Anda di halaman 1dari 11

Fungsi dan Komponen Darah Manusia

Yuni Inri Yanti


102012146/PBL8
yuniinri_yanti@yahoo.com
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Abstract :
The blood circulates in the body for approximately 114-115 day, after
that will die. Hemoglobin out of erythrocytes the dead shall break down
into two substances namely hematin containing Fe useful to make
erytrocytes new and haemoglobin even a substance contained in a
erytrochytes useful to fasten the oxygen and carbon dioxide. Bloo cells is
dividen into several types, blood consisting of 3 species of cellular
element specifically. Erythrocytes (red blood cells), leukocytes (white
blood cells) and platelets (puck blood).
Keywords : blood, hemoglobin

Abstrak :
Darah beredar di dalam tubuh selama kurang lebih 114 - 115 hari, setelah itu akan mati.
Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin
yang mengandung Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu
suatu zat yang terdapat didalam eritrosit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon
dioksida. Sel darah ini dibagi menjadi beberapa macam, darah terdiri dari 3 jenis elemen
selular khusus, eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping
darah).
Kata kunci : darah, hemoglobin

PEMBAHASAN
1. Pengertian Darah
Darah manusia adalah jaringan tubuh. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga
diedarkan melalui darah. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya
oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan
oleh hemoglobin, protein pernapasan yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang
merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam
pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah di pompa oleh jantung menuju paruparu untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen
melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena
pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan keseluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah
aorta. Darah mengedarkan oksigen keseluruh tubuh melalui saluran halus darah yang
disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah
vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan sisa metabolisme,
obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk di uraikan ke ginjal untuk dibuang sebagai
air seni.1
2. Komponen Darah
Sel-Sel Darah (45 %), terdiri dari:
1.

Sel Darah Merah (Eritrosit)


Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/bikonkaf dan tidak mempunyai

inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira
kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya
mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di
dalamnya banyak mengandung oksigen.
Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paruparu untuk diedarkan ke
seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan
2

melalui paruparu. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin
yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (hb + oksigen 4 hboksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya
setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: hb-oksigen hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi
akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (hb +
karbon dioksida hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan
di paru-paru. Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa
dan hati. Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula
besar dan berisi nukleus dan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan
akhirnya kehilangan nukleusnya dan siap di edarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian
akan beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 - 120 hari, setelah itu akan mati.
Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin
yang mengandung fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu
suatu zat yang terdapat didalam eritrosit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon
dioksida.
Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 15 gram dalam 100cc darah.
Normal hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darah merah memerlukan protein
karena strukturnya terdiri dari asam amino dan memerlukan pula zat besi, sehingga
diperlukan diit seimbang zat besi. Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa
berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila keduaduanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanya disebabkan oleh
perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit
terganggu.1,2
2. Sel Darah Putih (Leukosit)
Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah
mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak
dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel
sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna),
banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000.
Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit /
bakteri yang masuk ke dalam jaringan res (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di
dalam limpa dan kelenjar limfe, sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat
3

lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah. Sel leukosit disamping
berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh jaringan tubuh manusia. Pada
kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka jumlah leukosit yang
ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit yang
biasanya

tinggal

di

dalam

kelenjar

limfe,

sekarang

beredar

dalam

darah

untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah leukosit dalam
darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.2
Jenis-Jenis Leukosit:2
Granulosit
Memiliki granula kecil di dalam protoplasmanya. Berdasarkan pewarnaan granula,
granulosit terbagi menjadi 3 kelompok;
1.

Neutrofil : granula yang tidak berwarna mempunya inti sel yang terangkai, kandang
seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak berbintik-bintik halus, serta banyaknya
sekitar 60-70%.

2.

Eosinofil : granula berwarna merah dengan pewarnaan asam, ukuran dan bentuknya
hampir sama dengan neutrofil, tetapi granula dalam sitoplasmanya lebih besar,
banyaknya kira-kira 24%.

3.

