Anda di halaman 1dari 9

THE ROLE OF PHYSIOTHERAPY IN PREVENTIONS OF SKIN AGING

Dwi Rosella Komala Sari


Department of Physiotherapy
Health Faculty, Muhammadiyah Universiy of Surakarta
Abstract
Aging or the aging processs is a progressive accumulation of pathological channgesin cells and tissues
that occur over time. There are two process of skin aging is a trueand extrinsic aging. Clinical manifestations of
aging may be a true thnning of the skin, the skin becomes dry, normal lines in the skin, occurring wrinkles,
sagging skin, lost od the skin elasticity, appeared of seborrheic keratosis,cherry angiomas, lentigines. On
extrinsic aging, skin looks thickened,dry and rough, the skin wrinkles not relieved by stretching, pale skin color,
telangiektasis, arising out pigmentations spots, actinic keratosis,basal cell carcinoma,squamous cell carcinoma
can then arised. Skin care is done early based on age and skin type. Physiotherapy is part of the health workers
and scientific who have the ability to skin care with all the competence they possess. Skin care can be developed
from the competency physiotherapy of integumentum. With the use of physiotherapy interventions such as
electrical stimulation, diathermy, ultra sound, high frequency, radio therapy and etc,physiotherapy can do skin
care for skin on aging or skin problems in adolescents.
PENDAHULUAN
Peran kulit dalam kehidupan manusia mempunyai arti yang sangat penting, selain sebagai organ yang
paling luar, paling berat, berfungsi juga sebagai pelindung organ dalam, pembungkus paling tampak, juga
memilki arti estetika.kesehatan dan penampakan luar kulit yang baik merupakan indicator kemudaan seseorang.
Kulit yang bersih, licin dan cerah bersinar serta kencang telah menjadi idaman semua insane khususnya kum
wanita sejak dahulu hingga kini. Tetapi kenginan tersebut cukup sulit diwujudkan. Oleh karena keadaan polusi
lingkungan yang semakin parah apalagi penduduk di daerah tropis yakni semakin menyengatnya sinar matahari
seiring dengan semakin besarnya lobang lapisan ozon yang menaungi bumi kita.
Penuaan atau proses menua merupakan suatu akumulasi secara progresif berbagai perubahan patologis
di dalam sel dan jaringan yang terjadi seiring dengan waktu. Aging adalah proses menghilangnya kemampuan
jaringan secara pelahan untuk memperbaiki atau mengganti diri dan mempertahankan struktur serta fungsinya,
sehingga tubuh tidak dapat bertahan terhadap kerusakan atau memperbaiki kerusakan tersebut. Ada dua proses
terjadinya penuaan kulit yaitu proses penuaan sejati,proses yang berlangsung alamiah dan proses ekstrinsik,
yaitu proses menua yang terjadi akibat berbagai faktor dari luar seperti sinar matahari, kelembapan udara, suhu,
polusi dan lain-lain. Perubahan kulit yang terjadi tidak menyeluruh dan tidak sesuai dengan umur sebenarnya.
Proses penuaan dapat dihambat atau dicegah dengan menghindari faktor yang mempercepat proses ini,
disamping itu dapat juga melakukan tindakan yang sifatnya sabagai skin rejuvenationatau peremajaan kulit.
PROSES MENUA
Proses menua kulit berlangsung secara perlahan-lahan, batas waktu yang tepat antara terhentinya
pertumbuhan fisik dan dimulainya proses menua tidak jelas. Proses ini merupakan proses penuaan meliputi
seluruh organ tubuh seperti jantung,paru, ginjal, otak termasuk kulit. Di Indonesia jumlah kelompok usia 50 tahun
keatas pada tahun 1988 kira-kira 12 juta dan naik menjadi 22 juta pada tahun 2000, diperkirakan pada tahun
2020 menjadi 11,34 %.
Menjadi tua dan kemudian diakhiri dengan kematian adalah hal yang sudah pasti, walaupun mati itu
sendiri dapat terjadi pada usia muda, anak bahkan bayi sekalipun. Sebelum kematian datang pada usia tua
terjadi proses menua secara lambat. Setiap manusia tentulah mengingankan masa tuanya dengan kondisi sehat,
dengan rasa damai dan bahagia, ini dapat tercapai dengan menjaga kesehatan baik organ dalam tubuh maupun
kulit. Penampakan kulit yang sehat dan terlihat awet muda merupakan dambaan setiap oang khususnya wanita.
Kulit merupakan salah satu jaringan tubuh yang secara lagsung memperlihatkan terjadinya proses menua dan
dapat memberi petanda bahwa seseorang telah memasuki usia senja. Hal ini disebabkan karena semua
komponen yang ada dalam kulit, seperti keratinosit, fibroblast, kolagen dan matriks ekstra sel yang lain
mengalami proses menua dan terjadi apoptosis yaitu kematian sel yang terprogram. Beberapa teori terjadinya

proses menuamerupakan hasil interaksi antara teori genetic (the programmic theory) dan teori stokastik
(stochastic theory) sepanjang kehidupan.
Beberapa teori mengenai proses penuaan dianataranya adalah :
1.

