Anda di halaman 1dari 29

PROFIL PITYRIASIS ALBA

DI POLI KULIT DAN KELAMIN RSUD GAMBIRAN


KEDIRI
PERIODE 1 JANUARI 2013-31 DESEMBER 2014

Penyusun :
Tonny Agus Riyadi, S.Ked. (201320401011079)
Purna Dwi Saputra, S.Ked.
(201320401011104)
Pembimbing :
dr. Slamet Sugiharto, Sp.KK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
SMF KULIT DAN KELAMIN RSUD GAMBIRAN KEDIRI
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pityriasis

alba (PA) merupakan kelainan kulit


yang dikarakteristikkan dengan adanya makula
hipopigmentasi dengan skuama tipis.
Pertama kali dideskripsikan oleh Fox pada tahun
1932
Insiden PA sering terjadi pada usia
preadolescent, sekitar umur 3 16 tahun.
Penyakit ini bersifat self-limited dan pengobatan
yang dilakukan sering tidak benar-benar berhasil
Pada umunya penyakit ini berlangsung dalam
waktu yang lama, ada kecenderungan untuk
kambuh, dan mengganggu estetika pasien.

Rumusan Masalah
Bagaimanakah profil Pityriasis Alba di Poli
Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri
periode 1 Januari 2013-31 Desember 2014?

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Untuk mengetahui insiden Pityriasis Alba di
Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri
periode 1 Januari 2013-31 Desember 2014.

Tujuan Khusus
Mengetahui

jumlah penderita Pityriasis Alba di


Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri
periode 1 Januari 2013-31 Desember 2014.
Mengetahui waktu kunjungan terbanyak pada
penderita Pityriasis Alba di Poli Kulit dan Kelamin
RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2013-31
Desember 2014.
Mengetahui distribusi umur dan jenis kelamin
pada penderita Pityriasis Alba di Poli Kulit dan
Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari
2013-31 Desember 2014.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Fisiologi Melanin
Melanosit:

sel yang memproduksi


pigmen, ditemukan di kulit
(intertofolicular epidermis di stratum
basal) dan folikel rambut.
Melanosit memproduksi melanin, suatu
polimer pigmen yang disimpan dalam
organella yang dinamakan melanosom
yang akan ditransfer ke keratinosit
melalui dendrit2nya.
Rata-rata terdapat satu melanosit per
5-6 keratinosit.

Biosintesis Melanin
Transkripsi

protein untuk
melanogenesis
Biogenesis melanosom
Sorting protein kedalam
melanosom
Transfer melanosom ke dendrit
Transfer ke keratinosit
Gangguan pada salah satu proses
tersebut diatas dapat
menyebabkan hipopigmentasi.

Biosintesis Melanin
Tiroksin 3,4 dihidroksiferil
alanin (DOPA) Dopaquin
melanin (terjadi dalam RE)

Disimpan dalam matriks


protein, mengisi filamenfilamen dalam melanosom

Melanosom matur, ditransfer


ke sel keratinosit di stratum
germinativum, terakumulasi.

Melindungi nukleus dari radiasi

Fisiologi Melanin
Densitas

melanosit rata-rata 550 - >


1200 /mm, tertinggi pada muka dan
genitalia.
Densitas sama antar individu, yang
membedakan aktivitas melanosis,
jumlah melanosom matur, transfer dan
distribusi dalam keratinosit.
Pada individu berkulit cerah,
didapatkan melanosom yang kecil,
sedangkan individu berkulit gelap
melanosom besar.

Hidrasi Kulit
Kulit

merupakan lapisan terluar


tubuh yang mempunyai fungsi
sebagai barier terhadap segala
macam bentuk trauma baik fisik,
mekanik maupun kimiawi.
Kulit sehat apabila lapisan
terluarnya mengandung 10% air.
Terdapat keseimbangan antara
keluar masuknya cairan dalam
stratum korneum.

Masuknya

cairan endogen berasal


dari proses difusi dari dermis dan
sekresi kelenjar keringat, secara
eksogen meningkat ketika
kelembaban tinggi.
Peningkatan Trans Epidermal Water
Loss (TEWL) menyebabkan kulit yang
kering dikarenakan adanya gangguan
kulit yang menyebabkan banyaknya
air yang menguap ke atmosfer.

