Anda di halaman 1dari 8

Pahat Pemboran (Drilling Bit)

Kegunaan Pahat Bor


Untuk mendapatkan kedalaman yang diharapkan diperlukan suatu alat
yang letaknya di ujung rangkaian pipa pemboran dinamakan mata bor
atau bit. Mata bor atau bit adalah alat yang terpasang di ujung paling
bawah dari rangkaian pipa yang langsung berhadapan dengan formasi
atau batuan yang di bor. Adanya putaran dan beban yang diperoleh dari
rangkaian pipa bor diatasnya, akan menyebabkan mata bor itu
menghancurkan batuan yang terletak dibawah sehingga akan menembus
semakin dalam bebatuan tersebut. Lumpur yang disirkulasikan akan
keluar melalui mata bor dan menyemprotkan langsung kebatuan yang
sedang dihancurkan di dasar lubang bor. Semprotan ini akan ikut
membantu menghancurkan batuan-batuan itu. Batuan yang disemprot
oleh Lumpur tadi akan lebih mudah lagi dihancurkan oleh mata bor,
sehingga dengan demikian akan diperoleh laju pemboran yang lebih
cepat.
Jenis Pahat
Ada tiga macam mata bor jika dilihat dari jenis batuan yang dibor,
yaitu :
Mata bor untuk batuan lunak , bentuk gigi panjang dan langsing.
Mata bor untuk batuan sedang, bentuk gigi agak pendek dan tebal.
Mata bor untuk batuan keras, bentuk gigi pendek dan tebal.
Berdasarkan structure pemotong (cutter) dan bantalannya dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
Wing Bit
Dipergunakan untuk dilapisan permukaan, umumnya dipakai pada
lubang-lubang besar untuk stove pipe yang dalamnya berkisar atara 0

30m. Ukuran pahat tersebut biasanya 36 inchi.


Roller Cone
Pahat roller cone biasa dipakai untuk lapisan lunak sampai lapisan keras.
Diamond
Pahat Diamond merupakan sejenis bahan yang mempunyai kekerasan
yang sama dengan intan (intan industri) dipakai apabila pahat biasa
sudah tidak dapat menembus formasi, umumnya untuk lapisan-lapisan
yang keras.
Dari ketiga macam jenis pahat tersebut yang terbanyak dipergunakan
adalah jenis Roller Cone.
Pahat roller cone yang biasa dipakai di buat oleh beberapa pabrik yaitu ;
Hughes
Reed
Varel
Smith
Security
Roller Cone dibagi juga dengan klasifikasi dan kekerasan pahat itu
sendiri yaitu dengan no. code misalnya untuk yang soft IADC code :
111, 114 ( International Assosiation Drilling Code ).Kekerasan pahat
disesuaikan dengan formasi yang akan dilaluinya misalnya : soft to
medium, medium to hard, untuk mempermudah mengenal apakah pahat
itu untuk formasi lunak, sedang dank eras maka yang perlu diperhatikan
adalah bentuk gigi pahat tersebut.
Pemilihan Pahat

