Anda di halaman 1dari 29

GASTROENTERITIS

IDENTITAS
Nama
: Ny. Safrina
Umur
: 40 th
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Madura
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam

Anamnesa
Keluhan Utama :
BAB 10 X sejak 1 hari SMRS

Keluhan Tambahan :
Konsistensi Cair, berwarna kuning, lendir
(+), ampas (-) darah (-). Demam (+),
Muntah-muntah(+), 5x dalam 1 hari
keluar air. BAK normal, lemas (+), tidak
mau makan dan minum,

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


1

Riwayat penyakit dahulu

Belum pernah
mengalami hal
yang seperti ini
sebelumnya
DM(-),HT(-).
Riwayat Penyakit keluarga

Keluarga tidak ada


yang menderita hal
yang sama
Riwayat
pengobatan
Pasien bilang
belum diberikan
obat apapun

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
: Lemah
Kesadaran
: Composmentis
Tanda vital
Suhu
: 37,8 C
Tekanan darah: 90/60 mmHg
Nadi
: 98 X/menit
Pernafasan
: 20 X/menit
Kepala a/i/c/d
: -/-/-/-

Status Generalis
KEPALA

Bentuk : Normochepal
Rambut : Hitam, distribusi merata, tidak rontok,
ubun-

ubun sudah menutup

Mata

: Cekung (-/-), Edema palpebra (-/-),

Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik


(-/-), refleks cahaya (+/+), pupil isokor
Hidung : Pernapasan cuping hidung (-/-),
sekret(-/-)
Telinga : Normotia, serumen (-/-)
Mulut

: Bibir pucat (-), bibir kering (+),

sianosis (-),
lidah kotor (-), stomatitis (-)

LEHER
Tidak ada pembesaran KGB

THORAX
Inspeksi
: dada simetris, tidak terdapat
retraksi
dinding dada, tidak ada
bagian dada yang
tertinggal saat inspirasi
Palpasi : tidak dilakukan
Perkusi
: tidak dilakukan
Auskultasi
: vesikuler (+/+), ronkhi ( -/-),
wheezing ( -/- )

JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi
: Tidak dilakukan
Auskultasi
: BJ I & II murni
ABDOMEN
Inspeksi : Perut datar
Auskultasi
: Bising usus meningkat (15
x/menit)
Palpasi : Abdomen supel, turgor baik, tidak
teraba pembesaran hepar dan lien
Perkusi
: Timpani seluruh abdomen

EKSTREMITAS ATAS
Akral
: hangat/hangat
CRT : < 2 s / < 2 s
EKSTREMITAS BAWAH
Akral
: hangat/hangat
CRT : < 2 s / < 2 s
Nadi kaki : teraba, kuat, regular

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hematologi

Hasil

Satuan

Nilai
Rujukan

Hemoglobin

11 L

gr/dl

11-13

Hematokrit

35 L

35-43

Leukosit

19

Ribu/l

6,00-17,00

Trombosit

333

Ribu / l

229-553

Tgl/Jam
03-0813

04-0813

S
Mencret > 5 x/hari,
konsistensi
masih
cair tidak bercampur
ampas
makanan,
lendir (+), darah (-),
lemas (+), rewel (+)

Mencret (-), muntah


(-),
minum
mau,
mulai mau makan
bubur
susu
dan
minum susu, rewel
(-), lemas (+)

-Nadi
:
118 Diare
akut
x/menit
dengan
- RR : 58 x/menit
dehidrasi
0
- suhu : 37,4 C
ringan
BU(+)
sedang
meningkat 15 x /
e.c
menit
Infeksi
bakteri

Cairan IVFD
K-en3B

-Nadi
:
116 Diare
x/menit
dengan
- RR : 58 x/menit
perbaika
0
- suhu : 36,6 C
n
- BU 11x/menit

Boleh pulang

Oral
Sanmol 3 x 0,6 ml
Nifural 3 x cth
Injeksi
Cefotaxime 3 x 200
mg

GASTROENTERITIS
Definisi : adalah suatu penyakit saluran pencernaan
yang ditandai dengan muntah dan diare.
Etiologi : Bakteri, amuba, virus, jamur, toksin,
parasit, makanan.
Yang paling sering pada orang dewasa di negara
berkembang :
Vibrio Kolera

Kolera

Amuba

Disentri amuba

Shigella

Disentri basiler

Definisi : penyakit diare akut yang dalam beberapa


jam dapat mengakibatkan dehidrasi dan
kematian.
Etiologi : Vibrio kolera
Pathogenesis :
- V.kolera tertelan dlm jumlah besar.
- Sebagian mati di lambung
- Yg hidup berkembang di usus halus sampai
kolon.
- Menghasilkan toksin (Cholera Toxin / CT)
- CT merusak mukosa usus
#Inhibisi Na
Akumulasi NaCl di lumen
#Ekskresi Cl
Cairan menumpuk di lumen
Diare cair (watery)

Tanda & Gejala :


Masa inkubasi : 24 -48 jam.
- Diare cair dan banyak(bisa > 250 ml / kgBB).
- Warna tinja spt cucian beras
- Tanpa rasa sakit dan demam.
- Muntah.
- Haus, lemah
- Kramp otot ok kekurangan elektrolit.
- Kesadaran menurun ok hiponatremia & dehidrasi.
- Pernafasan Kussmaul ok asidosis metabolik ok
kekurangan bikarbonat.
- Hipotensi postural, nadi lemah,
- Turgor jelek, oliguria
- Woman washer hand/washer woman.
- Dehidrasi --- syok hipovolemik --- kematian.