Teori radikal bebas

Banyak teori ii dianut oleh para ilmuwan. Radikal bebas adalah electron dalam tubuh yang tidak memiliki
pasangan sehingga berusaha mencari pasangan agar dapat berikatan dan stabil. Sebelum mendapat psangan
radikal bebas akan terus menerus merusak sel tubuh termasuk sel tubuh yang normal. Hal tersebut
mengakibatkan selakan cepat rusak dan menua.
1.

Teori Replikasi DNA ( Desoxyribonucleis Acid Replication Theory )

Teori ini mengemukakan bahwa proses menua merupakan akumulasi bertahap kesalahan masa replikasi DNA.
Kerusakan DNA akan menyebabkan pengurangan kemampuan replikasi DNA yang mempengaruhi masa hidup
sel. Diperkirakan sekitar 50% akan menghilang dari jaringan pada usia kira-kira 70 tahun.
1.

Teori Ikatan Silang (Cross Linkage Theory)

Proses menua terjadi akibat ikatan silang yang progresif antara protein intrasellular dan interselluler seperti pada
serabut kolagen. Ikatan silang ini akan menyebabkan penurunan elastisitas dan kelenturan kolagen pada
membrane basalis atau pada substansi dasar jaringan penyambung dan hal tersebut akan menyebabkan
kerusakan fungsi organ
1.

Teori Kelainan Alat (Orgell Error Theory)

Kesalahan transkripsi DNA akan dapat menghasilkan RNA yang tidak sempurna, hal tersebut mengakibatkan
kelainan berbagai enzim dan protein intrasellular sehingga terjadi fungsi sel dan menyebabkan kerusakan atau
kematian sel bersangkutan. Jumlah enzim yang tidak aktif akan semakin bertambah dengan bertambahnya
umur.
1.

Teori Telomerase

Telomere adalah rangkaian asam nukleat yang terdapat di ujung kromosom yang berfungsi menjaga keutuhan
kromosom. Setiap kali sel tubuh membelah maka telomere akan menjadi lebih pendek. Bila ujug telomere sudah
terlalu pendek maka keampuan sel untuk membelah atau mereparasi akan berkurang, melambat dan sel
akhirnya tidak dapat membelah lagi atau mati. Dipostulasikan bahwa inilah mekanisme sel-sel jam tubuh yang
terbatas usianya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES MENUA
1.

Faktor Intrinsik

2.

Genetik, kondisi kulit pada orang tertentu mempunyai kecendurangan untuk mengalami penuaan lebih
awal terutama pada orang dengan kulit kering.

3.

Hormon, pengaruh ini semakin jelas pada wanita menopause. Hormone estrogen yang menurun
menyebabkan elastisitas kulit berkurang,kulit menjadi kering dan keriput

4.

Ras, manusia terdiri berabagai ras, yang masing-masing ras mempunyai struktur kulit yang berbedabeda terutama peranan melanin yang berfungsi proteksi terhadap pajanan sinar ultra violet. Orang kulit
putih lebih mudah terbakar sinar matahari, sehingga lebih cepat proses menua diri dibandingkan dengan
kulit berwarna

5.

Faktor Ekstrinsik

6.

Lingkungan

7.

Sinar matahari, kerusakan akibat sinar UV secara klinis berupa eritema, edema, nyeri diikuti eksfoilasi,
tanning dan penuaan dini.

8.

Perawatan kulit yang kurang tepat,perawatan yang menyebabkan kulit menjadi kering sepertipemakaian
sabun berlebihan dan pembersih berkadar alcohol tinggi pada kulit kering, kelembapan udara yang rendah,
ruangan ber AC, paparan angin akan mempercepat penguapanair sehingga kulit menjadi kering.

9.