Kehilangan cairan juga dihubungkan


dengan berbagai keadaan:
Cuaca berangin
Suhu lingkungan yang tinggi
maupun rendah
Udara yang kering
Bahan alkali (sabun)
Proses penuaan
Penyakit kulit

Definisi
Pityriasis alba (PA) berasal dari
kata bahasa Yunani pityron yang
berarti kulit padi dan kata dari
bahasa Latin alba yang berarti
putih Merupakan suatu bentuk
dermatitis dengan ciri yang
mencolok berupa hipopigmentasi
dan dalam perkembangannya
sering terdapat eritema dan
skuama.

Sinonim
Erythema

streptogenes
Pityriasis streptogenes
Impetigo furfuracea

Epidemiologi
Pada

semua kelompok umur,


terutama pada anak-anak usia
pra-remaja sekitar umur 3 -16
tahun, dengan onset terbanyak
pada usia 6 - 12 tahun
Prevalensi dari Pityriasia alba
pada anak dan remaja di seluruh
dunia sekitar 1,9 - 5,25%.

Etiologi dan Patogenesis


Beberapa
Pajanan
Proses
Beberapa
Etiologi

Sun

exposure
Temperature variation, humidity
Mandi air panas
Cuaca berangin
Poor skin hydration decrease the number of melanocyte and
melanosomes with normal melanin synthetis and melanosome
transfer to the epidermal cells HYPOPIGMENTATION

Defisiensi

copper
Defisiensi kalsium dan vitamin

Manifestasi Klinis
Lesi

dikarakteristikan sebagai bercak


hipopigmentasi atau sewarna dengan kulit
dengan skuama halus, bentuk bulat-oval
tak beraturan dengan diameter 0,5 - 5cm,
batas agak tegas, ukuran lentikular,
nummular sampai plakat.
Lesi pada umumnya hanya terbatas pada
wajah, di area dahi, malar ridges, disekitar
mata dan mulut. Area lain yang biasanya
terkena antara lain bahu, leher, dada
depan dan belakang serta lengan sisi
ekstensor

Tahapan
1.
2.

3.

patch eritematosa dengan peninggian


berbatas jelas dalam beberapa minggu.
(intermediate stage) Patch mulai
pudar, meniggalkan noda pucat yang
dilapisi skuama putih halus di atasnya
mulai tampak banyak makula
hipopigmentasi, dengan diameter 0,5 5cm, berbatas tegas, dan tidak bersisik.
Proses ini berlangsung sekitar 6 bulan
sampai 7 tahun

Hipopigmentasi lebih terlihat pada kulit yang


berpigmen dan pada individu berkulit cerah
setelah sun-tanning

Variasi Klinis
1.

Classic PA

2.

Endemic PA
Atopic related PA

Extensive PA
Dewasa, distribusi lebih luas
pada badan, tanpa ada riwayat
atopi.

Diagnosis Banding

Penatalaksanaan
Steroid

topikal potensi rendah seperti


hidrokortison 0,5% dan1%, desonide
0,05%
Emolien topikal
PA dengan atopi imunosupresor seperti
Tacrolimus (0,1%) dan Pimecrolimus (1%)
Terapi suportif lain:mengurangi paparan
sinar matahari, penggunaan tabir surya
serta mengurangi frekuensi dan
temperatur mandi.
Calcitrol (0.0003%)

Edukasi
Mencegah

paparan sinar matahari secara

langsung.
Menggunakan sabun yang berpelembab, dan
memakai pelembab seperti petroleum jelly.
Hindari berenang.
Infeksi bakteri, jamur, parasit, defisiensi
nutrisi dan anemia merupakan hal yang
sering ditemukan pada kasus PA. Oleh sebab
itu, meningkatkan status kesehatan adalah
tindakan yang penting.
Edukasi mengenai kesehatan, personal
hygiene dan clean environment

Prognosis
Lesi

pada PA dapat menetap


beberapa bulan hingga tahun,
baik pada staging yang sama
maupun berbeda. Perjalanan
penyakitnya lama, ada
kemungkinan untuk kambuh dan
mengganggu estetika dari
pasien.