Anda di halaman 1dari 35

Dr.

ABRAM S, SpOG

1. Preeklampsi-eklampsi
Hipertensi terjadi 20 minggu, disertai proteinuri dan edem

2. Hipertensi kronis
Hipertensi sebelum 20 mingu, bertahan sampai 12
minggu pasca salin

3. Preeklampsi/eklamsi pada hipertensi kronis


Hipertensi kronis disertai proteinuri atau kejang

4. Hipertensi gestasional
HIpertensi terjadi 20 minggu, tanpa proteinuri, menghilang
dalam waktu 12 minggu pasca salin

Pre-eklampsi
Ringan

140/90 Sampai 160/110


atau

< 5gr/24 jam


1 sampai 2 plus

Tangan, kaki,
muka

Sistolik : > peningkatan 30 mmHg


Diastolik : > peningkatan 15 mmHg
Berat

> 160/110

> 5gr/24 jam


3 sampai 4 plus

Eklampsia

Salah satu dari yang diata


dan disertai kejang

Tangan, kaki
Muka

TIDAK DIKETAHUI JELAS


TERDAPAT 3 HIPOTESIS:
1. Faktor imunologik
2. Sindroma prostaglandin
3. Penyakit dengan iskemia
uteroplasenta,vasospasmus vaskular

Review
Preeclampsia and Hypertension

Abnormal decidual
segments of the
spiral arteries
Minimal or no
trophoblastic
invasion beyond the
decidual-myometrial
junction

Review
Waveform Measurements
Resistance Index of
> 0.58 after 18
weeks of gestation

RI = (S-D)/S

Systole
Diastole

Review
Waveform Measurements
Diastolic Notch
(irrespective of
the RI)

High-Risk

Studies
Prediction of Preeclampsia

Arduini 1987
Jacobson 1990
Montenegro 1992
Bower 1993

Total Patients: 563


Prevalence: 11%
Sensitivity: 81%
Specificity: 82%

High-Risk

Studies
Prediction of IUGR

Jacobson 1990

Total Patients: 93
Prevalence: 18%
Sensitivity: 71%
Specificity: -

Low-Risk

Studies
Prediction of Preeclampsia

Steel 1990
Harrington 1992
Bower 1993
Valensise 1993
North 1994

Total Patients: 6657


Prevalence: 4.4%
Sensitivity: 56%
Specificity: 72%

Low-Risk

Studies
Prediction of IUGR

Steel 1990
Newnham 1990
Uzan 1994
Bower 1993
Valensise 1993
North 1994

Total Patients: 4515


Prevalence: 7.7%
Sensitivity: 41%
Specificity: 89%

Preeclampsia
High-Risk

Low-Risk

IUGR

Total Patients: 563


Prevalence: 11%
Sensitivity: 81%
Specificity: 82%

Total Patients: 93
Prevalence: 18%
Sensitivity: 71%
Specificity: -

Total Patients: 6657


Prevalence: 4.4%
Sensitivity: 56%
Specificity: 72%

Total Patients: 4515


Prevalence: 7.7%
Sensitivity: 41%
Specificity: 89%

Treatment
Aspirin
Low-Dose Aspirin Can Be Used
As A Form Of Therapy
Rationale: Imbalance favoring the
production of thromboxane A2 over
prostacyclin is thought to play an
important role in the pathogenesis of
preeclampsia and somes caes of IUGR.

Treatment
Aspirin
How Does It Work?
Rationale: Low-dose aspirin irreversibly
inhibits almost all platelet
cyclooxygenase activity, thereby blocking
the production of thromboane A2, a potent
vacoconstrictor and paltelet-aggregating
agent.

Treatment
Criteria For Treatment
1. Persistence of a Diastolic Notch
after 24 to 26 weeks of gestation.
2. An RI greater than 0.58 after 24
weeks.

Treatment
Dosage of Aspirin
50 to 150 mg/day beginning at 24
weeks. Stuart Campbell has
begun aspirin at 20 weeks when
bilateral notching is present

High-Risk

Studies
Incidence of Preeclampsia: Aspirin vs Placebo

MacParland 1990
Montenegro 1990
Uzan 1994
Bower 1993

Total Patients Tx with Aspirin: 106


Total Patients Tx with Placebo: 108
Preeclampsia Aspirin Group: 7%
Preeclampsia Control Group: 41%
P < 0.00001
Relative Risk: 6 times greater for
the Placebo Group to develop
preeclampsia

Sensitivitas angiotensin
Kenaikan berat badan dan edema
Peningkatan tekanan darah
Proteinuri
Gangguan fungsi ginjal
Gangguan fungsi hati
Efek ssp

1.
2.

3.

Mengakhiri kehamilan
Melahirkan janin dan dapat
bertahan hidup
Memulihkan kesehatan ibu

1.
2.

