Anda di halaman 1dari 43

GASTROENTERITIS dengan

DEHIDRASI RINGANSEDANG
Dokter pembimbing :

Dr. Novita Dewi, Sp.A


Oleh :

Armi Naziati

IDENTITAS
Nama
: Ny. Safrina
Umur
: 40 th
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Madura
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam

Alloanamnesi
s
Keluhan Utama :
BAB 10 X sejak 1 hari SMRS

Keluhan Tambahan :
Konsistensi Cair, berwarna kuning, lendir
(+), ampas (-) darah (-). Demam (+),
Muntah-muntah(+), 5x dalam 1 hari
keluar air. BAK normal, lemas (+), tidak
mau makan dan minum,

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


1

Riwayat penyakit dahulu

Belum pernah
mengalami hal yang
seperti ini sebelumnya

Riwayat Penyakit
keluarga

Keluarga tidak ada yang


menderita hal yang sama

Riwayat pengobatan
Anak belum diberikan obat
apapun

Riwayat Kehamilan
ANC teratur di
Bidan
Riwayat penyakit
saat hamil (-)

Riwayat Kelahiran
cukup bulan (37
minggu)
Lahir spontan
ditolong bidan di RB
BBL 3200 gram; PB 52
cm

Riwayat makanan
ASI dari 0 bulan
sampai 6 bulan
Susu formula
diberikan pada usia 6
bulan
Makanan tambahan
bubur susu diberikan
pada usia 6 bulan

Riwayat Imunisasi
Imunisasi dasar
sampai usia 6 bulan
lengkap

Riwayat tumbuh
kembang
Tengkurap pada usia 4
bulan
Sekarang mulai belajar
duduk sendiri

Riwayat Alergi

Alergi udara (-)


Alergi susu (-)
Alergi makanan (-)

Riwayat Psikososial

Anak aktif

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
: Sakit sedang
Kesadaran
: Composmentis
Tanda vital
Suhu
: 37,4 C
Tekanan darah: Nadi
: 118 X/menit
Pernafasan
: 58 X/menit

Antropometri

Status Generalis
KEPALA

Bentuk : Normochepal
Rambut : Hitam, distribusi merata, tidak rontok,
ubun-

ubun sudah menutup

Mata

: Cekung (-/-), Edema palpebra (-/-),

Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik


(-/-), refleks cahaya (+/+), pupil isokor
Hidung : Pernapasan cuping hidung (-/-),
sekret(-/-)
Telinga : Normotia, serumen (-/-)
Mulut

: Bibir pucat (-), bibir kering (+),

sianosis (-),
lidah kotor (-), stomatitis (-)

LEHER
Tidak ada pembesaran KGB

THORAX
Inspeksi
: dada simetris, tidak terdapat
retraksi
dinding dada, tidak ada
bagian dada yang
tertinggal saat inspirasi
Palpasi : tidak dilakukan
Perkusi
: tidak dilakukan
Auskultasi
: vesikuler (+/+), ronkhi ( -/-),
wheezing ( -/- )

JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi
: Tidak dilakukan
Auskultasi
: BJ I & II murni
ABDOMEN
Inspeksi : Perut datar
Auskultasi
: Bising usus meningkat (15
x/menit)
Palpasi : Abdomen supel, turgor baik, tidak
teraba pembesaran hepar dan lien
Perkusi
: Timpani seluruh abdomen

EKSTREMITAS ATAS
Akral
: hangat/hangat
CRT : < 2 s / < 2 s
EKSTREMITAS BAWAH
Akral
: hangat/hangat
CRT : < 2 s / < 2 s
Nadi kaki : teraba, kuat, regular

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hematologi

Hasil

Satuan

Nilai
Rujukan

Hemoglobin

11 L

gr/dl

11-13

Hematokrit

35 L

35-43

Leukosit

19

Ribu/l

6,00-17,00

Trombosit

333

Ribu / l

229-553

3 Agustus 2013

Analisa

RESUME
Seorang anak perempuan usia 6 bulan 24 hari datang
dengan keluhan BAB cair 5x, berwarna kuning, disertai
lendir. Demam (+), lemas (+), rewel (+)
Pada PF ditemukan
Suhu
: 37,40 C
Pernapasan : 58x/mnt
Nadi
: 118x/mnt
Bibir kering
Bising usus meningkat (15x/menit)
Pada pemeriksaan penunjang ditemukan
Hematologi : Leukosit 19 Ribu/l

: diare akut dengan


dehidrasi ringan sendang et
causa infeksi bakteri
WD

Follow Up
Tgl/Jam
03-0813

04-0813

S
Mencret > 5 x/hari,
konsistensi
masih
cair tidak bercampur
ampas
makanan,
lendir (+), darah (-),
lemas (+), rewel (+)

Mencret (-), muntah


(-),
minum
mau,
mulai mau makan
bubur
susu
dan
minum susu, rewel
(-), lemas (+)

-Nadi
:
118 Diare
akut
x/menit
dengan
- RR : 58 x/menit
dehidrasi
0
- suhu : 37,4 C
ringan
BU(+)
sedang
meningkat 15 x /
e.c
menit
Infeksi
bakteri

Cairan IVFD
K-en3B

-Nadi
:
116 Diare
x/menit
dengan
- RR : 58 x/menit
perbaika
0
- suhu : 36,6 C
n
- BU 11x/menit

