Anda di halaman 1dari 49

SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (SJSN)

PROGRAM

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)


BPJS KESEHATAN
FRIDA IMBIRI
KEPALA LAYANAN OPERASIONAL MIMIKA

Pengantar
Landasan Hukum
Kepesertaan & Iuran
Data Kepesertaan BPJS Kesehatan Prov. Papua

Hak, Kewajiban & Sanksi


Manfaat Jaminan Kesehatan
Koordinasi Manfaat (COB)
PT. Askes (Persero)

Pengantar

MENGAPA SETIAP PENDUDUK PERLU MEMILIKI JAMINAN KESEHATAN

Tarif Biaya Pelayanan Kesehatan terus mengalami


kenaikan

Pergeseran Pola Penyakit dari infeksi ringan ke


penyakit Degeneratif Kronis

Perkembangan teknologi kedokteran semakin maju

Pasien tidak mempunyai pilihan, memiliki posisi tawar


yang lemah, mendapatkan informasi yang asimetris

Sakit berdampak Sosial dan Ekonomi

Sakit  Risiko Individu  Membayar sendiri


Tidak ada kepastian biaya  Beban ekonomi keluarga

Risiko Kelompok
Mekanisme Asuransi Sosial
bersifat WAJIB

Prinsip Gotong Royong

Iuran yang terjangkau


Kepastian Biaya (dengan
membayar iurannya setiap
bulan)

Memperoleh Manfaat yang


luas dan berkelanjutan

PERBANDINGAN ASURANSI SOSIAL >< KOMERSIAL


URAIAN

ASURANSI SOSIAL

ASURANSI KOMERSIAL

Kepesertaan

Wajib  Sanksi

Sukarela

Pengelola/Penyelenggara

Pemerintah : melalui Badan


Hukum Publik --> BPJS

Swasta : melalui asuransi


swasta

Besaran manfaat (Benefit) Ditentukan UU : dengan cakupan


menyeluruh (Komprehensif)
Non Profit Oriented

Variatif, tergantung
premi Profit

Besaran premi (iuran)

% Bagi Pekerja, Nominal non


Pekerja

Nominal, sesuai benefit

Tujuan

Terpenuhi kebutuhan dasar


kesehatan masyarakat

Permintaan atas pelayanan


kesehatan yang diinginkan

Manfaat (Benefit) bagi


Peserta

Manfaat medis sama, kecuali


manfaat non medis ->akomodasi

Bervariasi setiap peserta

Subsidi silang

Sehat Sakit, Risiko Rendah


Risiko Tinggi, Kaya-Miskin

Sehat - Sakit

Landasan Hukum

Sistem Jaminan Sosial Nasional


Hak konstitusional setiap orang

Wujud tanggung jawab negara

Konvensi ILO 102


tahun 1952

Standar minimal Jaminan Sosial (Tunjangan kesehatan, tunjangan


sakit, tunjangan pengangguran, tunjangan hari tua, tunjangan
kecelakaan kerja, tunjangan keluarga, tunjangan persalinan,
tunjangan kecacatan, tunjangan ahli waris

Pasal 28 H ayat 3
UUD 45

Setiap orang berhak atas Jaminan Sosial yang memungkinkan


pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermanfaat".

Pasal 34 ayat 2
UUD 45

"Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh


rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan".

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur

Sistem Jaminan Sosial Nasional

3 Azas
1. Kemanusiaan
2. Manfaat
3. Keadilan sosial
bagi seluruh
rakyat Indonesia

5 Program 9 Prinsip
1. Jaminan
Kesehatan

1. Kegotong-royongan
2. Nirlaba
3. Keterbukaan

(BPJS Kesehatan)

4. Kehati-hatian

2. Jaminan
Kecelakaan Kerja

5. Akuntabilitas

3. Jaminan Hari Tua

7. Kepesertaan wajib

4. Jaminan Pensiun

8. Dana amanat

5. Jaminan Kematian

9. Hasil pengelolaan
dana digunakan
seluruhnya untuk
pengembangan
program dan sebesarbesarnya untuk
kepentingan peserta

(BPJS Ketenagakerjaan)