Faktor yang berhubungan dengan pembentukan radikal bebas

Faktor yang berhubungan dengan radikal bebas diantaranya adalah pajanan sinar UV, radiasi sinar X,polusi
udara (asap mobil, Freon dan asap rokok), pajanan dengan bahan kimia, bahan tambahan pada makanan
(pengawet, pelezat dan pewarna). Senyawa oksigen reaktif (SOR) yang terbentuk akibat stress oksidatif
berperan sngat penting dalam proses penuaan, yakni pada metabolisme kolagen. Senyawa SOR
menghancurkan kolagen interstitial dan menginduksi sekelompok enzim yang bertanggungjawab dalam
degradasi kolagen yaitu matriks metalloproteinase (MMPs) sehingga mengakibatkan kulit kehilangan kolagen
1.

Faktor-faktor lain

2.

Keadaan gisi yang buruk

3.

Kebiasaan merokok,minumam alcohol,kopi yang berlebihan\

4.

Stress

5.

Pemakaian otot muka yang berulang-ulang dan berlangsung lama seperti cemberut, mengertutkan
kening yang akan muncul garis-garis ekspresi

6.

Penyakit menahun seperti diabetes militus, arteroschlerosis, autoimun

7.

Kehilangan struktur penunjang yang berlebihan seperti berat badan yang teralu cepat menyebabkan
lapisan lemak di bawah kulit berkurang

8.

Diet yang draktis

Manifestasi klinis
Perubahan morfologi pada kulit menua biasanya menggambarkan kombinasi dari gambaran klinis penuaan
intrinsik dan ekstrinsik. Pada penuaan intrinsic akan tampak penipisan kulit, kulit menjadi kering, garis-garis
normal kulit menjadi dalam, terjadi kerutan, kulit kendor, elastisitas kulit hilang, dapat timbul lesi-lesi antara lain :
keratosis seboroik, cherry angioma, lentigo. Pada penuaan ekstrinsik tampak kulit menebal,kering dan lebih
kasar, kerutan kulit lebih dalam, tidak hilang dengan peregangan, warna kulit pucat, telangiektasia, timbul
bercak-bercak pigmentasi, selanjutnya dapat timbul aktinik keratosis,karsinoma sel basal, karsinoma sel skuama.
Secara umum perubahan kulit karena proses aging dipaparkan sebagai berikut :
1.

Kulit kering, disebabkan karena menurunnya fungsi atau aktifitas kelenjar minyak,kelenjar keringat dan
hormone estrogen, serrta penguapan air yang berlebihan. Jumlah karingat aktif menurun sehingga
produksi keringat berkurang

2.

Permukaan kulit kasar, tipis dan bersisik, karena lapisan tanduk mudah lepas dan ada kecenderungan
sel-sel yang mati saling mendekat di permukaan kulit. Selain itu terjadi kelainan pada keratinisasi, disertai
perubahan ukuran dan bentuk sel lapisan tanduk, sebagian berkelompok dan mudah lepas sehingga
terlihat sebagai sisik yang kasar.

3.

\kulit menjadi kendor terutama dagu, elastisias berkurang, menggelantung dengan kerutan atau keriput
(wrinkles) dan garis ekspresi lebih jelas. Keadaan ini disebabkan oleh karena perubahan faktor penunjang
kulit, antara lain :

4.

Sel pembentuk kolagen berkurang, menyebabkan pembentukan baru dan penggantian yang tua
menjadi lambat sehingga jumlah berkurang

5.

Seat elastin lebih mengeras dan menebal sehingga daya kenyal berkurang dan kulit menjadi kurang
lentur dan tak dapat tegang

6.

Proses menua pada tulang dan otot mengecil (atrofi) dan jaringan lemak bawah kulit meinipis disertai
kehilangan daya kenyalnya

7.

Pengaruh kontraksi otot mimic yang tidak diikuti kontraksi kulit yang sesuai sehingga terlihat alur keriput
di daerah wajah

8.

Bercak pigmentasi tidak merata pada permukaan kulit karena perubahan distribusi pigmen melanin dan
proliferasi sel pembuat pigmen (melanosit), disertai dengan fungsi yang menurun sehingga pengumpulan
pigmen melanin tidak teratur

9.

Bentukan tumor baik jinak maupun ganas. Hal ini disebabkan karena efek kronis sinar surya
menyebabkan kerusakan DNA sel kulit. Kerusakan mungkin dapat dilakukan perbaikan namun bila tidak,
terjadi mutasi gen sehingga proliferasi sel berlebihan dan terbentuk tumor kulit jinak seperti keratosis
soboroik, skin tag, kerato akantoma atau tumor ganas seperti karsinoma sel basal.