Boleh pulang

Oral
Sanmol 3 x 0,6 ml
Nifural 3 x cth
Injeksi
Cefotaxime 3 x 200
mg

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Diare adalah buang air besar encer atau cair
lebih dari 3 kali sehari.
Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3
kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan
berlangsung kurang dari satu minggu
(Riskesdas 2007)

Diare
kronik
adalah
diare
yang
berlangsung lebih dari 15 hari
diare persisten yang mempunyai dasar
etiologi infeksi, serta diare kronis yang
mempunyai dasar etiologi non-infeksi
Diare persisten didefinisikan sebagai berlanjutnya
episode diare selama 14 hari atau lebih yang
dimulai dari suatu diare cair akut atau berdarah
(disentri). (WHO CDD, 1988)

LASIFIKASI

BERDASARKAN LAMANYA DIARE


Akut

Diare Osmotik

Diare Sekretorik

Gangguan motilitas usus


Hiperperistaltik

Langkah diagnosis
Anamnesis
Frekuensi BAB pada anak
Lamanya diare (berapa hari)
Klinis tinja (lendir/darah)
Riwayat penyakit penyerta
Muntah (frekuensi/jml/isi)
Demam
Makan sebelum diare
Anak kehausan?
BAK 6 jam terakhir

Manifestasi Klinik
Cengeng, gelisah, suhu tubuh naik, nafsu makan
berkurang kemudian timbul diare
Tinja mungkin disertai lendir dan darah
Daerah anus dan sekitarnya timbul luka lecet
Gejala muntah
Gejala dehidrasi (ubun-ubun cekung, mata cekung,
bibir kering, tidak mau minum, turgor kembali
lambat)
Penurunan berat badan

Manifestasi Klinis
Virus

BAB cair 5 - 10 x/hari.


Volume tinja banyak,
warna kuning-hijau,
konsisten cair, tidak ada
darah, tidak berbau, tidak
berbuih.
Lamanya sakit 5 - 7 hari.
Sering terjadi pada musim
dingin.
Panas.
Sering mual-muntah.
Nyeri perut, tenesmus.
Ditemukan virus dalam
tinja.

Bakteri

Diare cair
Mual, muntah
Nyeri abdomen
Demam jarang terjadi
Feses disertai lendir
Dapat disertai darah
Ditemukan bakteri
dalam tinja

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan tinja
Makroskopik : konsistensi, warna, lendir, darah, bau
Mikroskopik : leukosit, eritrosit, parasit, bakteri
Pemeriksaan darah
AGD
Elektrolit
Kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik
Biopsi duodenum bila diare kronik

Rencana
Terapi A
Oralit yang harus diberikan sebagai tambahan
bagi kebutuhan cairannya sehari-hari :
< 2 tahun : 50-100 ml tiapkali BAB
>2 tahun : 100-200ml tiap BAB

Beri tablet Zink

Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri tablet


zink selama 10 hari dengan dosis
Umur < 6 bulan : tablet (10 mg) per hari
Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari

Upaya Rehidrasi Oral (URO)


- Larutan oralit : 75 ml/kgBB dalam 3 jam
- sebanyak 5-10 ml/kgbb setiap diare cair
Cairan parenteral (Intravena) RL/ KaEN 3B
atau NaCl dengan berdasarkan berat
badan
Berat badan 3-10 kg : 200 ml/kgBB/hari
Berat badan 10-15 kg : 175 ml/kgBB/hari
Berat badan > 15 kg : 135 ml/kgbb/hari

TERAPI
C

Antibiotik
Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain (WHO, 2006)
Kolera :

Tetrasiklin 12,5 mg/kg/x (4 x sehari selama 3 hari)


Eritromisin 12,5 mg/kg/x (4 x sehari selama 3 hari)

Shigella :

Ciprofloxasin 15 mg/ kgBB (2 x sehari selama 3 hari)


Amebiasis:

Metronidasol 10mg/kg/x (3 x sehari selama 5 hari / 10


hari pada kasus berat)
Giardiasis :

Metronidasol 5mg/kg/x (3 x sehari selama 5 hari)

Seng (Zinc)
Sejak tahun 2004, WHO dan UNICEF telah
menganjurkan penggunaan seng pada anak
dengan diare dengan dosis 20 mg/hari selama
10-14 hari dan pada bayi< 6 bulan dengan
dosis 10 mg perhari selama 10-14 hari

Probiotik
Lactobacillus aman dan efektif dalam
pengobatan diare akut infeksi pada anak
Prebiotik
Oligosakarida sebagai prototipe prebiotik
masih perlu penelitian-penelitian selanjutnya

Komplikasi
Dehidrasi
Gangguan keseimbangan asam basa (asidosis
metabolik)
Gangguan elektrolit kejang
Gangguan sirkulasi
Hipoglikemk

Pencegahan
Ada 7 cara diidentifikasi sebagai sasaran untuk promosi,
yaitu :
Pemberian ASI
Perbaikan makanan pendamping ASI
Penggunaan air bersih untuk kebersihan dan untuk minum,
memasak air
Cuci tangan dengan sabun sehabis buang air besar dan
sebelum makan.
Penggunaan jamban yang bersih dan higienis
Pembuangan tinja yang aman
Imunisasi campak

Thanks....
For yours
attention