Anda di halaman 1dari 47

Vulnus Laceratum Regio

Frontalis dan Fraktur


Tertutup Komplit Os Femur
Dextra
Disusun oleh :

Ari Filologus Sugiarto


11.2013.204
Pembimbing :

Dr. Budi Suanto Sp.B

ANAMNESA
Keluhan Utama :
Luka robek pada kening ukuran 8cm dan kaki kanan terasa nyeri hebat dan tidak
dapat digerakkan dua jam SMRS

Riwayat penyakit sekarang :


Os mengaku 4 jam sebelumnya os terjatuh ke lubang sumur sedalam 12m saat
bermain petak umpet. Os terjatuh dalam keadaan terlentang cenderung kekanan.
Kemudian os mengalami luka robek pada kening dan terjadi perdarahan serta kaki
kanan os terasa sangat nyeri dan tidak bisa digerakkan. Saat kejadian tersebut os tidak
mengalami penurunan kesadaran dan tidak muntah. Os belum mendapat pertolongan
atau minum obat sebelumnya. Os langsung dibawa ke IGD Rumah Sakit Imanuel.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

: Tampak Sakit Sedang

Status Kesadaran : E4V5M6, compos mentis


Keadaan Jiwa
Tanda vital :
TD : 110/70 mmHg
N : 88 kali/menit
P : 20 kali/menit
S : 36.2 C

: Baik

STATUS GENERALIS

Kepala

: Normocepal

Mata

:Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), RCL (+/+), RCTL (+/+)

Hidung

: deformitas (-)

Mulut

: Sianosis (-), lidah kotor (-), hiperemis (-)

Tenggorok

Telinga

: normotia, deformitas (-), sekret (-/-)

Leher

: pembesaran KGB (-), deviasi trakea (-)

Thorax

: simetris S=D, sonor (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)

Cor

: ictus cordis tidak terlihat, S1-2 murni reguler, Gallop (-),

Abdomen : Supel, peristaltik (+) normal, Nyeri tekan (-)

Ekstremitas superior

: udem (-/-), gerak (+/+), kekuatan (5/5)

Ekstremitas Inferior

: udem (-/+), gerak (+/sulit dinilai), kekuatan (5/sulit dinilai)

: faring hiperemis (-), tonsil T1-T1

murmur (-)

STATUS LOKALIS
Terdapat luka robek ukuran 8cm di dahi
Regio femur Dextra

Look
robek.

: Pemendekan (+), udem (+), deformitas (+), tidak terdapat luka

Feel

Move : Nyeri gerak aktif (+), nyeri gerak pasif (+)

: Nyeri tekan (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi
Hemoglobin 13 g/dl
Hematokrit

38.8%

Eritrosit

4.93 juta/ul

Trombosit

403 ribu/ul

Leukosit

22.290/ul

Rontgen : Gambaran Complete Fracture Os Femur Dextra 1/3 Medial

DIAGNOSA
Vulnus laseratum regio frontalis dan Fraktur tertutup os femur dextra

PENATALAKSANAAN
1. Vulnus Laseratum
IVFD RL
Debridement + jahit luka
Ceftazidime 2x1gr iv
Ketorolac 3x1
2. Fraktur os Femur
Konservatif
Pasang bidai

Operatif
Konsul bedah ortopedi

PROGNOSIS
Quo ad vitam
Quo ad sanam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

Quo ad sanationem : dubia ad bonam

VULNUS LACERATUM
luka terbuka yang terdiri dari akibat kekerasan tumpul yang kuat sehingga
melampaui elastisitas kulit atau otot

ANATOMI KULIT

JENIS-JENIS LUKA
Berdasarkan ada tidaknya hubungan dengan lingkungan luar, luka dibagi
menjadi luka terbuka (Vulnus appertum) dan luka tertutup.
Berdasarkan penyebabnya, luka dibagi menjadi :
Luka akibat benda tumpul :
a.Kontusio(luka memar atauhematom)
b.Ekskoriasi (luka lecet atau abrasi) :
c. Vulnus laceratum (luka robek/ luka dengan tepi tidak beraturan)

Luka akibat benda tajam :


a.Vulnus scisum (luka sayat atau luka iris)
b.Vulnus punctum (luka tusuk)

Luka akibat benda setengah tajam :


a.Vulnus morsum(luka karena gigitan binatang/bite mark)

JENIS-JENIS LUKA
Luka akibat trauma fisik :
Luka akibat trauma listrik
Luka akibat trauma suhu :
a.Vulnus combutio (luka bakar)
b.Cedera suhu dingin

Luka akibat trauma zat kimia


Luka akibat trauma radiasi dan ionisasi
Vulnus caesum (luka potong)
Vulnus Sclopetorum (luka tembak)

BERDASARKAN KEDALAMAN DAN


HILANGNYA LAPISAN KULIT :
Stadium I
lapisan

: Luka superficial (Non-branching eritem) hanya mengenai


epidermis.