SKIN REJUVINATION
Upaya mencegah atau menghambat proses menua atau kerusakan kulit merupakan aplikasi dari anti
aging medicine dan sering dikenal sebagai istilah skin rejuvination. Skin rejuvenation dapat dilakukan pada kulit
yang menua ataupun kulit yang normal tapi mengalami penuaan dini yang biasanya oleh karena faktor-faktor
eksternal. Dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang terpenting adalah melakukan perawatan kulit (skin care)
pada kulit, dimulai sedini mungkin. Perawatan kulit terutama pada usia lanjut bertujuan untuk mencegah atau
menghindari faktor menyebabkan kekeringan kulit dan mempertahankan kelembapan kulit. Untuk itu perlu
melakukan pemeliharaan dan perawatan kulit dengan kosmetik yang sesuai dengan kondisi kulit dan lingkungan
pemakai. Selain itu melakukan tindakan skin rejuvenation sangat besar manfaat dalam mencegah penuaan kulit
baik dengan teknologi konvensional maupun mutakhir. Peremajaan kulit adalah suatu upaya membuat kulit
menjadi tampak sehat dan muda kemmbali dengan melakukan terapi local dan atau melakukan tindakan
operatif. Tujuan program peremajaan kulit adalah mengembalikan kondisi kulit dan fungsinya seperti semula.
Program peremajaan kulit dapat dilakukan pada semua orang yakni dengan mengembalikan kondisi kulit yang
rusak akibat penyakit atau kelainan kulit lainnya termasuk penuaan dini.
Peremajaan kulit adalah gabungan ilmu dan seni pengobatan. Suatu seni pengobatan untuk membuat
kulit sealamiah mungkin, sehat dan tampak muda dengan jelas mengoleskan bahan tertentu yang dapat
memperbaiki kulit. Sebagai ilmu pengetahuan perlu mengetahui anatomi dan fisiologi dari kulit agar diperoleh
hasil yang maksimal dan memuaskan. Jadi peremajaan kulit haruslah merupakan upaya terpadu yang
memerlukan program yang terorganisir yaitu satu tindakan biasanya berhubungan dengan yang lain.
Teknologi perawatan kulit pada akhir-akhir ini mengalami kemajuan yang berarti. Pada awalnya atau first
generation skin care menggunakan kosmetik krim atau lotion untuk penampakan kulit yang halus dan rasa
nyaman saja dengan memakai moisturizer dan emollient. Namun bersifat sementara dalam memperbaiki kulit.
Kemudian teknologi selanjutnya sebagai second generation skin care digunakan bahan-bahan untuk
perlindungan kulit dari pegaruh lingkungan seperti polutan, radikal bebas dan siunar ultra violet yang merupakan
faktor penyebab penuaan. Produk yang digunakan termasuk krim antioksidan, vitamin dan sebagainya yang
memang diperlukan di kulit, tapi bukan sebagai anti aging yang sebenarnya. Setelah ditemukan secara jelas
proses menua disebabkan oleh kerusakan level molekuler dan terjadi kerusakan DNA, maka metode baru pada
skin care yang disebut third generation skin care atau Gen III. Skin care ini menggunakan liposom bagian dari
fosfolipid yang merupakan materi pembentuk lapisan lemak pada membrane sel tubuh kita. Liposom ini mampu
merangsang pembentukan kolagen yang mengalami gangguan pada proses menua. The fourth generation skin
care atau Gen IV menggunakan enzim dan bioteknologi untuk menghambat proses menua. Special enzim yang
digunakan natural dan ada dalam tubuh kita, berfungsi memperbaiki DNA akibat sinar ultra violet. Dipakai dalam
bentuk krim yang mengandung liposom, setelah ditempelkan akan terjadi penetrasi ke kulit dan masuk ke dalam
sel, selanjutnya enzim akan dilepas untuk membantu proses perbaikan DNA (DNA repair).
SKIN HEALTH RESTORATION DAN SKIN CONDITIONING

