Anda di halaman 1dari 5

Beranda

Mekanik Design Robotku


miduino-robot.com
Video
Tentang Blog

Posts Tagged KPengaturan ecepatan Motor Dc Dengan Mikrokontroler


27 Jul
Pengaturan Kecepatan Motor Dc Dengan Mikrokontroler [open-loop]
Posted by Fahmizal in Kuliah Kontrol, Mikrokontroler. Tagged: aplikasi pwm
Atmega 8535, kendali motor dc, kontrol kecepatan motor dc dengan bascom,
mengatur duty cycle, Pengaturan Kecepatan Motor Dc, Pengaturan Kecepatan
Motor Dc Berbasis Atmega8535, Pengaturan Kecepatan Motor Dc Dengan
Mikrokontroler, PWM (Pulse Width Modulation) adalah, PWM Atmega8535,
PWM Bascom AVR, PWM berbasis mikrokontorler, PWM pada motor dc. 85
komentar
Penggunaan motor DC dewasa ini sudah sangatlah umum, salah satu kelebihan
motor DC adalah relatif gampang didapat dan mudah diatur kecepatan putarnya.
Secara umum pengaturan kecepatan motor DC adalah dengan menggunakan cara
analog. Pada artikel kali ini akan dibahas contoh cara mengatur kecepatan motor
DC dengan menggunakan mikrokontroller.
Mikrokontroler yang digunakan adalah Tipe AVR dari Atmel seperti
mikrokontroler Atmega 8535, 16, 32. Informasi kecepatan motor akan
ditampilkan pada modul LCD HD4480. Sedangkan sebagai driver motor
menggunakan modul driver motor IC L298.
Cara pengaturan kecepatan yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik
PWM (Pulse Width Modulation), salah satu teknik untuk mengatur kecepatan
motor DC yang umum digunakan. Dengan menggunakan PWM kita dapat
mengatur kecepatan yang diinginkan dengan mudah. Teknik PWM untuk
pengaturan kecepatan motor adalah, pengaturan kecepatan motor dengan cara
merubah-rubah besarnya duty cycle pulsa. Pulsa yang yang berubah ubah duty
cycle-nya inilah yang menentukan kecepatan motor. Besarnya amplitudo dan
frekuensi pulsa adalah tetap, sedangkan besarnya duty cycle berubah-ubah sesuai
dengan kecepatan yang diinginkan, semakin besar duty cylce maka semakin cepat
pula kecepatan motor, dan sebaliknya semakin kecil duty cycle maka semakin
pelan pula kecepatan motor. Sebagai contoh bentuk pulsa yang dikirimkan adalah

seperti pada gambar 1, pulsa kotak dengan duty cycle pulsa 50%. Sedangkan
sebagai contoh bentuk pulsa PWM adalah seperti pada gambar 2.

Gambar 1

Gambar 2
Seperti pada gambar 1, semakin besar duty cycle pulsa kotak, maka semakin lama
pula posisi logika high. Jika motor diatur agar berjalan ketika diberi logika high,
maka jika memberi pulsa seperti pada gambar 1 diatas, maka motor akan berada
pada kondisi nyala-mati-nyala-mati sesuai dengan bentuk pulsa tersesebut.
Semakin lama motor berada pada kondisi nyala maka semakin cepat pula
kecepatan motor tersebut. Motor akan berputar dengan kecepatan maksimum jika
mendapat pulsa dengan duty cycle 100%. Dengan kata lain motor mendapat
logika high terus menerus.
Dengan mengatur besarnya duty cycle pulsa kotak yang dikirimkan, kita dapat
mengatur banyaknya logika high yang diberikan pada motor, dengan kata lain
mengatur lamanya waktu motor untuk berputar dalam satu periode pulsa. Jika
lamanya waktu motor untuk berputar dalam satu periode pulsa ini berubah maka
kecepatan purtaran motor juga akan berubah, sesuai dengan duty cycleatau waktu
motor untuk berputar dalam satu periode pulsa.
Sumber
content/uploads/2008/09/an0082.pdf

:http://delta-electronic.com/article/wp-

==========================================================
=====
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC BerbasisAtmega8535
Skema dengan proteus:

Hasil simulasi dengan proteus:

Program Pengaturan Kecepatan Motor DC dengan Bascom AVR


$regfile = m8535.dat
preprosesor

menggunakan Atmega8535 sebagai

$crystal = 12000000

menggunakan crystal clock 12 MHz

$eeprom
eeprom Atmega8535

menggunakan fasilitas

inisialisasi lcd
Config Lcdpin = Pin , Db4 = Portc.4 , Db5 = Portc.5 , Db6 = Portc.6 , Db7 =
Portc.7 , E = Portc.2 , Rs = Portc.0
Config Lcd = 16 * 2 : Cursor Off
inisialisasi pwm
Config Timer1 = Pwm , Pwm = 10 , Prescale = 64 , Compare A Pwm = Clear Up ,
Compare B Pwm = Clear Up
pwm dengan settingan fast pwm 10 bit
inisialisasi port
inisialisasi tombol
Config Portb = Input
pull up internal
Portb.0 = 1
Portb.1 = 1
Portb.2 = 1
Portb.3 = 1
Config Portd = Output

alias logika motor


M1a Alias Portd.0
M1b Alias Portd.1
M2a Alias Portd.2
M2b Alias Portd.3
alias
alias tombol
Sw_ok Alias Pinb.3
Sw_cancel Alias Pinb.2
Sw_down Alias Pinb.1
Sw_up Alias Pinb.0
Dim Pwm As Integer
Dim Pwm_eprom As Eram Integer
Home
Lcd Fahmizal_dte2006
Lowerline
Lcd Cek fungsi PWM
Wait 1
Do
Pwm = Pwm_eprom
If Sw_up = 0 Then : Incr Pwm : Waitms 10
End If

If Sw_down = 0 Then : Decr Pwm : Waitms 10


End If
If Pwm > 1023 Then : Pwm = 0 : Waitms 10
End If
If Pwm < 0 Then : Pwm = 1023 : Waitms 10
End If
Pwm_eprom = Pwm
Cls
Home
Lcd tes uji pwm
Lowerline
Reset M1a
Reset M2a
Set M1b
Set M2b
Pwm1a = Pwm
Pwm1b = Pwm
Lcd nilai pwm: ; Pwm1a : Waitms 100
Loop
End