Laboratorium:
- Hematokrit
- Lekositosis.
- Ureum & Creatinin
- pH ok bikarbonat
Deteksi kuman :
- Mikroskop lapangan gelap.
- Kultur tinja.
Penatalaksanaan :
- Kausal : # Tetrasiklin 4 x 500 mg selama 3 hari.
# Doksisiklin 300 mg SD.
# Ampisilin, Quinolon.

Penatalaksanaan Dehidrasi.
1. Menetukan tingkat dehidrasi.
#Cara Goldberger :
~Dehidrasi ringan : kehilangan < 2 % x BB.
Gejala : Haus.
~Dehidrasi sedang :kehilangan cairan 6 % xBB
Haus + mulut kering + oliguri.
~Dehidrasi berat : kehilangan cairan 7-14%xBB
Mata cekung,woman wosher hands
Dehidrasi ringan : Oralit / LGG
Dosis : 1 bks/1gelas(200cc)
tiap 1 x diare / muntah.
Dehidrasi sedang / berat : Infus Ringer Laktat.

#Cara Daldiyono:
Gejala Klinis:
Skor:
Muntah
1
Vox Cholerae (serak)
2
Kesadaran apatis
1
Kesadaran somnolen - koma
TDS < 90 mmHg
2
Nadi > 120 x / menit
1
Nafas Kussmaul
1
Turgor kurang
1
Facies cholerica
2
Ekstremitas dingin
1
Washer hand
1
Sianosis
2
Umur > 50 th
-1
Umur > 60 th
-2

Kebutuhan cairan: Skor x 10%x BB(kg) x 1 liter


15

Kecepatan pemberian infus :


1 jam I : 1/2 bagian
1 jam II : 2/3 dari sisa I
1 jam III : 1/3 dari sisa I
Misal:
Kebutuhan 3 liter.
Jam I : 1 liter
Jam II : 1 liter
Jam III: liter
Komplikasi :
- Nekrosis Tubular Akut
- Gagal Ginjal Akut
- Asidosis Metabolik

Disentri Amuba
Def. Adalah infeksi pada kolon disebabkan oleh
Entamuba histolitika.
Entamuba histolitika.
Motil, pseudopodia, oval, fagositosis.
Lingk. Hidup : anaerob atau kadar O2 5%.
Bentuk : tropoziod dan kista.
Tropozoid : bentuk minuta & magna.
Minuta : non patogenik, memakan bakteri&cairan usus
Magna :
Patogenik, memakan eritrosit/hematofagous
Bisa menginfasi sampai submukosa, membentuk
koloni >> tjd ulkus pada dinding usus.

Kista:
- bulat/agak oval
- inti 1 - 4 buah.
- infektif.
Patogenesa :
Kista tertelan ->>pecah/menetas di usus halus
-->>amuba berinti 4 keluar dari kista ->>tjd
pembelahan sitoplasmik ->>terbentuk 8 tropoz.
Tropoziod menginvasi kolon ->>tjd fokus lesi
->>beberapa fukus bergabung mjd ulkus
(berbentuk spt. botol) ->> ulkus makin dalam
->> mencapai p. darah ->>vaskulitis ->>trombus
->> nekrosis ->> perdarahan.

Tanda & Gejala Klinis :


Asimtomatis : E.histolitika hidup scr komensal.
Ringan :
Abd. discomfort, freq. BAB bertambah, lemah,
diare dan obstipasi silih berganti, kalau kronis BB
menurun, gejala menghilang ->>bbrp bulan
muncul lagi.
Berat :
Diare lendir dan darah, tenesmus, kolik, muntah,
kram otot perut, BB menurun, demam,
lemah, nyeri tekan perut kanan bawah/seluruh
abdomen, hiperperistaltik.

Laboratorium:
- Tinja mikroskopis:
- Dgn eosin 1% + brilliant crystal blue 0,2%
- Diperiksa < 30 menit stlh pengambilan.
- Jangan kena air ok merusak tropozoit.
- Terdapat tropozoit.
Tanda: bergerak, tdp pseudopodi jernih,
plasma mengandung eritrosit.
- Kultur tinja : Medium : Diamonds, Lock Egg
Serum
- Serologis : ELISA, Complement fixation,PCR.

Diagnosa Banding :
- Tuberkulosis intestinalis.
- Ca kolon.
- Inflammatory bowel disease.
- Disentri basiler.
- Demam tifoid.
- Brusellosis.
Pengobatan:
Asimtomatik : Diloksanid furoat 3 x 500 mg : 10 hari
Paromomycin 3 x 500 mg : 10 hr
Simtomatik : Metronidazole 3 x 750 mg : 10 hari
bersama dengan diloksanid furoat atau

Komplikasi :
Intestinal :
1. Perdarahan massif.
2. Perforasi usus.
3. Apendisitis amuba.
4. Ameboma (penebalan dinding usus, mirip Ca)
5. Striktur kolon.
Ekstraintestinal:
1. Amebiasis hati ( Abses hati amuba)
2. Amebiasis pleuropulmonal
(empiema, abses, fistula hepatopleural)
3. Amebiasis perikardial.
4. Amebiasis serebral. 5. Amebiasis kulit.

DISENTRI BASILER
Nama lain Sigellosis.
Etiologi : Shigella sonnei (paling sering)
Shigella flexneri
Shigella dysentriae (jarang, berat).
Gejala klinik :
Diare mula-mula cair, kemudian bercampur
darah dan lendir.
Tenesmus.
Demam, menggigil, sakit kepala, anoreksia,
lemah.
Dehidrasi

Laboratorium :
Tinja : - mengandung banyak lekosit & eritrosit.
- Kultur : Shigella (+) : 5 %
Pengobatan:
Rehidrasi.
Antibiotika :
Kotrimoksazol 2 x 960 mg
Siprofloksasin 2 x 500-750 mg

Sekian
Terima Kasih