Skin health restoration dan skin conditioning merupakan dua program bagian dari skin rejuvenation yang
sama-sama bertujuan menghasilkan kulit sehat . Skin health restoration bertujuan untuk memperbaiki kualitas
dan penampilan,menunda proses penuaan dan dengan sendirinya dapat menunda kebutuhan tidakan operatif
untuk peremajaan kulit. Program peremajaan dimulai dengan melihat dan meriksa kondisi kulit saat itu, riwayat
penyakit kulit atau kelaianan kulit lainnya. Juga perlu diketahui riwayat pengobatan serta semua bahan
kosmetika atau bahan-bahan yang dipakai untuk mengubah kondisi kulit saat itu. Tidak lupa untuk memeriksa
apakah ada penyakit sistemik yang mempengaruhi kondisi kulit saat ini serta kesehatan umum dan gizi pasien.
Skin conditioning atau disebut juga dengan priming bertujuan untuk memperbaiki kualitas dan peampilan
kulit sambil mempersiapkan kulit untuk menghadapi tindakan operatif agar dicapai hasil yang memuaskan tanpa
efek samping. Pasien yang masih muda dan sehat dapat mengikuti program skin health restoration agar
penampilan bertambah baik dan mempertahankan kualitas kulitnya. Sedangkan pada pasien dengan kelaianan
kulit menua yang lebih berat sebaiknya dilakukan skin conditioning sebelum menjalankan tindakan operatif.
Penelitian membuktikan skin conditioning dapat mempercepat penyembuhan luka dan memperpanjang
efektivitas hasil operasi. Tetapi tidak semua perbaikan kulit harus dilakukan tindakan operatif, jika dilakukan skin
health restorationsudah memberikan hasil yang baik tidak perlu lagi dilakukan skin conditioning.
Fisioterapi merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi dalam aktivitas skin rejuvenation.
Berbagai intervensi yang dimiliki baik manual maupun dengan menggunakan teknologi dapat digunakan untuk
skin rejuvenation. Fisioterapi menurut WCPT adalah suatu ilmu dan kiat untuk mengobati dengan menggunakan
khasiat tenaga alam seperti air,listrik,suara, cahaya,massage dan sebagainya. Fisioterapi dengan segala
modalitas yang dimilki dapat melakukan tindakan skin rejuvenation yang berupa skin health restoration atau
persiapan pasien menjelang pelaksanaan skin conditioning. Dalam tata kecantikan, perawatan kulit dan wajah
menjadi penekanan utama untuk mendapatkan penampilan yang menarik. Keseluruhan badan atau tubuh kita,
harus dirawat dengan baik dan dijaga agar selalu bersih, sehat, lembut, segar dan cantik. Khusus yang berkaitan
dengan badan, semua wanita menginginkan bentuk tubuh yang ideal, yaitu tubuh yang langsing, padat, indah
dan dapat disempurnakan dengan penampilan kulit yang sehat. Pemeran dalam dunia kecantikan tidak harus
mereka yang telah mendapatkan legalitas dalam strata akademik, tetapi mereka siapa saja telah mendapatkan
pengetahuan,keilmuan dan ketrampilan dalam bidang kecantikan baik secara formal maupun non formal.
Fisioterapi merupakan pendidikan formal, mempelajari basic science tentang anatomi fisiologi tubuh manusia
temasuk kulit dan modalitas-modalitas atau intervensi baik dari air listrik, suara, cahaya dan telah diaplikasikan
secara komprehensif. Untuk dapat menangani gangguan-gangguan di kulit, dituntut untuk benar-benar mengerti
dan paham tentang anatomi fisiologi kulit, patologi dari gangguan yang muncul dan prinsip dasar serta kerja dari
beberapa modalitas yang digunakan termasuk tanda-tanda bahaya dan keamanan yang menyangkut modalitas
yang digunakan.
Beberapa modalitas kecantikan yang umumnya digunakan adalah massage, radio frequency, high
frequency,electrical stimulation, laser, cryo therapy, ultra sound, diathermy, mikrodermabration, electromagnetic
radiation (color therapy) dan lain-lain. Dari semua yang telah dipaparkan fisioterapi telah mempelajari dari tingkat
basic science dan applied science. Tetapi mungkin baru beberapa bagian yang telah mengaplikasikan dalam
dunia kecantikan.
Dalam makalah ini akan dipaparkan contoh dari electrical stimulation yang digunakan dalam dunia kecantikan,
misalkan :
1.

Electrical Stimulation

2.

