Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM INSTALASI TENAGA

Judul Praktikum : PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI


TERPISAH
Disusun Oleh

: Yudha Prasetiyo

Nim

: 1214020032

Partner Kerja

: 1. Liza Mulyadiana
2. Monika Audiya Pratiwi
3. Muhammad Ridho
4. Zahra Nabila

Kelas

: 2E

Tgl Praktikum

: 05 Mei 2015

Tgl Pengumpulan
Pembimbing

: 12 Mei 2015

: Ir. Benhur Nainggolan


P. Jannus, S.T, M.T

TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2015
BAB I

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

PENDAHULUAN
1.1

TUJUAN
Setelah selesai melakukan percobaan, diharapkan dipraktikan dapat:
- Menjelaskan cara kerja kontaktor terpisah;
- Mengevaluasi data yang diperoleh dari percobaan;
- Menjelaskan aplikasi dari operasi terpisah ini.

1.2

PENDAHULUAN
Yang dimaksud dengan pemakaian kontaktor operasi terpisah adalah
pengoperasian dengan menggunakan kontaktor dimana masing-masing kontaktor
melayani beban tanpa mempengaruhi pemakaian beban lainnya. Untuk
mengoperasikan beban diperlukan saklar START dan STOP pada tiap rangkaian
bebannya.
Pemakaian kontaktor secara terpisah ini banyak digunakan untuk melayani
beban-beban daya.
Setiap rangkaian beban memerlukan pengaman untuk mengantisipasi
adanya gangguan pada beban, yaitu MCB (Miniature Circuit Breaker) dan TOLR
(Thenmal Over Load Relay).
Gangguan mungkin terjadi adalah hubungan singkat (short circuit) atau
beban lebih (over load). Sebagai indicator saat beban bekerja, masing-masing
beban dilengkapi dengan lampu tanda (pilot lamp).

1.3

GAMBAR

3.1
Gambar diagram daya untuk mengoperasikan motor 3

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

3.2 Gambar diagram kerja/control


3.3 Gambar Instalasi

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

BAB II
ALAT DAN BAHAN
N
O
1

Nama Alat
Kontaktor

Saklar satu arah

Gambar

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

Push button switch NO


dan NC

Obeng + dan -

Multimater

Kabel Penghubung

Motor 3 Phasa

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

BAB III
LANGKAH KERJA
3.1

Langkah Percobaan

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Gunakan multitester untuk menguji adanya tahanan pada kontaktor
3. Gunakan multitester untuk menguji adanya tegangan pada tegangan
sumber
4. Ambillah connecting leads atau kabel penghubung
5. Hubungkan kabel-kabel penghubung sesuai dengan rangkaian berikut
secara bergantian :
a. Gambar 1, operasi terpisah dengan menggunakan 1 push button NC

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

b. Gambar 2, operasi terpisah dengan menggunakan 3 push button NC

6. Tekan tombol NC atau NO untuk menguji apakah rangkaian dapat


bekerja atau tidak
7. Catatlah data yang diperoleh
8. Analisa data yang diperoleh
3.2

Permasalahan

a.
b.
c.
d.

Isi tabel data yang diperoleh dari berdasarkan percobaan!


Terangkan proses kerja rangakain!
Evaluasi hasil data!
Jelaskan aplikasi atau penggunaan dari pemakaian kontakor operasi
terpisah ini!
e. Berikan kesimpulan lengkap terhadap percobaan itu.

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

BAB IV
S S
0 1
0 0
0 I
I 0
0 0
I 0
0 S0I
0 I
I S10

S
2
0
0
0
I
0
0
I
0

K K
1 2
0 0
I
0
0 0
0
I
0 0
I
0
t
I
I
0 0
t

H
1
0
I
0
0
0
I
I
0

M
1
I
0
I
I
I
0
0
I

H
2
0
0
0
I
0
0
I
0

M
2
I
I
I
0
I
I
0
I

ANALISA DATA
Analisa Data
4.1.1 Kontaktor operasi terpisah
dengan 1 Push Button NC
1. Tabel Kebenaran