Rawat Jalan
Rawat Inap
* Indikasi :
Peningkatan persisten TD sistolik >140 mmHg
diastolik > 90 mmHg
Observasi lanjut Pemeriksaan sistematis
-Anamnesis
-Pemeriksaan fisik
-Pemeriksaan protein
-Pemeriksaan tekanan darah
-Pengukuran kreatinin plasma
-Evaluasi

A.Rawat jalan ( ambulatoir)

Banyak istirahat

Diet cukup protein, rendah


karbohidrat, lemak dan garam

Sedativa ringan

Roborantia

Kunjungan ulang tiap 1 minggu

B. Pada preekalmpsi ringan yang dirawat


1. Pada kehamilan preterm < 37 minggu

bila tekanan darah mencapai normotensif


persalinannya ditunggu sampai aterm.

Bila tekanan darah turun, tetapi belum mencapai


normotensif
2. Pada kehamilan aterm > 37 minggu
Persalinan ditunggu spontan dipertimbangkan untuk
induksi persalinan pada taksiran tanggal persalinan
3. Cara persalinan
Persalinan dilakukan secara spontan

Rawat segera, dan tentukan jenis


perawatan.
perawatan aktif berarti kehamilan
segera diakhiri bersamaan dengan
pemberian pengobatan medisinal.
konservatif berarti kehamilan tetap
dipertahankan bersamaan dengan
pemberian pengobatan medisinal

1.Perawatan aktif
Indikasi:
ibu kehamilan > 37 minggu,
tanda2 impending eklampsia,
kegagalan therapi konservatif
Janin tanda2 fetal distress

2.KONSERVATIF

ANTI KONVULSAN MgSO4


ANTI HIPERTENSI
GLUCOCORTICOID
PENGAKHIRAN KEHAMILAN

Pemberian melalui intravena secara


kontinyu ( infus dengan infusion pump)
A. Dosis awal : 4 gram ( MgSO4 20%)
dilarutkan kedalam 10 cc ringer lactat,
diberikan perlahan selama 15-20 menit
B. Maintenance : 6 gram dalam 500cc
cairan RL diberikan dengan kecepatan
1-2 gram/jam (20-30 tetes per menit)

Pemberian melalui intramuskuler secara berkala :


a.
Dosis awal ; 4 gram MgSO4 ( MgSO4 20 %)
diberikan secara i.v dengan kecepatan 1 gram
per menit
b.
Maintenance: Selanjutnya diberikan MgSO4 4
gram ( 10 cc MgSO4 40%) i.m setiap 4 jam.
Tambahkan 1cc lidokain 2 % pada setiap
pemberian i.m untuk mengurangi perasaan
nyeri dan panas

1.

2.
3.

4.

Harus tersedia antidotum MgSO4


yaitu calsium gluconas 10 % ( 1gram
dalam 10 cc) diberikan i.v dalam
waktu 3-5 menit
Refleks patela +
Frekuensi pernafasan 16 kali
permenit
Produksi urin 30 cc dalam 1 jam
sebelumnya ( 0,5 cc/kgbb/jam)

1.
2.
3.

Ada tanda-tanda intoksikasi


Setelah 24 jam pasca salin
Dalam 6 jam pasca salin sudah
terjadi perbaikan tekanan darah
(normotensif)

Diuretikum tidak diberikan, kecuali bila


ada:
1.
2.
3.

Edem paru
Payah jantung kongestif
Edem anasarka

OBAT

JALUR

CARA KERJA

RESPON PUNCAK

EFEK SAMPING

KETERANGAN

HIdralazim
(Apresoli
ne)

Intravena
atau
oral

Vasodilator
langsung

20-30 menit
1- 2 jam

Nyeri kepala, palpitasi,


sindroma mirip lupus

Meningkatkan curah jantung dan


mungkin aliran darah rahim dan
ginjal
Obat pilihan untuk pengendalian jangka
pendek

Nifedipin
(adalat,
Procardi
a)

oral

Penghambat
masuknya
ion kalsium

30 menit

Edema, pusing

Respon yang berlebihan pada pasien


yang diberi magnesium

Metildopa
(aldomet
)

oral

Neurotransmiter
palsu

3-5 hari

Hipotensi postural, kantuk,


retensi cairan

Sering digunakan untuk pengendalian


jangka panjang pada hipertensi
ringan

Diazoksid
(Hipersta
t)

intravena

Vasodilator
langsung

2-4 menit

Hipotensi, hiperglikemia

Sulit dikendalikan dapat menyebabkan


penurunan tekanan darah yang
cepat

Prazisin
(minipre
s)

Oral

Penghambat alfa-1
pasca
sinaptik

1-3 jam

Hipotensi, kantuk

Dilaporkan pengalaman obstetric


terbatas

Atenolol
(Tenormin)

oral

Penghambat betha
1 selektif

1-2 minggu

Kelesuan, sesak nafas

Pengalaman yang terbatas

Labetalol
(Trondate)

oral

Penghambat beta 1
dan alfa 1
nonselektif

2 jam

Gemetar, nyeri kepala

Dilaporkan meningkatkan pengalaman


dan kemanjuran
Kemungkinan sebagai obat pilihan di
masa depan

Nitroprusid
(nipride)

intravena

Vasodilator
langsung

1-2 menit

Hipotensi, toksisitas sianida


pada janin

Hanya berguna untuk pengendalian


jangka pendek pada krisis
hipertensif

kesimpulan

Semua kasus Preeklampsia berat


Kasus Gawat Darurat
RUJUK
Tangani optimal:
A,B,C,D optimal Rujuk