Anda di halaman 1dari 16

Bentangalam

Daerah
Tersesarkan

Bentangalam daerah sesaran/patahan


Patahan/sesar :
gejala geologi yang berhubungan dengan
pergerakan kulit bumi

Mempengaruhi bentuk roman muka


bumi
bentangalam
Dapat ditafsirkan dari bentuk
bentangalam

Sesar naik

Sesar

Sesar normal
Sesar
mendatar

Sinistral
Dextral

Gawir (Scarp)
Pada sesar normal Bidang sesar umumnya
membentuk gawir, berupa dinding dengan
kemiringan terjal
Pada gawir biasanya dijumpai:
- Gores garis yang terbentuk akibat pergeseran
- Triangular facets
- Milonit

Gawir-gawir sesar akan


membentuk:
Graben
Horst
Sesar menangga (step fault)
Membentuk seperti genting
menumpuk satu sama lain (echelon)

Beragam bentuk
bentangalam akibat tektonik
(Strahler & Strahler, 1984)

Kadang
dijumpai
pasangan
sesar
saling
berhadapan
&
bagian
yang
turun
membentuk
lembah.

Gawir dan triangular facets terdapat


pada kedua dinding lembah.

Lembah ini berukuran jauh lebih besar


daripada lembah yang dihasilkan oleh
erosi, dan mempunyai dasar yang
rata.

Sistem pergeseran yang turun disebut


graben
sedangkan
sebaliknya
dinamakan sembul atau horst.
Contoh:
Graben Rhine di Jerman
Semangko di Sumatra.

Sesar biasanya terdapat dalam bentuk


majemuk,
bergabung
satu
sama
lainnya.
Sesar menangga (step fault) adalah
sesar yang membentuk tangga seperti
tangga rumah, yaitu satu sama lainnya
sejajar dan berundak-undak.
Kadang-kadang sesar majemuk ini juga
membentuk genting yang menumpuk
satu sama lain echelon

Pola pengaliran
Sesar pada umumnya menghasilkan gawir dan
daerah sesar merupakan daerah lemah sehingga
mudah tererosi, maka patahan akan mempengaruhi sistem pengaliran air permukaan
(drainage pattern).

Pola pengaliran di daerah tersesarkan:


menyudut (angulate) membentuk sudut 45
menegak (angular) membentuk sudut 90

Biasanya sistem sesar dan sistem pengaliran


terdapat pada batuan granit, batugamping
dan batuan terlipat yang menghasilkan
retak-retak
akibat
tekanan
sebagai
penyebab lipatan tersebut.

Sesar yang menghasilkan gawir seolah-olah akan


membendung pengaliran dan membelokkan sungai.
Contoh:
Sungai Cikapundung yang pada mulanya tersebar di
kaki gunung Tangkubanperahu kemudian menabrak
gawir sesar Lembang (barat - timur) melalui tepi
selatan Lembang & Maribaya sungai-sungai itu
merayap sepanjang sesar & bersatu kembali
menerjang gawir di daerah Maribaya & membentuk
kembali sungai Cikapundung mengalir melalui kota
Bandung.
Pola pengaliran sub-menangga (sub-trellis)

S. Cikapundung

Sesar Lembang

Citra Landsat TM menunjukkan pola pengaliran


di sekitar sesar Lembang, Kab. Bandung, Jawa Barat

Bila sesar geser masih aktif & sungai sudah mengalir


sewaktu sesar itu mulai terjadi sungai membelok
seolah-olah berhenti membelah mengikuti patahan
untuk sementara meninggalkan sesar meneruskan
perjalanan pada arah semula.
Tampak jelas pada peta topografi & potret udara / citra
satelit dapat menafsirkan kemungkinan adanya
sesar geser-lurus yang masih aktif.
Contoh :
sesar sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, sesar
Palu Koro di Sulawesi Tengah dan sesar Gorontalo di
Sulawesi Utara.

BENTANGALAM TERSESARKAN &


POTENSI MINERAL
Banyak mineral berharga ditemukan pada sistem
persesaran, terutama di perpotongan sesar-sesar.
Merupakan daerah lunak & lemah yang mudah
diterobos magma dalam proses hydrothermal
yang dapat menghasilkan mineral berharga.
Contoh: endapan tembaga di Nevada - USA, pada
umumnya terdapat dalam perpotongan sistem
persesaran, demikian pula di Alaska.

Sesar biasanya juga ditandai dengan keluarnya


mataair panas maupun biasa.
Mataair panas dapat menjadi sumber pemasukan
bagi PAD setempat melalui pengembangan
pariwisata.
Mataair biasa sangat penting peranannya untuk
kehidupan manusia dan pertanian.