Stadium II

: LukaPartial thickness epidermis + dermis bagian atas

Stadium III : LukaFullthickness hilangnya kulit keseluruhan tetapi


tidakmelewati
jaringan yang
mendasarinya (subkutan).
Stadium IV : LukaFullthickness mencapailapisanotot,
tendon,tulang,destruksi
luas.

ETIOLOGI
1) Trauma mekanis yang disebabkan karena tergesek, terpotong, terbentur
dan
terjepit.
2) Trauma elektris dan penyebab cidera karena listrik dan petir.
3) Trauma termis, disebabkan oleh panas dan dingin.
4) Truma kimia, disebabkan oleh zat kimia yang bersifat asam dan basa
serta zat
iritif dan berbagai korosif lainnya

PATOFISIOLOGI

PENATALAKSANAAN
Debridement
Jahit luka
Antibiotik
Analgetik
ATS

JENIS JENIS JAHITAN LUKA

Keterangan gambar. A. Jahitan simpul tunggal, B, Matras vertikal, C. Matras horizontal,


D. Subkutikuler kontinyu, E. Matras horizontal half burried, F. Continous over and over

FRAKTUR BATANG FEMUR


Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang
rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun parsial

ANATOMI

ANATOMI

DESKRIPSI FRAKTUR
1. Fraktur Komplit
Garis patah memalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks
tulang
2. Fraktur Tidak Komplit
Garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang

ETIOLOGI
Trauma Langsung
Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi
fraktur pada daerah tekanan. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif
dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan.
Trauma Tidak Langsung
Disebut trauma tidak langsung apabila trauma dihantarkan ke daerah yang
lebih jauh dari daerah fraktur, misalnya jatuh dengan tangan extensi dapat
menyebabkan fraktur pada klavikula. Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak
tetap utuh.

BENTUK GARIS PATAH DAN MEKANISME


Garis patah melintang : trauma angulasi atau langsung
Garis patah Oblique : trauma angulasi
Garis patah spiral: trauma rotasi
Fraktur kompresi : trauma aksial-fleksi pada tulang spongiosa
Fraktur avulsi : trauma tarikan atau traksi otot pada tulang. Misalkan fraktur
patela

BENTUK GARIS PATAH DAN MEKANISME

JUMLAH GARIS PATAH


Fraktur kominutif : garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan
Fraktur segmental : garis patah lebih dari satu tetapi tidak berhubungan
Fraktur multifocal : garis patah lebih dari satu, tetapi pada tulang yang
berlainan tempatnya. Misalnya: fraktur femur, fraktur kruris, dan fraktur
tulang belakang

BERGESER - TIDAK BERGESER


1. Fraktur tidak bergeser (Undisplated)
garis patah komplit, tetapi kedua fragmen tidak bergeser, periostium nya masih
utuh
2. Fraktur bergeser (displated)
Terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang juga disebut dislokasi fragmen
1. dislokasi ad Longitudinam (overlapping)
2. dislokasi ad Axiim (pergeseran yang membentuk sudut)
3. dislokasi ad Latus (pergeseran dimana kedua fragmen saling menjauhi)

FRAKTUR TERBUKA - TERTUTUP


1. Fraktur terbuka
Bila terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara
luar atau permukaan kulit
2. Fraktur tertutup
Bila tidak ada luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara
luar atau permukaan kulit

DERAJAT FRAKTUR FEMUR TERBUKA


Derajat 1
Bila terdapat hubungan tulang yang fraktur dengan dunia luar timbul luka kecil,
biasanya diakibatkan tusukan fragmen tulangdari dalam menembus keluar
Derajat 2
Lukanya lebih besar ( >1cm ) luka ini disebabkan oleh benturan benda dari luar
Derajat 3
Lukanya lebih luas dari derajat 2, lebih kotor, jaringan lunak banyak yang ikut
rusak (otot, saraf, pembuluh darah)

DIAGNOSA FRAKTUR
1. anamnesa ada trauma (bila tidak ada trauma fraktur patologis)
Jenis trauma
Ringan-besar trauma
Arah trauma
Posisi penderita dan ekstremitas bersangkutan
Kemungkinan politrauma
Kemungkinan fraktur multiple
Adanya gangguan fungsi

