menurun curah jantung menurun

Jantung mengadakan mekanisme untuk meningkatkan


kemampuan kerjanya sehingga CO & TD dapat dipertahankan

Mekanisme kompensasi jantung :


1. peningkatan aktivitas adrenergik simpatis
2. aktivasi RAA
3. hipertrofi miokardium & dilatasi ventrikel
4. mekanisme Frank-Starling

Klasifikasi Ross untuk Gagal Jantung pada


Bayi sesuai NYHA

SISTEM SKOR ROSS UNTUK GAGAL


JANTUNG PADA BAYI

DIAGNOSIS

Anamnesis :

Pemeriksaan Fisik :

sesak napas
kesulitan minum/ makan
bengkak pada kelopak mata dan
atau tungkai
gangguan pertumbuhan dan
perkembangan (pada kasus
kronis)
penurunan toleransi latihan,
maupun keringat berlebihan

Takikardia : HR >160x/menit
pada bayi dan >100x/menit
pada anak
Kardiomegali
peningkatan tonus simpatis :
berkeringat, gangguan
pertumbuhan
irama gallop

Tanda kongesti vena pulmonalis


(gagal jantung kiri) :
Takipneu
Ortopneu
wheezing atau ronki pada
auskultasi paru
batuk

Tanda kongesti vena sistemik


(gagal jantung kanan) :
peningkatan tekanan vena
jugularis
Edema perifer: edema
palpebra pada bayi, edema
tungkai pada anak
Hepatomegali: kenyal dan
tepi tumpul

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto toraks
EKG
Ekokardiografi
Analisis gas darah
Darah rutin

PENATALAKSANAAN

Tirah baring & posisi 1/2 duduk


Penggunaan O2
Koreksi gangguan keseimbangan
asam basa dan elektrolit
Pembatasan cairan dan garam
Diet makanan berkalori tinggi
Pemantauan hemodinamik yang
ketat
Hilangkan faktor yang
memperberat (misalnya demam,
anemia, infeksi)
Medikamentosa
Terapi bedah

PROGNOSIS
Prognosis gagal jantung tergantung :
1. Umur
2. Berat ringannya penyakit primer
3. Cepatnya pertolongan pertama
4. Hasil terapi digitalis
5. Seringnya kambuh akibat etiologi yang tidak
dikoreksi

DAFTAR PUSTAKA

Bernstein, Daniel. 2003. Heart Failure dalam Nelson Textbook of Pediatrics


17th edition. USA: Elsevier Science.
Pusponegoro, H. D dkk. 2004. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak
edisi I. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
Fred, M, D. 1996. Gagal Jantung Kongestif dalam Kardiologi
Anak Nadas.Yogyakarta: Gajah Mada University press.
Childrens Heart Specialist PSC. 2009. Congestive Heart Failure.
http://mykentuckyheart.com/information/CongestiveHeartFailure.htm.
Arnold, J. M. O. 2008.
Heart
Failure. http://www.merckmanuals.co
m.
Beerman, L, B. 2010. Congenital Cardiovascular Anomalies.
http://www.merckmanuals.com.
Wahab, Samik. 2003. Penyakit Jantung Anak Edisi 3. Jakarta: EGC.
NYHA. 1994. The Stages of Heart Failure NYHA Classification.
http://www.abouthf.org/questions_stages.htm.
Bhimji, Shabir. 2010. Pulmonary Artery Banding: Treatment.
http://emedicine.medscape.com/article/905353-treatment