Didalam pemilihan pahat adalah, Pahat yang dipergunakan untuk


mengebor formasi tertentu, tergantung pada kekerasan batuan dari
formasi tersebut. Pahat yang dipakai untuk mengebor batuan lunak tidak
dapat berfungsi dengan baik bila dipakai untuk mengebor batuan sedang
atau batuan keras.Pengetahuan tentang pemilihan pahat untuk
mengoptimasikan pemboran tidak seluruhnya teoritas, tetapi dalam
banyak hal pemilihan ini tergantung pada pengalaman-pengalaman yang
didapat dalam pemboran didaerah yang sudah diketahui atau dikenal.
Hasil pemilihan pahat ini sangat penting karena menyangkut :
Biaya dari pahat.
Rig cost
Round trip / cabut masuk.
Dari ketiga biaya ini barulah dapat menghitung operation cost ( biaya
operasi).
Dalam pemboran harus dicatat kemajuan pemboran serta memeriksa
serbuk bor yang keluar untuk mengetahui kekerasan dari formasi yang
akan ditembus. Semua data yang dicatat pada saat pemboran
berlangsung sangat penting karena menyangkut waktu dan biaya, juga
sebagai data bila dilakukan pemboran ulang ditempat yang sama.
Pemilihan pahat yang tidak sesuai akan memakan waktu yang lama
sehingga pahat harus dicabut dan diganti. Untuk daerah-daerah yang
baru biasa disebut daerah Eksplorasi ketelitian pemilihan pahat sangat
diperlukan dan perlu dilakukan study pemakaian pahat yaitu dengan
meneliti kemungkinan bergantinya lapisan formasi dari laju pemboran
maupun dari serbuk-serbuk bor (cutting) yang keluar terbawa Lumpur
bor.
Dari hasil ini perlu melihat data-data dari pahat itu sendiri berupa beban
yang diizinkan untuk pahat tersebut, kemudian berapa putaran pipa atau
string yang diperbolehkan. Semua petunjuk mengenai pahat yang akan

dipakai haruslah sesuai bila kita ingin mencapai laju pemboran yang kita
inginkan.
Beban pada pahat
Beban yang diberikan terhadap pahat merupakan factor yang sangat
penting, yaitu dimana saat pahat mulai bekerja ( bor ) maka beban pahat
mulai dinaikan perlahan-lahan dengan melihat laju dengan
bertambahnya beban yang diberikan pada pahat. Dari beban pahat
kemudian perlu mengetahui kecepatan putar ( RPM ).
Kecepatan Putar
Laju pemboran akan meningkat dengan kenaikan kecepatan putar secara
exponential.
Dari pemakaian pahat bor ( drilling bit ) yang perlu diperhatikan bahwa
setiap barang mempunyai umur tertentu demikian juga pahat bor ( bit
life ).
Keausan pada gigi pahat dan bantalan pahat.
Disamping umur dari pahat juga tertentu, maka keausan gigi dan
bantalan pahat perlu diperhatikan. Contoh yang perlu diperhatikan pada
saat operasi pemboran berlangsung, dengan menurunnya laju pemboran
maupun sering adanya torque ( torsi ) pada saat mengebor.
Dalam pemakaian pahat untuk mengebor batuan maka gigi pahat dan
bantalan akan menjadi aus, laju keausan dari gigi pahat dan bantalan
tersebut tergantung kepada type batuan, beban pada pahat ( WOB ),
kecepatan putar ( RPM ) dan sifat-sifat Lumpur pemboran.
Untuk mengoptimasikan pemboran maka pahat tersebut harus dicabut
dan diganti sesuai dengan kekerasan dari lapisan yang akan ditembus.
Melanjutkan pemboran dengan gigi-gigi pahat yang telah aus akan

meninggikan biaya pemboran, disamping kemungkinan terlepasnya gigi


pahat / cone sangat besar.
Hal ini sangat penting diperhatikan agar tidak terjadi pekerjaan
tambahan diluar program kerja.
Contoh :
Bila pahat terlepas (cone) dan tertinggal didalam lubang bor maka untuk
melanjutkan pemboran yang tertinggal didalam lubang harus
diambil(dibersihkan) terlebih dahulu, bila tidak pemboran tidak dapat
dilanjutkan karena akan menghambat laju pemboran dan kemungkinankemungkinan lain yang dapat meninggikan Cost akan terjadi. Untuk
melanjutkan pemboran dengan benda-benda yang tertinggal di lubang
bor mungkin dapat dihancurkan, tetapi memerlukan waktu yang lama
bila dibandingkan dengan mengambil (fishing job)kemudian dilanjutkan
bor.
Kemungkian lain adalah masih adanya kendala karena lubang tidak
bersih dari hasil serbuk bor yang tidak hancur. Dari pekerjaan-pekerjaan
tambahan ini, kita kehilangan waktu yang mengakibatkan naiknya biaya
operasi.

