Anda di halaman 1dari 17

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol

Ilmu Kesehatan Masyarakat


Raditia Kurniawan
102011219 / F-5

BAB I
PENDAHULUAN
Definisi
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel
otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah
komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang
sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi
pencernaan ).(1) Kolesterol hanya dihasilkan oleh hewan dan tidak dihasilkan oleh tumbuhan.
Kolesterol ada di dalam jaringan dan di dalam plasma bisa sebagai kolesterol bebas
ataupun terikat dengan rantai panjang asam amino sebagai kolester ester. Kolesterol adalah
senyawa dengan 27 atom C.1
Kegunaan Kolesterol
Kolesterol mempunyai berbagai fungsi, diantaranya adalah membuat membran sel
mempunyai derajat kekentalan tertentu sehingga dapat bertahan pada berbagai rentang
suhu, berfungsi sebagai antioksidan, membantu pembentukan empedu, membantu dalam
memetabolisme vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (Vit. A,D,E dan K), prekusor dalam
pembentukan vitamin D dan hormon-hormon steroid (termasuk hormon progesteron,
esterogen dan testosteron).1
Keburukan Kolesterol
Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui hati. Bila terlalu
banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, maka kadar kolesterol
dalam darah bisa berlebih (disebut hiperkolesterolemia). Kelebihan kadar kolesterol dalam
darah akan disimpan di dalam lapisan dinding pembuluh darah arteri, yang disebut sebagai
plak atau ateroma (sumber utama plak berasal dari LDL-Kolesterol. Sedangkan HDL
membawa kembali kelebihan kolesterol ke dalam hati, sehingga mengurangi penumpukan
kolesterol di dalam dinding pembuluh darah).
Ateroma berisi bahan lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak,
terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Apabila makin lama plak
yang terbentuk makin banyak, akan terjadi suatu penebalan pada dinding pembuluh darah

1|Page

arteri, sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteri. Kejadian ini disebut sebagai
aterosklerosis (terdapatnya aterom pada dinding arteri, berisi kolesterol dan zat lemak
lainnya).
Hal ini menyebabkan terjadinya arteriosklerosis (penebalan pada dinding arteri &
hilangnya kelenturan dinding arteri). Bila ateroma yang terbentuk semakin tebal, dapat
merobek lapisan dinding arteri dan terjadi bekuan darah (trombus) yang dapat menyumbat
aliran darah dalam arteri tersebut.Hal ini yang dapat menyebabkan berkurangnya aliran
darah serta suplai zat-zat penting seperti oksigen ke daerah atau organ tertentu seperti
jantung. Bila mengenai arteri koronaria yang berfungsi mensuplai darah ke otot jantung
(istilah medisnya miokardium), maka suplai darah jadi berkurang dan menyebabkan
kematian di daerah tersebut (disebut sebagai infark miokard).
Konsekuensinya adalah terjadinya serangan jantung dan menyebabkan timbulnya
gejala berupa nyeri dada yang hebat (dikenal sebagai angina pectoris). Keadaan ini yang
disebut sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK).1,2
Sumber Kolesterol
Sumber kolesterol dapat dibagi menjadi 2 yaitu kolesterol eksogen dan kolesterol
endogen. Kolesterol endogen adalah kolesterol yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri.
Kolesterol eksogen adalah kolesterol yang didapat dari luar tubuh manusia biasanya dari
makanan.

Beberapa

makanan

yang

mengandung

kolesterol

kuning

telor,

jeroan(usus,babat), udang, kepiting, cumi-cumi, otak, dan sumsum.1


Sintesis Kolesterol
Sintesis kolesterol dalam tubuh terjadi di dalam mikrosom dan sitosol serta di semua
sel yang memilki inti. Bahan dasar sintesis kolesterol adalah asetil koA. Tahap sintesis
kolesterol ini dibagi ke dalam 3 tahap yaitu :2
1.