6. Portabilitas

UU SJSN dan UU BPJS

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL


PESERTA

FASKES

REGULATOR

BPJS
KESEHATAN

Undang Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2011


Pasal 14
Setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, wajib menjadi
Peserta Program Jaminan Sosial

2013

Badan Hukum PRIVATE


Di bawah Menteri BUMN
Semula Hanya Untuk Jaminan
Kesehatan PNS dan Pensiunan
TNI/POLRI + Prts Kem + Vet

2014 - 2019

CAKUPAN
SEMESTA 2019

Badan Hukum PUBLIK


Langsung Bertanggung Jawab Kepada PRESIDEN
Untuk Mengelola Jaminan Kesehatan
SELURUH RAKYAT INDONESIA

Kepesertaan & Iuran

Pekerja Penerima Upah


(PPU)

Bukan Penerima
Bantuan Iuran
(Bukan PBI)

Peserta
Jaminan
Kesehatan

Pekerja Bukan
Penerima Upah (PBPU)

Bukan Pekerja
Penerima
Bantuan Iuran
(PBI)

Fakir Miskin
Orang Tidak Mampu

Pegawai Negeri Sipil

Pekerja Penerima Upah


(PPU)

Anggota TNI / Polri

adalah Setiap orang yang


bekerja

Pejabat Negara

pada pemberi kerja


dengan menerima
gaji atau upah

Pegawai Pemerintah
Non Pegawai Negeri

Pegawai Swasta
Pekerja yang tdk termasuk di
atas yang menerima upah

PPU yang
ditanggung
5 (lima) orang

Isteri/Suami yang sah dari


peserta

Anak kandung, anak tiri


dan/atau anak angkat yang
sah dari peserta

Tidak atau belum pernah menikah


atau tidak mempunyai
penghasilan sendiri

Belum berusia 21 (dua puluh satu)


tahun atau belum berusia 25 (dua
puluh lima) tahun yang masih
melanjutkan pendidikan formal

Peserta PPU, dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain,


Anak ke 4 (empat) dan seterusnya, ayah, ibu, dan mertua (keluarga tambahan) tambahan 1% dari gaji/upah
untuk kerabat dan lainnya : Kakak, Adik, Paman, Bibi, Ass. Rumah Tangga, Driver dll  Iurannya Nominal

PHK dan Cacat Total Tetap


Peserta PPU

PHK/Cacat
Total Tetap
Tidak bekerja kembali
dan tidak mampu
bayar iuran (6 bulan)

PBI

Bekerja kembali
(6 bulan)

Perpanjang status
kepesertaan dan
bayar iuran

Notaris/pengacara/LSM dsb

Pekerja Bukan Penerima


Upah (PBPU)
adalah : Setiap orang
yang bekerja atau
berusaha atas resiko
sendiri

Dokter Praktek swasta/bidan


swasta/mantri dsb

Pedagang/Penyedia jasa dsb


Petani/peternak /Nelayan
dsb
Asosiasi Pedagang Kaki
lima/warteg/RM. Padang, dsb

Pekerja Mandiri Lainnya

Investor
Pemberi Kerja

Bukan Pekerja (BP)

Penerima Pensiun
Veteran
Perintis Kemerdekaan
Bukan Pekerja yg tidak
termasuk kriteria diatas

Pentahapan Kepesertaan

Tahap
pertama
mulai
tanggal 1
Januari
2014

PBI
(Jamkesmas)
TNI/POLRI
dan
Pensiunan
PNS &
Pensiunan
JPK
JAMSOSTEK

Tahap
Selanjutnya

Seluruh
penduduk
yang belum
masuk sebagai
Peserta BPJS
Kesehatan
paling lambat
tanggal 1
Januari 2019

20

Pentahapan Kepesertaan
Pendaftaran kepesertaan mulai tanggal 1 Januari 2014,
bagi :
Pemberi Kerja pada BUMN, usaha besar,
usaha menengah dan usaha kecil;
paling lambat 1 Januari 2015
Pemberi Kerja usaha mikro;
paling lambat tanggal 1 Januari 2016