Basofil : granula berwarna biru dengan pewarnaan basa, sel ini lebih kecil dari pada
eosinofil, tetapi terdapat granula-granula yang besar, banyaknya kira-kira 0,5% di
sumsum merah.
Ketiga leukosit yang granulosit ini berfungsi unutk mencerna dan menghancurkan
mikroorganisme dan sisa-sisa sel mast dan mengeluarkan peptide vasoaktif.3

Agranulosit
1. Limfosit yang memiliki nucleus besar bulat dengan menempati sebagian besar sel
limfosit berkembang dalam jaringan limfe. Ukuran berfariasi dari 7-15 mikron.
Banyaknya 20-5-% dan fungsiya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke
dalam jaringan tubuh. Limfosit terdiri dari 2 macam yaitu;
Limfosit T: meninggalkan sum-sum tulang dan berkembang lama, kemudian
berpindah tempat menuju timus. Setelah meinggalkan timus, sel-sel ini beredar dalam
darah sampai mereka bertemu dengan antigen-antigen dimana mereka telah diciptakan
untuk mengenalinya. Setelah dirangsang oleh antigennya, sel-sel ini menghasilkan

bahan-bahan yang menghancurkan mikroorganisme dan memberitahu sel-sel leukosit


lainnya bahwa telah terjadi infeksi.
Limfosit B: terbentuk di sumsum tulang lalu bersirkulasi dalam darah sampai
menjumpai antigen dimana mereka telah diciptakan untuk mengenalinya. Pada tahap
ini, limfosit B mengalami pematangan lebih lanjut dan menjadi sel plasma serta
menghasilkan antibody.
2. Monosit ukurannya lebih besar dari limfosit, protoplasmanya besar, warna biru sedikit
abu-abu, serta mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan. Inti selnya bulat atau
panjang. Monosit dibentuk di dalam sumsum tulang, masuk ke dalam sirkulasi dalam
bentuk miniature dan mengalami proses pematangan menjadi makrofag setelah masuk
ke jaringan. Fungsinya sebagai fagosit. Jumlahnya 34% total komponen yang ada di
sel darah putih.
3. Keping-Keping Darah (Trombosit)
Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati, bentuk dan ukurannya bermacammacam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa
200.000-300.000/mm3, trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut
trombositopenia. Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya
peristiwa pembekuan darah, yaitu ca2+ dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja apabila
tubuh mendapat luka. Ketika kita luka maka darah akan keluar, trombosit pecah dan
mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase, trombokinasi ini akan bertemu dengan
protrombin dengan pertolongan ca2+ akan menjadi trombin. Trombin akan bertemu dengan
fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya,
yang akan menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin
di buat didalam hati dan untuk membuatnya diperlukan vitamin k, dengan demikian vitamin
k penting untuk pembekuan darah.2

Plasma Darah (55%)


Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari

separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air
dan 10% bahan terlarut termasuk protein, glukosa, ion, hormon dan gas. Plasma darah
berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran
dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh
terhadap penyakit atau zat antibodi.1,3
5

Protein Plasma
Protein plasma ialah protein total dalam plasma manusia memiliki konsentrasi sekitar
7,0-7,5 gr/dl dan membentuk bagian terbesar dari bahan padat plasma. 4 Protein plasma
sebenarnya adalah campuran kompleks yang mencakup tidak saja protein protein
sederhana, tetapi juga protein terkonjugasi, misalnya glikoprotein dan berbagai lipoprotein.
Protein Plasma dibedakan menjadi kelompok besar :
1. Fibrinogen
Fibrinogen adalah salah satu protein yang disintesis oleh hati yang merupakan reaktan
fasa akut berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk proses hemostatis yang
menstimulasi pembentukan thrombus. Rasio plasma normal yang berkisar antara 200-400
mg/dL.
2. Albumin
Albumin adalah protein utama dalam plasma manusia (3,4-4,7g/dL) dan membentuk
sekitar 60% protein plasma total. Sekitar 40% albumin terdapat dalam plasma dan 60%
sisanya terdapat diruang ekstrasel. Hati menghasilkan sekitar 12 gr albumin/hari, yaitu
sekitar 25% dari semua sintesis protein oleh hati dan separuh jumlah protein yang
disekresikannya. Sintesis albumin berkurang pada beragam penyakit terutama penyakit
hati.
3. Globulin
Globulin merupakan salah satu golongan protein yang tidak larut dalam air, mudah
terkoagulasi oleh panas, mudah larut dalam larutan garam dan membentuk endapan
dengan konsentrasi garam yang tinggi. Glubolin disusun oleh dua komponen yaitu
legumin dan vicilin. Suhardi (1989) menambahkan bahwa dengan ultra sentrifugasi
ditemukan protein utama golongan 2S, 7S, 11S dan 15S. Fraksi terbesar adalah globulin
7S yang merupakan glikoprotein. Protein globulin dapat mencapai 70% dari total protein.
Fraksi 11S sampai sekarang baru dikenal sebagai protein tunggal sedangkan frakti 15S
belum dapat diidentifikasikan senyawa penyusunnya.
4. Protombin
Sejenis glikoprotein yang dibentuk oleh dan dsimpan dalam hati. Sekresi protombin ke
dalam plasma darah, terjadi Karena stimulasi dari tromboplastin dan ion kalsium pada
proses koagulasi. Dalam proses tersebut, protobin kemudian di konfrensi menjadi
thrombin oleh protrombinase lebih lanjut. Thrombin akan memkonfrensi fibrinogen
menjadi fibrin.
Fungsi protein plasma yaitu untuk keseimbangan osmotik. Hipoalbumin menyebabkan
tekanan osmotik plasma menurun sehingga kapiler tidak mampu melawan tekanan
hidrostatik sehingga timbul edem (cairan darah menuju ke jaringan interstitial).
Pembentukan dan nutrisi jaringan, enzim, hormone, pembekuan darah ( fibrinogen, AT III )
6