2|Page

Tahap Sintesis 1

Pada tahap sintesis I ini, terjadi pembentukan mevalonat yang berasal dari
asetil KoA. HMG KoA berperan sebagai zat perantara kolesterol dan merupakan zat
perantara keton bodies di dalam mitokondria. Pada pembentukan mevalonat dari
HMG KoA, dibutuhkan NADPH dan HMG KoA reduktase yang merupakan enzim
pengatur pada siklus tersebut.
2.

3|Page

Tahap sintesis II

Pada tahap ini yang menjadi bahan dasarnya adalah mevalonat. Mevalonat
ini akan mengalami fosfrilasi sebanyak 3 kali dan dekarboksilasi, pada saat
mencapai tahap dekarboksilasi mevalonat sudah menjadi isopored unit yang pada
akhir sintesis akan menajadi squalene.
3.

4|Page

Tahap sintesis III

Squalene merupakan bahan dasar dari tahap terkahir sintesis kolesterol.


Squalene ini akan menutup cincin dan berubah menjadi lanosterol (inti sterol yang
pertama kali terbentuk). Lalu sterol ini mengalami pengurangan 1 atom C dan
mengeluarkan HCOHH sehingga menjadi desmetil-lanosteril dengan 29 atom C. Lalu
desmetil-lanosteril mengalami dekarboksilasi sebanyak 2 kali dan mengeluarkan
2CO2 dan menjadi zymosterol (memiliki 27 atom C). Zymosterol mengalami
perpindahan

ikatan

rangkap

menjadi

cholestadienol

yang

juga

mengalami

perpindahan ikatan rangkap dan menjadi desmtosterol, yang berubah menjadi


kolesterol.3
Kerja Obat Penurun Kolesterol
Mekanisme pengobatan hiperkolesterolemia dapat dilakukan dengan menghambat
pembentukan kolesterol oleh lovastatin, lovasatin termasuk kelompok obat statin. Biosintesis
kolesterol secara endogen di mulai dengan perpindahan asetil-KoA dari mitokondria ke
sitosol, khususnya di peroksisom. Terdapat lima tahapan utama dalam biosintesis kolesterol
yaitu (1) konversi asetil-KoA menjadi 3-hidroksi-3-metilglutaril-KoA (HMG KoA), (2) konversi

5|Page

HMG KoA menjadi mevalonat, (3) konversi mevalonat menjadi suatu molekul isopren yaitu
isopentil pirofosfat (IPP) bersamaan dengan hilangnya CO2, (4) konversi IPP menjadi
squalene dan (5) konversi squalene menjadi kolesterol.
Dalam biosintesis kolesterol dilibatkan sebanyak sebelas macam enzim yaitu
asetoasetil-KoA thiolase, HMG KoA sintase, HMG KoA reduktase, mevalonat kinase,
fosfomevalonat

kinase,

mevalonat

pirofosfat

dekarboksilase,

isopentenil-pirofosfat

isomerase (IPP isomerase), farnesil-pirofosfat transferase (FPP transferase), squalene


