Anda di halaman 1dari 4

LAMPIRAN Q

DIMENSI JALAN ANGKUT

1.

Lebar jalan

a.

Lebar jalan pada jalan lurus.


Penentuan lebar jalan pada jalan lurus didasarkan pada jumlah jalur dan
lebar kendaraan yang melintasinya.
Perhitungan lebar jalan minimum dapat dihitung dengan persamaan :

Lmin n.Wt n 1. 12 .Wt , meter Dimana:


: Lebar jalan angkut minimum, (meter ).

Lmin

Diketahui

= Jumlah jalur jalan angkut.


= 2 jalur
= Lebar alat angkut total, (meter ).

Wt

= 2,490 meter
maka didapat lebar jalan minimum adalah:
L m

= (2 x 2,490 + (2 + 1) (1/2 x 2,490)) meter


= 8,715 meter 9 meter.

Pada penggambaran dimensi jalan lurus yang dibuat adalah 13 m, karena


ditambahkan dengan dimensi untuk keperluan pembuatan paritan.
b.

Lebar jalan pada belokan.


Lebar jalan pada tikungan dihitung berdasarkan faktor lebar jejak ban, lebar
juntai alat angkut pada bagian depan atau belakang dan jarak antara alat
dengan tepi jalan.
Untuk lebar jalan angkut minimum pada belokan dapat dipergunakan rumus
persamaan :

124

Wmin nU Fa Fb Z C
Z C 12 U Fa Fb
Dimana :
Wmin

= Lebar jalan angkut pada tikungan, (meter ).

= Jarak jejak roda, (meter ).

Fa

= Lebar juntai depan, (meter ).

Fb = Lebar juntai belakang, (meter ).

= Lebar bagian tepi jalan, (meter ).

= Jarak antara alat angkut saat bersimpangan, (meter ).

Berdasarkan spesifikasi alat angkut, maka didapat data-data sebagai berikut:


-

Jarak antara as depan dengan as belakang

: 4,465 m

Jarak antara as depan dengan bagian depan

: 1,400 m

Jarak antara as belakang dengan bagian belakang : 1,500 m

Jarak antara jejak roda ban

: 2,020 m

Suduk maks penyimpangan roda maksimum

: 35

Maka diperoleh:
Fa

= 1,400 m x sin 35 = 0,803 m

Fb

= 1,500 m x sin 35 = 0,860 m

C = Z = 0,5 (U + Fa + Fb)
= 0,5 (2,020 + 0,803 + 0,860)
= 1,841 m
Jadi lebar jalan angkut minimum adalah :
Wmin = 2 (U + Fa + Fb + Z ) + C meter
= 2 (2,020 + 0,803 + 0,860 + 1,841) m + 1,841 m
= 11,048 m + 1,841 m
= 12.889 m
13 m

125

Pada penggambaran dimensi jalan lurus yang dibuat adalah 15 m, karena


ditambahkan dengan dimensi untuk keperluan pembuatan paritan.
2.

Jari-jari minimum tikungan jalan.


Jari-jari tikungan jalan ditentukan pada saat truck menikung dengan sudut

penyimpangan roda tertentu. Jari-jari lintasan ditentukan berdasarkan perpotongan


antara garis lurus yang ditarik dari sumbu roda belakang dengan garis miring yang
terbentuk dari sudut penyimpangan roda depan. Jadi jari-jari lintasan roda dapat
dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
R

Wb
Sin

Dimana,
R

= Jari-jari lintasan, meter

Wb = Jarak as roda depan dan belakang, meter

= Sudut penyimpangan roda depan ( )

Berdasarkan spesifikasi alat angkut truck Hino FM 260JM, Wb = 4,465 m dan =


35, maka dapat dihitung :
R

Wb
Sin

4,465
meter
Sin 35

= 7,322
R
3.

= 7,3 meter
Cross slope
Nilai cross slope dapat dihitung dengan rumus di bawah ini :
q

: P x 40 mm/m

Dimana :
P

: x Lebar Jalan
: x 13 m

: 6,5 m

126

1
2

P : 6,5 m q

P : 6,5 m

Gambar D.1
Penampang melintang cross slope
Jalan angkut yang baik memiliki cross slope 40 mm/m. Hal ini berarti
setiap 1 meter jarak mendatar terdapat beda tinggi 40 mm atau 4cm. Sehingga
untuk jalan angkut dengan lebar 13 m mempunyai beda ketinggian pada poros
jalan sebesar.

= 6,5 m x 40 mm/m
= 260 mm

= 26 cm

Jadi crosslope yang harus dibuat adalah sebesar 26 cm.

127