Direct Cuurent (DC) / Galvanis ( Arus Searah)

Disebut arus listrik searah / DC, karena aliran listrik mengalir atau bergerak secara tetap ke satu arah, dimana
kutub negative positif / anoda ke kutub negative / katoda dan sebaliknya. DC dibedakan menjadi
1). Constant Direct Current (CDC)
Alat ini menggunakan dua elektroda yaitu elektroda aktif dan elektroda pasif. Kegunaan arus ini adalah untuk
iontophoresis, electrical epilation dan desincrustation atau pembersihan kelenjar minyak. Desincrustation

digunakan untuk mengontrol aktivitas kelenjar minyak sehingga produksinya tidak terlalu berlebihan. Kelenjar
minyak yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kulit yaitu berupa acne atau jerawat. Jerawat yang aktif
dapat berupa paula atau pustule. Sehingga penampilan kulit berkesan kurang indah dan jerawat yang kecig akan
meninggalkan bekas bahkan bopeng.
2). Interrupted Direct Current (IDC)
Digunakan dalam treatment :
a). Galvanic Interrupted, penerapan pada perawatan galvanization utnutk perbaikan sirkulasi.
Microgalvanic iontophoresis dengan arus micro galvanic dibawah 1 mA. Digunakan untuk:
1.

memasukkan bahan ke jaringan kulit yang aman dengan berbagai asesoris elektoda yang sesuai
dengan daerah yang akan diterapi

2.

bahan arus sesuai dengan elektroda aktifnya

3.

dapat diaplikasikan untuk kerutan sekitar mata, pipi, dahi dan seluruh wajah

b). Exitomotor current, adalah arus yang dengan karateristiknya memilki kemampuan untuk menyebabkan
kontraksi otot, penerapannya pada muscle toning (passive exercise). Terapi exitomotor ditujukan ntuk perbaikan
dan pengencangan jaringan otot. Dapat dilakukan segera dengan lembut dan intensif sebagai latihan senam
wajah.
Efek fisiologis passive exercise adalah untuk stimulasi otot dan kontraksi otot dan membantu perbaikan tonus
otot
1.

Gentle Passive Exercise, indikasi : untuk perawatan otot hypo-tonicity, facial dan wrinkle

2.

Intensive Passive Exercise, sama dengan gentle passive exercise tetapi intensitas lebih besarhasil
kontraksi lebih besar. Indikasi: terutama digunakan untuk meningkatkan tonus otot dan mengencangkan
otot seperti:

Stimulasi otot lebih dalam, terapi anti aging, wrinkle (keriput), meningkatkan efek tonus

Penimbunan lemak yang berlebihan

Terapi mempertahankan bentuk wajah


c). Tens
adalah transmisi arusl istrik untuk stimulasi serabut saraf untuk meredakan nyeri simptomatik, penerapan untuk
analgesic
1.

Alternating Current (AC) / Bipolar ( Arus Bolak Balik)

Dibagi menjadi beberapa arus antara lain:


1). Low frequency current (1-1000 Hz)
Dibagi lagi menjadi beberapa tipe arus :
a). Continuous,yaitu arus terputus-putus dengan 2 polarisasi dengan frekuensi rendah dan terus menurus,
sehingga menghasilkan kontraksi otot isometric. Penerapannya untuk isometric exercise ( taning dan slimming)
b). Interrupted Bipolar, yaitu arus terputus-terputusdengan 2 polarisasi dengan frekuensi rendahdan tidak terus
menerus, sehingga menghasilkan kontraksi otot isotonic. Penerapannnya untuk muscle toningcular
c). Micro Current, yaitu frekuensi rendah dengan arus mikro. Penerapannya pada elektropolysis.
2). Medium Frequency (1000-100.000 Hz)
Dapat menghasilkan low frequency current dengan menciptakan circuit I : 4000Hz constant cross by circuit II :
4001-4100 Hz. Sehingga akan tercipta bio electrical current 1-100Hz. Penerapan pada exitomotor
3). High Frequncy ( > 100.000 Hz)

Yaitu arus interrupted bipolar dengan frekuensi tinggi yang mempunyai efek thermal, vasodilatation,bacterial dan
antiseptic. Penerapannya pada high frequency.
1.

Ultra Sound

Ultra sound merupakan salah satu teknik terapi dengan memanfaatkan gelombang suara. Pada umumnya terapi
ultra sound digunakan untuk gangguan-gangguan musculoskeletal. Tetapi sekarang ini ultra sound telah
digunakan dalam dunia kecantikan. Salah satunya dengan teknik phonophoresis. Yaitu memasukkan pengion ke
dalam transdemal dengan menggunakan ultrasound. Pengion yang dimasukkan dapat berupa enzim yang
sifatnya sbagai stimulasi atau vitamin lainnya misalnya vitamin C dan lain sebagainya. Selain itu terapi dengan
menggunakan modalitas ini akan mendapatkan efek dari ultra sound salah satunya efek thermal, sehingga
bermanfaat dalam melancarkan pembuluuh darah dan meningkatkan metabolisme. Efek pada kulit akan lebih
kenyal, serta elastisitas kulit menjadi lebih baik.
1.