DIAGNOSA FRAKTUR
2. Pemeriksaan Umum
Dicari kemungkinan umum seperti syok pada fraktur multiple, fraktur pelvis
atau fraktur terbuka, tanda tanda sepsis pada fraktur terbuka terinfeksi

DIAGNOSA FRAKTUR
3. Pemeriksaan Status Lokalis
Look
a. deformitas
Penonjolan yang abnormal
Angulasi
Rotasi
Pemendekan

b. Fungsio laesa
Hilangnya fungsi

DIAGNOSA FRAKTUR
Feel
Terdapat nyeri tekan dan nyeri sumbu
Move
Krepitasi
Nyeri bila digerakkan
Gangguan gerak, gerakan yang tidak mampu dilakukan (range of motion) dan
kekuatan
Gerakan yang abnormal (gerakan selain di sendi)

DIAGNOSA FRAKTUR
4. Pemeriksaan radiologi
Diperlukan untuk untuk melengkapi deskripsi fraktur dan dasar untuk
tindakan selanjutnya
Rontgen dan MRI
Posisi AP dan Lateral

PENYEMBUHAN FRAKTUR
1. Tulang Kortikal
Aktifitas periostium yang membentuk kalus oleh rangsangan hematoma fraktur melalui
ossifikasi endokhondrial dan terjadilah konsolidasi
2. Tulang Spongiosa
Terutama oleh aktivitas endostium dalam trabekula tulang spongiosa
3. Lempeng Epifisis
Epifisis aktif dalam proses penyembuhan tulang dalam proses pertumbuhan panjang
4. Tulang Rawan Sendi
Tulang rawan sendi tidak ada vaskularisasi, nutria dan cairan penyembuhan sulit jika ad
celah fraktur akan diisi jaringan ikat

PENYEMBUHAN FRAKTUR

KOMPLIKASI PENYEMBUHAN FRAKTUR


1. Malunion
Fraktur sembuh dengan deformitas
2. Delayed Union
Fraktur sembuh dalam jangka waktu yang lebih dari normal
3. Non Union
Fraktur yang tidak menyembuh (psuedartosis) >20 minggu

KOMPLIKASI FRAKTUR
1. komplikasi dini
Lokal
Vaskular: - compartment syndrome (Volkmanns ischemia)
- Trauma vascular
Sistemik : emboli lemak
2. komplikasi lanjut
Lokal :
kekakuan sendi/kontraktur
Disuse atrofi otot-otot
Malunion atau Nonunion
Gangguan pertumbuhan
Osteoporosis post trauma

TATALAKSANA FRAKTUR
Terapi konservatif
1. Proteksi Saja (menjaga kedudukan)
2. imobilisasi saja tanpa reposisi (pemasangan gips atau bidai)
3. Reposisi tertutup dan fiksasi dengan gips (dengan anestesi dan gips)
4. traksi (reposisi dan fiksasi)

TATALAKSANA FRAKTUR
Terapi operatif
Dengan reposisi tertutup dengan bimbingan radiologis
1. reposisi tertutup fiksasi eksterna
Setelah reposisi baik, pasang fiksasi eksterna (roger anderson)
2. Reposisi tertutup dengan control radiologis diikuti fiksasi interna (fiksasi
intrameduler pemasangan pen tanpa membuka fraktur)

TATALAKSANA FRAKTUR
Terapi operatif dengan membuka frakturnya
1. reposisi terbuka dan fiksasi interna
- ORIF (Open Reduction and Internal Fixation)
Keuntungan cara ini adalah reposisi anatomis
Mobilisasi dini tanpa fiksasi luar

Indikasi ORIF
A. fraktur yang tidak bisa sembuh atau bahaya avaskuler nekrosis tinggi
B. fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup
C. fraktur yang dapat direposisi tapi sulit dipertahankan
D. fraktur yang berdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih baik dengan operasi

ORIF (Open Reduction And Internal


Fixation)

ANAK USIA 3 13 TAHUN

SKIN TRACTION

SKELETAL TRACTION

KESIMPULAN
Diagnosa dan tatalaksana yang tepat dan cepat sangat
mempengaruhi tingkat morbiditas sehingga meningkatkan kualitas
pemulihan pasien
Pentingnya pengetahuan tentang tatalaksana debridement yang
benar dan prinsip-prinsip perawatan luka
Tujuan pengobatan fraktur yaitu untuk mengembalikan FUNGSI,
maka harus disiapkan untuk latihan untuk mencegah disuse atrofi
otot dan kekakuan sendi disertai mobilisasi dini

TERIMA KASIH