Pekerja bukan penerima upah dan bukan


Pekerja; paling lambat tanggal 1 Januari 2019
21

Iuran

Pemerintah 3%
APBN 5%
Pegawai 2%

Pekerja
Penerima
Upah (PPU)

Dibayar oleh Pemberi


Kerja dan Pekerja

Pemberi Kerja 4%
Non APBN
4,5%*

Pekerja 0,5%

* Per 1 Juli 2015, iuran berubah


menjadi 5%, dimana 4% ditanggung
Pemberi Kerja 1% ditanggung
Pekerja

Pekerja Bukan
Penerima Upah
(PBPU)& Bukan
Pekerja (BP)

Dibayar Sendiri oleh


peserta yg. bersangkutan

Kelas 1 Rp.59.500,-/jiwa/bln
Kelas 2 Rp.42.500,-/jiwa/bln
Kelas 3 Rp. 25.500,-/jiwa/bln

GAJI, IURAN DAN HAK KELAS RAWAT


s/d 1,5 x PTKP (K/1)

> 1,5 x sd 2 x PTPKP (K/1)

Rp. 42.525.000/th

Rp. 56.700.000/th

Rp. 3.543.750/bln

Rp.4.725.000/bl

KELAS II

KELAS I

Perpres 111 Tahun 2013 Pasal 16C, D & E


1. PTKP K1 untuk 1 Tahun adalah Rp 28.350.000,2. Iuran = 4,5% X Gaji/Upah Pokok + Tunjangan Tetap ( 4% dari Pemberi Kerja dan
0,5% dari Pekerja)  Pada 1 Juli 2015 menjadi 5% ( 4% dari Pemberi Kerja 1%
dari Pekerja)
3. Gaji/Upah maksimal sebagai dasar perhitungan iuran adalah 2 X PTKP (K/1)
Rp. 4.725.000.-X 4,5% iurannya : Rp.212.625,- untuk 5 (lima) anggota keluarga

PENDAFTARAN
PESERTA PEKERJA PENERIMA UPAH
(KOLEKTIF)

Peserta
Didaftarkan oleh
BU/ Badan
Hukum Lainnya

- Mengisi Form Registrasi BU/


Badan Hukum Lainnya
- Form Data Migrasi Karyawan

- Form Registrasi BU/ Badan


Hukum Lainnya Dan Form Data
Migrasi Karyawan diserahkan ke
KC/ KLOK BPJS
- Muncul Virtual Account Bu/
Badan Hukum Lainnya untuk
pembayaran iuran ke Bank : BRI,
Mandiri, BNI

Peserta Pekerja Penerima Upah yang belum didaftarkan oleh Pemberi kerjanya dapat
mendaftarkan diri menjadi Peserta BPJS Kesehatan secara perorangan

24

PENDAFTARAN PESERTA
PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH/ BUKAN PEKERJA
Cetak Kartu
-

Peserta
mendaftarkan secara
perorangan/
komunitas/ kelompok
 ke Kantor Cabang,
KLOK

- Mengisi Daftar isian


Peserta
- Identitas diri (KTP,KK) pas
Foto
- Mendapatkan nomor
Virtual Account secara
perorarngan

- Virtual Account
Perorangan 
Membayar Iuran ke
Bank Mandiri, Bank
BNI, Bank BRI

PENDAFTARAN BISA DILAKUKAN DI :


- BANK BNI, BRI & MANDIRI YANG TELAH MEMBUKA LOKET LAYANAN PENDAFTARAN &
- WEBSITE : www.bpjs-kesehatan.go.id
25

CONTOH KARTU

Untuk peserta individu nomor kartu digunakan sebagai nomor virtual account
nomor virtual account terdiri dari 16 digit
Digit 1-5 : Kode Bank (88888 = Bank BNI & BRI,
89888 = Bank Mandiri)
Digit ke 6 : 0 8 sesuai urutan peserta
Digit ke 7 - 16 sesuai urutan peserta : 10 Digit terakhir nomor kartu