dan jaringan tubuh. Untuk transportasi umum yaitu albumin dan transportasi khusus yaitu
hormon prealbumin, Vitamin prealbumin lipid, Lipoprotein, Hb dan lain-lainnya untuk daya
tahan tubuh.1,2
3. Fungsi Darah
Fungsi utama darah yaitu mempertahankan keseimbangan untuk selalu memperbaharui
cairan jaringan. Yang lebih rinci akan dibahas dibawah ini:2
1. Respirasi yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan
ke paru-paru
2. Nutrisi untuk menyalurkan zat-zat yang dibutuhkan ke sel-sel yang menggunakannya,
menyimpan kelebihan zat, mengeluarkan zat-zat bila dibutuhkan (exercise), untuk
sumber energi bahan-bahan pembangunan&pertumbuhan reparasi jaringan.
3. Ekskresi untuk mengangkut zat sisa metabolik ke ginjal, paru-paru, kulit dan usus
untuk dibuang
4. Memelihara keseimbangan asam basa normal dalam tubuh
5. Mengatur keseimbangan air dalam efek darah pada pertukaran air antara cairan yang
beredar dan cairan jaringan
6. Mengatur suhu tubuh melalui distribusi panas tubuh
7. Membentuk pertahanan terhadap infeksi melalui sel darah putih dan antibodi dalam
sirkulasi
8. Mengangkut hormon, mengangkut dan mengatur metabolisme
9. Koagulasi

4. Proses Pembentukan Darah (Hematopoiesis)


Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi
proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Proliferasi sel
7

menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel, dari satu sel hematopoietik
pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah. Maturasi merupakan proses pematangan sel
darah, sedangkan diferensiasi menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki
sifat khusus yang berbeda-beda.4
Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :
1. Mesoblastik, dari embrio umur 2 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan
adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.
2. Hepatik, dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa
terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini
menghasilkan Hb.
3. Mieloid, dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang,
kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup
terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodus di
terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T.
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah
asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktorfaktor perangsang hematopoietik.2,5

