Anda di halaman 1dari 4

Selasa, 18 Januari 2011

MANAJEMEN STROKE
08:06 |

Diposkan oleh mariana S.Ked | Edit Entri

Manajemen Stroke secara umum


1. Memberikan life support
A irway
Breathing
Circulation
2. Meminimalkan lesi
3. Mencegah komplikasi
4. Rehabilitasi
5. Mencegah timbulnya serangan ulang stroke

Manajemen kegawat daruratan


Tujuan mengevaluasi dini adalah untuk :
Menstabilkan status kardiorespiratorik
Memastikan kalau itu stroke iskemik bukan yang menjadi defisit fokal
Menilai kondisi patologis, apakah reversible atau tidak
Mengetahui kemungkinan mekanisme dan penyebab vaskuler
Melakukan penanganan yang sesuai
Airway
Jalan nafas (airway) pada pasien stroke mungkin memerlukan intervensi
yang harus segera dilakukan, pasien juga mungkin memerlukan NGT dan
ET untuk melindungi jalan nafas dari aspirasi asam lambung.
Pernafasan
Saturasi O2 harus dipertahankan di atas 95%, bisa dengan pemberian O2
kanul.
Kardiovaskuler
Meriksa tensi pasien untuk mengkoreksi tekanan darah pasien
Pemasangan EKG ( riwayat penyakit jantung termasuk salah satu resiko
stroke )
Pemeriksaan gula darah, untuk mengetaui apakah pasien mengalami
hipoglikemi atau mempunyai faktor resiko seperti DM
Manajemen stroke Iskemik

Tujuan utama untuk serangan iskemik akut adalah : menyelamatkan area


penumbra atau area hipovolemi pada stroke akut, dengan neuro protektan
menurunkan durasi iskemik/ memperbaiki aliran darah.
Penatalaksanaan umum
-

Perbaikan nutrisi
Posisi kepala 30o
Hidrasi intravena, koreksi dengan NaCl 0,9% jika hipovolemik
Hiperglikemi, koreksi dengan insulin
Neurorehabilitasi dini, dengan fisioterapi
Perawatan saluran kemih, pasang kateter
Penatalaksanaan khusus

Terapi spesifik stroke iskemik akut


- Trombolisis rt-PA intravena/intraarterial pada 3 jam setelah awitan
stroke dengan dosis 0,9/kg ( maksimal 90 mg), 10% dosis awal diberikan
bolus dan sisanya dilanjutkan melalui infuse dalam waktu satu jam.
Pemberian rt-PA ditujukan pada pasien dengan stroke berat (misalnya
hemiplegic total dengan koma)
Resiko dan manfaat potensial dari rt-PA harus didiskusikan dengan pasien
atau keluarganya sebelum dimulai pengobatan
Karakteristik pasien stroke yang mungkin sesuai untuk
terapi rt-PA iv

Usia 18 tahun
Diagnosis stroke iskemik menyebabkan defisit neurologi yang
secara klinis jelas
Tidak ada stroke atau trauma kepala 3 bulan sebelumnya
Tidak ada pembedahan mayor 14 hari sebelumnya
Tidak ada riwayat perdarahan intracranial
Tekanan darah sistolik 185 dan diastolik 110 mmHg
Tidak ada gejala yng menghilang dengan cepat atau gejala
stroke yang ringan
Tidak ada gejala perdarahan subaraknoid
Tidak ada perdaran GI dan perdarahan traktus urinarius 21 bulan
sebelumnya

Tidak ada pungsi arteri pada lokasi yang non-compressible dalam


7 hari sebelumnya
Tidak ada bangkitan pada saat onset bangkitan
Waktu protombin 15 detik atau international normalized ratio
1.7 , tanpa penggunaan antikoagulan
Waktu partial protombin dalam rentang normal, jika heparin
diberikan selama 48 jam sebelumnya
Trombosit 100.000 /mm3
Konsentrasi glukosa darah 50 mg/dl (2.7 mmol/l)
Tidak ada kebutuhan untuk langkah agresif dalam menurunkan
tekanan darah hingga batas yang telah disebutkan diatas

- Antiplatelet : asam salisilat 160 325 mg / hari 48 jam setelah awitan


stroke atau clopidogrel 75 mg/ hari
- obat neuroprotektif
Hipertensi, pada stroke iskemik akut, tekanan darah diturunkan apabila
tekanan sistolik > 220 mmHg atau tekanan diastolik > 120 mmHg dengan
penurunan maksimal 20 % dari tekanan arteri rata-rata
- Labetalol, nikardipin, diltiazem, nimodipin, ACE inhibitor atau antagonis
Ca
Thrombosis vena dalam :
- heparin 5000 unit/12 jam selama 5 - 10 hari
- Low Molecular Weight Heparin (enoksaparin/nadroparin) 2 x 0,3-0,4 IU
SC abdomen
- Pneumatic boots, stoking elastic, fisioterapi, dan mobilisasi
Manajemen stroke Hemoragik
Terapi medik

Jalan nafas dan oksigenasi dengan target pCO2 30-35 mmHg.


Kontrol tekanan darah ( sama seperti pada stroke iskemik)
-tekanan darah diturunkan bila tekanan sistolik > 180 mmHg atau
tekanan diastolic 105 mmHg
Penatalaksanaan peningkatan tekanan intracranial
Tindakan pengobatan pertama adalah osmoterapi, tapi tidak boleh
digunakan sebagai profilaksis. Manitol 20 % 1g/kg dalam 20 menit,
dilanjutkan dengan 0,25-0,5 g/kg/4 jam dalam 20 menit. Untuk

mempertahankan gradien osmotik, furosemid (10 mg dalam 2 8 jam)


dapat diberikan terus menerus bersama dengan osmoterapi
Hiperventilasi dengan sasaran pCO2 35 mmHg
Pengaturan cairan
Terapi pembedahan
Indikasi tindakan pembedahan:
Pasien dengan perdarahan serebelar > 3 cm yang secara neurologis
memburuk atau yang mengalami kompresi batang otak dan hidrocefalus
akibat obstruksi ventricular
Perdarahan intraserebral dengan lesi structural seperti aneurisma,
malformasi arteriovena, atau angioma kavernosa dapat diangkat jika
keadaan pasien stabil
Pasien isua muda dengan perdarahan lobus yang sedang atau besar yang
secara klinis memburuk
Indikasi terapi konservatif dengan medikamentosa :
Pasien dengan perdarahan kecil (< 10 cm3) atau deficit neurologi yang
minimal
Pasien dengan GCS 4, kecuali dengan perdarahan serebelar disertai
kompresi batang otak
referensi : Manajemen Stroke, dr. Abdul Gofir, Sp.S (K)