Anda di halaman 1dari 2

ANALISA KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN MODULUS ELASTISITAS

BETON PASCA TERKENA PANAS


Beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak digunakan pada konstruksi,
karena konstruksi beton mempunyai beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan lain yang sangat
penting bila dibandingkan dengan bahan struktur kayu atau baja adalah karena nilai fire
resistance yang lebih baik pada tingkat temperatur yang relatif tinggi serta beton merupakan
penghantar panas yang lemah (low thermal conductivity) , sehingga dapat membatasi kedalaman
penetrasi panas. Efek pemanasan tidak memberikan pengaruh yang berbahaya seperti halnya
pada struktur baja dan kayu, tetapi bukan berarti bahwa efek pemanasan tidak memberikan
dampak yang buruk pada beton. Pada batas suhu tertentu, pemanasan akan menyebabkan
stabilitas ikatan jel semen pada beton menjadi hilang, pemuaian butiran kerikil (agregat),
lepasnya ikatan semen dan pemuaian pada butiran, hal ini akan menyebabkan penurunan
stabilitas kesatuan beton itu sendiri, sehingga kuat beton merupakan menurun.
Struktur beton bertulang mendapat pemanasan (kebakaran) pada bagian permukaan,
maka resiko pemanasan akan berdampak juga pada tulangan baja. Keadaan ini terjadi akibat
proses perambatan panas pada saat berlangsungnya proses kebakaran. Untuk menjaga stabilitas
struktur beton bertulang, maka besarnya penetrasi panas pada tulangan harus diusahakan jauh
lebih kecil, sehingga suhu tinggi permukaan beton yang terkena langsung jilatan api tidak sampai
mencapai baja tulangan. Karena koefisien rambat panas (konduktifitas) material beton sangat
kecil, maka tingkat kerusakan pada beton pada bagian dalam dan pemanasan pada baja tulangan
akan berkurang.
Secara garis besar masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana
perbandingan nilai kekuatan tekan sebelum dan setelah terbakar. Hasil ini diharapkan dapat
memberikan dasar bagi penanggulangan bangunan yang telah terbakar. Sedangkan tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kuat tekan beton setelah terbakar, pengaruh
temperatur pada kuat tekan beton, model hubungan antara temperatur dan kuat tekan beton
setelah terbakar. Temperatur pemanasan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah 200C 600C dengan interval kenaikan 50C. Temperatur yang tinggi akibat terjadinya kebakaran pada
suatu struktur bangunan memberikan pengaruh yang besar pada karakteristik, sifat dan perilaku
material bangunan tersebut yang selanjutnya akan mempengaruhi pula karakteristik kekuatan
seluruh elemen struktur seperti kolom, balok, pelat dan sebagainya.
Dalam penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton benda uji silinder maupun kuat
lentur benda uji yang dipanaskan dalam tungku pada temperature 200C meningkat sekitar 1015% dibandingkan dengan beton normal yang tanpa dipanaskan. Pada suhu antara 400-600C,

penurunan kuat tekan dan kuat lentur hingga mencapai 50% dari kuat tekan sebelumnya.
Sedangkan penelitian yang telah dilakukan, menggunakan balok beton bertulang penampang
empat persegi ukuran 15x25x320, terletak pada tumpuan sederhana, bertulangan lemah. Waktu
pembakaran mulai dari 30, 60, 90 dan 120 menit dengan balok yang berbeda pada suhu 500C
sejak awal hingga akhir pembakaran dan tanpa pembebanan.
Dampak kebakaran pada struktur beton bertulang menimbulkan banyak permasalahan
yang terkait dengan kekuatan struktur beton akibat temperatur tinggi seperti penurunan berat
jenis dan kuat tekan beton, kuat tarik baja dan penurunan kapasitas penampang. Untuk
menentukan apakah suatu struktur pasca kebakaran harus dibongkar atau cukup diperkuat saja
(retrofit), maka perlu dilakukan pengujian data material dan analisis ulang struktur sebelum dan
pasca kebakaran.