Phototherapy

Merupakan penggunaan cahaya untuk efek terapi, menyebabkan stimulasi selular, meningkatkan metabolisme,
sehingga meningkatkan elastin dan kolagen. Ada eberapa warna cahaya yang dapat digunakan untuk terapi,
antara lain:
1.

Merah (625 nm) mendorong microphores pada tingkat yang paling dalam, yaitu hypodermis yang
fungsinya sebagai repairing dan biostimulasi

2.

Hijau ( 530 nm) mendorong microphores pada kedalaman sedang yaitu dermis yang berfungsi sebagai
enzymatiz activation dan anti aging

3.

Biru (470 nm) mendorong microphores permukaan yaitu epidermis dan dermis bagian atas yang
berfungsi sebagai antibacterial dan firming

4.

Cryotherapy

Cryotherapy adalah aplikasi dingin setempat untuk penghilang rasa nyeri, anti peradangan, efek vasoconstrictive
dan decongestive. Cryoherapy lebih bersifat calming atau penenangan yang bisa diaplikasikan pada kondisi kulit
yang mengalami stress oleh karena pemakaian kosmetik yang salah.
1.

Electroporation

Merupakan teknik eltrotherapy yang baru dengan menggunakan modulate medium frequency yang berfungsi
untuk :
1.

Membentuk pori-pori membrane sel yang reversible

2.

Penetrasi bahan aktif dengan cara pulsed currents

3.

Ionisasi tidak diperlukan atau dapat beupa molekul yang sangat besar

4.

Penetrasi molekuler mencapai kedalaman yang diinginkan hingga 10 mm

5.

Radiofrequency

Merupakan teknik pemanfaatan gelombang radio untuk menghasilkan efek thermal dalam jaringan kulit dan
adiposit untuk perawatan estetika wajah dan tubuh.
Panas dalam tubuh yang dihasilkan oleh radiofrekuensi ini bermanfaat :
1.

Peningkatan drainase limfatik

2.

Peningkatan daerah sirkulasiyang akan meningkatkan metabolisme baik lemak tubuh subkutan atau
kulit pendamping untuk perbaikan penampilan

3.

Pembentukan kolagen baru

4.

Memperkuat struktur kolagen yang menghasilkan suatu peremajaan pada area yang dirawat atau
diterapi

Radiofrequency memilki 3 perangkat, yaitu :


1.

Monopolar, panas diproduksi di bagian dermis terdlam dan bekerja pada jaringan adipose. Kedlaman
jaringan 6-7 mm.monopolar memilki efek lifting dan firming

2.

Bipolar dan tripolar, panas diproduksi di bagian dermis lebih dangkal dan jaringan adipose. Kedalaman
jaringan 1,5-2,5 mm. tripolar memiliki efek remodelling

Intervensi kecantikan dapat dilakukan sacara single treatment atau combine treatment. Semua tergantung dari
kasus pasien. Sebagai ahli kecantikan harus dapat mendiagnosa suatu gangguan kulit yang dialami oleh klien.
Dan selain itu harus dapat memprioritaskan treatment dengan melihat kenyataan problematik klien. Tidak tentu
keinginan pasien menjadi sasaran utama dalam treatment. Dan tidak menutup kemungkinan dengan melewati
terlebih dahulu beberapa treatment atau pre treatment untuk mencapai hasil yang maksimal. Pada kasus
penuaan kulit merupakan kasus yang memerlukan waktu yang panjang. Treatment tidak bisa menghasilkan
sesuatu yang instan, kecuali dilakukan tindakan operatif. Tetapi semaksimal mungkin klien tidak perlu
dikonsulkan untuk melakukan tindakan operatif.Skin health restoration lebih baik dari pada skin conditioning.
Asalkan skin health restorationdiiringi dengan home care yang baik seperti pemakaian krim perawatan, merubah
gaya hidup dan klien mengerti akan problematik yang dhadapi. Sehingga ada kerja sama antara pasien dengan
terapis. Selain dengan perawatan kulit perlu pula mencegah proses kerusakan kulit oleh karena faktor penuaan
atau eksternal, seperti halnya :
1.

Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok,minuman keras, minum kopi yang berlebihan

2.

Menghindari hal-hal yang menimbulkan stress

3.

