Anda di halaman 1dari 2

Kewirausahaan dan Strategi Marketing : 5

Cara Memasarkan usaha baru secara ringan


tanpa konsep yang rumit
Ketika mengantar keluarga belanja di daerah Jl. Solo Yogya, saya bertemu dengan Mas Ridho,
desainer web pemula yang ingin mengembangkan usaha dan bisnis baru dengan konsep bisnis
dan konsep marketing yang tidak rumit. Saya juga sampaikan Perusahaan besar dengan
segudang strategi marketing yang hebat sudah biasa, namun seorang Ridlo bagaimana bisa
mempunyai perusahaan besar jika yang kecil ini tidak diawali dengan sesuatu yang ringan.
Memulai konsep memasarkan web tidak bisa selayaknya memasarkan alat elektronik,
tupperware atau baju. Kenapa? Karena yang dijual tidak langsung bisa disodorkan dan bisa
dipakai, namun lebih membutuhkan unsur pembuktian dan unsur gambaran pengalaman. Untuk
bisa dipakai pun perlu proses pendekatan kepada selera dan gambaran histori pelanggan.
Aturan main awalan pengusaha baru
Strategi bisnis dan strategi marketing bisa dipelajari secara perlahan dari pengalaman usaha dan
orang lain atau berdasar dari pengalaman diri sendiri, namun untuk mengandalkan pengalaman
diri sendiri perlu pengorbanan waktu dan karya.
Untuk itu aturan main nya adalah
1. Pertegas keberadaaan usaha anda dengan layanan atau produk yang anda secara jelas
dan detil dari sisi positif dan resiko.
2. Pastikan yang anda tawari adalah orang yang secara umum akan tertarik dengan layanan
dan produk anda, karena tidak semua pebisnis pemula kuat dengan penolakan atas
sebuah penawaran, sehingga motivasi bisa hilang atau timbul tenggelam.
3. Posisikan anda sebagai pelayan yang baik, bukan pengusaha besar, sekali lagi ini baru
awal usaha anda, dan anda belum memiliki banyak konsep dan banyak pengalaman
4. Pastikan ada layanan garansi layanan yang melindungi keduanya.
5. Komisi penting tapi itu bukan segalanya jika layanan atau produk anda berlawanan
dengan hal yang diiinginkan pelanggan
Strategi bisnis dan stategi layanan pengusaha pemula memang masih sekedar uji coba, terkadang
masih bersifat:
1. Mengandalkan harga yang murah, diskon yang besar, dan melupakan faktor kesesuain
produk dan layanan dengan sosok yang sedang ditawari.
2. Nilai-nilai kewirausahaan belum menjadi bagian dari proses, sekedar ilmu buku

3. Yang ada adalah keinginan mendapatkan keuntungan dengan cepat.


4. Hanya fokus pada produk tetapi lupa pada bagaiman produk itu
dibuat/dikemas/dijaminkan.
5. Pancinglah sosok didepan anda bertanya, jangan anda terus yang mencecar dengan
retorik.