Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

MALPRAKTIK DAN NEGLIGENC

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU 2015

PENYUSUN

1. BUDI IRAWAN
2. FRESI NOVITA SARI
3. ULBA UTAMI

DAPTAR ISI
Kata
pengantar
....
i

....................................................................................................

Daftar Isi
........................................
........ ii
BAB I Pendahuluan
......................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................


.......
1
1.2 Rumusan Masalah .............................
..........
1
1.3 Tujuan ..........................................
......... 1

BAB II Pembahasan
.......................................
2
2.1 Definisi Malpraktek...................................................................................................
2
2.2 Definisi
Negligenc......................................................................................................

3
2.3. Faktor yang mempengaruhi terjadinya malpraktik
..........................................................
4
2.4. Cara Mencegah
Malpraktik ......................................................................................................

2.5. upaya menghadapi tuntutan hukum ...............................................................................


6

BAB III Penutup


........................................
3.1 Simpulan
..................................
.....
3.2 Saran
...................................
.........

Daftar Pustaka

Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul MALPRAKTIK
DAN NEGLIGENC
Terselesaikannya makalah ini tidak dapat lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena
itu, pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada
1. S.Pardosi,S.kp.M,Psi selaku dosen pengajar mata kuliah
2. Orang tua, yang mendukung, baik dalam hal materi maupun hal-hal lainnya.
Dalam menyelesaikan makalah ini saya telah berusaha untuk mencapai hasil yang maksimum,
tetapi dengan keterbatasan wawasan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang kami
miliki, saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan sempurnanya makalah ini sehingga dapat
bermanfaat bagi para pembaca

Bengkulu, Februari 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Perkembangan keperawatan di Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat pesat


menuju perkembangan keperawatan sebagai profesi. Proses ini merupakan suatu perubahan yang
sangat mendasar dan konsepsional, yang mencakup seluruh aspek keperawatan baik aspek
pelayanan atau aspek-aspek pendidikan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta kehidupan keprofesian dalam keperawatan.
Undang-undang No. 23 Tahun 1992 telah memberikan pengakuan secara jelas terhadap tenaga
keperawatan sebagai tenaga profesional sebagaimana pada Pasal 32 ayat (4), Pasal 53 ayat (I j
dan ayat (2)). Selanjutnya, pada ayat (4) disebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi
dan hak-hak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.Perkembangan keperawatan menuju keperawatan profesional sebagai profesi di
pengaruhi oleh berbagai perubahan, perubahan ini sebagai akibat tekanan globalisasi yang juga
menyentuh perkembangan keperawatan professional antara lain adanya tekanan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang pada hakekatnya harus diimplementasikan
pada perkembangan keperawatan professional di Indonesia. Disamping itu dipicu juga adanya
UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan UU No. 8 tahun 1999 tentang perkembangan
konsumen sebagai akibat kondisi sosial ekonomi yang semakin baik, termasuk latar belakang
pendidikan yang semakin tinggi yang berdampak pada tuntutan pelayanan keperawatan yang
semakin berkualitas.Jaminan pelayanan keperawatan yang berkualitas hanya dapat diperoleh dari
tenaga keperawatan yang profesional.
Dalam konsep profesi terkait erat dengan 3 nilai sosial yaitu:
1. Pengetahuan yang mendalam dan sistematis.
2. Ketrampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan yang lama dan teliti.
3. Pelayanan atau asuhan kepada yang memerlukan, berdasarkan ilmu pengetahuan dan

ketrampilan teknis tersebut dengan berpedoman pada filsafat moral yang diyakini yaitu Etika
Profesi.Dalam profesi keperawatan tentunya berpedoman pada etika profesi keperawatan yang
dituangkan dalam kode etik keperawatan. Sebagai suatu profesi, PPNI memiliki kode etik
keperawatan yang ditinjau setiap 5 tahun dalam MUNAS PPNI. Berdasarkan keputusan
dMUNAS VI PPNI No. 09/MUNAS VI/PPNI/2000 tentang Kode Etik Keperawatan Indonesia.

1.1.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah adalah:
1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud malperaktik ?


Apa yang dimaksud neglegenc?
Apa faktor yang mempengaruhi terjadinya malperaktik?
Bagaimana mencegah malperaktik?
Upaya menghadapi tuntutan hukum?

1.3 Tujuan
Untuk memahami bahayanya malperaktik dan kelalaian bagi tenaga kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Malfraktik

Malpraktek adalah tindakan profesional yang tidak benar atau


kegagalan untuk menerapkan keterampilan profesional yang tepat oleh
profesional kesehatan seperti dokter, ahli terapi fisik, atau rumah sakit.
Malpraktik mengharuskan pasien membuktikan adanya cedera dan
bahwa hal itu adalah hasil dari kelalaian oleh profesional kesehatan.
Malpraktek merupakan istilah yang sangat umum sifatnya dan tidak selalu
berkonotasi yuridis. Secara harfiah mal mempunyai arti salah sedangkan praktek
mempunyai arti pelaksanaan atau tindakan, sehingga malpraktek berarti pelaksanaan
atau tindakan yang salah. Meskipun arti harfiahnya demikian tetapi kebanyakan istilah
tersebut dipergunakan untuk menyatakan adanya tindakan yang salah dalam rangka
pelaksanaan suatu profesi. Sedangkan difinisi malpraktek profesi kesehatan adalah
kelalaian dari seseorang dokter atau tenaga keperawatan (perawat danbidan) untuk
mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat
pasien, yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran
dilingkungan yang sama (Valentin v. La Society de Bienfaisance Mutuelle de Los Angelos,
California, 1956).
2.2. Definisi negligenc ( Kelalaian )