Meninggalkan kebiasaan wajah berekspresi seperti cemberut, berkerut waktu berpikir, diusahakan
banyak relaksasi dan mudah tersenyum

4.

Selalu berpikir positif

Intervensi fisioterapi merupakan alat atau modalitas yang sangat membantu dalam peremajaan kulit. Banyak
sekali intervensi yang dapat digunakan. Bidang anti aging pada kulit bukan merupakan bidang yang bersifat
hanya sementara, tetapi akan selalu berkembang di masyarakat dengan perkembangan teknologi yang lebih
mutahir. Masyarakat sekarang ini sangat beragam dalam berlomba-lomba mendapatkan perawatan kulit yang
memuaskan. Dari tingkat ekonomi menengah ke bawah sampai menengah keatas. Hal ini menjadi obyek
kepeluangan bagi profesi fisioterapi. Sehingga bagaimana profesi fisoterapi dapat memanfaatkan kepeluangan
ini dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan basic science dan applied science yang dimiliki oleh profesi
fisioterapi.
DAFTAR PUSTAKA
Adiguna, Made Swastika. 2012. Preventions Skin Aging with Cosmetics. Departement of Dermato-Venereology.
Fakultas of Medicine Udayana University.
Andriani,Dini. 2012. Penuaan Kulit dan Perubahan Hormonal. Dalam makalah National Symposium and
workshop on Anti Agng Medicine. Denpasar
Akbar Amar., 2009., Anatomi Fisiologi Sistem Integumen. Jakarta
Asikin Saroni, 2004.,Sinar Laser Untuk Kulit Cantik, Suara Merdeka
Basta, 2011., Kegemukan, http://www.indomp3z.us/showthread.php/75248-FaktorKegemukan
Bear, 2008., Treating The Current, Taking Care of The Future, Microcurrent System, Div of V.S. Group, Boca
Raton,Florida.
Best, BP. 2009. Nuclear DNA damage as a Direct Cause Aging. Rejuvenation Research. England
Christie. 2012. Natural and Non Invasive Treatment Uding Endermologie Technology. Dalam makalah National
Symposium and workshop on Anti Agng Medicine. Denpasar
Deborah, 1990., Wave of The Future Clinical Perspective,Microcurrent Therapy, Cleveland, Privately Published.
Franklin, N.C., Tate, C.A., 2009. Lifestyle and Succesful Aging : On Overview. Am J Lifestyle Med.
Jerzy George, 2011., Kolagen Iontophoresis, Kejuatan Listrik Peepers Ugly Ke Kecantikan.

Kariosentono, Harijono., 2011., Perawatan Kulit (skin care) untuk Memperlambat Proses Penuaan.,dalam
makalah Menunda Proses Penuaan, Surakarta
Laksmintari Puspita, 2009,Iontophoresis Sebagai Satu Teknik Mesotherapy Non Needle, dalam artikel Skin
Rejuvination Non Needle, Semarang.
Nugroho Windiyati, 2011, Tahapan Kemajuan Kompetensi Dalam Mengatasi Berbagai Masalah Kulit Secara
Khusus Acne,Hyperpigmentation, Sensitive, Redness dan Irritation,dalam artikel Medical Skincare Evolution,
Surakarta.
Nugroho

Windiyati, The

Leading

Education

of

Aesthetic,

Spa,Wellness,

Aromatherapy

andMedical

Aesthetic, Pcific International Beauty Institute, Surabaya


Nugroho Windiyati.2012. Non Invasive Mesotherapy Non Needle. Dalam makalah Tahapan Kemajuan
Kompetensi Mesotherapy Berbagai masalah Kulit Secara Khusus. Surabaya
Pangkahila,Wimpie. 2012. Anti Aging Medicine in Daily Practice. Dalam makalah National Symposium and
workshop on Anti Agng Medicine. Denpasar
Purwoko Ratna,2008, Mesotherapy Aesthetic, dalam artikel Skin Rejuvination by Mesotherapy, Jakarta.
Robin Graham dan Tony Brown., 2007, Dermatology, British Medical Association, Inggris
Rochmah, Wasilah., 2011. The Role of Endrocine System in Anti Aging Proses. Geriatric Division,Internal
MedicineDepartment, School of Medicine, Gadjah Mada University. Yogyakarta
Widodo, Johanes.2012. Management of Hyperpigmentation, Wrinkle and Scars. Dalam makalah National
Symposium and workshop on Anti Agng Medicine. Denpasar