S2
t
K1
t
K2
t
L.HIJAU 1
t
L.MERAH
1
t
L.HIJAU 2
t
L.MERAH
2
2. Flow chart

Pada saat awal arus dari tegangan akan masuk ke beban pada lampu merah,
sehingga lampu merah yang terhubung dengan kontak bantu NC akan menyala. Lalu saat
switch NO S1 ditekan arus dari tegangan akan mengalir mengaktifkan kontaktor 1 (K1) dan
menarik magnet di dalam kontaktor sehingga kontak bantu NO pada switch NO S1 akan
terkunci dan akan tetap mengalirkan arus, sehingga K1 akan tetap menyala. Kemudian
kontak bantu NO pada lampu hijau akan berfungsi dan menyalakan lampu hijau, begitu pula
kontak bantu NC pada lampu merah akan berfungsi sehingga lampu merah akan mati
karena arusnya terputus oleh kontak bantu NC . Setelah kontaktor 1 (K1) aktif dapat juga
mengaktifkan kontaktor 2 (K2) dengan menekan S2, proses kerjanya sama dengan saat
mengaktifkan kontaktor 1 (K1).
Untuk memutus tegangan pada kontaktor 1 (K1) atau kontaktor 2 (K2), dapat
dilakukan dengan menekan switch NC S0 sehingga keadaan rangkaian akan kembali pada
keadaan awal. Operasi kontaktor 1 (K1) dan kontaktor 2 (K2) masing-masing terpisah oleh
switch NO yang terhubung sebelum kontaktor, sehingga dapat mengaktifkan salah satu
kontaktor tersebut. Untuk memutus arus yang mengalir ke kontaktor dapat dilakukan
dengan menekan switch NC (S0) akan memutus kedua arus yang mengalir menuju
kontaktor 1 (K1) dan kontaktor 2 (K2) sehingga fungsi switch NC (S0) adalah master
pemutus pada kedua kontaktor.

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

4.1.2 Kontaktor operasi terpisah dengan 3 Push Button NC


1. Tabel Kebenaran
S
0
0
0
0
0
I
0
0
0
I
0
0
0
0
0
0
0
0
I

S0
1
0
0
I
0
0
0
0
0
0
0
0
I
0
0
0
I
0
0

S0
2
0
0
0
0
0
0
I
0
0
0
0
0
I
0
0
I
0
0

S
1
0
I
0
I
0
0
0
0
0
I
I
0
0
0
I
0
I
0

S
2
0
0
0
0
0
I
0
I
0
0
I
0
0
0
I
0
I
0

K
1
0
I
0
I
0
0
0
0
0
I
I
0
0
0
I
0
I
0

K
2
0
0
0
0
0
I
0
0
0
0
I
I
0
0
I
0
I
0

H
1
0
I
0
I
0
0
0
0
0
I
I
0
0
0
I
0
I
0

M
1
I
0
I
0
I
I
I
I
I
0
0
I
I
0
0
I
0
I

H
2
0
0
0
0
0
I
0
I
0
0
I
I
0
0
I
0
I
0

M
2
I
I
I
I
I
0
I
0
I
I
0
0
I
0
0
I
0
I

2. Flow chart
S0
t
S0
1

Pada saat awal arus dari tegangan akan masuk ke beban pada lampu merah,
sehingga lampu merah yang terhubung dengan kontak bantu NC akan menyala. Lalu saat
t
switch NO S1 ditekan arus dari tegangan akan mengalir melewati switch NC S01 lalu akan
S0 mengaktifkan kontaktor 1 (K1) dan menarik magnet di dalam kontaktor sehingga kontak
2 bantu NO pada switch NO S1 akan terkunci dan akan tetap mengalirkan arus, sehingga
K1t akan tetap menyala. Kemudian kontak bantu NO pada lampu hijau akan berfungsi dan
S1 menyalakan lampu hijau, begitu pula kontak bantu NC pada lampu merah akan berfungsi
t
sehingga
lampu merah akan mati karena arusnya terputus oleh kontak bantu NC . Setelah
S2 kontaktor 1 (K1) aktif dapat juga mengaktifkan kontaktor 2 (K2) dengan menekan S2,
proses
kerjanya sama dengan saat mengaktifkan kontaktor 1 (K1).
t