Gambar 1. Hematopoiesis

5. Porfirin

Porfirin adalah senyawa siklik yang dibentuk dari gabungan empat cincin pirol melalui
jembatan metenil (-CH=). Sifat khas porfirin adalah pembentukan kompleks dengan ion-ion
logam (metaloporfirin) yang terikat pada atom nitrogen cincin-cincin pirol. Sebagai contoh
misalnya heme yang merupakan porfirin besi dan klorofil, merupakan porfirin magnesium.
Di alam, metaloporfirin terkonjugasi dengan protein membentuk senyawa-senyawa penting
dalam proses biologi, antara lain: (1) Hemoglobin, merupakan porfirin besi yang terikat
pada protein globin dan mempunyai fungsi penting pada mekanisme transport oksigen
dalam darah; (2) Mioglobin, merupakan pigmen pernafasan yang terdapat dalam sel-sel otot;
(3) Sitokrom, berperan sebagai pemindah elektron (electron transfer) pada proses oksidasi
reduksi.
Kimia Porfirin, Porfirin mengandung nitrogen tersier pada 2 cincin pirolen sehingga
bersifat basa lemah dan adanya gugus karboksil pada rantai sampingnya menyebabkan juga
bersifat asam. Titik isoelektriknya berkisar pada pH 3-4, sehingga pada pH trersebut porfirin
mudah diendapkan dalam larutan air. Berbagai jenis porfirinogen tidak berwarna, sedangkan
berbagai jenis porfirin berwarna. Porfirin dan derivat-derivatnya mempunyai spektrum
absorbsi yang khas pada daerah yang dapat dilihat dan pada daerah ultraviolet. Larutan
porfirin dalam HCl 5% mempunyai pita absorbsi pada 400 nm yang disebut pita Soret.
Porfirin dalam asam mineral kuat atau pelarut organik dan kemudian disianari sinar
ultraviolet akan memancarkan fluoresensi merah yang kuat. Sifat fluoresensi ini sangat khas
sehingga sering dipakai untuk mendeteksi porfirin bebas dengan jumlah yang sedikit. Sifat
absorbsi dan fluoresensi yang khas dari porfirin disebabkan oleh ikatan rangkap yang
menyatukan cincin pirol. Ikatan rangkap ini tidak ada pada porfirinogen sehingga tidak
menunjukkan sifat-sifat tersebut. Jika porfirinogen mengalami oksidasi dengan melepaskan
6 atom H akan terbentuk porfirin yang mempunyai ikatan rangkap.6,7
6. Hemoglobin
Hemoglobin (Hb) merupakan unsur utama dalam sel darah merah dan mempunyai
peranan

penting dalam pengangkutan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan

sebaliknya mengangkut karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru untuk dibuang.


Hemoglobin berupa pigmen yang terdapat di dalam eritrosit, terdiri dari persenyawaan
antara heme dan globin dan mempunyai berat 64.000 Dalton. Heme adalah suatu
persenyawaan kompleks yang terdiri dari sebuah atom Fe yang terletak ditengah-tengah

struktur porfirin. Setiap molekul hemoglobin mengandungi 4 heme seperti gambar 4


dibawah.

Gambar 2. Struktur Hemoglobin

Globin adalah suatu protein yang terdiri dari 2 pasang rantai polipeptida, yang terdiri dari
2 pasang rantai dengan jumlah, jenis dan urutan asam amino tertentu. Masing-masing rantai
polipeptida mengikat 1 gugus heme.
Hemoglobin mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen dengan lemah dan secara
reversibel. Fungsi hemoglobin di dalam tubuh tergantung pada kemampuan untuk berikatan
dengan oksigen dalam paru-paru dan kemudian melepaskan oksigen ini ke kapiler jaringan
dimana tekanan gas dari oksigen jauh lebih rendah dari pada dalam paru-paru. Setiap
molekul hemoglobin mengandung empat atom besi dan dapat mengangkut empat molekul
oksigen.7

PENUTUPAN
Kesimpulan
Darah merupakan salah satu faktor terpenting dalam tubuh manusia. Di dalam darah
terdapat hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat dan mengangkut oksigen, sehingga
darah memiliki fungsi penting dalam kegiatan tubuh manusia. Darah yang mempunyai
fungsi penting dalam tubuh harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisi kandungankandungan zat yang terdapat di dalamnya sehingga dapat memperkecil kemungkinankemungkinan buruk yang akan terjadi. Ketika kandungan besi pada darah berkurang, maka
10

hemoglobin juga akan mengalami penurunan, sehingga jumlah oksigen yang terikat juga
akan berkurang, dengan demikian pasokan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang,
sehingga tubuh akan mudah lelah dan lemas.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 6 th ed. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2011.
2. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2004.
3. Fawcett D. Buku ajar histogi 12th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2004.
4. Cameron JR, Grant RM, Skofronick JG. Fisika tubuh manusia. 2 nded. Jakarta: CV.
Sagung Seto; 2006.h.662-74.
5. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed ke-22. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2008.
6. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Biokimia harper. Edisi ke-27. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2006.h.355-81.
7. Marks D. Smith CM. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta: EGC; 2002.h.613-4.

11