Anda di halaman 1dari 5

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

PADA Sdri. DW DENGAN GAMGGUAN PROSES PIKIR


Inisial klien

: Nn. DW

Nama Mahasiswa

: Nofita Dewi Kok Mesa

Status interaksi perawat-klien: Interaksi ke 1


Tanggal

: 22 Juli 2015

Lingkungan

:Ruang 23 E RSSA Malang

Jam

: 09.00 -09.45

Deskripsi klien

: Klien menggunakan baju tidur berwarna pink, rambut berantakan.

Tujuan (berorientasi pada klien)

Membina hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien

Klien dapat membentuk orientasi realita

Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan

Mempraktekkan pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi

KOMUNIKASI VERBAL
P:
Selamat
pagi
mbak,
perkenalkan nama saya
Dewi. Saya dari mahasiswa
brawijaya, dengan mbak
siapa..?

KOMUNIKASI
NON
VERBAL
P:
Menjabat
tangan,
memandang
klien
dan
tersenyum

ANALISA BERPUSAT
PADA PERAWAT
Ingin membuka percakapan
dengan klien

ANALISA BERPUSAT
PADA KLIEN
Memberikan
tanggapan
positif
atas
kehadiran
perawat.

Merasa senang karena kx


memberikan respon positif

Klien merasa diperhatikan


oleh perawat

RASIONAL
Pasien merasa percaya dan
terlindungi
dengan
adanya
perawat.

K:
Selamat pagi juga,
Dewi ya??

K:
Klien menjabat tangan,
menunduk, dan pandangan
mata kosong

terhadap percakapan

P:
Bagaimana tadi malam apa
bisa tidur?

P:
memandang
tersenyum.

Ingin mengetahui perasaan


yang dirasakan pasien

Klien merasa diperhatikan


oleh perawat

Mengetahui Perasaan klien

K: iya bisa mbak

K:
pandangan
waspada ke jalan

P:
Mbak Desy, disini kita akan
berbincang-bincang
mengenai kondisi Mbak
Desy sekarang.Bagaimana
mbak ?
10 menit, apa 20 menit?
disini apa di dalam ruang
tempat masnya dirawat?
K:
ngobrol tentang apa mbak?
20 menit juga gk apa-apa
mbak, disini saja.
P:
Mbak Desy inget tidak,
kemarin
dibawa
kesini
karena apa?

P:
Memandang Klien dengan
senyuman.

Ingin mengetahui keadaan


klien saat ini.

Pasien memandang kearah


halaman rumah sakit

Untuk mendapatkan persetujuan


dari pasien.

Mengetahui
kesadaran
pasien ketika dirawat di RS

pasien
mengetahui
penyebab ia dibawa oleh
perawat.

Mengetahui keadaan Nn. DW


ketika dibawa ke RSJ.

K:
Iya mabk,,, karena aku
marah-marah ya.. aku malu
mabk

K:

mbak

kx

dan
mata

K:
Pandangan mata tidak
fokus terhadap perawat
yang bertanya.
P:
Memandang klien

Menatap perawat dan


terlihat sedang berpikir.

P:
Baiklah mbak, kalau begitu
kemarin ada masalah apa
dirumah?
K:
Saya bingung
mbak...
teman-temannku
pada
menjauhi
ku
sekrang,
mereka bilang aku sok
pinter.
Memang
yaa
kenyataannya aq pintar sih
mbak.. dan saya marah ma
bapk karena gk belikan hp
lenovo.

P:
Memandang Klien

P:
oh begitu mas, mas tau tidak
sekarang dimana, siang
atau malam dan biasanya
ngerjakan apa dirumah kalu
jam sekian?

P:
memandang Klien

K:
Di rumah sakit jiwa ya mbak,
pagi hari dan biasanya saya
kuliah mbak..
P:
Oh gitu ya.
Mbak Desy biasanya mandi
dulu atau maem dulu,
kegiatannya apa aja ? ini
udah sarapan pa belum?dah
mandi kan?
mandi sore
jam berapa?

K:
Memandang perawat dan
tampak berpikir.

K:
Mengingat-ingat kejadian
yang
telah
terjadi,
memandang perawat, dan
sesekali
memandang
kehalaman dengan tatapan
sayup

P:
memandang Klien

P:
senang karena pasien mau
menceritakan perasaan dan
keadaan dirinya ketika di
rumah.

senang karena perawat


mendengarkan pasien.

Mengetahui keadaan pasien di


rumah menurut sudut pandang
pasien.

memancing pasien untuk


orietasi realita klien.

Dapat mengetahui
yang ada.

Untuk
mengetahui
realita klien.

Memancing klien untuk


mengetahui
kebutuhan
yang belum terpenuhi

Dapat
kebutuhan
terpenuhi

relita

mengetahui
yang belum

orientasi

Menentukan kebutuhan
belum terpenuhi

yang

K:
Maem sik mbak, iya mandi
mbak, tapi saya disini tidak
pernah keramas mbak. Saya
ingin keramas mbak

K:
Memandang perawat dan
tampak berpikir.

P:
Mbak desy katanya kemarin
mau diwisud ya..? dan mau
menikah dengan Mas Iman?

P:
memandang Klien

memancing pasien untuk


orientasi realita klien

Dapat mengetahui
yang ada.

K:
Memandang perawat dan
tampak berpikir.
P:
Memandang klien

Mendorong klien untuk


kegiatan yang positif

Kebutuhan klien terpenuhi

K:
Iya ya mbak, saya malu
mbak.. maaf ya mbak..
memang begitu kalau saya
sedang kambuh.
P:
Baiklah mbak, kita buat
jadual kegiatan untuk mbak
desy dalam sehari ya.
Misalkan
mbak
desy
bisanya merapikan tempat
tidur, ya merapikan saja.
Pagi bangun jam 5 untuk
sholat, terus bersihin tempat
tidur dan ruang kamar,
senam, mandi pagi, makan ,
minum obat, makan siang,
berbincang bincang dengan
orang lain, sholat , mandi,
sholat, berbincang bincang
lagi terus tidur jam 21.00 ya
K:
Iya mbak, ditulis ya mbak.
Besok kulakukan begitu

K:
Memandang perawat dan
tersenyum

relita

Membantu klien tentang orientasi


kenyataan dirinya

Membantu
mengidentifikasi
kebutuhan dan membuat jadual
kegiatan sehari hari

P:
Baiklah mbak desy, waktu
kita sudah habis, bincang
bincang kita cukup sampai
disini ya
K:
Iya mbak, makasih ya mbak

P:
memandang
Klien
dan
berbicara dengan sopan.

mengakhiri
dengan Klien

pertemuan

Mengiyakan
perawat

pernyataan

Salam penutup untuk menutup


interaksi

K:
menganggukkan kepala.

Kesan Perawat
Pada interaksi pertama ini dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif walaupun klien sering diam dan menunduk. Data yang
tergali adalah data tentang alasan klien dibawa ke RS, kebutuhan klien yang belum terpenuhi, orientasi waktu, orang klien baik, penilaian
diri belum baik.Jadual kegiatan sudah disepakati. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara
umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan ke fase berikutnya .