Umur Pahat
Perlu diingatkan bahwa ketahanan suatu barang juga tidak terlepas dari
umur barang itu sendiri, demikian juga dengan pahat bor (Drilling bit).
Drilling bit pun kita kenal mempunyai umur pahat( bit life ) yaitu :
jumlah jam pengoperasian pahat hingga ia tidak dapat melanjutkan
pemboran dengan cost/foot yang rendah . Umur dari pahat tersebut
tergantung dari beberapa faktor :
Beban pada pahat ( WOB )
Kecepatan putar ( RPM )

Karateristik dari batuan


Hydrolika
Optimum cost/foot
Dengan memakai WOB dan RPM yang lebih besar, pahat akan menjadi
aus lebih cepat ; umurnya akan lebih pendek. Demikianpun dengan bit
hydraulic yang tidak cukup akan mempertinggi laju keausan pahat , yang
selanjutnya akan lebih memperpendek umur pahat.
Rumus yang dipakai untuk mengoptimasikan umur pahat dalam bentuk
biaya per foot adalah :
C / F = ( Cb + Ct + Cd + Cc + Cr ) / bit footage
Dimana :
C / F = Cost per foot
Cb = Harga pahat
Ct = Biaya tripping
Cd = Down time cost
Cc = Connection Cost
Cr = Rotating Cost
Untuk menentukan kapan pahat akan diganti harus dipakai angka C/F
yang terendah .
Salah satu penyebab dari laju pemboran disamping penentuan pahat
yang sesuai juga tergantung dari nozzle yang kita pakai pada pahat.
Pemakaian nozzle

Dari pemakaian nozzle yang tepat ( dihitung ) dapat menaikkan laju


pemboran sebesar 15 40 %, juga tidak terlepas dari bit hydraulic yang
dihasilkan oleh lumpur melalui nozzle tersebut .
Dalam pelaksanaan pemboran sebelum pahat dimasukkan kedalam
lubang bor, yang perlu diperhatikan adalah :
Catat ukuran pahat
No. Serie / IADC Code
Periksa kondisi pahat
Ukuran nozzle dan kelengkapannya
Penyambungan pada pipa bor harus memakai bit breaker dengan torque
yang disarankan .

KERUSAKAN PAHAT
Bit life tidak selamanya menjadi patokan untuk tripping ( ganti pahat )
tetapi hanya sebagai Guide ( Penuntun ) dari pahat itu. Kapan kita harus
mengganti pahat tidak perlu menunggu sampai habis umur pahat itu,
tetapi tergantung dari kecepatan mengebor ( ROP ).Ini sangat perlu
diperhatikan karena semuanya menyangkut biaya. Dalam pengalaman
kadang - kadang pahat yang seharusnya bisa mengebor diatas 50 jam
( bit life ) ternyata baru 6 jam tidak ada kemajuan, ini harus segera
diganti, kemudian perlu diteliti apa penyebabnya.
Penyebabnya yang sering terjadi adalah :
1. Rusaknya pahat ; terutama
a. Cone
b. Gigi
c. Bearing
2. Tidak cocoknya type pahat dengan formasi yang ditembus
3. Kejatuhan barang dalam lubang bor sehingga menghambat laju

pemboran.
Dari kerusakan - kerusakan pada pahat bisa terjadi pada gigi pahat, cone
& bearing.
Contoh kerusakan adalah :
Cone pecah, Gigi pahat pecah/patah, Balled Up, Cone Cracked
(pecah),Cone Dragged (Salah satu cone atau lebih)tidak bisa berputar,
Erosion, Lost Cone, Lost Nozzle, Lost Teeth, Wash Out Bit.
Ukuran - ukuran pahat yang biasa dipakai :
Pahat 36 untuk pipa selubung 30
Pahat 26 untuk pipa selubung 20
Pahat 17. 1/2" untuk pahat selubung 13. 3/8
Pahat 12. 1/4 untuk pipa selubung 9. 5/8
Pahat 8. 1/2 untuk selubung 7
Pahat 6 untuk pipa selubung 4.1/2