Kelalaian ialah melakukan sesuatu yng di tetapkan oleh aturan atau hukum guna
melindungi. Yang bertentangan dengan tindakan-tindakan yang tidak beralasan dan berisiko
melakukan kesalahan(keeton,1984)
PENGERTIAN KELALAIAN dapat bersifat ketidak sengajaan, kurang tieliti,
kurang hati-hati, acuh tak acuh, sembrono, tidak peduli terhadap kepentingan orang lain
tetapi akibat tindakan bukan tujuannya
Jika kelalaian itu sampai membawa kerugian atau cedera kepada orang lain dan
orang itu dapat menerimanya, namun jika kelalaian itu mengakibatkan kerugian
materi,mencelakakan atau bahkan merenggut nyawa orang lain diklasifikasikan sebagai
kelalaian bberat, serius menurut kriminal menurut (Hanafiah dan Amir, 1999)
Sedangkan mal praktek profesi kesehatan adalah Kelalaian dari seseorang dokter
atau perawat untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam
mengobati danmerawat pasien, yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang
terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama (Valentin v. La Socirty de Bienfaisance
Mutuelle de Los Anglos, California, 1956).
2.3. Faktor yang mempengaruhi terjadinya malpraktik

Mal praktek bisa terjadi karena beberapa factor berikut ini yaitu,
minimnya pengalaman tenaga medis, kesalahan diagnosis, dokter palsu
(dokter yang kurang mumpuni) dan juga karna factor ketidak sengajaan.
Dan berikut penjelasannya
1. Minimnya pengalaman tenaga medis menyebabkan peluang terjadinya
kesalahan tindakan medis (mal praktek ) saat memberikan tindakan
kepada pasien sperti contohnya, kesalahan pemberian obat, kesalahan
prosedur/tindakan yang semestinya harus dilakukan.
2. Kesalaan diagnosis dapat berakibat fatal bagi pasien, akibatnya bisa
bermacam-macam, seperti terjadinya kelumpuhan, kerusakan organ
dalam, dan juga dapat berakibat fatal yang berujung dengan kematian.

3. Dokter aspal (asali tapi palsu/dokter yang kurang mumpuni), di zaman


seperti ini banyak sekali orang yang memanfaatkan uangnnya untuk
masuk dalam sekolah kedokteran di universitas. Tak sedikit dari
mereka

mempunyai

kedokteran,

gelar

sedangkan

dokter

untuk

tapi

menjadi

kurang

menguasai

seorang

dokter

ilmu
harus

mempunyai kecerdasan yang benar-benar mumpuni agar menjadi


dokter yang sesungguhnya dan segala tindakan medisnya bisa
dipertanggungjawabkan.
4. Factor ketidaksengjaan, faktor ini bisa terjadi karena kelalaian dari
petugas medis, atau mungkin ketidak telitian petugas medis saat
menangani pasien.

2.4. Mencegah Malpraktik

2.5. Upaya menghadapi tuntutan hukum

Apabila upaya kesehatan yang dilakukan kepada pasien tidak memuaskan


sehingga perawat menghadapi tuntutan hukum, maka tenaga kesehatan
seharusnyalah bersifat pasif dan pasien atau keluarganyalah yang aktif
membuktikan kelalaian tenaga kesehatan.

Apabila tuduhan kepada kesehatan merupakan criminal malpractice, maka


tenaga kesehatan dapat melakukan :

a. Informal defence, dengan mengajukan bukti untuk menangkis/ menyangkal

bahwa tuduhan yang diajukan tidak berdasar atau tidak menunjuk pada doktrin-doktrin
yang ada, misalnya perawat mengajukan bukti bahwa yang terjadi bukan disengaja, akan
tetapi merupakan risiko medik (risk of treatment), atau mengajukan alasan bahwa dirinya
tidak mempu.

C.

Tips menghindari terjadinya malpraktek:

Dari pada mengobati, lebih baik kita mencegah. Adapun beberapa tips itu, anatara lain :

Pilihlah tempat pengobatan yang memiliki reputasi yang baik. Jangan ragu bila ternyata
lokasi dan harganya lebih mahal, jika memang tempat tersebut memiliki pelayanan
kesehatan yang baik dan memadai.

Jangan takut untuk meminta dokter yang kita percayai untuk menangani diri kita. Jika
dokter yang ditawarkan tidak memenuhi criteria kita, lebih baik katakana untuk meminta
dokter yang dapat kita percaya.

Sangat dianjurkan bagi anda untuk tidak ragu jika anda ingin bertanya pada dokter atas
tindakan medis yang ia lakukan. Tanyakan mengenai dignosa, dasar tindakan yang
dilakukan, dan mengenai manfaat dari tindakan medis yang ia lakukan tersebut.