SMS GATEWAY  08113699977

Bagi Peserta  Untuk mengetahui Faskes Tingkat I Peserta


terdaftar; Keabsahan dari Peserta
- Bagi Faskes  Validasi bahwa Peserta benar terdaftar pada
Faskes tersebut
- N0 KARTU  NOKA <SPASI> NOMOR KARTU  KIRIM KE 08113699977
- NIP  NIP <SPASI) NOMOR NIP  KIRIM KE 08113699977
- NIK  NIK <SPASI> NOMOR NIK  KIRIM KE 08113699977

CONTOH : NOKA 0001226440438


JAWABAN SMS  HARTANTYO SASUKE
JK : P ; PISA : PESERTA Tgl Lahir : 12/09/1971
Kelas Rawat : Kelas 1
Terdaftar di : KLINIK CEMPAKA

Data Kepesertaan BPJS Kesehatan


Provinsi Papua

Data Kepesertaan BPJS Kesehatan Propinsi Papua


KABUPATEN/KOTA
KAB. JAYAPURA
KAB. JAYAWIJAYA
KAB. KEROM
KAB. LANNY JAYA
KAB. MAMBERAMO TENGAH
KAB. MIMIKA
KAB. NDUGA
KAB. PEGUNUNGAN BINTANG
KAB. PUNCAK
KAB. PUNCAK JAYA
KAB. SARMI
KAB. TOLIKARA
KAB. YAHUKIMO
KAB. YALIMO
KOTA JAYAPURA
KAB. BIAK NUMFOR
KAB. DEIYAI
KAB. DOGIYAI
KAB. INTAN JAYA
KAB. MEMBRAMO RAYA
KAB. NABIRE
KAB. PANIAI
KAB. SUPIORI
KAB. WAROPEN
KAB. YAPEN
KAB. ASMAT
KAB. BOUVEN DIGUL
KAB. MAPI
KAB. MERAUKE
GRAND TOTAL

DUKCAPIL 2013

ASKES SOSIAL

TNI

POLRI

PBI APBN

257.602
158.642
301.283
411.398
57.736
35.249
202.153
103.467
307.068
223.906
40.991
82.284
109.763
103.289
148.823
105.564
137.662
107.604
30.198
161.343
20.028
33.272
107.914
87.470
43.262
218.884
100.009
100.076
50.807

11.915
10.287
3.933
860
1.513
8.471
474
1.978
549
2.981
1.938
1.605
2.590
337
51.622
20.168
411
693
528
398
14.286
3.618
1.164
2.705
10.878
4.333
3.031
3.305
22.477

5.445
2.063
3
3.332
1
313
12
2
1
14.342
4.268
1
1
3.422
3
1.053
2
346
6
6.349

4.176
1.519
890
1
2.328
6
4
268
1
77
3.485
1.324
1.477
584
49
206
706
343
613
397
1.715

111.941
196.085
48.536
148.522
37.377
181.999
79.053
65.434
93.217
101.148
31.315
114.411
164.512
50.763
256.698
126.776
62.119
84.230
40.490
19.334
129.893
153.432
15.900
24.639
82.951
76.577
55.784
81.658
195.716

3.847.747

189.048

40.965

20.169

2.830.510

Ket: Data Peserta BPJS Kesehatan Per 31 Mei 2014


Data Jumlah Penduduk berdasarkan data Kependudukan & Catatan Sipil 2013

PBI APBD

BU

PEKERJA MANDIRI

JUMLAH

1.136
49
88
4.730
6
9
3
29
13.164
670
174
1
1
163
13
14
4
2.220

567
125
112
2.722
5
28
1
39
5.042
1.299
1
692
1
18
2
74
30
125
54
3.422

135.180
210.128
53.562
149.383
38.890
203.582
79.527
67.430
93.770
104.719
33.296
116.020
167.247
51.101
344.353
154.505
62.530
84.925
41.018
19.733
149.944
157.639
17.131
27.553
95.825
81.298
59.913
85.424
231.899