sintase, squalene monooksigenase dan squalene epoksidase. Biosintesis kolesterol terjadi
di 25 % di organ hati dan 10% di usus.
Prinsip kerja lovastatin terhadap HMG KoA reduktase sama dengan prinsip kerja
inhibitor kompetitif enzim. Mekanisme penghambatan pembentukan kolesterol oleh
lovastatin terjadi pada salah satu komponen dari struktur lovastatin yang analog dengan
HMG KoA yang akan diubah menjadi asam mevalonat dengan bantuan enzim HMG-KoA
reduktase sehingga lovastatin dapat berkompetisi dengan HMG-KoA untuk berikatan
dengan enzim HMG-KoA reduktase. HMG KoA reduktase dilambangkan sebagai enzim
utama, lovastatin sebagai inhibitor kompetitif dan HMG KoA sebagai substrat. HMG KoA
reduktase adalah enzim utama yang mendukung sintesis kolesterol di hati dengan cara
berikatan dengan mengubah HMG KoA menjadi mevalonat. Ketika lovastatin hadir dalam
bentuk asam hidroksi terbuka dengan konsentrasi lebih dari konsentrasi substrat (HMG
KoA) maka HMG KoA reduktase akan lebih cenderung berikatan dengan lovasatin sehingga
jumlah dan frekuensi sintesis kolesterol tereduksi. Jika konsentarasi lovastatin cukup banyak
untuk berikatan dengan HMG-KoA reduktase maka asam mevalonat yang merupakan
senyawa antara biosintesis kolesterol tidak akan terbentuk sehingga pembentukan
kolesterol menjadi terhambat.4
Peran Squalene
Squalene adalah zat organik berupa cairan encer seperti minyak, akan tetapi ia
bukan minyak, karena tidak mengandung asam lemak atau gugusan COOH, berwarna
semu kuning atau putih bening serta berbau khas. Sekalipun manusia sudah dapat
mengembangkan teknologi dan menciptakan peralatan yang super canggih, tapi Squalene
sampai saat ini belum bisa dibuat secara sintetis. Squalene tersebar di semua organ tubuh
manusia dan jaringan serta mempunyai sifat yang serbaguna. Misalnya kulit sebagai
komponen utama zat pelicin dan penghalus yang terkandung dalam sebum yang dihasilkan
oleh kelenjar talk (sebasius).
Di dalam hati, Squalene digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam
pembuatan kolesterol dan steroid. Kolesterol adalah bahan organik yang sangat penting,

6|Page

dan ditemukan di dalam jaringan, seperti lemak, sel membran, otak, susunan saraf, darah
dan sebagainya. Kolesterol memegang peranan penting dalam proses metabolisme, dan
bila diaktifkan dapat membentuk vitamin D. Kolesterol bisa juga diproses menjadi hormon.
Sedangkan dari steroid dapat juga dibuat menjadi hormon, dan hormon ini memegang peran
sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari.2
Pengaturan Sintesis
Sintesis kolesterol dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal seperti berpuasa,
diabetes mellitus (DM), kolesterol, LDL-kolesterol, hormon-hormon (insulin, tiroid, glucagon,
glukokortikoid). Berpuasa

dapat menurunkan HMG-KoA reduktase sehingga koleterol

menurun sedangkan diabetes mellitus tidak menurunkan HMG-KoA sehingga kolesterol pun
tidak turun. Kolesterol yang dimaksud dari kolesterol dari makanan (eksogen) yang dapat
menghambat

HMG-KoA reduktase

melalui

repressi

sedangkan

LDL-kolesterol

ini

menghambat pada saat pembentukkan squalene. Untuk hormon insulin dan tiroid dapat
meningkatkan aktivitas HMG-KoA reduktase sedangkan hormon glukagon dan glukokotikoid
menurunkan aktivitas HMG-KoA.2
Pengaruh Kolesterol Makanan
Pengaruh kolesterol makanan terhadap sintesis kolesterol adalah makanan
mengandung 0,05% kolesterol 70 - 80 % kolesterol (dalam liver, intestin, kelenjar adrenal)
disintesa dalam tubuh, makanan mengandung 2% kolesterol produksi kolesterol endogen
turun menjadi 10 - 30%, sintesis kolesterol endogen tidak dapat di tekan terus dengan
meninggikan kolesterol dalam makanan hanya sintesis kolesterol dihati yang dihambat,
asam empedu menghambat sintesis kolesterol diusus pada enzim HMG-KOA reduktase,
diet rendah kolesterol sangat efektif menurunkan kolesterol darah (100 mg kolesterol lebih
kadar darah naik 5 mg %).2
Transport Kolesterol
Kadar kolesterol plasma total pada manusia berkisar <5,2 mmol/L. Bagian terbesar
berada dalam bentuk teresterifikasi. Di dalam plasma, kolesterol di angkut dalam lipoprotein
dan pada manusia proporsi tertinggi terdapat pada LDL. Ester kolesteril dalam makanan
dihidrolisis menjadi kolesterol yang kemudian diserap oleh usus bersama dengan kolesterol
tak teresterifikasi dan lipid lain dalam makanan. 2
Bersama dengan kolesterol yang disintesis di usus, kolesterol ini kemudian
dimasukkan ke dalam kilomikron. Dari kolesterol yang diserap, 80-90% mengalami
esterifikasi dengan asam lemak rantai panjang di mukosa usus. Sembilan puluh lima persen
kolesterol kilomikron disalurkan ke hati dalam bentuk sisa kilomikron (chylomicron
remnants), dan sebagian besar kolesterol yang disekresikan oleh hati dalam bentuk VLDL
dipertahankan selama pembentukan IDL dan akhirnya LDL yang diserap oleh reseptor LDL
di hati dan jaringan ekstrahepatik.Secara garis besar, kilomikron mengangkut kolesterol dari