Jangan ragu untuk bertanya tentang jenis obat yang ia anjurkan bagi kita. Sebab, tidak
sedikit dokter yang demi mengejar komisi dari perusahaan distributor obat akan
memberikan daftar obat yang lebih banyak dan melampaui komposisi normal kepada
pasiennya.
unyai sikap batin (men rea) sebagaimana disyaratkan dalam perumusan delik yang
dituduhkan.

b. Formal/legal defence, yakni melakukan pembelaan dengan mengajukan atau


menunjuk pada doktrin-doktrin hukum, yakni dengan menyangkal tuntutan
dengan cara menolak unsur-unsur pertanggung jawaban atau melakukan
pembelaan untuk membebaskan diri dari pertanggung jawaban, dengan
mengajukan bukti bahwa yang dilakukan adalah pengaruh daya paksa.

Berbicara mengenai pembelaan, ada baiknya perawat menggunakan jasa


penasehat hukum, sehingga yang sifatnya teknis pembelaan diserahkan kepadanya.

Pada perkara perdata dalam tuduhan civil malpractice dimana perawat digugat
membayar ganti rugi sejumlah uang, yang dilakukan adalah mementahkan dalildalil penggugat, karena dalam peradilan perdata, pihak yang mendalilkan harus
membuktikan di pengadilan, dengan perkataan lain pasien atau pengacaranya
harus membuktikan 19 dalil sebagai dasar gugatan bahwa tergugat (perawat)
bertanggung jawab atas derita (damage) yang dialami penggugat.

Untuk membuktikan adanya civil malpractice tidaklah mudah, utamanya tidak


diketemukannya fakta yang dapat berbicara sendiri (res ipsa loquitur), apalagi
untuk membuktikan adanya tindakan menterlantarkan kewajiban (dereliction of
duty) dan adanya hubungan langsung antara menterlantarkan kewajiban dengan
adanya rusaknya kesehatan (damage),sedangkan yang harus membuktikan adalah
orang-orang awam dibidang kesehatan dan hal inilah yang menguntungkan tenaga
perawatan.

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Kelalaian tidak sama dengan malpraktek, tetapi kelalaian termasuk dalam arti
malpraktik, artinya bahwa dalam malpraktek tidak selalu ada unsur kelalaian. Dapat
dikatakan bahwa kelalaian adalah melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan pada
tingkatan keilmuannya tetapi tidak dilakukan atau melakukan tindakan dibawah standar
yang telah ditentukan.
Sebagai bentuk tanggung jawab dalam praktek keperawatan maka perawat sebelum
melakukan praktek keperawatan harus mempunyai kompetensi baik keilmuan dan
ketrampilan yang telah diatur dalam profesi keperawatan, dan legalitas perawat Indonesia
dalam melakukan praktek keperawatan telah diatur oleh perundang-undangan tentang
registrasi dan praktek keperawatan disamping mengikuti beberapa peraturan perundangan
yang berlaku.

Sangat peru bagi seorang perawat berupaya melakukan sesuatu guna mencegah
terjadinya tuntunan malperaktik yaitu upaya mempertahankan setandar pelayanan/ asuhan
yang berkualitas tinggi . hal ini dilakukan dalam pekerjaan sebagai perawat yaitu
meningkatkan kemampuan dalam praktik keperawatan danmenciptakan iklim yang dapat
mendorong peningkatan peraktik keperawatan.
3.2. Saran
1. Kiranya pihak aparat penegak hukum, sebagai pencari penegakan hukum yang aktif di
dalam masyarakat, kiranya dapat berperan aktif dan melihat dengan jeli indikasi-indikasi
kasus malapraktek ini.
2. Selanjutnya, sebagai rangkaian dalam keaktifannya dalam mencari penegakan hukum,
Kejaksaan sebagai Penuntut Umum dan sebagai pengawasan penyidik sesuai dengan isi
KUHP, dapat meningkatkan peranannya dengan jalan membina kerja sama yang erat
dengan pihak penyidik (polisi) untuk dapat membongkar kasus-kasus malapraktek yang
selama ini masih banyak yang ter-tutup, baru kemudian tugas bagi hakim untuk lebih
teliti dan obyektif dalam mengambil vonisnya
3. Diharapkan tenaga medis akan lebih waspada dan hati-hati dalam melaksanakan tugasnya,
masyarakat menjadi aman dan puas atas pelayanannya dan penegak hukum dapat lancar
dalam bertugas, akhirnya penegakan hukum dapat berjalan sebagaimana kita harapkan.
Daftar Pustaka

http://stopmalpraktik.blogspot.com/2011/01/malpraktik-neglectedkelalaian.html

http://3rhestifujiayani.blogspot.com/2013/10/kelalaian-dan-malpraktek-

dalam.html
http://stikes-mb.blogspot.com/2013/11/penjelasan-tentang-malpraktek-

dan.html

http://mahasiswa2010.blogspot.com/2011/03/hubungan
keperawatan.html

malpraktek-dalam-

Anda mungkin juga menyukai