22.474

14.359

3.117.525

Data Jumlah Badan Usaha Eks Jamsostek yg dialihkan ke BPJS Kesehatan

No

PROPINSI

Jumlah Badan
Usaha Eks Jamsostek
yang dialihkan ke
BPJS Kesehatan
BU

Peserta

Sudah Registrasi

Jml BU

Jml
Peserta

% Persentase Registrasi
ke BPJS Kesehatan

Jml BU

Jml Peserta

PAPUA

801

26.879

423

16.256

53%

60%

PAPUA BARAT

641

31.913

531

9.746

83%

31%

1.442

58.792

954

26.002

66%

44%

Total Divre XII

Data Jumlah Badan Usaha Swasta Non Jamsostek

NO

PROPINSI

BADAN USAHA SWASTA NON


JAMSOSTEK
BU REGISTRASI

JUMLAH
PESERTA

PAPUA

67

2.801

PAPUA BARAT

25

1.043

92

3.844

JUMLAH DIVRE XII

Hak & Kewajiban

HAK :

HAK - KEWAJIBAN - SANKSI


Mendapatkan Kartu BPJS
Kesehatan sebagai bukti
sah untuk memperoleh
pelayanan kesehatan

Memperoleh manfaat
dan informasi tentang
hak dan kewajiban serta
prosedur pelayanan
kesehatan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku

Mendapatkan Pelayanan
Kesehatan BPJS
Kesehatan di fasilitas
kesehatan yang
kerjasama dengan BPJS
Kesehatan

Menyampaikan
keluhan/pengaduan,
kritik dan saran secara
lisan atau tertulis ke
kantor BPJS Kesehatan

HAK - KEWAJIBAN - SANKSI


KEWAJIBAN :
Pemberi Kerja untuk Pekerja Penerima Upah :

Mendaftarkan dirinya dan seluruh


pekerjanya beserta anggota keluarganya
Memberikan data dirinya dan pekerjanya
berikut anggota keluarga secara lengkap dan
benar
Melakukan pembayaran iuran paling lambat
tanggal 10
Catatan : Apabila tgl 10 jatuh pada hari libur maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya

HAK - KEWAJIBAN - SANKSI


SANKSI bagi Pemberi Kerja, tidak mendapatkan pelayanan publik
meliputi :
Perizinan terkait usaha

Izin mempekerjakan
tenaga kerja asing

Izin Mendirkan
Bangunan (IMB)

Izin yang diperlukan


dalam mengikuti
tender proyek
Izin perusahaan
penyedia jasa
pekerja/buruh; atau

PP. 86 Tahun 2013

HAK - KEWAJIBAN - SANKSI


SANKSI tidak mendapatkan pelayanan publik meliputi :

Surat Ijin
Mengemudi (SIM)

Sertifikat tanah

Paspor

Surat Tanda Nomor


Kendaraan (STNK)
Izin Mendirkan
Bangunan (IMB)

PP. 86 Tahun 2013

Manfaat Jaminan Kesehatan

Manfaat Jaminan Kesehatan


Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan
promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan obat, bahan medis
habis pakai sesuai dengan indikiasi medis yang diperlukan

1. Manfaat Medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang


dibayarkan
2. Manfaat non medis yang ditentukan berdasarkan skala besaran
iuran yang dibayarkan, termasuk didalamnya manfaat akomodasi

Ambulans diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan


dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Yang Dijamin

Pelayanan
kesehatan tingkat
pertama, meliputi
pelayanan
kesehatan non
spesialistik yang
mencakup:

1. Administrasi pelayanan;
2. Pelayanan promotif dan preventif;
3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi
medis;
4. Tindakan medis non spesialistik, baik
operatif maupun non operatif;
5. Pelayanan obat dan bahan medis habis
pakai;
6. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan
medis;
7. Pemeriksaan penunjang diagnostik
laboratorium tingkat pratama; dan
8. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan
indikasi

Pelayanan Kesehatan Yang Dijamin


Pelayanan kesehatan rujukan di Rawat Jalan tingkat lanjutan (Poli spesialis RS) dan
Rawat inap di Rumah Sakit, meliputi pelayanan :

Administrasi pelayanan;
2. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis &
subspesialis;
3. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai dengan
indikasi medis;
4. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
5. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis;
6. Rehabilitasi medis;
7. Pelayanan darah;
8. Pelayanan kedokteran forensik klinik; dan
9. Pelayanan jenazah pasien yang meninggal di Fasilitas Kesehatan.
10. Perawatan inap non intensif; dan
11. Perawatan inap di ruang intensif.
Pelayanan Kesehatan lain yang di tetapkan oleh Menteri
1.