K1

Untuk memutus tegangan pada kontaktor 1 (K1) atau kontaktor 2 (K2), dapat
t
dilakukan
dengan menekan switch NC (S01 atau S02) pada masing-masing rangkaian
K2 kontaktor sehingga keadaan rangkaian akan kembali pada keadaan awal. Operasi
kontaktor
t
1 (K1) dan kontaktor 2 (K2) masing-masing terpisah oleh switch S1 NO dan
H1 switch S2 NO yang terhubung sebelum kontaktor, sehingga dapat mengaktifkan salah
satu
t kontaktor tersebut, dan untuk memutus arus yang mengalir ke kontaktor dapat
dilakukan
dengan menekan switch NC (S01 atau S02) pada masing-masing rangkaian
M
1 kontaktor sehingga akan memutus arus yang mengalir menuju kontaktor 1 (K1) atau
kontaktor 2 (K2). Untuk memutus kedua rangkaian kontaktor secara bersamaan dapat
dilakukan dengan menekan switch
NC S0 sehingga
keduaOPERASI
rangkaian
akan kembali
PEMAKAIAN
KONTAKTOR
TERPISAH
1
kekondisi awal, sehingga fungsi switch NC (S0) disini adalah master pemutus untuk kedua
0
kontaktor.

t
H2
t
M
2
t

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa


Operasi kontaktor terpisah dapat membantu para teknisi untuk menstarting
motor listrik.
Pada gambar satu,apabila S1 di tekan maka lampu indikator hijau 1 akan
menyala tetapi tidak bisa dimatikan apabila kita menekan S1(NO). Begitupula
cara kerja pada S2(NO).kedua saklar ini hanya bisa dimatikan melalui saklar
S0 (NC) yang berfungsi untuk mematikan kedua lampu indikator hijau pada
rangkaian tersebut.
Pada gambar kedua, hanya ditambahkan 2 push button switch NC (S01 dan
S02). Jadi pada rangkaian ini dapat dilakukan pemutusan arus pada masingmasing kontaktor (K1 dan K2) dengan menekan switch NC (S01) untuk
memutus kontaktor 1 dan S02 untuk memutus kontaktor 2.
Pada gambar kedua terdapat switch pusat S0 (NC) yang berfungsi untuk
memutus aliran arus pada kontaktor 1 dan kontaktor 2 secara bersamaan.
Perbedaan pada rangkaian satu dan rangkaian dua hanya pada swith pusat
yang berbeda, pada gambar satu hanya ada satu switch pusat (S0) untuk
memutus arus pada rangkaian satu. Sedangkan pada rangkaian dua terdapat
switch pusat (S0) dan switch (S01 dan S02) pada masing masing kontaktor
(K1 dan K2) yang berfungsi untuk memutus arus pada masing-masing
kontaktor dan switch pusat yang berfungsi untuk memutus arus seluruh
kontaktor yang bekerja pada rangkaian tersebut.
Aplikasi operasi kontaktor terpisah pada kehidupan sehari-hari adalah
sebagai starting motor listrik seperti:
Starting motor untuk menggerakan lift
Starting motor untuk menggerakkan eskalator
Starting mitir pembuka pintu otomatis
Operasi motor dengan mengharuskan starting motor dengan 3 phasa

5.2

Saran

1. Paham secara teori terlebih dahulu sebelum praktik


2. Dalam setiap melakukan percobaan disarankan bekerja sesuai langkah kerja
3. Mengenal cara pakai alat-alat terlebih dahulu sebelum praktik
PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

1
1

4.
5.
6.
7.

Gunakan alat sesuai kegunaannya


Kerjasama team sangat dibutuhkan
Utamakan keselamatan, kebersihan dan kesehatan kerja
Cek terlebih dahulu rangkaian control untuk menhindari sesuatu yang tidak
diinginkan.
8. Cek kabel terlebih dahulu sebelum digunakan
9. Teliti dalam melakukan praktik

PEMAKAIAN KONTAKTOR OPERASI TERPISAH

1
2