7|Page

usus atau yang berasal dari makanan ke hati. Sedangkan VLDL

dan LDL membawa

kolesterol dari hati ke jaringan.


Ekskresi Kolesterol
Sebagian dari kolesterol yang dihasilkan diubah menjadi garam empedu. Garam
empedu sebagian mengalami sirkulasi enterohepatik. Sedangkan garam empedu yang tidak
diserap diekskresi kembali melalui faeces setelah mengalami perubahan oleh bakteri usus.
Sterol utama dalam ginjal adalah koprostonal. Yang dimaksud dengan koprostonal adalah
senyawa yang dibentuk dari kolesterol oleh bakteri di usus bagian bawah.Sedangkan
sebagian hasil yang lain diekskresi ke dalam empedu diserap kembali.2
Kesimpulan
Diet kolesterol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang
berasal dari luar tubuh atau kolesterol eksogen dan dapat dibantu dengan bantuan obatobatan tertentu seperti Clofibrat, Cholestyramin, Sitosterol, Dextrothyroxin, derivate satin,
Niasin (Asam Nikotinat), untuk mengurangi kadar kolesterol endogen dengan begitu kadar
kolesterol di dalam tubuh secara keseluruhan dan berkurang.
Lampiran Analisa dan Interpretasi Data
Frekuensi rokok:
Statistics
ROKOK
N

Valid
Missing

Mean
Median
Std. Deviation
Range
Sum

130
0
.1769
.0000
.38308
1.00
23.00

ROKOK
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Valid

TIDAK
YA
Total

8|Page

Percent

107

82.3

82.3

82.3

23

17.7

17.7

100.0

130

100.0

100.0

Frekuensi IMT:
Statistics
IMT
N

Valid
Missing

Mean
Median
Std. Deviation
Range
Sum

9|Page

130
0
22.7716
22.6550
3.82165
15.20
2960.31

Frekuensi Jenis Kelamin:


Statistics
JENISKELAMIN
N

Valid
Missing

Mean
Median
Std. Deviation
Range
Sum

10 | P a g e

130
0
.3154
.0000
.46647
1.00
41.00

JENISKELAMIN
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Valid

LAKI-LAKI

89

68.5

68.5

68.5

WANITA

41

31.5

31.5

100.0

130

100.0

100.0

Total

Frekuensi Stress:
Statistics
STRESS
N

Percent

Valid
Missing

Mean
Median
Std. Deviation
Range
Sum

11 | P a g e

130
0
.5538
1.0000
.49902
1.00
72.00

STRESS
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Valid

TIDAK

58

44.6

44.6

44.6

YA

72

55.4

55.4

100.0

130

100.0

100.0

Total

Frekuensi Total Kolesterol:


Statistics
TOTALKOLESTERO
L
N

Percent

Valid
Missing

130

Mean

0
2.3716E

Median

2
2.4000E

Std. Deviation

2
2.93603

Range
Sum

12 | P a g e

E1
142.00
3.08E4

Analisa Deskriptif:
IMT dan Total Kolesterol
Descriptive Statistics
Std.
N
IMT
TOTALKOLESTER
OL

13 | P a g e

Mean
130 22.7716
2.3716E
130
2

Deviation

Minimum Maximum

3.82165

16.83

32.03

29.36031

167.00

309.00

Test Statistics
TOTALKOLE
IMT

STEROL
a

Chi-Square 1.097E2
df
105
Asymp. Sig.
.357

214.615b
49
.000

a. 106 cells (100.0%) have expected


frequencies less than 5. The
minimum expected cell frequency is
1.2.
b. 50 cells (100.0%) have expected
frequencies less than 5. The
minimum expected cell frequency is
2.6.
Korelasi Rokok dan Stress:
Descriptive Statistics
Mean
ROKOK
STRESS

Std. Deviation

.1769
.5538

.38308
.49902

130
130

Correlations
ROKOK STRESS
ROKOK Pearson
Correlation

.001 Regresi Rokok dan Stress:

Sig. (2-tailed)
N

.294**

130

STRESSVariables
Pearson Entered/Removedb**
.294
Correlation
Model
Variables
Variables
Method

130
1

Sig.
(2-tailed) Removed .001
Entered
a
N
130
130
1
STRESS
. Enter
**.
Correlation
is variables
significantentered.
at the 0.01 level (2a. All
requested
tailed).
b. Dependent Variable: ROKOK

14 | P a g e

Model Summary
Model

Std. Error of

Square

the Estimate

R Square
a

Adjusted R
.294

.087

.080

.36752

a. Predictors: (Constant), STRESS

ANOVAb
Sum of
Model
1

Squares
Regression

df

Mean Square

1.641

1.641

Residual

17.289

128

.135

Total

18.931

129

Sig.

12.153

.001a

a. Predictors: (Constant), STRESS


b. Dependent Variable: ROKOK

Coefficientsa

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Std. Error

(Constant)

.052

.048

STRESS

.226

.065

a. Dependent Variable: ROKOK


Korelasi Rokok dan Jenis Kelamin:
Descriptive Statistics
Std.
Mean
ROKOK
STRESS

15 | P a g e

.1769
.5538

Deviation
.38308
.49902

N
130
130

Beta

t
.294

Sig.

1.072

.286

3.486

.001

Correlations
ROKOK STRESS
ROKOK Pearson

.294**

Correlation
Sig. (2-tailed)

.001

N
STRESS Pearson
Correlation

130

130

.294**

Sig. (2-tailed)

.001

130

130

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed).


Korelasi Rokok dan IMT:
Descriptive Statistics
Std.
Mean
ROKOK
IMT

Deviation

.1769
22.7716

.38308
3.82165

130
130

Correlations
ROKOK
ROKOK Pearson
Correlation

Sig. (2-tailed)
N
IMT

Pearson
Correlation

-.037
.679

130

130

-.037

Sig. (2-tailed)

.679

130

16 | P a g e

IMT

130

Daftar Pustaka:
1. Wahjudi K. Metabolisme Kolesterol. Diktat Biokimia Metabolisme Lipid. Jakarta:
Fakultas Kedokteran Trisakti; 2010. p. 63-70
2. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Sintesis, Transport dan Kolesterol. In:
Wulandari N, Rendy L, editors. Biokimia Harper. 27th ed. Jakarta: EGC; 2009. p.
239-40.
3. Cholesterol.

Available

at:

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cholesterol.html.

Accessed on 10 Jul, 2014.


4. Squalene.

Available

at:

http://www.chop.edu/service/vaccine-education-

senter/hottopics/squalene.html. Accessed on 10 Jul, 2014.

17 | P a g e