Penetapan Kelas Perawatan


I

III

II

PBPU & BP :
Kelas 1 Rp. 59.500,-

PBPU & BP :
Kelas 2 Rp. 42.500,-

PPU : Gaji/upah
Lebih dari 1,5 X
PTKP-K1

PPU : Gaji/upah
sd. 1,5 X PTKP-K1

PBPU & BP :
Kelas 3 Rp. 25.500,-

Naik Kelas Menjadi Tanggungan Peserta / Asuransi tambahan sesuai COB

Alur Pelayanan Kesehatan


Peserta
Faskes Primer
dokkel, klinik,
Puskesmas

Rujuk / Rujuk Balik


Rujukan Sesuai Indikasi Medis

Rumah Sakit
Kondisi Gawat Darurat

Klaim

Kantor BPJS Kesehatan

yang kerjasama dg BPJS


Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


a. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana
diatur dalam peraturan yang berlaku;
b. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;
c. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan
kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan
kerja;
d. Pelayanan Kesehatan yang dijamin oleh program kecelakaan lalu lintas yang
besifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan
lalu lintas.
e. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
f. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
g. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
h. Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);
i. gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol;

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


j. gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat
melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
k. pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk
akupuntur, shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif
berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology
assessment);
l. pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan
(eksperimen);
m. alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
n. perbekalan kesehatan rumah tangga;
o. pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian
luar biasa/wabah;
p. biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat
dicegah (preventable adverse events); dan
q. biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat
Jaminan Kesehatan yang diberikan.

Koordinasi Manfaat
Manfaat
Tambahan

ASURANSI KESEHATAN
KOMERSIAL
Coordination
of Benefit
(COB)

Pelkes Lain
yang
ditetapkan
oleh Menteri
Pelkes Rujukan
Tingkat
Lanjutan

Pelkes Tingkat
Pertama

BPJS
KESEHATAN

Perpres 12 Th. 2013 Tentang


Jaminan Kesehatan Pasal 24, 27,
28

Prinsip COB BPJS Kesehatan


1. Koordinasi manfaat diberlakukan apabila Peserta BPJS
Kesehatan membeli asuransi kesehatan tambahan dari
Penyelenggara Program Asuransi Kesehatan Tambahan
atau Badan Penjamin lainnya yang bekerja sama
dengan BPJS Kesehatan.
2. Koordinasi Manfaat yang diperoleh peserta tidak
melebihi total jumlah biaya pelayanan kesehatannya.
3. Koordinasi manfaat yang ditanggung oleh BPJS
Kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang sesuai
kesepakatan antara BPJS Kesehatan dengan Asuransi
Kesehatan Tambahan atau Badan Penjamin lainnya

Koordinasi Manfaat
FASKES
KERJASAMA
BPJS
KESEHATAN

FASKES
TIDAK
KERJASAMA
BPJS
KESEHATAN

Mengikuti sistem rujukan berjenjang


Menggunakan kartu BPJS Kesehatan dan Kartu
Asuransi Tambahan/Badan Penjamin lain
COB hanya bila naik kelas
RJTL  Poli Eksekutif
RAWAT INAP :
Ada daftar Rumah Sakit yang diajukan untuk disepakati
dengan BPJS Kesehatan
COB diberlakukan baik Peserta sesuai hak maupun naik kelas
Biaya pelayanan dibayar terlebih dahulu oleh Asuransi
Tambahan/Badan Penjamin lain
Penggantian menggunakan tarif RS maksimal tipe C
Pelayanan RJTL  Tidak ditanggung

1. PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

2. PT Asuransi Sinar Mas

Asuransi Tambahan yg
Bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan

3. PT Asuransi Tugu Mandiri

4. PT Asuransi Mitra Maparta Tbk

5. PT Asuransi Axa Mandiri Finansial Service

6. PT Asuransi Axa Finansial Indonesia

7. PT Lippo General Insurance Tbk

TERIMA KASIH