Anda di halaman 1dari 10

MEKANISME KERJA SISTEM

URINARIA
JEFFRY R.S
102011414

Vaskularisasi ginjal
Aorta
abdominali
s

Arteri
renalis

Arteri
segmentali
s

Arteri
interlobaris

glomerulus

aa. afferen

Arteri
interlobaular
is

Arteri
arcuata

aa. efferen

Vena
interlobulari
s

Vena
arcuata

Vena
interlobaris

Vena cava
inferior

Vena
renalis

Vena
segmentali
s

Struktur Mikro Ginjal

1. TKP
2. TKD

Bagian
Medula
1.Henle tipis
2.Ductus colligentes

T ubuloglomerular feedback
Tekanan darah
turun

GFR turun

Arus filtrat
turun

[ N a] terdeteksi
macula densa

Reabsorpsi
natrium >>

Durasi
reabsorpsi >>

Aktivasi RAAS

Terkanan darah,
arus darah, GFR
naik

Jonathan T. Soepringgo,

Substansi

Tubulus
Proksimalis

Pars
Descenden

Pars
Ascenden

Tubulus
Distalis

Duktus
Kolegentes

Glukosa
dan Asam
Amino

Reabsorpsi 100
%. Aktif
bersama Na+

Urea

Reabsorpsi 50%.
Pasif, obligat

NaCl

Reabsorpsi 65%.
Obligat

Reabsorpsi
pasif

Reabsorp
si Aktif
25%

Air

Reabsorpsi 65%.
Obligat

15%,
osmotik.

K+

Reabsorpsi
100%.
Obligat

H+

Sekresi
tergantung asam
cairan tubuh

Reabsorpsi
bervariasi.
ADH
Reabsorpsi
bervariasi.
Aldosteron

Reabsorpsi bervariasi.
ADH
Sekresi
bervariasi.
Aldosteron
Sekresi bervariasi.
Tergantung pH

Pembentukan Batu Ginjal


1. Batu oksalat/kalsium oksalat.
Asam oksalat yang terbentuk di dalam tubuh

manusia berasal dari metabolisme asam


amino
2. Batu struvit
Batu struvit tersusun dari magnesium
ammonium fosfat (struvit) dan kalisum
karbonat. Batu struvit terbentuk di pelvis dan
kalik ginjal apabila produksi ammonia
meningkat dan pH urine semakin tinggi
3. Batu urat
Batu urat umumnya terjadi pada penderita
gout atau sejenis penyakit rematik
4. Batu sistina
Asam amino sistein mengendap serta
membentuk kristal
5. Batu kalium fosfat
Batu kalium fosfat umumnya terjadi pada
penderita hiperkalsiurik.

Anda mungkin juga menyukai